NovelToon NovelToon
KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Dosen / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

"sebuah kontrak yang menyelamatkan namun siksaan dari profesor untuk mahasiswinya..."

Akankah yang awalnya siksaan itu menjadi sebuah kenikmatan atau kebahagiaan, bisa jadi penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Pelarian di Bawah Guyuran Hujan

BAB 30: Pelarian di Bawah Guyuran Hujan

​Langkah kaki Kiara terasa begitu berat, seolah-olah sepasang kakinya telah dirantai oleh timbunan batu tak kasat mata. Begitu pintu lobi apartemen mewah itu terbuka, embusan angin malam yang bercampur dengan derasnya air hujan langsung menghantam tubuh mungilnya tanpa ampun. Dinginnya air hujan yang menusuk kulit sama sekali tidak sebanding dengan rasa sakit yang saat ini sedang mencabik-cabik seluruh rongga dadanya hingga hancur berkeping-keping.

​Kiara terus berjalan menembus kegelapan malam. Ia tidak memedulikan pakaian rajutnya yang kini basah kuyup, menempel ketat pada tubuhnya. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini tumpah seada-adanya, menyatu dengan butiran air hujan yang membasahi wajah pucatnya. Tangisnya pecah dalam kesunyian malam, menyuarakan jeritan hati seorang wanita tangguh yang baru saja mengorbankan belahan jiwanya demi sebuah kehidupan baru.

​“Maafkan aku, Adrian... Maafkan aku...” jerit Kiara di dalam batinnya, dadanya terasa begitu sesak hingga ia kesulitan untuk menghirup udara.

​Saat langkahnya tiba di sebuah halte bus yang sepi dan remang-remang, pertahanan tubuh Kiara runtuh total. Ia melorot berlutut di atas lantai semen yang basah, menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut. Kedua tangan mungilnya bergerak dengan sangat cepat, memeluk dan meremas perutnya yang masih rata dengan insting protektif yang teramat pekat.

​Di dalam rahimnya, ada janin kecil yang tidak berdosa. Anak kandung Profesor Adrian Alkatiri yang kehadirannya harus ia rahasiakan dari dunia luar.

​Sambil terisak hebat di tengah deru angin malam, Kiara membungkuk, menempelkan keningnya pada lututnya sendiri. "Maafkan Ibu, Nak... Ibu terpaksa membuat Ayahmu membenci kita. Ibu terpaksa pergi... karena hanya dengan cara ini, Ibu bisa memastikan kamu tetap diizinkan hidup dan melihat dunia," lirih Kiara dengan suara yang terputus-putus akibat tangis yang kian mencekat tenggorokan.

​Ketangguhannya malam ini diuji sampai ke titik paling nadir. Ia melepas statusnya sebagai istri kontrak, melepas beasiswanya, dan melepas pria yang teramat ia gilai, demi membawa pergi anak yang dirahasiakan itu seorang diri ke tempat yang tidak akan pernah bisa dilacak oleh keluarga Alkatiri.

​Sementara itu, di dalam kamar tidur utama penthouse mewah yang beberapa jam lalu masih menyisakan hawa hangat sisa pergulatan birahi, kondisinya kini sudah berubah total menjadi seperti sebuah medan perang yang hancur berantakan.

​PRANG!

​Sebuah lampu tidur kristal mahal melayang menghantam dinding marmer, hancur berkeping-keping menjadi serpihan tajam yang berserakan di atas lantai. Namun, kehancuran barang-barang mewah itu sama sekali tidak bisa meredakan badai kemarahan gila yang saat ini sedang mengamuk di dalam dada Adrian Alkatiri.

​Adrian berdiri di tengah ruangan dengan napas yang memburu kasar bak singa yang terluka. Kemeja hitamnya sudah terbuka sepenuhnya, mengekspos dada bidangnya yang berotot keras yang kini naik turun dengan ekstrem. Rambut hitam tebalnya berantakan karena frustrasi, dan sepasang mata elangnya berubah menjadi merah padam bercampur dengan guratan luka batin yang teramat dalam.

​Pria yang biasanya selalu tampil sebagai dosen keren yang berwibawa mutlak, malam ini tampak begitu rapuh, hancur, dan kehilangan akal sehatnya.

​"Bangsat! Sialan kamu, Kiara!" raung Adrian dengan suara baritonnya yang menggelegar hebat, mengguncang keheningan kamar tidur mereka.

​Adrian melangkah dengan gusar, menendang sudut ranjang sutra hitam yang seprainya masih kusut—seprai yang semalam menjadi saksi bagaimana Kiara mendesah pasrah di bawah kuasanya, menyerahkan seluruh raganya dengan kelembutan yang ia kira adalah cinta yang tulus.

