NovelToon NovelToon
Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Selingkuh / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sylvia Rosyta

Karya ini telah terpilih sebagai pemenang YAAW 2026 periode 1 kategori 2 juara 3🥳 🎉 🎉

Arsy Raihana Syahira percaya hidupnya akan sempurna. Pernikahan yang tinggal menghitung hari mendadak batal, setelah ia memergoki calon suaminya sendiri berselingkuh dengan sahabat yang selama ini ia percayai dengan sepenuh hati.

Belum sempat Arsy bangkit dari keterpurukan, cobaan lain kembali menghantam. Ayahnya mengalami serangan jantung dan terbaring kritis setelah mengetahui pengkhianatan yang menimpa putri kesayangannya. Dalam satu waktu, Arsy kehilangan cinta, kepercayaan, dan hampir kehilangan orang yang paling ia cintai.

Di tengah kehancuran itu, datanglah Syakil Arrafiy—CEO sekaligus teman semasa sekolah, dan lelaki yang diam-diam telah mencintai Arsy sejak lama. Mendengar kabar tentang Arsy, Syakil datang ke rumah sakit tanpa ragu. Di hadapan ayah Arsy yang terbaring lemah, Syakil mengucapkan sebuah permohonan yang tak pernah Arsy bayangkan sebelumnya: melamar Arsy sebagai istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Sentuhan itu terasa sangat samar. Awalnya hanya seperti embusan angin yang lewat di pipinya. Hangat, pelan, hampir tak terasa. Namun cukup untuk membuat alis Syakil berkerut tipis dalam tidurnya. Ia mengerang kecil, bukan karena terganggu, melainkan karena ada sesuatu yang terasa berbeda dari biasanya.

Ada kehangatan yang tidak seharusnya ada. Napasnya yang tadinya teratur mulai berubah. Kelopak matanya bergerak pelan, seolah mencoba bangun dari tidur yang terlalu dalam. Dan saat kesadarannya perlahan kembali, hal pertama yang ia rasakan adalah sentuhan lembut di pipinya.

Syakil membuka matanya perlahan. Pandangan matanya sempat buram. Langit-langit kamar kontrakan itu terlihat samar, lalu pandangannya bergeser ke samping. Ke arah sumber kehangatan itu. Dan di sanalah Arsy istrinya berbaring menghadapnya dan membuat jarak diantara mereka begitu dekat. Terlalu dekat hingga Syakil bisa melihat sisa air mata di bulu mata Arsy, bisa mendengar napasnya yang masih belum sepenuhnya stabil hingga merasakan jemari kecil perempuan itu yang masih menyentuh pipinya dengan ragu.

Syakil membeku. Untuk beberapa detik, ia hanya menatap Arsy tanpa berkedip, takut bahwa ini hanya halusinasi. Takut kalau ia bergerak sedikit saja, Arsy akan menghilang seperti mimpi.

“Arsy…” panggil Syakil dengan suaranya yang serak dan nyaris seperti bisikan.

Arsy tersentak. Ia baru sadar sepenuhnya dengan apa yang sedang ia lakukan saat mendengar namanya sendiri dipanggil. Matanya membelalak pelan. Jemarinya yang sejak tadi menyentuh pipi Syakil dengan cepat langsung ditarik mundur. Namun sebelum sempat Arsy menjauhkan tangannya, Syakil bergerak lebih cepat dengan meraih pergelangan tangan Arsy dan menggenggamnya dengan erat. Bukan dengan kasar, tapi cukup kuat untuk menahannya agar tidak pergi.

“Kenapa menghindar?” ucap Syakil dengan lirih. “Biarkan tanganmu tetap seperti ini.”

Arsy terdiam. Jantungnya berdegup semakin kencang, seolah ingin melompat keluar dari dadanya. Ia menatap tangan mereka yang saling menggenggam, lalu perlahan mengangkat wajahnya kembali ke arah Syakil.

Tatapan mata mereka bertemu. Untuk sesaat, tak ada kata yang terucap dari bibirnya. Hanya ada keheningan yang sarat makna. Keheningan yang dipenuhi rasa lega, khawatir, takut kehilangan, dan perasaan-perasaan yang belum sempat diberi nama.

“Kamu…” suara Syakil terdengar lebih jelas, meski masih parau. “Kamu sudah sadar?”

Arsy mengangguk pelan.

“Iya mas,” jawab Arsy lirih. “Maaf, aku sudah bikin kamu khawatir.”

Syakil menghela napas panjang. Napas yang seolah ia tahan sejak berjam-jam lalu.

“Nggak apa apa, yang penting sekarang kamu sudah siuman,” ucapnya pelan. “Aku benar-benar takut terjadi sesuatu padamu.” Ia menatap wajah Arsy dengan sorot mata yang sulit dijelaskan. Ada kelegaan yang begitu nyata, tapi juga ada kesedihan yang dalam.

