Seorang gadis bernama Elina menikah dengan pria bernama Dimas. Elina tidah tahu bahwa pria yang menikahinya adalah pangeran dari Luwis.
Disaat mereka bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka, sebuah tragedi yang memisahkan mereka berdua.
Dua tahun kemudian, Dimas dipertemukan kembali dengan Elina tetapi dengan identitas Sabrina Hadinata seorang gadis dari keluarga Hadinata.
Saat pertemuan mereka, Sabrina tidak mengingat tentang kenangannya dengan Dimas.
Bagaimana kisah kedua insan yang terpisahkan ini? Ikuti kisahnya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Kecelakaan Pesawat Dimas
Pangeran Dimas berada disebuah villa mewah di Kota A bersama Sekertaris Halim dan pengawal pribadinya Alex. Terlihat beberapa pengawal berjaga disekitar villa. Didalam kamarnya, Dimas sedang siap - siap berpakaian. Sekertaris Halim masuk dan memberikan sebuah map.
"Yang mulia ... saya sudah mendapatkan surat tanahnya, silahkan diperiksa," kata Halim.
"Oke ... sisanya kamu urus bersama Alex," jawab Dimas.
"Yang mulia ... apa sebaiknya Alex menemani Anda kembali ke Luwis. Masalah informasi tentang Geng Naga biar saya dan yang lainnya yang urus?" kata Halim.
"Tidak usah ... Alex harus berada disini bersamamu, masalah ini lebih penting daripada masalah di Luwis. Aku akan kembali dalam dua hari," jawab Dimas.
"Baik, yang mulia. Kalau begitu saya akan mengantar Anda sampai ke Bandara!" pinta Halim.
Dimas lalu pergi bersama beberapa pengawalnya dan sekertarisnya. Setelah 60 menit perjalanan, mereka sampai disebuah bandara pribadi milik Dimas. Dimas naik ke pesawat pribadinya bersama para pengawalnya dan langsung istirahat disebuah kamar.
Setelah beberapa menit perjalanan terdengar kegaduhan di Kabin Belakang. Pangeran Dimas yang mendengar itu langsung bangun dan sudah melihat beberapa pengawalnya berkelahi dengan beberapa orang. Pangeran Dimas pun ikut berkelahi hingga membuatnya terluka parah.
Terdengar suara bip ... bip menandakan pesawat sebentar lagi akan meledak. Dimas yang mendengar itu langsung menginstrusikan kepada pilot untuk mencari laut. Tiba - tiba ia melihat ekor pesawat yang sudah terbakar dan akan meledak. Pangeran Dimas langsung terjun ke air menyelamatkan diri.
Setelah Pangeran Dimas terjun, pesawat pun tidak terkendali dan mengarah ke sebuah hutan lalu menabrak sebuah gunung dan meledak.
Sekertaris Halim yang mendengar kabar tentang kecelakaan pesawat Pangeran Dimas, langsung ke lokasi pencarian. Ia menemukan serpihan pesawat disebuah hutan. Mereka melakukan pencarian selama berhari - hari.
Setelah tiga hari pencarian, Sekertaris Halim menemukan beberapa mayat yang sudah terbakar dan tidak bisa dikenali tetapi ia tidak menemukan mayat Pangeran Dimas.
Beberapa media juga sudah memberitakan tentang kecelakaan Pangeran Dimas. Mereka bahkan memberitakan bahwa Dimas tidak bisa ditemukan dan kemungkinan meninggal dunia karena sudah tiga hari pencarian tapi tidak menemukannya. Karina, ibu tiri Dimas masih belum percaya dengan yang diberitakan karena sebelum mayat Dimas ditemukan, ia masih belum bisa tenang.
Karina duduk dikamarnya menonton berita tentang Dimas sambil minum anggur yang ada ditangannya. Tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.
"Masuk!" kata Karina.
Seorang wanita berbaju hitam dengan rambut pendek langsung masuk ingin memberikan informasi tentang Pangeran Dimas, wanita itu adalah asisten pribadi Karina.
"Selamat siang nyonya." Memberikan salam sambil membungkuk.
"Informasi apa yang kamu dapat?" tanya Karina sambil berjalan kearah asistennya yang masih memegang gelas anggur.
"Mereka masih belum menemukan tubuh Pangeran Dimas tetapi beberapa pihak yang mendukung Anda sudah menganggap kematian Dimas, Nyonya," jawab asistennya.
"Bagaimana mereka bisa sebodoh itu?" tanya Karina dengan wajah kesal.
"Itu karena mereka ingin Pangeran Milan secepatnya menggantikan Pangeran Dimas sebagai pewaris raja, Nyonya," jawab asistennya.
"Sebelum tubuh Dimas ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, aku belum bisa menganggap kematiannya!" kata Karina dengan tegas.
"Jadi ... apa yang harus kita lakukan nyonya?" tanya asistennya.
"Kamu terus awasi gerak gerik Sekretaris Halim dan para pengikutnya itu. Cari informasi tentang perkembangan pencarian Dimas dari mereka!" perintah Karina.
"Baik nyonya," jawab asistennya.
Asistennya yang bernama Lira itu langsung pergi meninggalkan Karina yang masih berdiri dikamarnya.
.
.
.
Bersambung
singkat padat jelas... kereeenn pokoknya 🥰🥰
Biasanya penulis akan nambahin extra part sehingga ceritanya jadi panjang kali lebar ....
Nah author ini dg berani langsung memutuskan untuk mengakhiri novelnya disini.....
Keren tor.....👍👍