NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02. AMSALIR

Langkah Zhen Yi terasa berat saat ia mendekati paviliun timur. Alih-alih suasana sunyi yang ia harapkan untuk sebuah pertemuan pribadi, suara tawa yang kasar dan aroma arak yang menyengat justru menyambutnya di balik pintu geser yang terbuka.

Begitu ia melangkah melewati ambang pintu, suasana seketika berubah.

Di dalam ruangan beberapa sekelompok pemuda berpakaian sutra mewah terlihat tengah berpesta arak dan wanita. Mereka adalah putra-putra dari para pejabat istana yang korup.

Mata mereka yang mulai memerah karena arak langsung tertuju pada Zhen Yi. Tatapan itu mengandung nafsu yang kental.

"Liat siapa yang akhirnya turun dari menaranya," celetuk salah satu pemuda yang duduk di tengah sambil memutar-mutar cangkir araknya.

Beberapa lainnya langsung berdiri dan menghampiri Zhen Yi. "Ternyata benar kata orang. Kecantikanmu sangat mematikan saat di lihat dari dekat. Mengapa kau begitu sombong selama ini, gadis penari?"

Di sudut-sudut ruangan, tampak rekan sesama penghibur menatapnya dengan sinis. Mereka sangat tak menyukai Zhen Yi yang lebih di kagumi dan sikapnya yang terkesan sombong.

Wei Lin yang dulu merupakan penari senior terkenal mendengus pelan, membuang muka sambil mengipasi wajahnya dengan kasar.

"Aku ke sini hanya memenuhi keinginan Nyonya Anye. Tapi sepertinya kalian tidak membutuhkan aku, jadi permisi," sahut Zhen Yi datar.

Namun, saat ingin melangkah keluar tangannya dicengkeram kasar oleh Long Fei. Pemuda itu adalah anak seorang menteri keuangan yang dikenal sombong dan semena-mena.

"Mau ke mana kau? Kau itu terlalu sombong untuk gadis penghibur, kau itu harusnya patuh dan nurut. Atau ... kau memang ingin aku menghancurkan rumah Teratai Merah ini, hah!" ujarnya di ikuti tawa terbahak-bahak.

"Sudah, seret saja dia masuk. Dia memang harus diberi pelajaran supaya tau tempatnya," timpal yang lain.

Zhen Yi berusaha melepaskan cengkeraman tangan Long Fei. Namun, Long Fei justru menarik dan mendorongnya hingga ia tersungkur ke arah meja yang penuh dengan arak.

Seketika beberapa pemuda itu memegang kedua tangannya. Berusaha melecehkannya. Long Fei berjalan mendekat, ia mengambil kendi yang berisi penuh arak dan menuangnya ke tubuh Zhen Yi.

Tawa mereka pecah saat melihat Zhen Yi tak berdaya. Bahkan sesama wanita penghibur yang lain hanya melihatnya dengan miris.

"Hentikan!" teriak Zhen Yi seraya berusaha menutupi tubuhnya yang kini transparan karena basah.

"Wow, kau memang sepesial Zhen Yi. Aku jadi bersemangat," seru yang lain.

Long Fei menarik paksa dirinya. Dia berusaha membuka paksa pakaian Zhen Yi, menyibak kedua tangan dan menarik pakaian bagian luar hingga pundak mulusnya terlihat.

Plak!

Satu tamparan mendarat di wajah Long Fei. Long Fei memegangi pipinya yang memerah, kini amarahnya terasa di ubun-ubun. Sudah lama ia mendambakan Zhen Yi namun selalu penolakan yang ia dapat. Kali ini kesabarannya sudah habis, bagaimana pun ia harus bisa menggauli Zhen Yi.

Tangan Long Fei terangkat tinggi siap mendaratkan pukulan keras ke arah wajah Zhen Yi. Namun, tiba-tiba tangannya terbentur cangkir keramik dengan keras.

"Akkhg ..." rintihnya sembari memegang tangannya yang terasa nyeri.

Seketika semua pandangan teralih ke arah lemparan cangkir itu. Diambang pintu berdiri seorang pria dengan aura yang mematikan. Tatapannya tajam menghujam. Pedang dengan ukiran naga di tangan menambah kesan wibawanya.

"Lepaskan dia!" perintahnya, suaranya berat sarat akan ancaman.

"Sialan! Siapa kau berani memerintahku. Kau tidak tau siapa aku hah?" pekik Long Fei. Ia melepas cengkeramannya dan menghampiri pria itu.

Tanpa aba-aba ia langsung menghantamkan pukulan mentah ke arah pria itu. Namun, dengan gerakan tenang dan penuh perhitungan ia menangkis tinju Long Fei dengan mudah.

Pria itu dengan gerakan cepat dan presisi menghujamkan kepala pedangnya ke arah perut Long Fei hingga membuatnya terpental.

Brug!

Ia terjatuh ke lantai. Tak terima di permalukan, Long Fei meminta yang lain melawan. "Cepat serang dia!"

Yang lain mulai berlari dengan langkah sempoyongan ke arah pria itu. Namun, tak satu pun dari mereka yang dapat menyentuhnya. Justru mereka di buat babak belur.

