NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah bunga

  Tepat tujuh bulan masa koma yang di alamani bunga tidak membuat harapan Ratna putus bahwa nanti bunga akan sadar sepenuhnya seperti biasa, dengan sabar dan telaten mengurus semua keperluan nya, seperti tidak terlihat terbaring karena sakit bunga masih cantik dan berseri dalam tidur panjang nya.

"Nak, ibu menunggu mu, anak ibu yang baik pulang nanti ya dengan keadaan yang baik, ibu rindu sekali nak"

   Disana bunga berjalan mengikuti suara sang ibu untuk kembali, "panjang banget ya jalan nya perasaan tadi ngak sejauh ini jalan nya deh dek."

   "Kan aku udah ajak pulang kak, kakak aja masih nanti nanti, ya sudah nikmati saja perjalanan nya ka. Semangat kak."

ledek pahing yang menemani bunga.

"Dek, apa waktu disini dengan waktu kami disana ?"

"tidak ka, sangat jauh beda waktu di kami begitu lama untuk menjelajah, waktu di dunia mu begitu cepat untuk berjalan mungkin satu hari di dunia mu sama dengan 1 menit di waktu kami"

Apa aku tidak menjalani kedua waktunya?

"untuk apa kakak menjalani kedua waktu? Sangat melelahkan kan bahkan orang beriman dan beramal saleh tidak akan pernah mampu menjalani kedua waktu bersamaan sangat melelahkan,ka dan juga jika bisa sama seperti merego sukmo itu dilakukan hanya untuk beberapa kepentingan bukan untuk menikmati waktu, seperti ayah akan merego sukmo untuk menjemput mu anak yang di tunggu nya belum waktu kakak sampai jauh ke sini tapi sudah yaaaa begitu, jika terlambat kakak akan tersesat di waktu kami, maka nya cepat ayuk berjalan nya"

Mereka jalan bersisihan, sementara Senopati ada di belakang mereka menjaga dengan hati hati, sampai di sebuah lorong bunga merasa ada yang terus memanggil nya tapi bukan suara Ratna.

"Siapa yang memanggil ku, aku seperti mengenal suara itu, tapi entah siapa yang memanggil nama ku dengan tergesah seperti ada keperluan mendesak"

"jangan kau pedulikan cah ayu, itu hanya mengganggunya mu, ia hanya menginginkan mu dalam susah nya meraung bagai binatang buas yang haus air dan lapar makanan"

Senopati menasehati nya untuk terus berjalan tidak mempedulikan suara itu, yang ternyata Chandra meraung meruntuk nasib karena sudah begitu sulit seperti dulu sebelum bersama bunga.

"Tapi apa aku mengenal nya, sampai begitu memaksa di rasakan ayi?"

"kau memanggil ku apa cah ayu?"

"Aku memanggil mu Ayi, aku seperti lekat dengan nama itu untuk mu."

Senopati mengulas senyum pada pahing dan bunga. "iya dahulu kau memanggilku itu, dulu kau begitu kecil dan sulit menyebut nama ku."

"Kau mengenal nya sangat jelas mengenal nya, manusia serakah yang tidak mengerti Budi dan akal sehat. Kelak kau akan mendapat lebih dari dia yang begitu serakah.

orang itu menunggu mu dengan kasih dan sabar nya, Insyaallah dia akan menjaga mu sama seperti harapan mu."

"Chandra? Apakah dia ? Sungguh malang nasib nya.

ngak mau berubah dan memperbaiki sedikit demi sedikit."

"hahahaha...... Hati mu masih lekat ke manusia itu? Belajar lah melupakan dan memulai hidup mu yang baru sehabis ini, jangan kau buang waktu mu untuk berdampingan dengan manusia seperti itu cah ayu"

"Fokus dan ikuti suara ibu mu.

senandung pujian dan doa yang di panjatkan untuk tuhan mu, merayu tuhan mu meminta kau selamat."

Bunga hanya mengangkat bahu sambil berlalu terus berjalan lurus, mengikuti alunan lagu merdu pujian nyanyian dan doa secara tidak sadar meringankan langkah gadis itu yang hampir tiba di ujung jalan waktu duniawi.

Dua sosok yang mendampingi nya terus mengulas tersenyum melihat gadis yang begitu baik, mencintai kedua orang tua dan lingkungan nya.

Semoga kau tetap menjadi manusia yang baik cah ayu, gumam seno memandang gadis yang selalu dia jaga.

"Eyang, apakah akan berdampak panjang untuk hidup nya setelah ia melewati waktu kita disini?" Pahing berjalan mundur di sisi Seno, anak itu begitu khawatir dengan gadis yang tidak lain adalah kakak nya sendiri.

