NovelToon NovelToon
Terpesona Oleh Bu Rt

Terpesona Oleh Bu Rt

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Menjadi janda muda di usia 27 tahun sekaligus Bu RT membuat Jasmine kenyang digosipkan miring oleh warga kompleks, namun ia tidak pernah menyangka bahwa tantangan terbesarnya bukan berasal dari bibir nyinyir ibu-ibu PKK, melainkan dari Aldi—berondong kuliahan nakal sekaligus Ketua Karang Taruna baru yang nekat melempar pesona demi bisa masuk ke dalam hidupnya. Di tengah benturan masa lalu Jasmine yang kelam sebagai single mom dan penolakan keras dari orang tua Aldi, sebuah kepasrahan di malam yang sepi justru menjebak keduanya dalam ketegangan yang tak semestinya terjadi, menyisakan satu pertanyaan besar: mampukah Aldi mengubah obsesi liarnya menjadi sebuah pernikahan nyata, ataukah hubungan terlarang ini justru akan hancur menjadi skandal terbesar di RT 04?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: PUNCAK ACARA

Suasana di dalam balai desa perlahan mulai mendingin seiring dengan jarum jam yang sudah merambat ke angka lima sore. Lembaran kertas plano yang tadinya kosong kini sudah penuh dengan coretan spidol hitam dan merah, berisi rincian matang hasil kesepakatan bersama antar-dua desa untuk menyambut hari kemerdekaan.

Aldi berdiri dari kursi plastiknya, merapikan letak kemeja flanelnya, lalu mengetuk meja bundar sebanyak tiga kali menggunakan ujung pulpen. "Oke, teman-teman semua. Karena rincian perlombaan 17 Agustus sudah kita kunci dan semua perwakilan sudah sepakat, rapat koordinasi sore ini resmi kita sudahi dulu."

Sorakan lega langsung terdengar dari barisan belakang. Sendy yang sejak tadi sibuk menebar pesona ke arah Irene langsung merapikan rambutnya yang mulai berantakan, sementara Kenan dengan sigap membantu Mikhaela membereskan sisa kertas plano ke dalam tabung dokumen.

"Perhatian sebentar untuk anak-anak Karang Taruna RT 04," potong Aldi, suaranya lantang menginterupsi gerakan anggotanya yang sudah bersiap memakai jaket. "Rapat hari ini emang beres, tapi kerjaan kita baru dimulai. Mulai minggu depan, tiap hari Sabtu dan Minggu siang, kita sudah harus kumpul lagi di balai desa ini. Agendanya padat! kita mulai belanja dan bungkus hadiah lomba, narik uang kas iuran warga yang belum lunas, sama mulai bikin hiasan gapura."

"Siap, Pak Ketua! Dompet aman, tenaga aman!" sahut Bagas sambil mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi.

"Satu lagi," tambah Aldi, pandangannya beralih menatap Kenan dan Sendy bergantian. "Khusus buat tim cowok-cowok komplek kita, gak ada jatah rebahan nanti malam. Mulai jam delapan malam ini, kita ada kegiatan kerja bakti jilid dua di komplek masing-masing. Agendanya ngehias jalanan gang, pasang bendera umbul-umbul di sepanjang tiang listrik, sama ngecat pembatas jalan pakai cat putih-hitam. Paham?"

"Waduh, langsung lembur malam ini, Dul?" keluh Sendy sambil memegangi pinggangnya yang masih agak pegal akibat insiden diterkam lele jumbo di parit irigasi tadi pagi. "Bisa rontok nih tulang muda gue."

"Gak ada alasan. Selesai rapat ini langsung pulang, istirahat, biar nanti malam staminanya jos," tegas Aldi tidak menerima bantahan.

Di sudut ruangan, Jasmine yang sejak tadi memperhatikan jalannya penutupan rapat mulai melangkah mendekat. Langkah kakinya yang anggun terdengar beritme di atas ubin balai desa. Sore itu, penampilannya yang rapi dengan setelan blus formal berwarna merah marun dan bawahan hitam pekat membuatnya terlihat sangat berwibawa sebagai perangkat RT, sepenuhnya meninggalkan kesan santai saat di rumah.