“Kamu pingsan tadi,” lanjut Syakil. “Di pemakaman. Kamu tahu nggak betapa paniknya aku waktu itu?”

Arsy menunduk.

“Aku cuma…” ia menggigit bibirnya. “Masih belum menerima kenyataan kalau ayah sudah meninggalkanku untuk selamanya.”

Syakil mengangguk pelan, seolah mengerti lebih dari yang Arsy ucapkan.

“Aku tahu,” katanya lembut. “Aku bisa lihat sendiri betapa hancurnya kamu saat itu.”

Ia menggeser tubuhnya sedikit lebih dekat, tanpa melepaskan genggaman tangan Arsy.

“Aku sedih, Arsy,” ucap Syakil jujur. “Sedih karena kamu sampai sejauh itu menyimpan rasa sakit mu sendirian. Sedih karena aku nggak bisa meringankan semua beban di hatimu.”

Air mata kembali menggenang di mata Arsy.

“Mas…” suara Arsy bergetar. “Aku kehilangan ayahku.”

Kalimat itu terdengar sederhana, tapi rasa sakit di baliknya begitu besar. Syakil mengangguk.

“Iya,” katanya pelan. “Aku tahu.” Ia mengangkat tangan Arsy yang ia genggam, lalu menempelkannya ke dadanya sendiri.

“Rasanya pasti seperti kehilangan separuh dunia, ya?” lanjutnya lirih. “Seperti semua hal yang selama ini jadi pegangan tiba-tiba hilang begitu saja.”

Arsy mengangguk pelan, air matanya jatuh lagi. Syakil memejamkan matanya sejenak, lalu membukanya kembali.

“Arsy,” katanya lembut. “Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.” Kalimat itu membuat Arsy terisak kecil. “Aku tahu itu terdengar kejam,” lanjut Syakil. “Tapi itu kenyataan hidup yang nggak bisa kita tolak.” Ia mengusap punggung tangan Arsy dengan ibu jarinya, gerakannya pelan dan menenangkan. “Pak Rahman sudah menyelesaikan tugasnya sebagai ayah,” ucap Syakil. “Dia pergi setelah memastikan kamu ada yang menjaga.”

Arsy menelan ludah.

“Sekarang ayahmu sudah nggak sakit lagi,” lanjut Syakil. “Nggak ada lagi rasa nyeri yang selama ini selalu dirasakannya. Sekarang dia pasti sudah tenang di alam sana, Arsy.”

Air mata Arsy jatuh semakin deras. Syakil mengangkat tangannya yang lain untuk mengusap pipi Arsy yang basah oleh air matanya dengan ibu jarinya dan menghapus air matanya yang jatuh.

“Jangan menyiksa diri kamu dengan kesedihan yang terlalu lama, Arsy.” kata Syakil dengan lembut. “Ayahmu nggak akan tenang kalau tahu kamu hancur seperti ini.”

Arsy terisak.

“Aku cuma takut, Mas,” ucapnya pelan. “Takut nggak bisa hidup tanpa ayah.” pinta Arsy yang membuat Syakil menatapnya dengan penuh keteguhan.

“Kamu nggak sendirian sekarang,” ucapnya mantap. “Aku di sini.” Ia mengusap air mata Arsy sekali lagi. “Aku janji,” lanjut Syakil dengan suara yang dalam dan penuh keyakinan. “Aku nggak akan meninggalkan kamu apapun yang terjadi.”

Arsy mengangkat wajahnya untuk menatap Syakil dengan matanya yang basah.

“Aku akan menjaga kamu,” ucap Syakil. “Aku akan mencintai kamu. Seperti ayahmu mencintaimu. Dengan cara yang tulus hingga nantinya bisa membuat kamu lupa dengan semua kesedihan yang kamu rasakan sekarang.”

Tangis Arsy pecah. Ia menutup wajahnya dengan tangannya yang masih digenggam oleh Syakil, bahunya bergetar hebat. Syakil menariknya perlahan ke dalam pelukannya, membiarkan Arsy menangis di dadanya tanpa berkata apa-apa lagi. Tak berselang lama kemudian Tangis Arsy perlahan mereda. Kepalanya masih bersandar di dada Syakil, mendengar detak jantung pria itu yang berdetak tenang, seolah sedang berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Syakil tidak bergerak. Ia membiarkan Arsy berada di pelukannya selama yang perempuan itu butuhkan. Tangannya mengusap punggung Arsy dengan gerakan pelan dan berulang, seperti sedang menenangkan anak kecil yang sedang menangis. Dan di sanalah Arsy akhirnya menyadari sesuatu.

