WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh
..."Apa kalian pikir aku akan mengasihani kalian hanya karena kalian mau berkorban satu sama lain? Cih, itu tidak mempan bagiku!" Pria itu kembali mengarahkan senjatanya pada Sabrina....
..."Tidak, Tuan! Jangan!"...
...DOR...
..."Ayah!" Sabrina terjaga dari tidurnya. Entah sejak kapan dia terlelap dan kembali bermimpi kejadian kelam itu. Nafas Sabrina memburu, keringat dingin mulai membahasi pelipisnya....
..."Ayah," gumam Sabrina. Dia pun mulai menangis karena kembali teringat kejadian itu. "Ayah, maafkan aku."...
...Sabrina terisak memeluk kakinya sendiri....
..."Kau tidak apa-apa?"...
...Sabrina menoleh saat mendengar suara itu. Dia semakin terkejut saat baru menyadari jika Jeff sudah duduk di tepi ranjangnya....
..."Jeff?" Sabrina segera memeluk tubuh Jeff dan kembali terisak. "Jeff, Ayah."...
...Jeff tampak sangat bingung. Dia tadi berniat menyelinap ke kamar Sabrina seperti waktu pertama kali dia datang ke sana dan agar membuat Sabrina kesal....
...Namun dia malah melihat Sabrina begitu gelisah dalam tidurnya. Apalagi saat mendengar Sabrina berteriak dan Jeff pun segera menghampiri gadis itu....
..."Hei, tenanglah. Aku di sini dan kau akan aman." Jeff bisa merasakan panasnya suhu tubuh Sabrina. Gadis itu sedang demam....
..."Jeff, aku ingin bertemu Ayahku." Sabrina melepaskan pelukannya. "Tolong bawa aku menemuinya, Jeff."...
...Jeff menghapus air mata Sabrina. "Kau harus istirahat dulu, badanmu sangat panas. Aku akan membawamu nanti jika kau sudah lebih baik."...
..."Tidak, Ayah. Ayah, Jeff." Sabrina terus menangis membuat Jeff tak tahan melihatnya....
..."Baiklah, nanti aku akan membawamu bertemu ayahmu. Sekarang tenang dulu." Jeff mengusap kepala Sabrina dan benar saja, gadis itu akhirnya lebih tenang....
...Jeff menatap Sabrina yang kembali terlelap setelah dia berhasil menenangkannya. Bahkan sekarang Sabrina tertidur dengan paha Jeff menjadi bantalannya....
...Jeff menghela napasnya, dia pikir Sabrina sampai demam karena takut pada Dexter tadi. Jeff sudah menyarankan agar dia memanggil Damian saja, namun Sabrina menolaknya....
..."Dia sangat keras kepala. Jika aku tidak mendengarkan perkataannya, sudah aku culik dia sekarang juga." Jeff mengusap kepala Sabrina dengan pelan. Dia pun menyandarkan kepalanya di ranjang Sabrina dan mulai memejamkan matanya....
...Tepatnya pada pukul setengah dua belas, Jeff terbangun karena merasakan pergerakan di pahanya. Dan benar saja, dia melihat Sabrina tampak gelisah dengan mata yang masih terpejam. Gadis itu mengigau dan memanggil nama Ayahnya terus menerus....
..."Sabrina, bangunlah." Jeff menepuk pipi Sabrina agar gadis itu bangun. Namun suhu panasnya semakin tinggi dan Jeff semakin panik....
..."Sial!" Jeff mengukur suhu tubuh Sabrina dan membandingkannya dengan suhu tubuhnya. Gadis itu benar-benar demam tinggi. "Apa yang harus aku lakukan? Memanggil Damian ke sini juga tidak mungkin." Jeff semakin bingung sekarang....
...Jeff sudah kalang kabut karena Sabrina juga terus mengigau. Badannya juga mulai basah dengan keringat....
...Jeff tak punya pilihan lain, dengan cepat dia mengangkat tubuh Sabrina dan menggendongnya....
..."Aku tidak peduli jika dia mengamuk saat sadar nanti, yang paling penting sekarang adalah dia harus segera di periksa oleh Dokter!"...
...Jeff melangkah ke arah balkon, namun belum sempat dia membuka pintu balkon, Sabrina memegang kuat bahu Jeff....
...Jeff terdiam saat wajah hangat Sabrina mengenai lehernya. Dia meneguk susah salivanya dan mencoba menahan dirinya. Akhirnya Jeff berbalik dan memilih keluar lewat pintu utama....
...Dia tidak peduli jika ada yang melihatnya membawa Sabrina pergi dari sana. Karena tidak mungkin jika Jeff melompat dengan menggendong Sabrina....
..."Jika kau masih keras kepala maka aku akan membawamu pada Dexter." Jeff mengusap kening Sabrina sebelum akhirnya mulai melajukan mobilnya....
...Jeff sampai di Mansion nya hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit. Tentu saja karena dia melaju dengan gesit....
...Jeff juga sudah menghubungi Damian dan menyuruhnya segera datang, bahkan jika bisa sebelum Jeff sampai. Namun Damian baru sampai tiga menit dari kepulangan Jeff....
..."Kau lama sekali padahal jalanan sudah sangat sepi!"...