"Terima kasih banyak ya, Mas Aldi dan teman-teman Karang Taruna semua," ujar Jasmine begitu sampai di dekat meja bundar. Senyum manisnya mengembang, memberikan apresiasi tulus atas kerja keras para pemuda. "Koordinasi hari ini bagus sekali. Untuk masalah anggaran kas iuran dari pihak RT, nanti malam bapak-bapak komplek yang ronda sekalian bantu distribusikan ke posko Karang Taruna."

"Sama-sama, Bu RT. Sudah jadi tugas kami," jawab Aldi berusaha menjaga intonasi suaranya agar tetap terdengar profesional, meskipun di dalam dadanya rasa gugup itu kembali datang secara tiba-tiba.

Mikhaela yang berdiri di sebelah Kenan langsung menyenggol lengan abangnya, berbisik sangat pelan dengan nada mengejek. "Ciye, Mas Aldi.... matanya jangan melotot gitu dong liat Bu RT, ntar ketahuan tuh saltingnya."

"Diem lu, Bocah. Pulang sendiri ya lu," ancam Aldi tanpa menoleh, membuat Mikhaela langsung tertawa puas dan bersembunyi di balik punggung Kenan.

Setelah berpamitan dengan perangkat desa dan menyalami beberapa tokoh masyarakat, seluruh peserta rapat perlahan mulai meninggalkan ruangan. Irene memberikan lambaian tangan perpisahan yang cukup ramah ke arah Kenan dan Sendy, sementara Mala tampak cemberut di luar pagar karena tidak berhasil mengajak Aldi pulang bersama.

Malam harinya, suasana kompleks perumahan RT 04 berubah total menjadi sangat meriah. Cahaya lampu yang temaram berpadu dengan terangnya lampu sorot portabel yang dipasang di depan pos ronda. Suara musik dangdut koplo bernada rendah sengaja diputar dari tape pos ronda untuk membakar semangat kerja bapak-bapak dan para pemuda.

Gulungan bendera merah putih berbahan kain tetoron tampak menumpuk di atas meja pos ronda, bersanding dengan puluhan bambu panjang yang sudah diraut rapi oleh Pak Dadang sejak sore hari.

"Ayo, Sen! Pegang bambunya yang lurus! Jangan miring-miring begitu, ntar benderanya kelihatan kayak mau roboh!" teriak Kenan dari atas tangga bambu. Tangan kanannya sedang sibuk mengikat ujung bendera umbul-umbul ke bagian atas bambu menggunakan tali rafia hitam.

"Ini udah lurus maksimal, Nan! Mata lu aja yang silinder gara-gara kebanyakan liatin foto profil WA-nya Irene tadi sore!" balas Sendy dari bawah, kedua tangannya memeluk erat batang bambu agar tidak goyang.

Di bagian tengah gang utama, Aldi tampak berjongkok bersama Pak RW dan beberapa bapak-bapak lainnya. Di depan mereka, terdapat tiga kaleng besar cat aspal khusus berwarna putih dan hitam, lengkap dengan kuas berukuran sedang. Tugas Aldi malam ini adalah memperbarui warna pembatas jalan (kanstin) yang sudah mulai kusam dimakan cuaca.

Sret... sret... sret...

Dengan gerakan tangan yang sangat telaten, Aldi menggoreskan kuas berbulu tebal itu ke permukaan beton pembatas jalan. Garis putih bersih seketika tercipta, memberikan kesan rapi dan bersih di sepanjang jalur gang.

"Wah, Mas Aldi ini kalau ngecat rapi bener ya, Pak," puji Pak Joko, salah satu warga senior komplek yang sedang memotong tali bambu. "Gak ada blentong-blentongnya sama sekali. Kelihatan kalau sudah terbiasa kerja rapi."

