NovelToon NovelToon
PENYESALAN DI UJUNG TALAK

PENYESALAN DI UJUNG TALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gibrant Store

Karena keinginan Laras, Rangga melepas semua beban yang selama ini menghimpit dadanya. Satu kata talak sudah cukup untuk mengakhiri pengabdian tulus yang selama ini diinjak-injak.
Namun, dunia seolah berputar. Saat Rangga mulai menata hidup yang baru, Laras yang dulu menghancurkannya kini bersimpuh di kakinya. Memohon satu kesempatan yang sudah mustahil untuk diberikan.
"Jangan mengejar apa yang sudah kau buang, karena hatiku bukan tempat untuk pulang bagi pengkhianat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gibrant Store, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAMU DARI MASA LALU

Malam di Bandung kali ini terasa hidup sekali. Lampu-lampu kota berpijar cerah, bersaing dengan ribuan bintang yang bertebaran di langit. Di trotoar depan ruko Pak Haji yang luas, Angkringan Berkah tampak seperti oase bagi mereka yang lapar akan kehangatan. Asap dari panggangan sate mengepul cantik, membawa aroma jahe bakar dan kecap manis yang menggoda siapa saja untuk mampir. Suasana ramai sekali, penuh dengan tawa para pelanggan yang sebagian besar adalah anak muda dan pekerja kantoran yang baru pulang kerja untuk menghilangkan penatnya bekerja.

Rangga berdiri di balik gerobak dengan gerakan yang sangat luwes. Penampilannya berubah total. Dia memakai kemeja flanel rapi dengan lengan yang digulung sampai siku, menampakkan lengan kokoh yang kini sudah tidak lagi dipenuhi oli hitam lagi. Wajahnya tampak segar, auranya memancarkan ketenangan seorang pria yang sudah selesai dengan badai masa lalunya yang pahit. Dia tertawa kecil sambil menyapa pelanggan, tangannya lincah membakar sate usus kesukaan langganannya. Dia tampak sangat gagah, tipe pria yang dihormati karena kerja kerasnya, bukan karena warisan.

Di seberang jalan, di balik bayang-bayang pohon peneduh yang gelap, seorang wanita berdiri mematung. Laras menatap pemandangan di depannya dengan mata yang terasa panas. Jantungnya berdegup kencang sekali sampai terasa menyesakkan dada. Dia hampir tidak mengenali pria yang sedang tertawa di sana adalah Rangga—suami yang dulu dia usir di tengah hujan deras. Rangga yang dulu kumal dan selalu menunduk di hadapannya, kini tampak begitu bersinar.

"Itu... itu beneran Mas Rangga?" bisik Laras lirih. Suaranya gemetar, tertelan bising knalpot kendaraan yang lewat.

Laras menatap sekeliling angkringan itu. Tempatnya bersih sekali, estetik dengan lampu-lampu gantung kekinian. Pelanggannya pun bukan sembarang orang; ada mobil-mobil bagus terparkir di depannya. Dada Laras terasa seperti dihantam palu besar. Dia membayangkan, harusnya dia yang duduk di sana sebagai nyonya besar pemilik usaha ini. Harusnya dia yang menikmati semua hasil keringat Rangga. Tapi sekarang, dia cuma berdiri di kegelapan sebagai orang asing yang bajunya sudah lusuh dan baunya apek karena perjalanan jauh.

Seketika, tatapan Laras beralih ke arah seorang gadis yang sedang membawa nampan berisi gelas-gelas teh hangat. Gadis itu, Syakira, bergerak sangat anggun dengan gamisnya yang sederhana tapi elegan. Yang bikin hati Laras makin hancur adalah saat dia menatap Rinjani berlari kecil menghampiri Syakira. Rinjani tertawa lepas, memeluk pinggang Syakira dengan sangat manja. Mereka berdua tertawa bersama, seolah-olah sudah ada ikatan batin yang sangat kuat di antara mereka.

Laras merasa dunianya benar-benar runtuh. Posisinya sebagai ibu dan istri sudah digantikan seutuhnya oleh wanita lain yang tampak jauh lebih tulus dan lembut. Kenapa bukan aku yang ada di sana? Kenapa anakku malah lebih bahagia sama orang asing? batin Laras penuh kecemburuan yang membakar jiwa. Dia merasa sangat kerdil menatap Syakira. Gadis itu punya semua yang tidak dimiliki Laras: ketenangan, kesantunan, dan cinta yang tulus.