"Jadi begini rasanya... Dicintai dan diperhatikan oleh laki-laki yang mencintaiku dengan sungguh-sungguh."

Kalimat itu bergema pelan di kepalanya dan membuat Arsy teringat Radit. Laki-laki yang dulu ia kira adalah yang paling tulus mencintainya. Yang selama bertahun-tahun membuatnya percaya bahwa cinta adalah tentang mempertahankan sebuah hubungan dan menahan semua rasa sakit agar hubungan mereka tetap terlihat baik-baik saja.

Radit tidak pernah benar-benar ada saat ia rapuh dan membutuhkan kehadirannya. Bahkan di saat-saat tersulit nya, Arsy selalu merasa sendirian. Namun sekarang, Di pelukan Syakil, Arsy tidak merasa harus kuat. Tidak merasa harus menjelaskan kesedihannya dengan kata-kata. Dan itu tidak membuatnya merasa ditinggalkan.

1
Inooy
ooooohh,,suami yg benar2 menjaga dn melindungi martabat istri nyaa 🥰

beruntung kamu terlepas dr Radit, Sy..kini kamu mendapatkan suami yg benar2 menjaga dn melindungi..menjadikan diri nya tameng bagi kamu Sy,,Syakil benar2 tulus mencintai..mencintai tanpa syarat dn tanpa memaksa..ibarat nya kamu d buang batu kerikil, mendapatkan berlian....
Inooy
hhadeuuuuhh, ni orang pengen aq getok aj kepala nya biar otak nya jalan 😤

heeey broo,,kamu kata nya sahabat nya Radit..tp ketika Radit nyakitin Arsy masa kamu g taaaauu,,benar kata Syakil..sahabat macam apa yg ngebiarin sahabat nya selingkuhin calon istri nyaa,,ato jangan2 kamu jg satu tim ama Radit yg suka selingkuhin wanita nyaa??
heeeran..g tau kebenaran yg sebenar benar nya, berani berani nya menjudge Arsy wanita g beneeer!? 🤨😬
Inooy
wuidiiiih, keren Syaak 👍👍..pak Rahman tidak salah menilai laki2 yg akan jd suami nya Arsy,,d tengah omongan orang2 yg menjelekkan Arsy dn pak Rahman karena ketidak tahuan mereka..kamu maju mengklarifikasi sebenar nya, kini kamu jd garda terdepan bagi Arsy..kamu benar2 pria sejati Syak!!
kamu menepati janji mu utk selalu melindungi Arsy, karena pria sejati akan selalu berusaha melindungi dn membahagiakan orang yg d cinntai nya....
Inooy
dn sekarang waktu nya bangkit, Sy..terkadang luka g akan pernah hilang,,apalagi kehilangan orang yg benar2 qta sayangi akan selalu membekas d memori qta..luka hanya bisa d samarkan dengan kehadiran seseorang yg benar2 tulus terhadap qta..karena luka hati akan selalu bersemayam d hati qta, jd bangkitlah utk menunjukkan siapa diri qta..tunjukan bahwa qta masih baik2 aj, terlebih sekarang ada seseorang yg akan selalu melindungi mu, Sy...🥺
Inooy
hhaaa,,untung aj ada Omar..klo g Arsy akan d liputi penyesalan sepanjang hidup nya telah menyia nyiakan laki laki sebaik Syakil...
memang paling g enak klo qta merasa jd beban bagi orang lain,,apalagi orang tersebut sangat amat baik terhadap qta...
Inooy
hhuaaaaaa ka Sylviii bikin mata ku banjiir air mataaaa 😭😭😭😭😭
y Allah,,aq jd keinget bapa aq yg udh ninggalin aq /Sob/

d saat ayah Rahman menghembuskan napas nya yg terakhir, Arsy udh ada yg melindungi biarpun pernikahan nya benar2 mendadak dn mendesak..hanya dengan menikahkan Arsy, ayah Rahman bisa pergi dengan tenang..karena sejati nya cinta seorang ayah akan selalu mengutamakan kebahagiaan anak nya....