Melihat suasana semakin kacau, para wanita penghibur lain termasuk Wei Lin lari menyelamatkan diri. Hingga kini tinggal Zhen Yi yang duduk lemas menutupi tubuhnya dengan kedua tangan.

Melihat Zhen Yi begitu rapuh. Pria itu melepas mantelnya dan menutupkan ke tubuh Zhen Yi.

"Kau baik-baik saja, kan?" tanyanya penuh kekhawatiran. Ia menyandarkan satu lengannya di bawah lutut Zhen YI dan lengan lainnya di punggung, lalu mengangkatnya dalam satu gerakan mulus.

Zhen Yi terkesiap, tangannya secara refleks mencengkeram bahu kokoh pria itu. Ia digendong di depan, wajahnya tepat berada di dada pria tersebut. Ia merasakan pria itu tulus dan sentuhannya begitu hangat.

"Mari, aku akan mengantarmu," ucap pria itu dengan lembut.

Zhen Yi hanya mengangguk lemah. Ia membenamkan wajahnya ke dada bidang pria itu. Aroma mint yang menyegarkan sungguh membuatnya tenang.

"Lepaskan dia! Dia milikku malam ini!" teriak Long Fei, namun pria itu tak berhenti. Ia menendang pintu paviliun hingga terbuka lebar, membawa Zhen Yi keluar dari sarang para serigala busuk itu.

Pria itu membawa Zhen Yi melintasi jembatan kayu kecil menuju paviliun Anggrek . Di bawah cahaya rembulan, langkahnya stabil seolah tubuh Zhen Yi tidak ada artinya.

Sesampainya di depan paviliun, pria itu perlahan menurunkannya. Namun, ia tak langsung melepas tangannya dari pinggang Zhen Yi sebelum merasa yakin Zhen Yi dapat menopang tubuhnya dengan baik.

Melihat Nonanya kembali dengan keadaan kacau Dali segera berlari menghampiri. "Nona apa yang terjadi padamu. Apa mereka menyakitimu lagi?"

Dali menghambur ke arahnya. Memeriksa tubuhnya memastikan nonanya baik-baik saja.

"Aku baik-baik saja berkat Tuan ini, Dali. Dia yang menyelamatkan aku dari pemuda mabuk itu," ungkap Zhen Yi.

"Astaga. Jadi mereka yang melakukannya. Padahal Nona hanya tak ingin bekerja menjual diri apa begitu hinakah tinggal di tempat seperti ini," isak Dali pecah. Ia menghampiri pria itu dan membungkuk hormat.

"Sekali lagi terima kasih Tuan. Berkat Tuan, Nona saya selamat kali ini."

Pria itu menatap ke arah Zhen Yi dengan tatapan prihatin dengan apa yang dialaminya. "Tidak masalah. Jika kalian dalam kesulitan jangan sungkan untuk mengatakannya. Aku pasti akan membantu."

Zhen Yi mendongak mencoba menatap mata pria itu. Mereka terpaku, seakan batin mereka sudah terhubung.

"Masuklah dan istirahatlah. Aku harus pergi," ungkap pria itu penuh perhatian.

Zhen Yi mengangguk lemah. "Terima kasih sekali lagi Tuan."

Pria itu berbalik hendak pergi namun, Zhen Yi meraih pergelangan tangannya. "Tunggu Tuan. Jubah Anda."

"Pakai saja. Jika kita ada kesempatan lain kau bisa mengembalikannya padaku," ujarnya seraya melangkah pergi.

Setelah pria itu pergi. Dali segera menutup pintu rapat-rapat lalu berlari ke arah Zhen Yi.

Zhen Yi yang awalnya terlihat lemah dan rapuh mengangkat jubah itu dengan gerakan santai dan menjatuhkan ke lantai. Dali buru-buru memungut dan menggantung di tangannya.

"Nona aktingmu sangat bagus. Semua berjalan sesuai dengan keinginanmu," seru Dali sambil tersenyum lebar.

1
Karin Efendhy
visualnya ga muncul
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: masak sih kak.. tapi di pembaca lain muncul loh
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
berhasil zhen yi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
makin seru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wow tapi kok zhen yi mau aja sih layani kaisar n pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bergerak dengan penuh perhitungan
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
masuk perangkap pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bermain cantik dan halus🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh dali semoga tepat waktu ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
visualnya pas thor💕🌸
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wah ada nama aq di sebut thor, mumpuni🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
jahe merah+kayu manis memang bikin anget tubuh
༺⬙⃟⛅เภє๓🫠
sebenernya Zhen yii punya dendam apa 🤔
Ar_15❄
baru awal lhoo ya....
Ar_15❄
klo mau ada misi jgn pake perasaan deh...
takutnya kacau nnti
Ar_15❄
lhooo kog acting....
mancing sesuatu yaaa
Ar_15❄
baru ini baca genre fantim....
gass aja balas dendam nya💪💪💪
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
hmm mulai nih, pangeran mulai jatuh cinta dan Zhen yi mulai memainan rencana balas dendam nya🤭 tapi takut nya nanti Zhen yi kejebak sama permainan nya sendiri 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
benar" macam tengok dracin 😭😭

sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂‍↕️🙏
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: iyaa kak
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iya makanya kmu hrus hati2
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
good job Zhen Yi. target langsung masuk perangkap 😝🤣🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!