NovelToon NovelToon
Sang Legenda: Naga Langit

Sang Legenda: Naga Langit

Status: tamat
Genre:Misteri / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:7.7M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Xiao Chen selalu dianggap murid terlemah di Klan Xiao.

Tidak punya bakat, selalu gagal dalam ujian, dan menjadi bahan ejekan seluruh murid.
Namun tidak ada yang tahu kebenaran sesungguhnya bahwa tubuhnya menyembunyikan darah naga purba yang tersegel sejak lahir.

Segalanya berubah saat Ritual Penerimaan Roh Penjaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Babak Perempat Final

Fajar menyingsing di hari kedua turnamen, membawa serta udara yang terasa lebih tegang dan berderak karena energi. Jika hari pertama adalah tentang kejutan dan penyaringan, hari ini adalah tentang penentuan sang juara. Seluruh anggota klan, dari murid terluar hingga para tetua yang jarang terlihat, telah berkumpul di sekitar arena utama. Delapan panggung kecil telah disingkirkan, menyisakan satu panggung besar di tengah, menjadi satu-satunya fokus bagi ribuan pasang mata.

Di paviliun kehormatan, Patriark Xiao Zhan dan para tetua duduk dengan ekspresi serius. Hari ini, mereka tidak hanya akan menyaksikan pertarungan, tetapi juga masa depan Klan Xiao.

"Babak perempat final, dimulai!" suara wasit menggema.

Pertandingan pertama adalah Xiao Long melawan Xiao Feng, murid tingkat delapan yang kemarin dikalahkan oleh Xiao Chen. Ingin menegaskan kembali dominasinya, Xiao Long tidak menahan diri. Begitu duel dimulai, dia melepaskan aura puncak tingkat kesembilannya sepenuhnya. Dengan Seni Pedang Awan Menggulung, dia menghujani Xiao Feng dengan serangan yang begitu cepat dan dahsyat sehingga Xiao Feng bahkan tidak bisa melawan, hanya mampu bertahan dengan susah payah. Dalam kurang dari satu menit, pedang Xiao Feng terlempar dan dia mengaku kalah. Kemenangan yang absolut.

Selanjutnya, giliran Xiao Chen. Lawannya adalah murid tingkat delapan lain yang terkenal dengan pertahanan kokohnya, dijuluki "Kura-kura Batu". Dia langsung menciptakan perisai Qi tebal di sekelilingnya. Xiao Chen hanya menatapnya, lalu berjalan maju dengan langkah yang stabil. Saat lawannya bersiap menahan serangan, Xiao Chen melayangkan satu pukulan.

BOOM!

Pukulan itu tidak hanya menghancurkan perisai Qi, tetapi sisa kekuatannya juga mengirim murid itu terlempar keluar panggung. Kemenangan lain yang efisien dan mengejutkan.

Babak perempat final berakhir dengan cepat. Empat nama tersisa: Xiao Long, Xiao Chen, dan dua jenius top lainnya, Xiao Yanli (tingkat sembilan awal) dan Xiao Ze (puncak tingkat delapan).

"Babak semi final! Pertandingan pertama: Xiao Long melawan Xiao Yanli!"

Pertarungan ini jauh lebih intens. Xiao Yanli, seorang gadis yang lincah, menggunakan kecepatan sebagai senjatanya, bergerak seperti bayangan di sekitar Xiao Long. Untuk sesaat, dia tampak berhasil merepotkan Xiao Long. Namun, kesombongan di wajah Xiao Long tidak pernah goyah.

"Cukup bermain-main," desisnya. Tiba-tiba, aura di sekelilingnya sedikit berubah. Qi-nya terasa lebih padat, lebih tajam, tanda bahwa ia sudah mulai menyentuh ambang batas menuju Alam Pembangunan Fondasi. Dengan satu tebasan pedang yang kuat dan cepat, dia berhasil menembus pertahanan Xiao Yanli dan mengalahkannya.

Para tetua mengangguk kagum. "Dia sudah setengah langkah menuju Pembangunan Fondasi. Luar biasa."

Kini, semua mata tertuju pada pertandingan semi final kedua: Xiao Chen melawan Xiao Ze. Xiao Ze adalah petarung yang kejam, menggunakan sepasang belati dan mengandalkan serangan-serangan licik dari titik buta.

Begitu duel dimulai, Xiao Ze menghilang dalam serangkaian gerakan cepat. Dia muncul di samping Xiao Chen, belatinya mengarah ke rusuk. Xiao Chen bergerak, menghindar dengan tenang. Pertarungan pun dimulai, Xiao Ze menyerang tanpa henti seperti badai, sementara Xiao Chen bertahan dan menghindar seperti batu karang yang kokoh.

"Dia hanya bisa bertahan!" teriak pendukung Xiao Ze.

Tiba-tiba, Xiao Ze melihat sebuah celah. Dia melancarkan serangan tipuan dengan belati kanannya, memaksa Xiao Chen untuk memblok, sementara belati kirinya mengiris ke arah lengan Xiao Chen.

SRAATT!

Penonton terkesiap. Ujung belati itu berhasil menyobek lengan jubah Xiao Chen dan meninggalkan luka gores yang mengeluarkan darah. Untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, Xiao Chen terluka!

Wajah Xiao Ze menunjukkan senyum kemenangan. Melihat lawannya terluka, dia langsung melesat maju untuk mengakhiri pertarungan.