​Adrian menjatuhkan tubuh tegapnya duduk di tepi ranjang, menyembunyikan wajah tampannya di balik kedua telapak tangannya yang besar. Bahu kukuhnya yang biasa tegak berdiri kini tampak bergetar samar. Untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Adrian Alkatiri, ia merasakan rasa sakit yang begitu mematikan akibat dikhianati oleh seorang wanita.

​Ego tingginya sebagai pria alpha hancur tak berbekas. Ia mengira dengan memberikan Black Card, memberikan perlindungan mutlak di kampus, dan menyerahkan seluruh birahi serta hatinya, ia bisa menjaga Kiara di sisiku. Namun ternyata, di matanya, Kiara hanyalah wanita materialistis yang dengan mudahnya merobek surat kontrak mereka dan pergi demi tumpukan uang miliaran rupiah dari ibunya.

​Adrian mendongak, menatap kosong ke arah pintu kamar yang terbuka lebar. Tatapan mata elangnya yang tadi merah penuh amarah perlahan-lahan berubah menjadi begitu dingin, asing, dan dipenuhi oleh kabut kebencian yang teramat pekat. Rasa cinta yang semalam membakar jiwanya kini telah membeku, bertransformasi menjadi sebuah dendam yang teramat kelam.

​"Kamu memilih uang ibuku dan mencampakkan aku, Kiara?" bisik Adrian dengan suara bariton yang teramat rendah, serak, dan sedingin es yang menyayat malam. Pria itu mengepalkan tangannya begitu kuat hingga urat-urat di lengannya menonjol tegang.

​"Kupastikan... jika suatu saat nanti kamu kembali menampakkan wajah murahmu di depanku, aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Aku akan menggunakan seluruh kuasaku untuk mengurungmu di dalam nerakaku, membuatmu membayar setiap tetes luka yang kamu berikan malam ini," geram Adrian dengan sisa-sisa napas yang memburu, mengunci takdir kebencian yang semu di dalam hatinya, tanpa pernah menyadari bahwa wanita yang ia benci saat ini sedang membawa pergi darah dagingnya sendiri menembus derasnya air hujan.

1
Blu Lovfres
duhh mengantung lgi😁
gendiz: biar tambah penasaran 🤭
total 1 replies
Blu Lovfres
nahh kan para Para lampir rempong, kena batunya, blum lagi kalian berhadapan dgn singa kecil😁🤣😁🤣
Blu Lovfres
waduh tamgung banget thor, terpotong bikin penasaran dee, cepet updated thor😁💪💪💪
gendiz: siiiiapppp 💪
total 1 replies
Blu Lovfres
andrian hero yg sesungguhnya, bukan hero abal" 🤣🤣🤣
Rea
kamu sendiri yg menyetujui ikatan kontrak dan tahu konsekuensi nya, kenapa drama?
Blu Lovfres
tetap semangat thor💪💪💪
Blu Lovfres
baca novel ini,selalu semangat karna ada singa kecil,😁🤣
Blu Lovfres
ohh love you arka singa kecil, OMG munculnya singa kecil bikin semangat untuk menunggu, 💪😘🤣
Blu Lovfres
mba kunti nya di mana tu, biarkan mba kunti menggoda andrian,biar kiara sadar dari gengsi dn egonya😁🤣😁🤣
Blu Lovfres
gagal lagi ,rencana lampir dn nini pelet😁🤣
Blu Lovfres
dasar lampir sama nini pelet🤣🤣
Blu Lovfres
kiara masih bersikap sok jual mahal, gengsinya, akut banget 😁🤣 untung ada mba kunti, untuk menyadarkan kiara dgn cintanya 😁🤣
Blu Lovfres
tambah suru dee, good job thor 👍💪💪
gendiz: terimakasih, boleh di share dan rekomendasikan cerita ini agar semakin banyak yang baca 😊
total 1 replies
Blu Lovfres
wahh tambah seru ,ada konflik persaingan, 💪💪💪💪
adiran kiara jangan takut ada hero singa kecil,😁🤣 setiap arka bercloteh bikin ngakak 🤣🤣🤣
Blu Lovfres
good novel
Blu Lovfres
saya,lebih mengandalkan singa kecil, 😁😁 profesor tampa bantuan singa kecil, pasti ada kebingungan 😁🤣
Blu Lovfres
ku jadi bucin ni sama arka😘😁🤣
next thor 👍💪
Blu Lovfres
🤣🤣🤣🤣ku yg baca aja sampai keselek🤣😁🤣
Blu Lovfres
cepet gema lonceng kehadiran adiknya arka😘😘😘😘😁😁
Blu Lovfres
buat kiara andrian sudah kasih vote ,tetap semangat profesor somplak😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!