NovelToon NovelToon
TERJEBAK DI ANTARA DUA CERITA

TERJEBAK DI ANTARA DUA CERITA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:333
Nilai: 5
Nama Author: Rhin Pasker

Dua penulis rival.
Dua dunia cerita.
Dua takdir yang seharusnya tidak pernah bertemu.
Namun sebuah kecelakaan mengubah segalanya mereka terlempar ke dalam dunia novel yang mereka ciptakan sendiri.
Mo Chen, pangeran ketiga yang dianggap lemah namun menyimpan kekuatan tersembunyi.
Gu Yanran, putri panglima perang yang difitnah dan ditakdirkan mati demi politik kekaisaran.
Masalahnya… mereka tidak masuk ke dunia mereka sendiri.
Mereka masuk ke dunia satu sama lain.
Dan ketika dua cerita yang berbeda mulai menyatu, alur yang seharusnya sudah ditentukan mulai retak.
Kini tidak ada lagi naskah yang pasti.
Hanya satu pertanyaan yang tersisa:
Apakah mereka bisa mengubah akhir… sebelum cerita mengubah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMENANGAN YANG BERGEMANG

Suara benturan logam menggema di seluruh medan perang.

Debu beterbangan.

Darah membasahi tanah.

Namun di tengah kekacauan itu dua sosok berdiri tegak.

Gu Yanran.

Dan di sampingnya

Gu Zhengyuan.

Ayah dan putri.

Bertarung berdampingan.

Pedang mereka bergerak tanpa ragu.

Tepat.

Cepat.

Mematikan.

“Yanran, jaga sisi kirimu!” seru Gu Zhengyuan.

“Sudah!” jawab Gu Yanran singkat.

Seorang musuh mencoba menyerang dari belakang Namun dalam satu gerakan cepat.

Srak!

Pedangnya menebas tanpa ampun.

Gu Zhengyuan melirik sekilas.

Tatapannya tajam… namun bangga.

Pertempuran itu berlangsung hingga matahari mulai tenggelam.

Dan pada akhirnya bendera musuh… jatuh.

Sunyi.

Sesaat.

Lalu sorakan meledak.

“Menang!!”

“Kita menang!!”

Para prajurit berlari mendekat.

Mengelilingi mereka.

Sorakan kemenangan menggema di seluruh medan.

Gu Yanran berdiri di tengah kerumunan.

Napasnya masih berat.

Namun tatapannya… tetap tenang.

Gu Zhengyuan melangkah maju.

Suaranya lantang.

“Kemenangan ini bukan milikku!”

Sorakan perlahan mereda.

“Ini adalah hasil dari keberanian kalian semua!”

Para prajurit terdiam.

Mendengarkan.

Lalu tatapan Gu Zhengyuan beralih.

Ke arah putrinya.

“Dan dia”

Ia menunjuk Gu Yanran.

“ini adalah bukti bahwa kekuatan tidak ditentukan oleh siapa kau dilahirkan.”

Gu Yanran sedikit terkejut.

Namun tidak berkata apa-apa.

Semua kembali bersorak.

Gu Zhengyuan tersenyum tipis.

Untuk pertama kalinya… bukan sebagai panglima.

Tapi sebagai seorang ayah.

“Kau telah melampauiku hari ini, Yanran.”

Gu Yanran menggeleng pelan.

“Tidak, Ayah.” Suaranya tenang.

“Aku hanya mengikuti langkahmu.”

Gu Zhengyuan tertawa kecil.

“Kalau begitu… dengarkan ini baik-baik.”

Ia menatap lurus ke matanya.

“Kau adalah prajurit wanita terkuat yang pernah kulihat.”

Sunyi.

Sesaat.

“Dan suatu hari nanti…”

Nada suaranya berubah lebih dalam.

“kau akan menjadi penerusku.”

Angin berhembus pelan.

Membawa sisa-sisa bau perang.

Gu Yanran tidak langsung menjawab.

Namun matanya menyimpan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

“…Aku mengerti.”

Namun di dalam hatinya ia tahu.

Ini bukan sekadar kemenangan.

Ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar.

Kepulangan Sang Panglima

Gerbang kerajaan terbuka lebar.

Bendera berkibar.

Rakyat berbaris di sepanjang jalan.

Sorakan kembali menggema namun kali ini bukan untuk perang.

Melainkan untuk kepulangan.

“Panglima Gu kembali!”

“Jenderal Gu!!”

Gu Zhengyuan berjalan di depan.

Dengan wibawa yang tak tergoyahkan.

Di belakangnya Gu Yanran mengikuti.

Tatapan rakyat tertuju padanya.

Bukan hanya sebagai putri panglima tapi sebagai pahlawan.

“Dia putrinya?”

“Luar biasa…”

Gu Yanran hanya berjalan tenang.

Namun dalam hatinya ada sesuatu yang terasa… asing.

Ini bukan kehidupanku.

Namun anehnya ia tidak merasa menolak.

Di dalam istana persiapan telah dilakukan.

Perjamuan besar.

Lampu-lampu dinyalakan.

Musik mulai dimainkan.

Seorang utusan istana datang menghampiri.

Membungkuk hormat.

“Yang Mulia Kaisar mengundang Panglima Gu dan Nona Gu Yanran ke perjamuan malam ini.”

Gu Zhengyuan mengangguk.

“Baik. Sampaikan bahwa kami akan hadir.”

Utusan itu pergi.

Gu Zhengyuan menoleh ke arah putrinya.

“Yanran.”

“Ya, Ayah?”

“Kaisar sangat menghargai kemenangan ini.”

Ia berhenti sejenak.

“Namun istana… tidak sama dengan medan perang.”

Gu Yanran menatapnya.

Diam.

“Di sana, pedang tidak selalu terlihat.”

Nada suaranya lebih rendah.

“Jadi berhati-hatilah.”

Gu Yanran mengangguk pelan.

“Aku mengerti.”

Namun dalam pikirannya sebuah pertanyaan muncul.

Apakah ini… awal dari kehancuran keluarga Gu?

Dan tanpa ia sadari takdir mulai bergerak…

menuju sesuatu yang tidak bisa dihentikan.

Sepanjang perjalanan pulang, mereka disambut meriah oleh penduduk.

Sang panglima adalah sosok yang sangat dikagumi, sehingga kehadirannya selalu membawa semangat bagi banyak orang.

Akhirnya, mereka tiba di kediaman Jenderal Perang.

“Istirahatlah dulu,” ucap sang jenderal sambil menatap Gu Yanran dengan penuh kasih sayang.

“Ayah juga,” balas Yanran pelan.

Namun, pikirannya masih melayang.

Di dunia baru yang terasa begitu familiar, tetapi dipenuhi orang-orang yang asing, ia bertanya-tanya dalam hati…

Bagaimana ia harus menempatkan dirinya?

“saat ini aku hanya bisa mengikuti alur cerita yang ada” Gumamnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!