Namun, yang ia lihat di wajah Xiao Chen bukanlah rasa sakit atau panik, melainkan ketenangan yang mengerikan. Xiao Chen sepertinya sengaja membiarkan serangan itu mengenainya.

Saat Xiao Ze berada dalam jangkauan, Xiao Chen mengabaikan rasa perih di lengannya. Alih-alih mundur, dia justru maju selangkah, menahan tusukan belati kedua dengan bahunya—yang hanya menembus beberapa sentimeter berkat tubuhnya yang telah ditempa—dan pada saat yang sama, mendaratkan sebuah telapak tangan dengan keras di dada Xiao Ze.

DUG!

Mata Xiao Ze melotot. Dia merasa seolah-olah ditabrak oleh seekor binatang iblis. Seluruh Qi di tubuhnya berhamburan dan dia terlempar ke belakang, terbatuk darah dan tidak bisa bangkit lagi.

"Pemenang... Xiao Chen!" umum sang tetua, suaranya dipenuhi kekaguman atas ketangguhan dan kecerdasan tempur Xiao Chen.

Kini, tidak ada lagi yang tersisa. Finalis telah ditentukan. Seluruh arena bergemuruh, meneriakkan dua nama.

tetua utama naik ke panggung besar. "Setelah istirahat sejenak, kita akan memulai pertandingan yang kita semua tunggu-tunggu! Pertandingan Final untuk menentukan juara Turnamen Tahunan Klan Xiao!"

Suaranya menggema. "Di satu sisi, sang jenius nomor satu, harapan klan kita, Xiao Long!"

Xiao Long melompat ke atas panggung, pedangnya sudah terhunus, auranya yang setengah langkah menuju Pembangunan Fondasi meledak keluar. Matanya membara dengan niat membunuh dan kesombongan, terkunci pada satu orang.

"Dan di sisi lain," lanjut wasit, suaranya meninggi, "sang naga tersembunyi yang telah mengejutkan kita semua, Xiao Chen!"

Xiao Chen berjalan menaiki tangga dengan langkah yang sama tenangnya seperti di setiap pertandingan. Jubahnya yang sedikit sobek dan lengannya yang berdarah justru menambah auranya yang misterius dan tangguh.

Mereka berdiri sepuluh meter terpisah. Angin bertiup di atas panggung, mengibarkan jubah dan rambut mereka. Seluruh arena yang tadinya riuh kini menjadi sunyi senyap. Puluhan ribu pasang mata menatap dua sosok itu, pusat dari seluruh dunia mereka saat ini.

Mata mereka bertemu. Satu pasang terbakar oleh arogansi dan kebencian. Satunya lagi sedalam dan setenang jurang tak berdasar.

Tetua mengangkat tangannya, siap untuk memberi aba-aba.

1
Mas Uan
tidak masuk akalllll
apit fadilah
babnya acak-acakan
apit fadilah
di bab yang lalu udah jadi guru ya sekarang jadi senior lagi.
Ahmad Gatot
tingkatkan kekuatan mcnya thooorr......
Ahmad Gatot
orang segitu banyak,dng tingkatan yg sama masih juga kuwalahan menghadapi joan li.....kalo gitu jian li lebih strong dong.
Ahmad Gatot
jian li bisa masuk dng mudah napac dan teman"nya mengalami kesulitan untuk masuk,apa kekuatan mereka semua masih di bawah jian li..,😄
Halik M
awal yang bagus ,mantap thor,lanjut👍👍👍
Halik M
lanjuut
Ahmad Gatot
heeeeemmmmmm.......mlayu meneh ki piye thoo kiiiii.......pateni jo nganti mlayu kuwi si jian li,la kok gere perang mlayu ndelik,perang maneh,mlayu maneh.....bosen aku....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ahmad Gatot
hajar,bantae semua prajurit istana matahari ungu biar tidak selalu bikin masalah.
Ahmad Gatot
gimana dng nasib pengkhianatnya thooorrr...dah di bunuh atau belom....kok ga ada ceritanya.....harusnya kan di tangani dulu,biar nanti tdk membocorkan rahasia lagi.
Ahmad Gatot
si jian li dah lolos ke tiga kalinya,apa ga ada antisipasi gitu,kok ampe bisa lolos lagi,setiap kali bertempur.
Ahmad Gatot
ending akhirnya selalu bisa melarikan diri si jian li,dng cara yg licik.
Ahmad Gatot
mantap nih,bom jiwanya jian li.....dah kaya nuklir kali ya....
Ahmad Gatot
lagi" pengkhiatan dlm keluarga,karena kalah bersaing maka mereka memilih berpihak pd lawan,sungguh ironis memang,tdk di dunia nyata atau fiksi hal" seperti ini selalu ada,ujungnya hanya kekuasaan dan harta.
Ahmad Gatot
kalo masalah ......bau makanan xiao zi jagonya......bukannya di lautan kesadaran xiao chen bersemayam kekuatan dr naga iblis hitam yg dahsyat,kenapa tdk pernah di gunakan oleh xiao chen.
Ahmad Gatot
namanya juga naga,pasti nafsu makannya diatas rata" manusia,biar pun dia berujud manusia,tetap saja sifat naganya ga akan hilang semua
Ahmad Gatot
ni nanti mcnya kalah sama xiao zi.....nih....lebih spektakuler....
Ahmad Gatot
/Smile//Smile//Smile//Shy/
Ahmad Gatot
🌹🌹🌹🌹🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!