NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Harga Diri vs Paus Sultan

|Dunia Maya - Room PandaLive: SindyKecil|

Komentar Raka yang singkat, padat, dan to the point itu mendarat seperti bom nuklir di kolom chat.

[Sultan] Raka: "Saya nanya ukuran, bukan umur."

Sindy terdiam. Dia membaca kalimat itu berulang kali. Wajahnya yang putih mulus perlahan memerah, menjalar dari leher hingga ke telinga.

Biasanya, kalau ada akun bodong atau "bocil" yang berkomentar mesum seperti itu, Sindy akan langsung memblokirnya atau memaki-maki. Tapi ini... ini akun Sultan level Max. Akun yang namanya bersinar emas. Akun yang kehadirannya saja sudah bikin room jadi ramai.

Sindy menarik napas panjang, mencoba mengembalikan frame dirinya sebagai gadis polos. Dia membusungkan dadanya sedikit, lalu memasang wajah cemberut yang gemoy.

"Ih! Kak Raka nakal banget sih pertanyaannya!" Sindy memukul kamera HP-nya pelan, seolah memukul Raka. "Aku ini masih polos tau! Jangan tanya macem-macem!"

Lalu, matanya melirik ke arah dada sendiri, dan dengan nada suara yang dibuat-buat percaya diri, dia menambahkan, "Lagian... mata Kakak siwer ya? Jelas-jelas ini 36D. D for Dangerous! Jangan sembarangan nebak ah!"

Raka, yang sedang berbaring di kasur empuk Villa Pondok Indah, tertawa ngakak.

"36D gundulmu," gumam Raka. "Sistem gue bilang 36C. Lo mau nipu siapa?"

Panel sistem Raka masih menampilkan data akurat: [Ukuran Atribut: 36C (Natural)]. Memang besar, sangat besar untuk ukuran Asia, tapi mengklaim D itu sudah termasuk marketing fraud.

Raka mengetik balasan dengan santai.

[Sultan] Raka: "Yakin D? Kok detektor saya bilangnya C? Jangan suka nambah-nambahin busa, nanti gerah."

Sindy membaca komentar itu dan langsung skakmat. Matanya melotot lucu. Kok dia tau?! Anjir, ini orang dukun apa gimana?

"K-Kakak sok tau!" Sindy tergagap, wajahnya makin merah karena malu ketahuan. "Isinya asli kok! Nggak ada busa-busaan!"

Kolom chat langsung meledak menertawakan Sindy.

BocilEpep: "WKWKWK KENA ULTI SULTAN!"

PemburuJanda: "Jujur aja Dek, C juga udah tumpah kok."

NetizenGabut: "Sultan mah bebas, matanya ada rontgen-nya."

Sindy cemberut, pura-pura ngambek. "Tau ah! Kak Raka jahat! Baru dateng udah body shaming. Aku end stream nih!"

Ancaman kosong. Mana mungkin dia end stream saat ada paus besar di depan mata.

Raka tersenyum miring. Saatnya masuk ke fase berikutnya: Interogasi latar belakang.

[Sultan] Raka: "Jangan ngambek. Muka kamu cantik, sayang kalau ditekuk. Btw, kamu beneran miskin? Katanya makan garem doang?"

Sindy langsung mengubah ekspresinya menjadi sendu. Mode drama: ON.

"Iya, Kak..." Sindy menunduk, memainkan ujung kaosnya. Matanya berkaca-kaca (akting level FTV). "Aku ngerantau di Jakarta sendirian. Orang tua di kampung lagi sakit. Kiriman telat. Aku beneran nggak punya duit buat makan malem ini. Makanya aku live, berharap ada yang baik hati..."

Narasi yang menyentuh hati. Raka hampir saja percaya kalau saja tidak ada fitur komentar netizen yang maha tahu.

Tiba-tiba, sebuah komentar panjang muncul dari akun bernama IntelKampus.

