NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Rumah tua peninggalan keluarga Azalea masih berdiri kokoh di ujung jalan desa. Catnya memang sudah memudar, beberapa bagian dinding tampak retak dimakan usia, tetapi bangunan itu tetap memancarkan kehangatan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Seolah setiap bata dan kayunya menyimpan doa orang-orang yang pernah tinggal dan bertumbuh di dalamnya.

Enzo memarkirkan mobil di halaman depan yang cukup luas. Mesin dimatikan, tapi tak satu pun dari mereka langsung turun. Keheningan sesaat menyelimuti kabin mobil, seakan masing-masing sedang menyiapkan hati.

Elora menempelkan wajahnya ke kaca jendela, matanya berbinar menatap rumah itu. “Ini rumah Mommy?” tanyanya pelan, nada suaranya penuh rasa ingin tahu.

“Iya, Sayang,” jawab Azalea sambil tersenyum lembut. Senyum yang mengandung rindu dan luka sekaligus. “Yuk, turun.”

Elora membuka pintu dengan semangat, sementara Erza turun lebih pelan. Tatapannya menyapu halaman, berhenti pada sudut-sudut tertentu, seolah ada sesuatu yang berusaha ia ingat.

Bagi Enzo, tempat ini bukan sepenuhnya asing, tapi juga bukan rumah. Saat masih menjadi suami Jasmine, ia memang jarang datang ke sini. Hidupnya kala itu dihabiskan di Jerman mengurusi perusahaan keluarga yang hampir tumbang akibat krisis ekonomi global. Namun, seberapa sibuk pun ia, Enzo selalu mengantar Jasmine sampai ke bandara setiap kali istrinya pulang ke kampung, dan menjemputnya kembali saat waktu cutinya usai.

Halaman itu sunyi. Rumputnya dipangkas rapi, meski jelas bukan halaman yang setiap hari diinjak pemiliknya.

Erza melangkah maju beberapa langkah, lalu berhenti mendadak. Matanya terpaku pada sebuah ayunan tua yang tergantung di bawah pohon mangga besar ada ayunan dari ban bekas, talinya sudah tampak kusam dimakan waktu.

“Mommy, itu ....” Erza menunjuk, alisnya berkerut.

Azalea mengikuti arah tunjukannya. Dadanya langsung terasa sesak.

“Dulu, Mommy suka main ayunan sama kamu di sana,” ucapnya pelan. “Apa kamu ingat?”

Erza mengangguk pelan. “Samar-samar. Tapi rasanya tidak asing lihat ayunan itu.”

Azalea menelan ludah. Ia tahu, memori kecil yang tersisa itu adalah bukti cinta Jasmine yang tertinggal di hati anaknya.

Enzo memandang ayunan itu dari kejauhan. Ini adalah kali ketiga ia menginjakkan kaki di halaman rumah ini. Namun, setiap kedatangan terasa berbeda. Dua kunjungan sebelumnya ia lakukan dalam diam setiap tahun, tepat di hari kematian Jasmine. Ia datang sendiri ke makam istrinya, tanpa sepengetahuan siapa pun. Hanya ia, doa, dan rasa bersalah yang tak pernah benar-benar pergi.

Langkah kaki tergesa terdengar dari arah samping rumah.

“Lea! Akhirnya kamu pulang!”

Seorang pria tua berusia sekitar enam puluh tahun datang dengan langkah terburu-buru. Wajahnya penuh keriput, tapi senyumnya hangat dan tulus.

“Abah!” Azalea segera menghampiri. “Sehat, Bah?”

Ia mencium tangan pria itu dengan takzim.

“Alhamdulillah,” jawab Abah Iip sambil mengusap kepala Azalea penuh sayang.

Erza dan Elora ikut maju, meniru apa yang dilakukan Azalea. Keduanya mencium tangan Abah Iip dengan sopan.

“Masyaallah, anak-anak siapa ini?” tanya Abah Iip, lalu matanya tertuju pada Enzo. Ia terbelalak.

“Loh, kamu kan suaminya Jasmine?!”

Enzo mengangguk pelan. “Iya, Bah.”

Pandangan Abah Iip berpindah cepat ke Erza dan Elora. “Jangan-jangan, ini anak-anaknya Jasmine?”

Azalea dan Enzo mengangguk bersamaan.

“Benar, Bah,” ujar Azalea. “Mereka anak almarhum Kak Jasmine. Ini Erza,” ia menunjuk putranya, “anak yang dulu sering diajak Abah ke empang buat nangkap ikan.”

Mata Abah Iip berkaca-kaca. Ia mendekat, lalu menepuk bahu Erza perlahan.

“Wah, sudah besar kamu, Nak.” Senyumnya mengembang penuh bangga. “Sudah Abah duga, kamu akan tumbuh jadi anak yang tampan dan cerdas.”

Erza tersipu, menunduk malu. Meski asing, kata-kata itu terasa hangat di hatinya.

Abah Iip lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kunci.

“Ini kunci rumahnya.”

Azalea menerimanya dengan kedua tangan.