Dengan kaki yang terasa berat seperti diseret beban berton-ton, Laras memberanikan diri menyeberang jalan. Dia melangkah ragu menuju area terang angkringan itu. Penampilannya benar-benar menyedihkan. Bajunya lecek, wajahnya kuyu dengan kantung mata yang menghitam karena tekanan hidup di Jakarta. Dia tampak jauh lebih tua dari usia aslinya. Orang-orang di sekitar sana sempat meliriknya dengan pandangan heran, mungkin mengira dia adalah peminta-minta yang tersesat.

Laras berhenti tepat di pinggir meja paling pojok. Napasnya tersengal. Dia menatap punggung Rangga yang masih sibuk membelakangi jalan.

"Mas... Mas Rangga..." suara Laras keluar dengan sangat kecil, hampir tak terdengar.

Rangga menghentikan aktivitasnya. Bahunya sedikit menegang. Dia mengenali suara itu—suara yang dulu pernah sangat dia cintai, tapi juga suara yang menghancurkan hatinya berkeping-keping. Rangga perlahan memutar tubuhnya. Begitu dia menatap sosok di depannya, matanya yang tajam tidak menunjukkan emosi apa pun. Tidak ada kemarahan, tidak ada dendam, cuma ada kekosongan yang sangat dingin.

"Mau apa kamu ke sini, Laras?" tanya Rangga datar sekali. Nada bicaranya begitu tenang sampai-sampai Laras merasa lebih sakit daripada dimaki-maki.

"Mas... aku... aku mau minta maaf," Laras mulai terisak. Air matanya jatuh, merusak riasan wajahnya yang sudah berantakan. "Aku sudah sadar Mas. Badru cuma tipu aku. Hidupku hancur sekali di Jakarta. Aku diusir dari apartemen, dikejar utang... tolong aku, Mas."

Rangga cuma menatapnya tanpa kedip. "Lalu, hubungannya sama aku apa? Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau aku ini parasit yang cuma bisa bikin hidupmu susah?"

"Aku salah, Mas! Tolong kasih aku kesempatan lagi demi Rinjani deh. Dia butuh ibunya, Mas!" Laras mencoba meraih tangan Rangga, tapi Rangga dengan cepat menarik tangannya menjauh.

Seketika, Rinjani yang tadi asyik bermain dengan Syakira menoleh karena mendengar keributan kecil. Mata bulat bocah itu menatap ke arah Laras. Laras langsung memasang wajah memelas, berharap anaknya akan berlari dan memeluknya seperti dulu. "Rinjani... Sayang... ini Ibu, Nak. Sini sama Ibu..."

Tapi yang terjadi justru sangat menyayat hati Laras. Rinjani tidak berlari mendekat. Bocah itu malah menunjukkan raut wajah ketakutan. Bayangan tentang Laras yang sering membentaknya, yang mendorong ayahnya keluar rumah, seolah kembali menghantui ingatannya. Rinjani justru mundur perlahan, lalu dengan cepat bersembunyi di belakang kaki Syakira. Dia memegang erat ujung gamis Syakira sambil mengintip ketakutan.

"Nggak mau... Ibu galak. Rinjani mau sama Kakak Cantik aja," bisik Rinjani lirih, suaranya bergetar mau nangis.

Syakira yang tidak tahu apa-apa cuma bisa terdiam kaku. Dia merangkul bahu Rinjani untuk menenangkannya, lalu menatap Rangga dengan pandangan bertanya-tanya. Di posisi itu, Laras merasa seperti benar-benar terbuang dari dunia. Anak kandungnya sendiri lebih memilih berlindung di balik punggung wanita lain daripada menyentuhnya.

"Rinjani... kok gitu sih sama Ibu? Ini Ibu kandung kamu, Nak!" jerit Laras pilu, dia jatuh bersimpuh di atas paving blok.

"Kamu dengar sendiri kan, Laras?" Rangga bicara pelan, matanya menatap tajam mantan istrinya itu. "Anak kecil nggak bisa bohong. Dia tahu siapa yang tulus sayang sama dia, dan siapa yang cuma jadi sumber ketakutannya. Mending kamu pergi sekarang juga deh, sebelum suasana makin berantakan."

