NovelToon NovelToon
Kelopak Bunga Dan Duri Jiwa

Kelopak Bunga Dan Duri Jiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:31
Nilai: 5
Nama Author: kawaichanopi

🌹 Kelopak Bunga dan Duri Jiwa

Shen Yue, dokter psikologi tegas berusia 25 tahun, berpindah jiwa ke tubuh Su Xinyi, gadis penjaga toko bunga yang hidup menderita di bawah kekejaman kerabatnya. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, penguasa mafia kejam yang menyimpan rahasia: ia mengidap gangguan kepribadian ganda—berubah dari sosok dingin mematikan menjadi pemuda ceria yang memuja bunga.

Di tengah bahaya, intrik musuh, dan tingkah laku Xiao Chen yang sering kali konyol, Shen Yue berusaha menyeimbangkan jiwa orang yang dicintainya. Di antara kelopak bunga indah dan duri tajam, tumbuhlah cinta gelap antara penyembuh jiwa dan pria yang terbelah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Wajah Di Bawah Satu Atap

Siang itu, suasana di dalam Toko Bunga Su terasa sangat berbeda dari biasanya. Jika dulu tempat ini sunyi, suram, dan sepi pengunjung, kini udaranya terasa hidup namun juga menegangkan. Di satu sisi, ada aroma bunga yang wangi dan menenangkan, namun di sisi lain, tersamar aura kekuasaan yang begitu kuat hingga membuat siapa pun enggan mendekat.

Para tetangga yang biasanya lalu-lalang di jalanan, kini hanya berani mengintip dari balik jendela atau celah pagar rumah mereka. Melihat kereta hitam megah yang terparkir angkuh di depan toko bunga kecil itu, serta empat pengawal berwajah dingin yang berdiri kaku seperti patung di ambang pintu, mereka semua menahan napas dengan rasa takut bercampur penasaran.

Apa yang dilakukan Tuan Xiao di tempat remeh ini?

Apakah gadis malang Su Xinyi ini melakukan kesalahan hingga didatangi iblis itu?

Berbagai bisik-bisik dan gosip mulai bermunculan, namun tidak ada satu pun yang berani mendekat atau bertanya. Di dalam ruangan sempit itu, pertemuan yang akan mengubah takdir dua jiwa sedang berlangsung.

Xiao Lei masih tertawa riang, matanya berbinar-binar seolah ia baru saja menemukan mainan paling menyenangkan di dunia. Ia berjalan ke sana ke mari di antara deretan pot bunga, membungkukkan badannya rendah untuk mencium aroma setiap kelopak, wajahnya yang tampan bersinar cerah tanpa sedikit pun jejak kekejaman yang biasa ditakuti orang banyak.

"Ah, bunga ini wanginya manis sekali! Seperti permen gula yang pernah aku makan waktu kecil," seru Xiao Lei sambil menunjuk seikat bunga kenanga. Ia berbalik menatap Shen Yue yang berdiri tenang di dekat meja, lalu bertanya dengan polos, "Yue, Yue! Bunga ini namanya apa? Untuk apa gunanya? Bisakah aku memetik semuanya dan membawanya pulang?"

Shen Yue menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. Ia melipat tangan di dada, mengamati tingkah laku pemuda di depannya ini dengan pandangan tajam seorang dokter.

"Itu bunga kenanga, Xiao Lei. Wanginya memang manis dan lembut. Biasanya digunakan untuk pengharum ruangan atau campuran minyak wangi. Tapi sayangnya, kalau kau petik semuanya, besok bunga itu akan layu dan mati. Kau tidak ingin hal indah ini mati begitu saja, kan?" jawab Shen Yue lembut, suaranya mengandung nada mendidik yang halus.

Xiao Lei langsung menggeleng keras, wajahnya berubah cemas seolah baru saja mendengar hal mengerikan. "Tidak! Aku tidak mau! Jangan sampai bunga-bunga ini mati. Mereka sangat cantik... sama sepertimu."