“Rumah ini selalu kami rawat,” lanjut Abah Iip. “Biasanya dipakai warga kalau ada tamu menginap atau acara syukuran.”

“Kemarin, Pak Mamat ngadain akikah cucunya di sini,” tambahnya. “Rumah mereka kecil, nggak muat tamu. Tapi tenang, sudah dibersihkan lagi.”

Azalea tersenyum haru. “Syukurlah kalau rumah ini bisa bermanfaat untuk orang lain. Semoga jadi ladang ibadah buat kakek dan ayah saya di akhirat.”

“Aamiin,” sahut Abah Iip.

Ia lalu menatap Enzo lagi, alisnya berkerut. “Tapi, kok kamu bisa bareng sama dia, Lea? Bukannya kamu tinggal di Jerman?”

Azalea menarik napas dalam-dalam.

“Aku bertemu Mas Enzo di kota, Bah,” jawabnya jujur. “Dan sekarang … aku yang jadi istrinya. Kami sudah menikah.”

“Apa?!” Abah Iip terkejut bukan main. Matanya membesar, tubuhnya mundur setengah langkah.

“Ka-mu me-nikah dengan suami kakakmu sendiri?”

Suasana mendadak hening. Angin berdesir pelan, menggoyangkan daun mangga di atas mereka.

Azalea menunduk, sementara Enzo berdiri tegak, wajahnya tegang. Erza dan Elora saling berpandangan, tak sepenuhnya mengerti, tapi merasakan beratnya suasana.

Kebenaran itu akhirnya terucap. Dan rumah tua itu kembali menjadi saksi, bahwa hidup memang tidak selalu berjalan lurus, tetapi cinta dan tanggung jawab kadang memilih jalan yang paling sunyi.

***

Teman-teman hari ini aku mau melakukan donor darah karena Uwa ku mau menjalani operasi. Mohon doanya, ya, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar.

1
Someone
👍💪
Someone
💪💪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah inilah kenapa jangan makan uang haram, atau ngambil suami orang, jadi nggak berkah kan idup nya 🙏☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah setidaknya lea dr keluarga baik2 bukan hasil anak gundik yg ngerebut kebahagiaan keluarga orang kayak yg ngatain 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin aja udah sejahat apa dia sm lea tp suami nya lea mutasi dia aja masih baik banget di boyong se-nadia & nadin nya 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
udah kalah di duit kalah juga dr dia ngetreat lea di masalalu, kok bisa semantep itu ngajak rujuknya wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ada manusia manusia modelan begini di muka bumi ini sih wkwk suka banget ngasih kesimpulan dr apa yg di liat trus di omong2in ke orang2 😩 capek2 di buat dr debu sm Tuhan masa fungsi nya cuma ghibah 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ih makasih lho mbak nad udah ngambil cowo medhit nan kikir ini wkwk kalo bisa jangan di lepas ya biar jd ladang pahala mbak nad seumur hidup biayain laki medhit ini 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sumpah ini kalo enzo ketemu sm reza pasti otak dia bayangin sekecil apa punya reza 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
random sih tp lucu banget "berdiri mami elsa yg duduk di kursi roda" 😅 bayangin berdiri sambil duduk 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata oma elsa kalo waras bijak banget, bangga deh oma 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
paham sih enzo ngalamin kayak birthday blue karena ngingetin dia sama hr kematin mendiang isteri, tapi di sisi nya si anak dia juga berhak di rayakan walapun hr lahir nya juga harus membersamai hr meninggal nya ibu nya, toh ga ada manusia di dunia ini yg pengen hr lahirnya juga jd hari kematian orang yg di sayang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Aah i see, dia jd trauma sama orang2 dr kampung atau di anggap miskin karena di anggap selalu jadiin "nikah sm orang kaya" sebagai jalan pintas bahkan sampe jd simpenan. Tapi semoga di bisa liat ketulusannya lea sama keluarga dia ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yeee bilang aja situ medhit, orang isteri sendiri masa di bilang numpang hidup 😒 lah ibu mu juga numpang idup dong dr bapak mu 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah pantesan, akhirnya terjawab sudah pertanyaan ku wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah jd beneran mertua nya jasmine sm adek nya jasmine ga kenal? 😅 penasaran banget pas nikahan dulu emang si jasmine ga ngenalin keluarga nya apa gimana
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok kenalan lagi sih emang pas kakak lu dilamar sampe nikahan ni keluarga ga saling kenalan kah? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah gimana sih bukannya ini mama mertua nya jasmine kakak nya lea kan? emang dia pas nikahan jasmine sm enzo ga ketemu sama keluarga menantu nya sampe adek dr menantu nya ga ngenalin? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo emang si reza sama nadia selingkuh ya udahlah ya tapi masalahnya ini dia pake jabatan nya dia buat bikin orang yg ga ada masalah personal sm dia jd ga bisa kerja, bener2 ya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
biarin aja bude, coba dia ganti isteri pengen tau rejeki nya masih sama apa enggak 😏 kata orang kan beda pasangan beda rejeki, nah kalo habis ini dia kere brati bener doa isteri nya yg bikin rejeki dia deres 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!