NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Mobil tua itu perlahan menghilang di ujung jalan kecil depan rumah. Begitu suara mesin mobil tak lagi terdengar, suasana rumah menjadi sunyi.

Tuan Rockhi masih duduk di kursinya di ruang tamu. Tatapannya lurus ke depan, namun pikirannya jelas sedang jauh mengembara.

Beberapa saat kemudian ia berkata pelan,

“Mirna … ambilkan ponselku di kamar.”

Bi Mirna yang sejak tadi membereskan meja makan langsung menoleh.

“Baik, Tuan.” Namun, sebelum beranjak pergi, ia terlihat ragu.

“Maaf Tuan … yang tadi cucu Tuan maksud … Tuan Alex itu … keluarga Vasillo?”

Tuan Rockhi menatapnya sebentar, lalu mengangguk pelan.

“Iya.”

Mata Bi Mirna langsung membesar. Mulutnya bahkan sedikit terbuka karena kaget.

“Ya Tuhan…” Ia menutup mulutnya dengan tangan. “Berarti … Nona Tasya belum tahu…?”

Rockhi menghela napas panjang.

“Belum.”

Bi Mirna menatap pria tua itu dengan wajah cemas.

“Apa Nona Tasya benar-benar tidak tahu penyebab orang tuanya meninggal … dan alasan Tuan harus tinggal di rumah kecil ini?”

Ruangan menjadi hening.

Beberapa detik kemudian Rockhi menjawab dengan suara berat.

“Saat itu Tasya masih kecil.”

Matanya terlihat redup.

“Ketika dia mulai beranjak remaja … dia punya mimpi yang besar.” Rockhi menatap ke arah jendela.

“Dia ingin sekolah tinggi … ingin hidup mandiri.”

“Makanya aku membiarkan dia diadopsi oleh paman dan bibinya.” Nada suaranya berubah dingin.

“Namun ternyata … dua orang itu tidak pantas disebut keluarga.”

Bi Mirna menggigit bibirnya pelan.

“Mereka malah menjual Tasya … kepada laki-laki tua.” Rockhi mengepalkan tangannya di atas sandaran kursi.

“Kalau saja malam itu Tasya tidak melarikan diri … dia tidak akan bertemu Alex.”

Bi Mirna menunduk.

Sebagai orang yang sudah belasan tahun bekerja bersama Tuan Rockhi, ia tahu terlalu banyak tentang masa lalu keluarga itu.

Bi Mirna akhirnya berkata pelan,

“Tuan … apakah semuanya akan terulang lagi?”

Rockhi tidak langsung menjawab. Ia hanya memejamkan matanya beberapa saat dan kemudian berkata lirih,

“Aku harap tidak.”

Beberapa detik kemudian Bi Mirna masuk ke kamar dan mengambil ponsel milik Rockhi. Ia kembali ke ruang tamu dan menyerahkannya.

“Ini, Tuan.”

Rockhi langsung mengambil ponsel itu. Tanpa ragu ia menekan sebuah nomor yang tampaknya sangat ia hafal. Beberapa detik kemudian seseorang menjawab di seberang sana. Suara Rockhi langsung berubah serius.

“Ini aku.”

Orang di sana langsung terdengar tegang.

[Iya, Tuan Rockhi?]

Rockhi menatap ke arah pintu rumah, ke arah jalan tempat mobil Tasya tadi pergi.

“Aku ingin kalian mulai bergerak, mulai hari ini … awasi cucuku.”

Suasana di seberang telepon langsung menjadi serius.

[Apakah ada ancaman, Tuan?]

Rockhi menjawab dengan suara berat.

“Lindungi Tasya, dan yang paling penting…”

Ia berhenti sejenak.

"Lindungi juga kedua cucuku.”

Beberapa detik kemudian orang itu menjawab tegas.

[Baik, Tuan.]

“Kami akan memastikan mereka aman.”

Panggilan pun terputus.

Rockhi menurunkan ponselnya perlahan, tatapannya berubah dingin.

Setelah perjalanan sekitar dua puluh menit, mobil tua itu akhirnya berhenti di depan sebuah taman kanak-kanak yang cukup besar.

Bangunannya berwarna cerah dengan halaman luas. Banyak anak-anak kecil sudah datang bersama orang tua mereka. Tasya memarkir mobilnya di pinggir halaman.

“Sudah sampai,” ucapnya lembut.

Kenzi langsung membuka pintu dan turun lebih dulu. Ia menatap sekeliling dengan rasa penasaran.

Sementara Kenzo turun dengan wajah datar, seolah tempat itu terlalu sederhana baginya. Seorang guru perempuan yang ramah segera mendekat.

“Selamat pagi.”

“Selamat pagi, Bu,” jawab Tasya sopan.

Guru itu tersenyum melihat kedua anak laki-laki itu.

“Ini murid baru ya?”

Tasya mengangguk.

“Iya, Bu. Ini Kenzo dan ini Kenzi.”

Kenzi langsung tersenyum manis.

“Selamat pagi, Bu Guru.”