...Jeff menggerutu saat Damian baru saja tiba....
..."Aku juga memiliki keluarga dan kau juga memanggilku tengah malam begini." Damian mengikuti langkah Jeff. Pria itu ternyata membawa Sabrina ke dalam kamarnya....
..."Cepat periksa dia. Demamnya semakin tinggi." Jeffberdiri di tepi ranjang tempat Sabrina terbaring....
...Damian mengangguk dan mulai memeriksa Sabrina. Kemudian dia menatap Jeff yang begitu intens melihat Sabrina....
..."Apa dia habis berenang lama? Suhu tubuhnya sangat tinggi."...
...Jeff menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu. Saat aku datang dia sudah berteriak dan mengigau memanggil Ayahnya. Sepertinya dia bermimpi buruk."...
...Damian mengangguk paham. "Boleh aku periksa yang lainnya?"...
..."Apa maksudmu?" tanya Jeff sedikit bingung....
..."Kau ingat perkataanku waktu itu? Aku ingin memastikan apakah benar atau tidak. Kita bisa melakukan visum selagi dia tidak sadarkan diri."...
...Jeff tak langsung mengiyakannya. Dia berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk setuju. "Baiklah, aku juga sangat penasaran dengan itu."...
...Damian pun mulai kembali memeriksa keadaan Sabrina. Ia juga di bantu oleh Jeff melihat lengan gadis itu yang memang saat pakaiannya sedikit di singkap, terlihat jelas jejak lebam di ke dua tangannya....
...Jeff terdiam dan saling bertatapan dengan Damian. Mereka seakan memiliki pikiran yang sama....
..."A-ayah," Sabrina kembali mengigau yang membuat Jeff kembali menutup lengannya....
..."Sabrina, tenanglah aku di sini." Jeff duduk di tepi ranjang tepatnya di sebelah Sabrina. Dia menggenggam tangan kiri Sabrina yang hangat....
...Damian memilih untuk berdiri di sebelah Jeff. Ia akan melihat perkembangan Sabrina....
...Sabrina perlahan membuka matanya. Kepalanya berdenyut dan rasa pusing yang luar biasa dia rasakan....
...Sabrina meringis dan memegangi kepalanya....
..."Apa ada yang sakit?" tanya Jeff mengusap kepala Sabrina. Dia sedikit menekannya dan memijatnya....
...Sabrina masih menerjapkan matanya. Dia seperti melihat Jeff di depannya sekarang. "Jeff? Apa aku juga bermimpi Jeff?"...
...Jeff menggelengkan kepalanya. "Tidak, ini memang benar aku. Kau tidak sedang bermimpi."...
...Sabrina menarik tangannya yang Jeff genggam. Jeff pun sadar jika dia sudah lancang....
...Namun ternyata Sabrina bukan karena tidak mau di sentuh oleh Jeff, tetapi karena tubuhnya sekarang terasa begitu dingin. Sabrina menggigil kedinginan....
..."Apa kau kedinginan?" kini Damian yang bertanya....
...Sabrina mengangguk. Jeff yang melihat itupun segera menyelimuti tubuh Sabrina. Bahkan dia juga mengubah suhu ruangannya agar sedikit lebih hangat....
..."Aku akan mengambilkan selimut lagi untukmu."...
..."Tidak perlu, Jeff." Sabrina menahan tangan Jeff....
..."Aku tidak apa-apa." Tatapan mata sendunya membuat hati Jeff terasa perih melihatnya. Entah mengapa Jeff merasa jika Sabrina sedang tidak baik-baik saja....
..."Kau istirahat saja. Tidak perlu memikirkan hal apapun karena sekarang kau sedang sakit." Jeff tak jadi untuk mengambilkan selimut dan memilih kembali ke tempatnya....
...Sabrina menatap Jeff dan Damian secara bergantian....
..."Jeff, kenapa aku bisa ada di sini? Aku ingat tadi aku berada di kamarku."...
...Jeff tersenyum kecil. "Aku yang membawamu ke sini karena demam mu sangat tinggi. Kau juga sangat keras kepala dan tidak mau saat aku ingin membawamu ke Dokter."...
..."Ah, kalau begitu aku akan tunggu di luar saja....
...Panggil aku jika kalian butuh sesuatu." Damian memilih untuk menunggu di luar karena berada di sana juga tidak ada gunanya. Sabrina sudah sadar dan itu lebih baik....
...Kini hanya ada Jeff dan Sabrina. Jeff menyuruh agar...
...Sabrina berbaring saja saat gadis itu malah ingin duduk....
..."Jangan keras kepala lagi. Sekarang makanlah dan minum obatmu. Aku akan menyuruh pelayanan untuk membawakan mu makanan, mengerti?"...
...Sabrina terdiam. Dia juga belum makan sejak Gita menghukumnya. Akhirnya karena merasa lapar, Sabrina pun menurut....
..."Gadis pintar. Aku akan segera kembali." Jeff mengusap puncak kepala Sabrina sebelum akhirnya keluar dari kamar itu....
...Sabrina menghela napasnya. Dia tidak pernah menyangka jika tiba-tiba dirinya berada di rumah Jeff. Entah kapan pria itu membawanya ke sana. Sabrina mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar itu....
aku suka
aku suka🥰