IntelKampus: "Halah bacot! Gue kemarin liat lo di kantin Binus Anggrek makan Pasta! Lo anak Binus jurusan Fashion Design kan? SPP mahal, gaya elit, di sini ngaku miskin makan garem? Penipuan publik woy!"

Sindy membeku. Wajahnya pucat pasi. Drama "Gadis Desa Malang"-nya hancur lebur dalam hitungan detik.

Netizen1: "Wah parah! Anak Binus ngaku gembel!"

Netizen2: "Bubarin! Report akunnya!"

Netizen3: "Balikin simpati gue!"

Sindy panik. Dia gelagapan. "E-eh... itu... itu bukan aku! Salah orang kali! Muka pasaran kan banyak!"

Raka tertawa sampai perutnya sakit. "Anjir, ketahuan intel. Kasian banget."

Tapi Raka justru melihat peluang di sini. Gadis yang "tertangkap basah" dan "butuh uang" adalah target yang paling mudah dimanipulasi.

[Sultan] Raka: "Udah, nggak usah panik. Saya nggak peduli kamu anak Binus atau anak Presiden. Yang saya peduli, kamu butuh duit kan? Saya punya banyak. Masalahnya, kamu bisa ngasih apa?"

Mata Sindy berbinar membaca kata "Saya punya banyak". Dia langsung melupakan rasa malunya. Insting cuan-nya menyala.

"Ehem..." Sindy berdehem, merapikan rambutnya, mencoba mengalihkan topik. "Ya... aku bisa nyanyi, bisa nemenin ngobrol. Atau... Kakak mau kenalan sama temen-temen aku?"

Sindy mendekatkan wajahnya ke kamera, berbisik seolah ngasih info rahasia.

"Jujur ya Kak, di kampus aku, Binus, itu gudangnya cewek cakep. Temen-temen sekelas aku spek model semua. Kalau Kakak mau... aku bisa kasih kontaknya. Tapi..."

Sindy menggesekkan ibu jari dan telunjuknya. Kode uang.

"Sawer Jet Pribadi (Rp 500.000) dulu dong. Satu kontak, satu jet. Murah kan?"

Raka menggelengkan kepala. Gila, ini anak bakat jadi mucikari. Temen sendiri dijual gopek.

[Sultan] Raka: "Jet Pribadi? Murah amat harga temen kamu. Saya kira sekelas Binus harganya minimal Paus (Rp 2 Juta)."

Sindy: "..."

Mulut Sindy menganga. Hah? Dia yang nawar lebih tinggi?!

"E-eh... iya maksud aku Paus! Hehe, aku salah ngomong tadi. Paus kok! Paus!" Sindy buru-buru ralat, matanya hijau melihat potensi uang.

[Sultan] Raka: "Nggak minat. Temen kamu nggak penting. Yang saya mau kontak kamu. Mana WA-nya?"

Sindy terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Diminta WA sama Sultan? Biasanya dia jual mahal. Tapi mengingat dompetnya yang tipis dan tagihan kost yang menunggak...

"Kalau WA aku... gratis kok buat Kakak," kata Sindy dengan suara manja, mengedipkan sebelah mata. "Tapi DM aja ya, jangan di sini. Nanti diteror bocil."

|WhatsApp Chat - Private|

Satu menit kemudian, notifikasi WA Raka berbunyi.

Sindy Aurelia: "Halo Kak Raka... Ini Sindy yang tadi 👉👈" Sindy Aurelia: "Makasih ya udah mampir. Kakak beneran mau sawer aku?"

Raka tersenyum miring. Ikan sudah memakan umpan. Sekarang saatnya menarik joran.

Raka: "Saya nggak suka basa-basi. Saya mau main game. *Truth or Dare* versi Sultan."

Sindy Aurelia: "Game apa tuh Kak? Jangan yang aneh-aneh ya... Aku anak baik-baik loh."

Raka: "Simpel. Saya kirim gift, kamu lakuin apa yang saya suruh. Deal?"

Sindy Aurelia: "Tergantung suruhannya apa dulu dong... Kalau suruh buka baju, maaf ya Kak, harga diri aku nggak bisa dibeli. Aku punya prinsip!"

