NovelToon NovelToon
Takdir Hidup Anak Brokem Home

Takdir Hidup Anak Brokem Home

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Balas Dendam
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ariyanteekk09

"Rania apa yang kamu lakukan di kamar berdua'an dengan papa kamu" teriak Ririn.

"ini tidak seperti yang bunda pikiran. om haikal yang memaksa aku masuk kamar bunda" Rania ketakutan.

"bohong itu sayang, anakmu ini yang goda mas" haikal memfitnah Rania.

plak

"kurang ajar kamu Rania.. berani banget goda suami bunda.. mending sekarang kamu pergi dari sini!! biar kamu tinggal dengan ayahmu saja" Rania di usir sama Ririn dari rumah nya.

Rania azura rinjani, gadis 16 tahun yang harus menjalani hidup sengsara semenjak kedua orang tuanya memilih berpisah dan mempunyai keluarga baru.

Rania dia abaikan oleh kedua orang tuanya dan lebih perhatian dengan keluarga barunya.. baik rumah ayah maupun bunda nya seperti neraka baginya.

"Tuhan gue harus kemana ini.. pulang ke rumah ayah gue pasti di siksa habis-habisan sama istri baru ayah.. menetap di sini pun tidak aman karena suami bunda yang bajingan itu pasti kembali melecehkan gue" Rania menangis di kamar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 06

 "Kenapa lo diam aja saat Rania menyiram lo dengan kuah bakso jihan" kata digo sambil mengobati luka jihan.

"Tidak apa-apa kok digo. Mungkin Rania tidak sengaja seperti perkataan anak-anak di kantin tadi" jihan pura-pura memaklumin aja.

"Kenapa tatapan Rania sangat menyeramkan sih semenjak pulang penukaran pelajar.. Dia seperti bukan Rania yang mudah di tindas" batin jihan.

Rania mengajak kedua sahabat nya kembali ke kelas karena sebentar lagi Bell masuk berbunyi.

"Guys ini nomer baru gue simpan ya.. Hp gue yang dulu itu jatuh dan rusak" Rania memberikan aira dan Mila nomer baru nya.

"Pantesan lo susah di hubungi ternyata hp lo rusak toh" ucap Mila.

Jam pulang sekolah pun tiba, anak-anak langsung bergegas keluar dari kelas.. Jihan kembali berulah. Raihan dan sinta menjemputnya kesekolah dan jihan mengambil kesempatan itu untuk mengadu sama raihan.

Sinta yang melihat putri nya keluar dari sekolah sangat berantakan langsung turun dari mobil.

"Sayang jangan lari-lari, ingat kamu lagi hamil" ujar Raihan.

"Sayang kamu kenapa, kok pipi kamu merah seperti baru di tampar dan tangan kamu di perban" tanya sinta.

"Ini semua ulah Rania mama, ayah. Tadi siang dia dengan sengaja menyiram kuah bakso di tangan ku dan tadi sebelum Bell pulang Rania menampar aku di toilet.. Padahal aku tidak ada salah sama dia" jihan menangis di pelukan sang mama.

"Masih hidup ternyata anak itu, ayah kira dia sudah tiada karena menghilang tanpa kabar" ujar Raihan.

"Selama ini Rania mewakili sekolah dalam penukaran pelajar ayah. Hari ini dia masuk sekolah kembali".

"Ini tidak bisa di biarin mas,, kamu harus beri Rania pelajaran. Berani banget bikin jihan seperti ini" sintia tidak terima.

"Kalian tenang aja, sampai di rumah mas akan pukul dia" janji raihan. Mereka menunggu Rania keluar dari sekolah.

"Tamat lah riwayat mu Rania. Siapa suruh lo berani dengan gue" batin jihan. Dia sudah tidak sabar mendengar teriakan memohon Rania.

Rania dan kedua temannya pun tiba di parkiran. Aira mau mengantarkan Rania pulang tapi Rania menolak. Dia sudah di jemput juga.

"Nia lihat tuh bokap biadap lo lihat kearah sini, seperti nya jihan sudah mengadu yang gak-gak padanya" tunjuk aira.

"Sudah pasti itu" ujar Mila.

"Kalian tenang aja.. Si tua bangka itu tidak akan pernah bisa memukul gue lagi.. Santai guys" Rania menenangkan kedua sahabat nya. Dia tahu sahabatnya itu menghawatirkan diri nya sekarang ini.

"Kalian pulang duluan sana. Gue kedepan dulu".

" lo yakin gak apa-apa dan gak butuh di temanin".

"Gue gak apa-apa aira.. Cepat pulang sana bukan kah lo ada acara keluarga".

Aira dan Mila pun pulang dengan mobil masing-masing.. Rania menyakinkan mereka kalau dirinya tidak apa-apa.. Setelah Mila dan aira sudah pulang baru Rania kedepan.

Raihan sudah menunggu dirinya untuk memarahinya dan memaki nya. Rania dengan santai melewati ayah nya itu.

"Rania tunggu kamu mau kemana?".

"Ya pulang lah, emang mau kemana lagi" jawab Rania.

"Mau pulang kemana kamu?".

"Tentunya bukan rumah ayah lah ".

" jangan kurang ajar kamu Rania. Kenapa kamu menampar jihan sampai muka merah " Raihan meninggikan suaranya.

"Berani banget kamu menampar anak saya sialan.. Kamu juga menyiram tangannya dengan kuah bakso" marah sinta.

"Gue nampar lo kapan.. Setelah kejadian di kantin kan kita tidak pernah bertemu".

" lihat yah dia tidak mau mengakui perbuatannya " desis jihan.