Kalimat terakhir diucapkannya dengan nada pelan dan sedikit malu-malu, membuat Shen Yue terdiam sesaat. Di sudut ruangan, A-Ming yang berdiri tegak seperti tiang kayu itu hampir saja tersedak ludahnya sendiri. Ia sudah melayani Tuannya selama bertahun-tahun, mengerti setiap sisi kepribadian yang muncul, tapi belum pernah sekalipun ia melihat Xiao Lei bersikap begitu manis, antusias, dan... genit pada seorang wanita asing.

Biasanya, Xiao Lei hanya akan senang pada bunga, pemandangan indah, atau hal-hal yang menyenangkan matanya, tapi manusia? Apalagi manusia biasa? Ia akan menganggap mereka seperti semut yang tidak berarti. Namun gadis di hadapannya ini... seolah memiliki magnet kuat yang menarik perhatian seluruh jiwa yang ada di dalam tubuh itu.

Belum sempat Shen Yue menjawab kata-kata manis itu, udara di dalam ruangan tiba-tiba berubah lagi.

Senyum cerah di bibir Xiao Lei perlahan memudar. Cahaya hangat di matanya meredup, digantikan oleh kegelapan dingin yang cepat sekali menyebar. Postur tubuhnya yang tadinya santai dan rileks, kini menegang kaku, bahunya melebar seolah siap menghadapi serangan musuh.

Dalam sekejap, sosok ceria itu lenyap, digantikan oleh Xiao Yi yang kembali menguasai kendali.

Xiao Yi berdiri diam, menatap Shen Yue dengan pandangan tajam dan menyelidik. Aura dinginnya kembali menyelimuti ruangan, membuat suhu udara seolah turun drastis. Ia melangkah maju dua langkah panjang, hingga kini ia berdiri sangat dekat dengan Shen Yue, cukup dekat hingga Shen Yue bisa merasakan hembusan napas dinginnya.

"Kau tahu banyak hal," ucap Xiao Yi pelan, suaranya berat dan datar, tanpa nada bercanda sedikit pun. Matanya menatap tajam tepat ke manik mata Shen Yue, seolah berusaha menembus masuk ke dalam jiwa gadis itu dan mencari tahu segala rahasianya. "Gadis kecil dari keluarga miskin, hidup di bawah tekanan keluarga jahat... seharusnya kau hanya tahu cara menanam dan menjual. Tapi caramu bicara, caramu menatapku... kau bukan gadis biasa, Su Xinyi."

Kalimat itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan penuh keyakinan. Xiao Yi tidak percaya pada kebetulan. Ia tidak percaya pada hal-hal ajaib. Di dunia ini, semua ada alasannya. Dan gadis ini... berubah terlalu drastis dalam waktu yang terlalu singkat. Dikenal sebagai gadis penakut, bisu, dan lemah, lalu tiba-tiba berani melawan kerabatnya, berani menatap matanya, dan berani menegur kekurangannya.

Ada sesuatu yang disembunyikan, dan Xiao Yi benci ketidaktahuan.

Shen Yue tetap tenang. Ia tidak mundur, tidak juga menunduk. Ia tahu, menghadapi Xiao Yi yang penuh kecurigaan dan rasa tidak percaya, ketakutan hanya akan memperburuk keadaan. Ia harus tetap menjadi dirinya sendiri: tegas, cerdas, dan tenang.

"Memang saya bukan gadis yang sama seperti dulu, Tuan Xiao," jawab Shen Yue lantang dan jujur, tanpa berusaha menyangkal. "Rasa sakit, kelaparan, dan hinaan selama sepuluh tahun cukup untuk mengubah siapa saja. Dulu saya diam karena saya pikir kesabaran akan membuat mereka berhenti. Tapi ternyata, semakin kita diam, semakin orang lain menginjak kita. Saya hanya belajar untuk bangkit dan membela diri sendiri. Apakah itu salah?"