Raka mengetik balasan dengan cepat. Inilah momen kuncinya.

Raka: "Nggak perlu buka baju. Saya cuma butuh validasi." Raka: "Saya kirim gift... kamu panggil saya 'PAPI' (Daddy) di live stream. Harus kenceng, harus manja, dan harus ikhlas."

Hening sejenak.

Di kamar kostnya, Sindy membaca pesan itu dengan wajah ilfeel campur bingung. Dih? Fetish macam apa ini? Cuma minta dipanggil Papi?

Sindy Aurelia: "Ih... Kakak kok gitu sih? Aneh banget. Maaf ya Kak, aku geli manggil cowok asing Papi. Aku punya harga diri. Aku bukan cewek gampangan yang bisa disuruh-suruh cuma gara-gara duit."

Sindy Aurelia: "My dignity is not for sale! 😤"

Raka tertawa membaca balasan sok idealis itu. "Harga diri ya? Oke. Mari kita cek harga pasaran harga diri anak Binus semester 3."

Raka membuka aplikasi PandaLive kembali. Dia membuka menu Gift. Dia memilih item paling mahal, paling legend, dan paling jarang dikeluarkan karena harganya yang nggak ngotak.

[Gift: UNIVERSE (Semesta)] Harga: 30.000 Koin (Setara Rp 3.000.000,- sekali klik)

Raka menekan tombol SEND.

|Dunia Maya - Room PandaLive: SindyKecil|

Di layar HP Sindy, tiba-tiba terjadi ledakan visual.

Langit-langit chat room berubah menjadi gelap gulita penuh bintang. Sebuah animasi galaksi raksasa muncul, berputar indah dengan efek suara orkestra yang megah. Planet-planet berbaris, dan di tengahnya muncul tulisan raksasa:

[SULTAN "RAKA" SENT UNIVERSE x1]

Seluruh server PandaLive gempar. Notifikasi Global Broadcast muncul di semua room streamer lain. "Sultan Raka just dropped a UNIVERSE in SindyKecil's Room!"

Ribuan penonton dari room lain langsung migrasi masuk ke room Sindy. Viewer melonjak dari 45 jadi 5.000 dalam 3 detik.

Sindy? Sindy melongo. HP-nya hampir jatuh. Matanya yang bulat semakin bulat sempurna melihat animasi 3 Juta Rupiah meledak di layarnya.

Tiga. Juta. Rupiah. Sekali klik. Itu cukup buat bayar kost 2 bulan plus makan enak tiap hari!

Ponsel Sindy bergetar. Pesan WA dari Raka masuk.

Raka: "Dignity not for sale, huh? Sayang banget. Padahal saya mau kirim 5 lagi."

Pertahanan Sindy runtuh seketika. Tembok idealisme yang dia bangun setinggi langit, hancur lebur dihantam meteor duit. Persetan dengan harga diri. Harga diri nggak bisa dimakan!

Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, Sindy mendekatkan wajahnya ke kamera. Matanya berbinar, senyumnya merekah lebar, suaranya berubah menjadi sangat lembut, manja, dan... syahdu.

"PAPIIIIII!!!!!" teriak Sindy histeris namun kawaii.

"Aaaaakkk!!! Makasih Papi Rakaaa Sayanggg!! Muah! Muah!" Sindy memberikan kiss bye bertubi-tubi ke kamera.

"Papi Raka emang paling gagah! Paling kuat! Paling The Best! Papi, lagi dong Papi! Sindy mau liat galaksi lagi! Sindy kangen liat bintang!"

Netizen di kolom chat langsung muntah berjamaah.

BocilKematian: "ANJIR LANGSUNG BERUBAH!"

IntelKampus: "Tadi katanya punya harga diri? Wkwkwk."

Penonton: "Uang berbicara, idealisme merana."

Raka di kamarnya tertawa puas. Misi berhasil. Sistem di kepalanya berbunyi.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!