Rania yakin jihan buat drama lagi sekarang. Rania pun menuju ke arah jihan dan tampa basa-basi langsung menampar nya.

Plak plak.

"Ini baru namanya gue nampar lo.. Gue pulang dulu bayyy" tanpa rasa bersalah Rania meninggalkan ketiga orang itu.

Raihan menatap kepergian Rania dengan tajam.. Dia melihat anaknya itu masuk ke mobil mewah.

"Mobil siapa Rania naikin itu" raihan penasaran.

Mending kita pulang sekarang mas dan buat perhitungan sama Rania di rumah.. Aku yakin dia pasti pulang ke rumah habis mau kemana lagi dia " ajak sintia.

Mereka pun masuk mobil.. Jihan memegang pipinya yang di tampar oleh Rania.. Tamparan itu sangat keras. Kini pipinya benar-benar merah.

******

     Tak terasa kini Rania mau kelas 12 aja, hari ini pembagian rapot kenaikan kelas.. Semua wali datang untuk mengambil rapot anaknya.

Rania tidak menyuruh daddy nya untuk mengambil rapotnya.. Dia belum mau menunjukkan kehidupannya yang sekarang sama semua orang.. Biasanya sang bunda yang ambilin tapi sekarang Rania tidak menyuruh nya.

Raihan pusing dengan kelakuan Rania dan sampai sekarang Rania pun tidak pulang ke rumahnya.. Entah anak itu tinggal dimana.

Jihan pun frustasi karena tidak bisa mengerjai Rania seperti dulu lagi.. Setiap dia mau menjebak Rania tapi tidak pernah berhasil malah dirinya yang selalu kena.

Raihan dan sinta sudah datang ke sekolah. Perut sinta sudah kelihatan. Mereka yakin jihan lah yang akan dapat juara 1.

Raihan bertemu dengan Rania yang baru datang juga ke sekolah.. Kini tidak ada lagi tatapan memohon Rania melainkan tatapan dingin.

"Rania kamu jangan harap ayah akan mengambil kan kamu rapot mu kali ini.. Ayah datang kesini untuk jihan" ucap raihan.

"Betul itu.. Kamu sudah tidak di anggap anak lagi sama ayah mu jadi jangan berharap ayahmu mengambil rapot mu.. Jihan pasti dapat juara 1 sedangkan kamu tidak dapat apa-apa" ketus sinta.

"Gue juga gak berharap di ambil kan rapot sama kalian.. Gue bisa ambil sendiri kok jadi gak usah geer jadi orang" ucap Rania.

"Kenapa kamu tidak pernah pulang dan selama ini kamu tinggal di mana" tanya Raihan.

"Kan ayah sudah tidak anggap aku anak lagi jadi ayah tidak perlu tahu aku tinggal dimana.. Jadi stop urusin hidup ku" ujar Rania kemudian melanjutkan perjalanan nya menuju kantin.

Waktu pembagian rapot pun sudah tiba, baik wali dan siswa berkumpul di aula sekolah.. Kepala sekolah mengumumkan siapa aja yang dapat nilai terbaik..

Yang paling tinggi nilai nya adalah Rania. Dia pun yang jadi juara pertama.. Jihan tidak mendapat 10 besar pun.

"Tuan Raihan silahkan maju untuk mengambil penghargaan untuk Rania" ucap kepsek.

"Maaf pak kepala sekolah, saya datang kesini bukan sebagai wali Rania melainkan jihan" ucap Raihan.

"Bukan kah bapak juga wali dari Rania".

"Bukan pak kepala sekolah.. Rania bukan putri saya dan mulai sekarang jangan sangkut pautkan saya dengan anak itu lagi.. Putri saya hanya jihan seorang" ucap Raihan dengan lantang.

Deggg!!!

Hati Rania langsung nyes mendengar ucapan sang ayah yang tidak mengakui dirinya di depan umum.

"Kenapa hati gue sakit Tuhan.. Apa sebegitu tidak di harapkan gue oleh ayah" batin Rania.

Rania maju untuk mengambil hadiah dan penghargaan nya.

"Aku bisa ambil sendiri pak.. Jadi jangan mengharapkan orang lain. Aku memang anak sebatang kara pak" ucap Rania.

"Kamu jangan sedih Rania. Meski pun tuan Raihan tidak menganggap kamu anaknya lagi.. Ada guru-guru dan bapak yang jadi orang tuamu" ucap kepsek.

Semua guru mengangguk dan meniti kan air mata melihat Rania yang tidak di anggap oleh ayahnya sendiri.

1
Baek chanhun
Alhamdulillah, akhirnya Rania menepati rumah Raihan, karena Raihan sudah ngomong pd Rania, DI HARAMKAN RANIA MENGINJAK RUMAH KEMBALI,, eh tiba2 Rania balik lagi ke rumah Raihan, gua mulai kecewa dengan jln cerita novel ini, tapi sekarang Ng ada niatan untuk kembali ke rumah Raihan, 🙏💪❤️
Zainul Ariyanti: dia kembali untuk balas dendam bukan menetap kak.
total 1 replies
falea sezi
lanjut
falea sezi
telat buk demi otong mokondo amak sendiri di buang ibu bangsattt laknatt najis
falea sezi
nunggu rania di sayangi bapak angkat nya
Baek chanhun
lihatkan cctv waktu mantan suaminya mokondo , melecehkan anaknya
Baek chanhun
buat hitam di atas putih, agar jelas Rania bukan anak Raihan lagi.
agar jelas Ng ada sangkut pautnya lagi.
thanks teh 💪❤️
Watini Salma
semoga bagus ceritanya 👍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!