Xiao Yi menyipitkan matanya. Ia meneliti ekspresi wajah Shen Yue, mencari tanda-tanda kebohongan, rasa takut, atau kepura-puraan. Namun, yang ia temukan hanyalah ketulusan yang dingin dan logika yang tajam.

"Belajar membela diri..." gumam Xiao Yi pelan. Ia mengangkat tangan kanannya, jari-jarinya yang panjang dan berurat kuat menyentuh dagu Shen Yue, mengangkat wajah gadis itu sedikit ke atas agar menatapnya lebih jelas. Sentuhannya kasar namun tidak menyakitkan, penuh dengan rasa ingin menguasai. "Kau tahu, di kota ini, membela diri sendiri saja tidak cukup. Dunia ini kejam, penuh darah dan pengkhianatan. Dan kau... kau sudah menarik perhatianku. Menjadi perhatianku berarti dua hal: dilindungi sepenuhnya... atau dihancurkan sampai tidak bersisa."

Ancaman itu terucap begitu saja, seolah membicarakan hal yang paling biasa. Di sudut pintu, A-Ming menghela napas dalam-dalam. Ini adalah gaya bicara Xiao Yi yang asli: penuh dominasi, kekuasaan, dan batas yang tegas.

Namun, Shen Yue justru tersenyum miring. Ia menepis perlahan tangan Xiao Yi dari dagunya, gerakannya sopan namun tegas.

"Dan saya memilih untuk dilindungi, tentu saja. Siapa yang mau dihancurkan? Tapi ingat satu hal, Tuan Xiao... perlindungan itu butuh timbal balik. Saya bukan barang berharga yang bisa Anda simpan di dalam kotak dan lihat sesuka hati. Saya manusia. Dan jika Anda ingin saya ada di sisi Anda... Anda harus menerima segala hal tentang saya, sama seperti saya perlahan mencoba menerima segala hal tentang Anda."

Keheningan menyelimuti ruangan itu kembali.

Kata-kata itu... sangat berani. Sangat berani hingga nyaris gila. Tidak ada manusia biasa yang berani berbicara syarat pada Penguasa Xiao. Bagi Xiao Yi, semua orang di dunia ini ada di bawah kakinya, harus patuh, takut, dan bersyukur jika diberi perhatian sedikit saja.

Namun, anehnya... alih-alih marah dan membunuh di tempat, Xiao Yi justru tidak melepaskan tatapannya. Ada kilatan rasa hormat yang langka, bercampur dengan rasa penasaran yang semakin dalam.

"Kau..." Xiao Yi tersenyum miring, senyum yang mengerikan namun juga penuh ketertarikan. "Kau semakin menarik perhatianku, Nona Bunga. Baiklah. Aku akan lihat sampai mana ketegasanmu itu bertahan."

Belum sempat ia melanjutkan kata-katanya, suara gaduh dan langkah kaki berat terdengar mendekat dari luar pintu. Suara teriakan kasar dan nada memerintah memecah suasana hening itu.

"Xinyi! Dasar anak tidak tahu diri! Kemana kau hah?! Berani-beraninya kau mengusir kami dari rumah sendiri?! Keluarlah kau!"

Itu suara Bibi Wang Cui. Diiringi suara Paman Lin De yang ikut berteriak, dan suara cicit manja Lin Hongmei.

Xiao Yi mengerutkan keningnya dalam. Aura membunuhnya meletus seketika, udara di sekitarnya bergetar. Ia paling benci diganggu, apalagi oleh suara-suara kasar dan menjengkelkan.

Shen Yue menghela napas panjang, rasa kesal sedikit terlukis di wajahnya. Benar saja. Belum apa-apa, mereka sudah datang lagi. Tidak puas rasanya belum mendapat pelajaran kemarin.

