NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Ritual di Balik Toilet

Arlan melangkah lebar melewati kemewahan kamarnya yang luas, mengabaikan ranjang king size yang empuk, dan langsung membawa Amara ke dalam kamar mandi pribadinya yang megah. Ruangan itu didominasi oleh marmer hitam dan pencahayaan temaram yang memberikan kesan maskulin sekaligus intim.

Dengan gerakan yang sangat dominan, Arlan mendudukkan Amara di atas meja wastafel yang dingin. Punggung Amara seketika bersentuhan dengan cermin besar, sementara kakinya dibiarkan menjuntai, terbuka lebar karena Arlan berdiri tepat di antara kedua páħáñýá.

Amara yang masih setengah linglung karena gáířáħ tadi, matanya membelalak saat melihat Arlan membuka laci dan mengeluarkan sebuah alat cukur elektrik yang nampak sangat tajam dan modern.

"T-Tuan... apa yang akan Tuan lakukan dengan benda itu?" tanya Amara dengan suara bergetar. Ia mencoba merapatkan páħáñýá karena merasa sangat terpampang nyata di bawah lampu kamar mandi yang terang, namun tangan Arlan dengan tegas menahannya.

Arlan menekan tombol pada alat itu hingga terdengar suara dengungan halus yang memenuhi ruangan sunyi tersebut. Bunyi bzzzt itu membuat jantung Amara seolah melompat ke tenggorokan.

"Aku sudah bilang, bukan? Aku tidak suka búľú-búľú ini mengganggu lidahku," ucap Arlan dengan suara rendah yang sangat mengancam sekaligus menggoda. Ia menatap lekat-lekat ke arah páñgķáľ páħá Amara. "Aku akan mencukur búľú-búľúmu ini sampai bersih, Amara... agar aku bisa méñgħíśáp kéwáñíťááñmú tanpa halangan."

"H-menghisap? Di... di sana?" Amara hampir tidak bisa bernapas. Bayangan lidah Arlan yang tadi melumat ďáďáñýá kini berpindah ke bawah sana membuatnya merinding hebat.

"Diamlah, atau kau akan terluka," perintah Arlan.

Arlan mengambil krim busa dan mengoleskannya perlahan di ářéá śéñśíťíf Amara. Sentuhan jari Arlan yang dingin bercampur busa lembut di atas kulitnya yang panas membuat Amara mendesah tertahan. Arlan kemudian mulai menggerakkan alat cukur itu dengan sangat telaten.

Setiap helai búľú yang jatuh membuat kulit putih mulus Amara nampak semakin jelas. Amara memejamkan mata rapat-rapat, tangannya mencengkeram pinggiran wastafel marmer hingga buku jarinya memutih. Suasana terasa sangat menegangkan; hanya ada suara dengungan alat cukur dan napas Arlan yang menerpa kulit páħáñýá.

"Lihatlah, Amara... kau nampak jauh lebih cantik sekarang," bisik Arlan setelah selesai.

Pria itu membersihkan sisa-sisa busa dengan air hangat, lalu mengeringkannya dengan handuk lembut. Kini, area paling íñťím Amara nampak polos, bersih, dan memerah karena sensasi ďíćúķúř.

Arlan meletakkan alat cukurnya, lalu ia menatap máñgśáñýá dengan kilat mata yang sangat lapar. Ia menarik napas dalam-dalam, mencium aroma alami yang kini tercium lebih kuat tanpa penghalang.

"Sekarang, tidak ada lagi alasan untuk menunda perjamuanku," gumam Arlan.

Pria itu berlutut di lantai marmer, tepat di depan páħá Amara yang terbuka lebar. Tanpa aba-aba, ia langsung membenamkan wajahnya di sana, memulai íśápáñ pertamanya di ťíťíķ yang tadi Amara katakan sangat gáťáľ.

"AAAKHHH! TUAN!" Amara memekik, kepalanya membentur cermin di belakangnya saat lidah Arlan yang panas dan ahli mulai mengeksplorasi bagian terdalam dirinya.

Lidah Arlan bekerja dengan presisi yang mematikan. Di atas wastafel marmer yang dingin, Amara merasa seolah-olah seluruh dunianya sedang runtuh. íśápáñ Arlan begitu dalam dan menuntut, memburu setiap saraf śéñśíťíf yang baru saja tersingkap tanpa helai búľú sedikit pun.

"Nngghhh... Tu-Tuan... cukup... ahhh!" Amara meracau, jemarinya mencengkeram rambut legam Arlan, mencoba mendorong namun justru menarik pria itu semakin dalam.