Namun Kenzo hanya mengangguk kecil. Guru itu tertawa kecil melihat perbedaan sikap keduanya. Tasya lalu berjongkok di depan kedua anaknya.

“Dengar ya … Mommy harus bekerja hari ini. Jadi kalian harus jadi anak baik di sekolah.”

Kenzi langsung mengangguk.

“Baik!”

Kenzo menatap ibunya sebentar.

“Kalau gurunya baik.”

Tasya menahan senyum. Ia kemudian menoleh pada guru itu dan menyerahkan secarik kertas.

“Ini nomor WhatsApp saya. Kalau ada apa-apa, tolong segera hubungi saya.”

Guru itu menerima kertas tersebut dengan ramah.

“Tentu saja, tenang saja, mereka akan baik-baik di sini.”

Tasya menatap kedua anaknya sekali lagi sebelum berdiri.

“Mommy pergi dulu ya.”

Kenzi melambaikan tangan.

“Bye Mommy!”

Kenzo juga berkata singkat.

“Hati-hati.”

Tasya tersenyum kecil sebelum berbalik dan kembali menuju mobilnya.

Beberapa menit kemudian mobil tua itu kembali melaju meninggalkan sekolah. Tujuan berikutnya adalah kantor barunya.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuah gedung tinggi yang megah.

Gedung itu berdiri menjulang dengan dinding kaca biru yang memantulkan cahaya pagi.

Di bagian depan gedung terpampang tulisan besar, OCEAN BLUE GROUP. Perusahaan properti terbesar kedua di Indonesia.

Hanya satu perusahaan yang berada di atasnya, Vasillo Group. Tasya mematikan mesin mobil dan menatap gedung itu beberapa saat.

Ia menarik napas pelan.

“Semangat, Tasya.”

Ini adalah hari pertama ia bekerja.

Tanpa mengetahui satu hal, bahwa perusahaan tempatnya berdiri sekarang adalah perusahaan milik seseorang yang memiliki hubungan dengannya.

1
lenny sukmasari
Luar biasa
Yani Suryani
dulu yg penasaran Kenzo dengan Alex dan Kenzi tidak mempercayai, tapi justru sekarang setelah mengetahui kalau Alex ayahnya justru Kenzi yg paling bersemangat
Iis Kurniasih
Walaupun baca novelnya sudah tamat dr pembuatan n tudak mengikuti pd saat membuat episode ² nya ...aq acungin jempol 2 is the best pokoknya karya Mba Aisyah Alfatih ... sukses selalu Mba ttp semangat n jaga kwalitas pembuatan novel nya
kookie
lah si tasya kok diam aja dion bilang sikembar bukan anak alex, lah kamu emang tidur sama siapa aja tasya dudul
e²n
suka sama Kenzi 😍
e²n
keluarga vasillo dan rockhi di adu domba
evana gusani
baru mampir
Yani Suryani
Alex kamu ingin menguasai,lah perusahaan mu aja dibajak anak kecil aja langsung keos sok berlagak dibuat bangkrut baru nyahok lo
Yani Suryani
Tasya kenapa gak cerita detailnya sama kakeknya , kalau dia dijual terus melarikan diri
Munas Tuti
akhirnya mereja semua bahagia....selamat mbak author 👍👍
Yani Suryani
menyebalkan sekali lagi baca iklan Shopee selalu nongol berulang ulang sangat menggangu sekali, kadang sampai maki" karena geregetan,baca satu bab tapi iklan Shopee nya datang berulang ulang 😤😡
Aisyah Alfatih: 😭😭😭😭 iyakah? jadikan VIP akunnya kak, biar bebas iklan...
total 1 replies
Yani Suryani
aneh kalau tanya hal pribadi langsung didepan banyak orang itu seperti tidak proporsional dan terlalu gegabah, sedikit songong sih😁
Yani Suryani
kalau kerja dirumah sakit ya mentingin pasien tapi aneh menejernya 😁, dokter lagi menangani pasien darurat kok suruh keluar untuk penyambutan 🤦, sebenarnya bukan cerita komedi tapi menggelikan
Kenzo keberanian mu luar biasa 👍
Kenzi muka datar tapi nyalinya sedikit menciut karena perhitungan dan menyelamatkan saudaranya biar tidak kena masalah
bocil kembar yg saling melengkapi dan melindungi 😁👍
Yani Suryani
keceriaan Kenzo seperti mamanya tapi instingnya seperti Daddy nya, Kenzi muka datar dan misterius seperti Daddy nya tapi kecerdasannya seperti mamanya, bahkan membobol keamanan Daddy nya sendiri 🤭😀 biar tau rasa karena sombong beraninya meremehkan mamanya
Yani Suryani
Kenzo ini memiliki kemirip Daddy nya kalau kenzi seperti ibunya yg memiliki kemampuan yg sama juga, jadi keduanya saling melengkapi
Iis Kurniasih
is the best
Iis Kurniasih
Jalan cerita tidak bertele² ...msh enak bt dibaca n lebih mudah dimengertinya......
Munas Tuti
benernya culik balik Jessi...buang jauh2
Munas Tuti
daaah Alex jangan curiga ke mana2
Dorkas Lara
wow menegangkan 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!