Laras menangis makin kencang, menunduk hingga dahinya hampir menyentuh tanah. Dia benar-benar merasakan apa itu karma. Dulu dia membuang berlian demi sampah berlapis emas, dan sekarang saat sampah itu membusuk, dia tidak punya tempat lagi untuk kembali. Dunianya sudah hilang, dan Rangga bukan lagi pelabuhan tempatnya bisa bersandar seenaknya.

1
Vq S
nyesel muji tadi katanya udah bijak padahal masih dablek
Tinta Emas: kadang sisi jelek seorang pria selalu ada...
total 1 replies
Vq S
Dia mulai bijak
Tinta Emas: mudah-mudahan
total 1 replies
awesome moment
smg arka tdk merasa dipinggirkan
Tinta Emas: ya seperti yang saya harapkan juga begitu.
total 1 replies
awesome moment
g bkl.an dpt klo.msh mode mendewakan uang
awesome moment
untg msh punya kesempatan. gunakan
Tinta Emas: betul itu bang
total 1 replies
Masha 235
ck..ck...nyesel sambel
Tinta Emas: oh begitu..!
total 3 replies
awesome moment
mmg hnya ibu a.k.a istri ug multi tasking.
Tinta Emas: paket komplit
total 1 replies
Sri Khayatun
aku suka ceritanya ...sangat sopan..tetap semangat thor🙏😍😍
Tinta Emas: terima kasih ka
total 1 replies
awesome moment
rangga, stop dgn pengulangan kesalahan. udh bolak balik dpt kesempatan lho. jgn smp abis kesempatannya
Tinta Emas: kadang pria selalu terbawa emosi
total 1 replies
awesome moment
pengaco sll siap sedia
Tinta Emas: itulah problema kehidupan
total 1 replies
awesome moment
andai d persahabatan seloyal tu. mgk...pelukan teletubbies msh bisa dirasakan.
Tinta Emas: benar abangku
total 1 replies
awesome moment
haikal?,
Tinta Emas: benar, muncul dia
total 1 replies
awesome moment
😭😭😭
Nancy Nurwezia
cobalah bermain cantik juga rangga.. jangan emosi yang dikedepankan melulu.. cari cara buktikan bahwa anwar dan pak haji itu licik..
Tinta Emas: betul nona
total 1 replies
awesome moment
saatnya menghilang. biarkan waktu yg bicara..bawa rinjani. mulai smuanya dri awal. minta bantun penulis cerita. biar chapter ikan terbangnya jgn panjang2. 😄😄😄terlihat bgts bhw emosi bisa merubah smuanya.
Tinta Emas: Harusnya yang benar itu dari BAB 29.SISA ABU DAN RETAKNYA PUALAM BAB 30.DI AMBANG MAUT DAN PENEBUSAN BERDARAH. 31.KEHILANGAN YANG MENYAKITKAN 32.TIPU MUSLIHAT, 33.LUKA TAK BERNANAH, 34.GEROBAK MASA LALU, 35.SURAT DARI SYAKIRA 36.USAHA MENEMBUS PINTU
total 2 replies
Meliandriyani Sumardi
salam kenal kak
Tinta Emas: salam
total 1 replies
awesome moment
org yg bisa bertahan di titik terendah, dia sll punya cara utk ttp hidup. bahkan di alam paling liar 1x pun.
Tinta Emas: Dia tau harus bagaimana
total 1 replies
awesome moment
10 tahun? menyembunyikan? hirang kayah mmg kdg buta tuli
Tinta Emas: bisa begitu ya
total 1 replies
Anonymous
langsung emosi.. padahal datar aja dulu kasih tempat buat duduk kasih minum lalu dengerin baru setelah dengar dengan ekspresi seakan berfikir kemudian tersenyum merekah "lalu apa hubungannya dengan saya?"
Tinta Emas: ya juga bang hehe
total 1 replies
Anonymous
harusnya Rangga gak usah terlalu blak blakang sama orang asing .. cukup disimpan rapat rapat cerita keluarga nya orang lain gak usah tau
Anonymous: maksudnya kan itu Syakira orang lain gitu Thor, kalau tiba tiba cerita kayak gitu pangdangan nya kayak memang tersakiti tapi pengen membuat orang simpati gitu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!