"Iya akan banyak dampak, naluri nya akan semakin menajam, pandangan dan juga tidak ada yang bisa menutup nya kembali seperti dulu nak, kau khawatir pada nya ?

dia sosok yang kuat, sayang Gusti Allah memberi nya hidup sekarang sebagai perempuan, supaya memiliki jiwa lembut bagai sutera."

Setelah beribuan kali menjalani reinkarnasi sebagai seorang lelaki, tetap jiwa nya selalu memiliki kasih sayang yang tidak ada batas kepada siapapun.

tapi.....

Ucapan Seno terjeda mengingat jati diri bunga yang jarang sekali di perlihatkan, membuat mereka yang mendampingi nya sejak lahir begitu was was.

"Tapi apa eyang ?"

Dia memiliki karakter menyimpan perasaan yang tidak akan pernah bisa di ungkapkan lewat kata kata.

"Maaf eyang, bukankah kakak selalu memberitahukan apapun yang di rasa dan di pikirkan?"

"Tidak Le, tidak semua yang di rasakan akan di ungkapkan terutama tentang amarah, kecewa secara alami akan di ungkapkan lewat pikiran dan batin yang membuat fatal, tapi ia belum menyadari hal itu".

"Maksud eyang ? semisal, begitu membuat nya kecewa ngak bisa di toleransi oleh perasaan manusia maka fikiran dan batin nya akan menghukum secara langsung, seperti itu eyang ?"

"Betul sekali le, kau mulai memahami tabur tuai alam semesta, jangan berpaling lagi mengikuti egois manusia dengan janji janji palsu nya."

Pahing

Anak ketiga dari Banu dan Ratna yang ngak bisa hidup sempurna terlahir kedua, sayang di kandungan tujuh bulan Ratna melarikan instan di rumah, jabang bayi dengan kondisi tidak bernafas.

Mereka sama sekali menyadari janin tujuh bulan banyak di gunakan untuk hal gaib seperti pesugihan penglaris atau penebal ilmu kanuragan negatif.

Pahing sering berlalu lalang di sekitar keluarga mereka, naas manusia serakah menjanjikan nya ke indahan lain yang serta merta harus membalas dengan bekerja.

penglaris dagangan,

Tanah kubur pahing di bongkar di tengah malam sunyi senyap, jasad bayi itu di ambil untuk pesugihan penglaris.

Tapi Banu menyadari setelah tiga tahun berlalu waktu rumah mereka mau di renovasi, Banu ingin memindahi ke tanah belakang rumah yang memang sudah di siapkan, kain kafan tidak ada lagi disana walau pasti jasad sudah tidak ada tapi masa kain kafan juga ilang, rumah mereka tidak pernah banjir masuk ke halaman rumah.

"Oh Tuhan ku, siapa yang tega mengambil jasad anak ku. Tolong bantulah kami menyempurnakan anak itu supaya layak atas hidup dan mati nya, proses lah anak ku menjadi yang kau inginkan" amin ( doa banu membumbung tinggi dalam hati dengan linangan air mata, tidak menerima jika memang anak nya disalah gunakan untuk keserakan manusia)

Hari berlalu, roh pahing berjalan hingga kerumah banu.

aku seperti terpanggil untuk datang ke tempat ini, nama ku pahing hanya itu yang ku ingat.

Banu menanggis melihat roh anak lelaki nya memiliki aura negatif. "apa yang kau lakukan selama ini nak?" " aku di panggil nya dan di janjikan banyak hal tuan, tapi aku harus memberikan banyak mendatangkan pelanggan untuk dia"

"Oh Tuhan masih ada manusia sekara mengandalkan ilmu hitam untuk mencari rejeki, menyalah gunakan roh roh tersesat bahkan roh yang sedang menunggu proses".

"Nak, akulah ayah mu.

kau tidak mengindahkan Illahi hingga kau tidak berproses di taman sana, sekarang kau harus memperbaiki nya, jadilah roh yang tidak menyalah gunakan alam semesta, dan kenal lah pencipta mu. Tunggu sampai kau bisa berproses seimbang dengan kodrat sesungguhnya orang yang sudah meninggal dunia."

"Baik ayah, aku akan lakukan."

Lama sekali pahing mengembalikan aura positif yang hampir hilang karena pesugihan penglaris itu, dia selalu mengikuti kemana Banu pergi bahkan beribadah, sampai dimana ia menyukai ada di dekat bunga, pahing meminta ijin untuk selalu ada di dekat bunga.

"aku ingin ada di dekat nya, begitu damai di dekatnya apakah boleh?"

"boleh selama kau menjaga nya, dialah saudara perempuan mu, kakak tertua mu, belajarlah dari nya tapi akan lama waktu nya dia menyadari ada nya roh mu di dekat dirinya"

"Tidak apa, asal aku ada di dekat nya aku akan menjaga nya juga."

****************

"Eyang, apa nanti akan berdampingan dengan kakak sama seperti ku dan eyang puteri? Atau eyang hanya mengantar kami ?"