Arlan tidak berhenti. Ia justru mempercepat gerakan lidahnya, menyesap ťíťíķ paling śéñśíťíf Amara hingga gadis itu merasa ada gelombang besar yang menghantam perut bawahnya. Tubuh Amara menegang kaku, kakinya gemetar hebat di atas bahu Arlan, dan dalam satu sentakan kuat, ia méléďáķ.

"AAAKKKHHH!" Amara menjerit tertahan, tubuhnya melengkung hebat saat ćáířáñ kéñíķmáťáñ itu menyembur keluar. Ia merasa melayang, lemas, dan hampir jatuh dari wastafel jika Arlan tidak segera menangkap pinggangnya.

Arlan mendongak, menjilat bibirnya yang kini basah kuyup oleh ćáířáñ Amara. "Lihat betapa berantakannya kau, Amara. Kau menyukainya, bukan?"

Namun, Arlan belum selesai. Ia berdiri tegak, napasnya terasa panas menerpa wajah Amara yang masih setengah sadar. Dengan gerakan dominan, Arlan membuka celananya kembali, mengeluarkan kéjáñťáñáññýá yang kini sudah sepenuhnya ťégáñg, berurat, dan nampak jauh lebih besar dari sebelumnya di bawah lampu kamar mandi yang terang.

"Sekarang, berikan imbalanku," perintah Arlan serak. "Gunakan múľúťmú."

Mata Amara membelalak ngeri. "T-Tuan... m-mulut saya? Tidak... saya tidak tahu caranya..."

"Belajarlah sekarang," Arlan mencengkeram tengkuk Amara, menekan wajah gadis itu perlahan ke arah miliknya yang béřďéñýúť. "Buka múľúťmú, Amara. Rasakan betapa aku menginginkanmu."

Dengan tangan gemetar, Amara perlahan membuka bibirnya. Saat ujung kéjáñťáñáñ Arlan yang panas dan keras menyentuh bibirnya, Amara tersentak. Baunya maskulin, kuat, dan sangat mengintimidasi. Namun, di bawah tatapan Arlan yang seolah bisa membakarnya, Amara mulai memasukkannya secara perlahan.

"Mmphhh..." Amara tersedak kecil saat ukurannya yang besar memenuhi rongga múľúťñýá yang sempit.

"Begitu... bagus, Amara. íśáp lebih dalam," geram Arlan, tangannya meremas rambut Amara, membimbing gerakan maju mundur yang canggung namun sangat merangsang.

Amara mulai merasakan ritmenya. Ia menggunakan lidahnya untuk menyapu ujung milik Arlan, meniru gerakan Arlan saat menyusu padanya tadi. Suara kecipak basah memenuhi kamar mandi yang kedap suara itu. Arlan melenguh keras, membiarkan pengasuh polosnya itu memberikan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Ahhh... Amara... kau sangat berbakat dalam hal ini," bisik Arlan dengan mata terpejam, menikmati setiap jengkal múľúť hangat Amara yang kini menjadi pelabuhan bagi gáířáħñýá yang tak terbendung.

1
Naila Saputri
ini Amara seperti g ad harga diri y ,bus d bentak dan di hina oleh arlan ,mau aja d gituin
Bedjho
si Arlan minta di sapih 😭
Bedjho: 😭😭 pesona duda ga kaleng²🤌🏻
total 2 replies
Vicky Aulia
agak menyebalkan sih episode ini huhu
Linda Ayu Tong-Tong
thor kok arlan jahat banget..udah kamu kanir aja amara...biar arlan nyesel...
Linda Ayu Tong-Tong
kasihan amara...adih arlan..kamu jadiin amara pelacurmu..jahat banget...lebih jahat dari peran arya🥵🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
double 🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
you crazy arlan🤣🤣🤣
Naila Saputri
arlan udh gila 🤣🤣🤣
Achom
laah si Arlan dia yg salah godain Amara mlulu tp dia yg marah² hadeuhh 😑
Ikaculeng
tulisan terrtata dengan baik
Uthie
menarik ceritanya 👍👍👍
Uthie
mampir 👍
Linda Ayu Tong-Tong
thorrr gerah geraah thor🥵🤣
Linda Ayu Tong-Tong
thor kok kyak diperlakukan kyak binatang
Linda Ayu Tong-Tong
oooohhh🥵🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
waaaow panaasss,🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
next
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka panas dingin aq thor🤣
afaj
kwkwkwk untuk u g nenek bareng anak u arlan
Linda Ayu Tong-Tong
ohh arlan kamu ketagihan nenennya amara🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!