jujur baru d cerita ini aq nemuin nikah dadakan tanpa riweuh cari penghulu dn sebagai nya...d cerita2 yg pernah aq baca, rata2 d saat napas udh berada d ujung kerongkongan..orang2 sibuk cari penghulu dn nyari bwt mahar,,d sini cukup dengan seorang ayah yg langsung menikahkan anak nya d tengah2 kondisi sang ayah d ujung napas 😢
Inooy
hhuaaaaa bab tersediiiiih 😭😭😭

aq bisa merasakan kesedihan Arsy yg begitu dalam,,d saat permasalahan nya belum terselesaikan..kini d tambah permintaan ayah Rahman yg mungkin ini permintaan terakhir sebelum beliau pergi menemui Sang Khalik..
ini benar2 dilema bagi Arsy, d satu sisi dia begitu menyayangi ayah nya..d sisi yg lain luka itu belum tersembuhkan utk menerima pria lain,,tp situasi yg tidak memungkin bagi Arsy utk menolak permintaan terakhir ayah nya..karena klo menolak, bisa jd penyesalan seumur hidup Arsy...
hhaaa,,smoga keputusan Arsy awal dr kebahagiaan nya 😢
Inooy
ternyata meleset dugaan ku, aq pikir yg jd direktur RS tempat Radit bekerja tuh Syakil..nyata nya RS nya udh berpindah tangan jd Arsy pemilik nya atas campur tangan Syakil...👍
kamu punya dendam apa terhadap Arsy, Dìit?? kamu segitu benci nya terhadap Arsy, padahal dia yg sedikit nya ikut menjadikan mu seorang dokter seperti skarang ini..kamu g sepantas nya marah terhadap Arsy hanya gara2 kamu mo d pecat dr RS,,mesti nya kamu introspeksi diri bukan nya menyimpan dendam terhadap Arsy ckckck
kamu yg bikin salah, tp kamu yg merasa tersakiti..klo Arsy dendam, wajarlah karena kamu menyakiti hati nya begitu rupaa....😤
Nurma Sadiah
😭😭
Inooy
diiih percaya diri sekali kamu, Diiitt...tp aq salut ama kamu,,biarpun orang2 mulai g peduli ama kamu..kamu dengan pede nya masih bisa menegakkan kepala, tapiiii setelah kamu menerima surat dr direktur RS..apakah kamu masih bisa percaya diri? masih bisa menegakkan kepala kamu lg??
Maryami
Alhamdulillah, trm ksh thor
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama sama kak 🙏😍
total 1 replies
Maryami
senangnya punya mertua sebaik mama syakil
Maryami
🦾🦾🦾💪💪💪💞💞💞💞💞
Inooy
macan Kairo udh mengeluarkan taring nya niih,,siap2 kamu Radit menerima cakaran nya..kamu udh tega menyakiti Arsy yg udh mencintai mu dengan tulus, sampe kuliah pun kamu d bantu Arsy..skarang terimalah setiap cakaran macan Kairo yg g terima orang yg d cintai nya kamu sakiti hhaa ha ha ha

benar apa yg d katakan pa Rahman..bahwa cinta yg baik tidak akan menyakiti ato pun memaksakan kehendak nya..cinta yg baik akan selalu melindungi orang yg d cintai nya tanpa pamrih dn tanpa syarat!!!
Inooy
wuidiiiihh hebat nih aspri nya Syakil,,skali tatap langsung mengerti apa yg d mo tuan nya..hebat kamu Omar, kepekaan mu aq acungi jempol 👍👍

setelah tau kronologis nya, kamu harus balaskan sakit hati nya Arsy dn pa Rahman, Syak..karena gara s Radit pa Rahman kena serangan jantung, dn Arsy hampir kehilangan ayah nya..terlebih lebih sakit yg d terima Arsy begitu dalam torehan nya Syak..jd kamu harus jd pelindung Arsy!!
Inooy
d tengah badai yg menggempur Arsy,,sebentar lg badai itu akan hilang bersama dengan kedatangan Syakil...

qta terkadang g terima dengan cobaan yg menghampiri qta, tp qta g tau seindah apa balasan yg qta terima..ketika qta dengan ikhlas menerima cobaan yg d berikan-Nya...
Inooy
d saat hati Arsy d hancurkan oleh Radit dn sahabat nya sendiri,,kini ada hati yg benar2 tulus mencintai Arsy yg tengah mendekat...
ayoo Syakiiill sembuhkan hati Arsy yg tengah terluka, aq yakin cinta mu benar2 tulus!!
Inooy
Radiiit,,kamu bener2 y jahat..udh nyakitin Arsy..eeehh dengan tanpa bersalah dn berdosa nya kamu bilang bukan urusan kamu ayah nya Arsy kena serangan jantung?!
heey kampreeet!! ayah nya Arsy g bakalan kena serangan jantung klo kamu g nyakitin anak nyaaa,,apalagi beliau denger secara langsung kamu mo mutusin hari pernikahan kamu ama Arsy,,emg kamu pria terbrengseeek 😤
udh jelas2 ayah nya Arsy serangan jantung gara2 kamu...hhadeuuuh dengan tak tau malu nya kamu ninggalin Arsy dn ayah nya 🤦‍♀️
Serli oktavia
semoga syakil bisa mengobati luka di hati Arsy
Maryami
hamidun arsynya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!