Ia melirik sekilas ke arah Xiao Yi, lalu berjalan tenang menuju pintu. Sebelum ia sempat melangkah keluar, lengan kirinya ditangkap oleh tangan besar Xiao Yi.

"Siapa mereka?" tanya Xiao Yi dingin, matanya menatap tajam ke arah suara yang semakin mendekat itu.

"Keluarga saya. Yang menjaga saya, kata mereka," jawab Shen Yue sinis. "Yang sebenarnya selama ini hidup menumpang, memeras, dan menyiksa saya."

Xiao Yi diam sejenak. Kilatan amarah dingin melintas di matanya, bukan karena kasihan, tapi karena rasa jijik. Ia benci orang-orang lemah yang memangsa yang lebih lemah lagi. Bagi Xiao Yi, kekuasaan adalah hal yang didapatkan dengan kekuatan, bukan dengan menindas orang tak berdaya.

Ia melepaskan lengan Shen Yue, lalu memberi isyarat tangan kecil ke arah A-Ming. Asistennya itu mengangguk mengerti, lalu berdiri tegak menghadap pintu.

"Pergilah hadapi mereka. Tunjukkan pada mereka siapa pemilik tempat ini," ucap Xiao Yi pelan, suaranya rendah namun berwibawa. "Dan ingat... kau bilang kau bisa membela diri. Lakukan. Jika kau kesulitan... atau jika ada yang berani menyentuh sehelai rambutmu... biarkan aku yang mengurusnya. Aku akan membuat mereka menyesal telah dilahirkan ke dunia ini."

Ancaman terakhir itu diucapkan dengan nada datar, namun cukup membuat siapa pun yang mendengarnya membeku ketakutan.

Shen Yue tersenyum tulus kali ini. Ia mengangguk, lalu berbalik badan melangkah keluar pintu toko bunga dengan langkah tegap dan kepala yang diangkat tinggi.

Di luar sana, Bibi Wang, Paman Lin, dan Lin Hongmei berdiri dengan wajah merah padam karena marah. Namun, langkah kaki mereka terhenti mendadak saat melihat sosok Shen Yue yang keluar dengan aura berbeda, dan di belakangnya... terlihat bayangan tinggi mengerikan yang berdiri di ambang pintu, menatap mereka seolah sedang menatap sekumpulan serangga yang akan diinjak.

"Kau... kau..." Bibi Wang terbata-bata, rasa marahnya perlahan berubah menjadi rasa takut yang dingin menjalar ke seluruh tulang.

Shen Yue berdiri di hadapan mereka, menghalangi jalan masuk ke toko, matanya menatap tajam ke arah ketiga orang itu seolah mereka bukan kerabat, melainkan musuh bebuyutan.

"Ada yang bisa saya bantu, Paman, Bibi... dan Nona Hongmei?" tanya Shen Yue dengan nada suara sopan namun penuh sarkasme. "Sepertinya kalian lupa pelajaran kemarin. Atau mungkin kalian ingin belajar lagi... dan kali ini lebih keras?"

Di belakangnya, Xiao Yi bersandar santai di kusen pintu, tangan disilangkan di dada, bibirnya melengkung membentuk senyum kejam yang samar. Ia siap menyaksikan pertunjukan menarik ini: bagaimana seekor bunga mawar yang indah namun penuh duri, mulai menusuk siapa saja yang berani memetiknya sembarangan.

Dan di sudut terdalam hatinya, Xiao Lei kembali bersorak senang, bersemangat menyaksikan gadis yang disukainya itu membuktikan ketangguhannya.

Pertempuran kecil baru saja dimulai, dan Shen Yue tahu betul... mulai hari ini, ia tidak lagi berjuang sendirian. Di belakangnya berdiri kekuatan terbesar kota ini, kekuatan yang penuh bahaya, tapi juga kekuatan yang siap menjadi perisai terkuatnya.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!