Aldi tersenyum sopan sambil menyeka peluh i keningnya menggunakan punggung lengan baju kaos hitamnya yang sudah terkena beberapa cipratan cat putih. "Ah, biasa aja, Pak Joko. Dulu waktu sekolah kan sering ikut lomba dekorasi kelas, jadi sedikit banyak paham caranya narik garis biar gak mencong-mencong."

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang mendekat dari arah belakang membuat Aldi menoleh. Dari kegelapan gang yang diterangi lampu hias gantung, muncul Jasmine bersama beberapa ibu-ibu PKK, termasuk Bu Baren dan Mbak Catur. Mereka datang dengan membawa nampan besar berisi makan malam. Teko berisi teh manis hangat, sepiring besar pisang goreng yang masih mengepulkan asap, dan beberapa bungkus rokok untuk bapak-bapak yang sedang lembur.

Malam itu, Jasmine tampil sangat santai tetap terlihat rapi dan segar. Ia mengenakan kaos longgar berwarna putih dengan celana kain panjang berwarna abu-abu gelap, serta rambutnya yang dicepol asal-asalan ke atas memperlihatkan lehernya yang jenjang.

"Selamat malam, Bapak-bapak, Mas-mas semuanya," sapa Jasmine ramah, meletakkan teko teh manis di atas meja pos ronda bersama Bu Baren. "Ini ada sedikit camilan malam biar ngecatnya tambah semangat dan gak ngantuk."

"Waduh, matur nuwun sanget, Bu RT! Pas bener ini kopi di gelas sudah tinggal ampasnya," sahut Pak Dadang langsung turun dari kegiatannya meraut bambu, berjalan gercep menuju meja logistik.

Jasmine kemudian berjalan perlahan menghampiri area tempat Aldi sedang berjongkok. Ia berdiri dalam jarak dua langkah di samping Aldi, memperhatikan hasil cat putih-hitam di sepanjang pembatas jalan yang terlihat sangat presisi.

"Bagus sekali hasilnya, Mas Aldi. Rapi," puji Jasmine tulus, kedua tangannya bertumpu di pinggang sambil menundukkan sedikit badannya untuk melihat lebih dekat. "Komplek kita jadi kelihatan langsung pangling kalau dicat begini."

Aldi langsung menghentikan gerakan kuasnya. Ia mendongak menatap Jasmine, seketika merasa salah tingkah karena posisi berjongkoknya membuat wajahnya berada cukup dekat dengan posisi berdiri wanita itu. "Eh, iya, Bu RT. Makasih. Ini biar pas hari H nanti, komplek kita kelihatan paling siap dan paling rapi di antara RT lainnya."

Jasmine tersenyum, matanya menyipit manis membentuk bulan sabit. Ia merogoh saku celana abu-abunya, mengeluarkan selembar sapu tangan kain beraroma wangi, lalu mengulurkannya ke arah Aldi. "Itu... ada cipratan cat putih sedikit di pipi sebelah kananmu, Mas. Lap dulu, nanti kalau kering susah hilangnya lho."

Aldi menerima sapu tangan itu dengan ujung jarinya yang bersih, hatinya mendadak berdesir aneh menerima perhatian kecil di bawah temaram lampu jalanan komplek. "A-ah, iya. Makasih banyak, Bu RT."

Dari kejauhan di atas tangga bambu, Sendy yang melihat momen manis itu langsung menyenggol lengan Kenan dengan heboh. "Nan, Nan! Liat tuh si Bedul! Dapet jatah perhatian eksklusif lagi dari Kanjeng Ratu! Sumpah, jimat sempak merahnya tadi siang manjur bener kayaknya!"

Kenan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan ketuanya yang mendadak bego dan kaku di depan Jasmine, sementara malam semakin larut dilingkupi aroma cat yang menyengat, kibaran bendera merah putih yang mulai terpasang satu per satu, dan tawa riuh warga RT 04 yang bersatu padu menyambut bulan kemerdekaan dengan penuh suka cita.

1
Neny Tryana
👍🏻👍🏻
anggita
like iklan👍☝, buat bu rt.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!