"aku di takdirkan berdampingan menjaga dia walau dia berpulang dan berproses maka aku menjaga anak cucu nya, sampai nanti ia terlahir kembali"

Senang rasanya eyang.

"Lho kenapa Le? Apa yang membuat mu senang ?"

"Ada yang menjaga nya lebih dari ku, dan aku bisa belajar juga supaya aku bisa berproses seimbang."

Seno kembali tersenyum dengan fikiran anak itu yang begitu lugas dan bersemangat untuk lebih baik.

Senandung pujian Ratna semakin dekat membuat bunga bersemangat, "Ibu..... Aku rindu sekali"

"Coba dari ku ajak kau pulang mau, tidak akan lama menyimpan rindu ka."

ussttt kita ikut bersenandung pujian aja seperti suara ibu de.

"Ayi.... Kenapa ada dua pintu disana tapi masih lumayan jauh, kemana harus melangkahkan nya Ayi?"

I"kuti kata hati mu cah ayu, berdoalah sebelum mengambil keputusan itu, jangan salah memilih atau kau tidak akan pernah kembali lagi.

disana akan sama akan di tunggu satu bayang, jika kau mengenali nya maka nya tidak akan salah cah ayu.

Jangan kau toleh apapun yang mengganggu mata dan pendengar mu, fokuslah."

Bunga mengikuti suara sang ibu tanpa mempedulikan suara lain, sampai hampir mendekati pintu bercahaya itu ia mendengar suara yang begitu memekak di telinga nya sumpah serapah untuk nya dari suara yang di kenali.

"Sudah jangan kau pedulikan suara itu, tidak akan ada gunanya." Seno berpesan lagi tidak jenuh

lagi terdengar suara lembut begitu tulus untuk bunga bersautan, gadis itu tersenyum Helen Vandy Revo ....

"Ayuk ka cepat tidak lama lagi atau kau akan pergi selama nya...."

Sementara di ruangan tempat bunga berbaring begitu banyak orang yang sudah berkumpul.

Delapan bulan sudah jika memang takdir berhendak lain aku akan iklas, tapi tunggu sehari lagi saja, aku yakin anak ku tangguh bisa melawati nya, pinta banu karena ia tau bunga lagi berjuang untuk pulang.

"Aku akan menunggu nya disana tepat hari pergantian waktu nanti."

Mereka semua menatap Banu heran, ayah jangan memaksakan jika memang sudah tertulis, "kita jangan menyiksa nya dengan alat alat medis ini." Tutur Caca yang begitu sedih dengan harapan yang selama ini di nantikan

"Ayah tidak memaksakan tapi memang seperti itu ada nya dan ibu tolong bantu ayah nanti teruslah berdoa dan bersenandung pujian, bunga mengikuti suara mu untuk pulang."

Air mata Helen dan yang lain terus mengalir, berdoa yang terbaik untuk bunga, karena pihak medis menyarankan untuk mengiklaskan bunga.

Dayat pun baru mengenal ikut meneteskan air mata,

"non walau bapak belum sempat mengenal secara langsung tapi hati bapak ya kok sedih banget.

Semoga Gusti Allah selalu melindungi non dan memberikan yang baik untuk non bunga", amin ya Allah.

Banu siap dengan segala yang akan terjadi jika memang harus mengikhlaskan gadis kesayangan nya.

Ia duduk dengan sikap teduh dan sudah bersuci diri siap menghadap sang cipta nya.

Berdoa dalam teduh memohon yang terbaik untuk kehidupan sang gadis, hingga Sukma keluar siap menjemput sang gadis.

Banu berdiri di tengah cahaya terang sebagai pagar dimensi yang memisahkan waktu manusia dan semesta.

ia melihat sang gadis berjalan bersama sosok harimau putih dan anak laki-laki.

Semoga kau tidak salah memilih nak, sudah terlalu lama kau menjelajah hingga mendapat dua pilihan jalan hidup mu sekarang, kembali pada kami atau kau akan pergi kembali ke pangkuan Tuhan yang Esa.

"Ayi.... Hati seperti dekat dengan ayah, apakah ayah ada di dekat kita"Bunga bertanya dengan sendu hati nya begitu rindu dalam pelukan sang ayah.

"Ikuti hati mu nak, kau yang menentukan bukan kami."

Tuhan, ijin kan aku memperbaiki hidup ku tetap menyayangi dan mencintai ayah dan ibu ku, juga saudara saudara ku.

ijinkan aku menjadi manusia yang selalu takut akan Engkau, dan mengasihi sesama ku manusia.

ijinkan aku kembali ke pangkuan ayah dan ibu ku. Amin

Bunga hening dalam sesaat memantapkan diri untuk memilih kemana ia akan melangkah kan kaki nya.

suara sang ibu semakin memikat insting bunga dan seperti berada dalam hangat nya pelukan ayah dan ibu.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!