fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kastil Whangarei
Jhon Bentely, Oliver Pho-Bela dan sisa pasukan Iblis Merah kini menuju pusat kota. Mereka menyamar menjadi pedagang dan berpisah dalam beberapa kelompok, senjata disembunyikan didalam gerobak dorong yang disewa. Misi mereka kini adalah Kastel Whangarei. Mencari Earl Whangarei yang kemungkinan tak dijaga ketat karena sebagian besar pasukan terfokus pada pemburuan para pengacau di desa-desa sekitar, pelabuhan dan hutan.
Tanpa disadari pasukan Kekaisaran, para pengacau itu hanya berjarak satu kilo meter dari pusak kekuasaan Whangarei. tugas terakhir kini didepan mata ; membunuh Earl Vorlag, sang penguasa wilayah.
Ini adalah misi untuk memperlemah wilayah ini, agar niat mereka menyerbu Kaitaia minimal masih tertunda.
“Ini misi bunuh diri.” kata Hamill, salah satu Iblis Merah yang bersama Jhon .
“Tapi jika berhasil ini akan sangat membantu perjuangan. Kemungkinan kita bisa keluar lagi dari Kastel sangat kecil Mick. Apakah kamu siap?” tanya Jhon
“Sangat siap Ser” jawab Mick meskipun terlihat diwajahnya ada sedikit ketengangan.
“Jangan cemas. Kita akan kembali ke Kaitaia.” kata Jhon memberikan penguatan pada pemuda itu. sambil menepuk bahunya.
Mereka berhasil masuk di Kastel. Namun meskipun berkurang banyak, lebih dari 50 orang prajurit masih berjaga disini. Dipimpin seorang Perwira tinggi bernama ; Ser Bellus.
Oliver dan Beale, menyisir halaman belakang Kastel, sementara Duckwort, Turnbull, Meredith dan West masuk lewat pintu depan.
Kedatangan mereka bahkan dijemput langsung oleh penjaga dipintu gerbang. tugas mereka berempat adalah memecah konsentrasi penjaga gerbang depan dengan membuat kegaduhan disana. Dan benar kegaduhan terjadi karena rusuh mereka. Bukan dengan menantang pertarungan namun sengaja menciptakan kekacauan bagi 20 prajurit yang ada dipintu gerbang.
Kastil Whangarei berada tepat ditengah kota sehingga kegaduhan itu memancing warga kota untuk melihat apa yang terjadi. Perkelahian sandiriwara juga dilakukan untuk memecah konsentrasi para penjaga.
Pada saat yang bersamaan tiba-tiba di sudut gerbang dan di ujung jalan, dekat dengan salah satu bangunan warga terjadi kebakaran. Kebakaran yang di sebapkan oleh perbuatan anggota Iblis Merah lain yakni George Anderson. tak hanya membakar dua bangunan, ia juga menyiapkan panah berapi dan ditembakannya menyasar didalam halaman Kastel. Kegaduhan kembali terjadi ditempat itu.
Fokus para penjaga teralihkan,
Dan menjadi kesempatan bagi Oliver dan Beale untuk masuk lebih kedalam Kastel.
“Ayo masuk!” Kata Oliver sambil berlari dan diikuti yang lain. Namun sayang mereka dicegat 5 orang prajurit yang berjaga. Salah satunya adalah perwira Ser Bellus sendiri. Yang kaget ada orang asing masuk sejauh ini.
“Pengacau! Mau kemana kalian.” teriak Ser Bellus, pedang dalam genggamannya di acungkan.
“Kalian yang menyebapkan kekacauan didepan. Tak akan lolos dari ku. Prajurit tangkap kedua orang ini.” perintah Bellus.
Saat keempat prajurit menyerang. Tiba-tiba muncul Jhon Bentley dan Mick Hamill membantu. Terjadi pertarungan ditempat itu. Jhon kini berhadapan langsung dengan Bellus.
“Ser Oliver, lanjutkan tugas. Biarkan kami disini.” kata Jhon pada Oliver.
Sadar tak akan lama lagi pasukan bantuan akan datang ditempat itu, Oliver mengikuti arahan Jhon . Ia meyelinap keluar dari arena pertarungan. untuk mencari arah ke ruangan dimana Earl Whangarei berada.
Melihat itu, Bellus berniat mengejarnya namun dihalangi oleh Jhon.
"hadapi aku! " kata Jhon.
Pertarungan berlanjut lagi. 5 orang melawan 3. Posisi Jhon dan kawan-kawan terdesak hebat. Meskipun mampu memberikan perlawanan. Bahkan tak lama kemudian , dua orang prajurit Whangarei bisa dirobohkan oleh mereka. Namun kemampuan bela diri Bellus ternyata diatas rata-rata. Sehingga Jhon kewalahan. disaat itulah muncul Duckwort dan Alexander membantu. Dipihak Bellus. Tak ada bantuan yang datang karena selain sibuk memadamkan api. Pintu Kastel telah ditutup oleh Dick dan Alexander.
Tak lama kemudian Bellus dan para pengawalnya roboh. mereka tewas pada pertarungan ini.
Dipihak Jhon hanya Beale dan Mick yang terluka. Namun masih bisa dibantu berdiri. Luka mereka segera di tutup Jhon dan diberikan pertolongan pertama.
"Bertahanlah kalian, jangan banyak bergerak" kata Jhon pada keduanya.
“Kita cari Oliver, dia sendirian masuk lebih kedalam Kastel.” kata Jhon lagi usai memberikan pertolongan pada kedua prajuritnya.
Setelah memeriksa keadaan aman,
Segera mereka semua masuk lebih kedalam Kastel. Disana mereka menemukan Oliver sedang bertarung dengan seorang perwira. Di sekitar mereka ada beberapa tubuh prajuirit lain tewas. Mungkin mereka korban keganasan pedang Oliver.
Oliver sendiri yang terlihat sudah mulai kelelahan. Kedatangan Jhon , Dick, Alexander, Mick dan Belae. Mendatangkan harapan bagi Oliver. Pertarungan sempat terhenti.
“Jhon bawa yang lain. Kejar Earl Whangarei dia lari lewat pintu belakang!” kata Oliver.
“Kita akan mengejar bersama Ser. kita selesaikan dulu urusan disini.” kata Jhoni sambil menyerang para prajurit pengawal.
“Kalian tak akan lolos!” kata sang perwira dengan marah. Anehnya ia justru melangkah mundur dari tempat itu dan diikuti para pengawalnya menuju kesalah satu pintu belakang.
Oliver, Jhon dan yang lain mengejar namun sang periwira dan para pengawalnya lebih dekat dengan pintu. Mereka menghilang dari sana. Saat pintu besar itu tertutup dari luar.
Dumm!!
Suara pintu berat itu memekakan telinga. Saat di tutup dengan cepat dan keras.
“Kita terjebak!” Kata Dick. Wajah mereka terlihat cemas, sambil memeriksa setiap sudut ruangan.
“Cari jalan lain. Siapa tahu kita bisa temukan cara keluar dari ruangan ini.” kata Oliver. Ia juga mencoba memeriksa sekitar.
Namun hanya suara langkah kaki mereka yang terdengar.