NovelToon NovelToon
Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Persahabatan / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hidup bergelimang harta, tetapi tanpa kasih sayang seorang ibu, membuat Abiyan tumbuh menjadi sosok pemuda yang keras kepala dan pembangkang. Suatu hari dia melakukan kesalahan fatal dengan terlibat balapan liar yang mengakibatkan dirinya tertangkap polisi.

Akibat perbuatannya, Bastian sang ayah murka dan Abiyan harus menerima hukuman terberat: dia terbuang dari rumah yang selama ini menjadi istananya. Tanpa kemewahan, tanpa perlindungan, Abiyan terpaksa harus menghadapi dunia yang keras dan penuh tantangan seorang diri.

Mampukah Abiyan sang tuan muda yang terbuang, bertahan hidup dan belajar menjadi pribadi yang bertanggungjawab? Atau justru dia akan semakin terpuruk dalam kesengsaraan?

Ikuti kisahnya hanya di sini:

"Abiyan, Tuan Muda Terbuang" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Tertangkap

Namun, pada saat Abiyan telah memimpin balapan dan hampir mendekati finish, tiba-tiba, sirene polisi yang sedang patroli meraung, memekakkan telinga membaur dengan suara motor mereka. Lampu-lampu biru dan merah berputar-putar di kejauhan, semakin mendekat.

Jantung Abiyan serasa berhenti berdetak. Beberapa mobil polisi berhenti dengan posisi melintang di tengah jalan.

"Si*l...! Kenapa bisa ada polisi, sih?" Abiyan tampak panik.

Posisinya telah berada di depan mobil polisi tersebut, sehingga membuatnya tak berkutik. "Apa Martin yang melakukan semua ini? Mungkinkah dia berbuat curang dengan menjebak gue!" gumamnya geram.

Suasana di tempat kejadian seketika kacau balau. Martin memutar balik motornya dengan cepat berusaha kabur di antara para penonton yang lari tunggang-langgang menyelamatkan diri. Namun, tak ada jalan baginya untuk bersembunyi. Tempat itu telah terkepung.

Abiyan melihat Aldo dan Benny masih berdiri di tempatnya. "Pergilah kalian berdua! Pergi...!" teriaknya.

Namun, Aldo dan Benny justru mendekat padanya.

"Nggak, Bi. Gue nggak akan biarin loe sendirian menghadapi masalah," jawab Aldo dengan tenang.

"Loe jangan konyol, Do!" sentak Abiyan. "Bagaimana kalau gue di penjara, apa loe juga mau ikut?"

"Nggak masalah. Susah senang kita hadapi bersama," Benny menyahut.

Polisi melompat dari atas mobil, menangkap Abiyan dan memborgol kedua tangannya, begitu juga dengan Aldo dan Benny.

"Kalian ditangkap karena telah melakukan balapan liar dan mengganggu ketenangan warga di sekitar tempat ini!" Petugas polisi berkata dengan tegas dan berwibawa.

Abiyan hanya bisa menurut ketika dirinya bersama Aldo dan Benny digelandang ke mobil patroli. Motornya disita sebagai barang bukti. Dia menggeram, dengan penuh amarah dan kekecewaan. "Loe akan membayar semua ini, Martin...!"

Di sisi lain, petugas polisi melakukan hal yang sama pada Martin. Kedua tangannya diborgol dan diseret menuju mobil patroli.

Petugas polisi mendorong mereka semua masuk ke dalam mobil. "Kalian akan menghadapi konsekuensi atas tindakan yang telah kalian lakukan. Semoga kalian bisa belajar dari kejadian ini."

Malam itu, mereka dibawa ke kantor polisi menggunakan dua mobil patroli.

"Operasi malam ini berhasil," Salah seorang petugas polisi berkata dengan bangga.

"Benar, Kapt. Kita berhasil memberantas kegiatan balapan liar yang meresahkan masyarakat," sambung petugas polisi yang lain.

Namun, perjuangan belum berakhir. Balapan liar adalah fenomena yang kompleks dan sulit diberantas. Butuh kerjasama dari semua pihak untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh.

.

.

.

Di kantor polisi

Mereka yang tertangkap digiring masuk ke ruang interogasi. Tidak ada perlakuan istimewa. Semua duduk di kursi besi yang dingin. Wajah-wajah mereka terpampang jelas rasa ketakutan.

Abiyan dan Martin saling melempar tatapan tajam dan menusuk, seolah mata mereka yang berbicara. Keduanya saling menuduh satu sama lain.

"Loe pasti senang, kan?" tuduh Abiyan.

"Apa maksud, loe?" Mata Martin memicing tajam.

Abiyan tersenyum sinis. "Gue yakin loe berbuat curang, karena nggak berhasil ngalahin gue. Jadi loe menjebak gue."

"B*****t...loe nuduh gue?" Martin tak terima.

Dia berdiri, tangannya terkepal hendak menyerang Abiyan, tetapi seorang petugas polisi dengan wajah garang menghampiri mereka.

"Hentikan...!" teriaknya lantang tanpa ekspresi. Petugas polisi itu berdiri di antara Abiyan dan Martin, menghalangi niat Martin untuk menyerang.

"Kalian berdua, diam! Jangan membuat keributan di sini. Ini kantor polisi, bukan ring tinju!" Petugas polisi itu lantas duduk di balik meja kerjanya.

Martin mendengus kesal dan kembali duduk di kursinya. Abiyan hanya tersenyum sinis, menikmati kemarahan Martin.

"Apa kalian tahu mengapa ditangkap?"

Petugas polisi itu menatap Abiyan dan Martin lalu menyapukan pandangannya kepada yang lain.

"Kalian telah melakukan balapan liar dan itu sangat membahayakan keselamatan orang lain juga diri kalian sendiri." petugas itu melanjutkan dengan nada dingin.

"Tapi, Pak..." Abiyan mencoba membela diri.

"Tidak ada tapi-tapian! Kalian semua akan diproses sesuai hukum yang berlaku," potong petugas itu tegas.

Interogasi dilakukan singkat, petugas polisi mencatat nama, alamat, dan keterangan singkat dari mereka masing-masing. Kemudian, mereka diberikan pengarahan tentang pasal yang dilanggar dan konsekuensi hukumnya. Hingga akhirnya, mereka semua digiring masuk ke dalam sel tahanan sementara.

Martin dan Abiyan kembali bersitegang di dalam sel yang sempit dan pengap itu. Mereka seolah tak terima harus mendekam di sana.

"Gue nggak yakin, semua ini hanya kebetulan," kata Abiyan. Dirinya merasa dijebak dalam situasi ini.

"Maksud loe apa, hah! Loe masih nuduh gue?" Martin meradang menerima tuduhan itu.

"Terus siapa?" Abiyan bertanya, curiga.

"Loe pikir gue serendah itu?" Martin tertawa sinis. "Gue memang pengin ngalahin loe di lintasan, tapi bukan dengan cara murahan kayak gini!"

Suasana di dalam sel menjadi tegang. Aroma permusuhan begitu kental. Abiyan dan Martin saling berpandangan, mencoba mencari jawaban dari mata masing-masing. Di tengah amarah dan ketidakpastian, mereka berdua mulai merasakan bahwa mungkin saja ada seseorang yang sengaja menjebak mereka, tetapi siapa dan mengapa? Pertanyaan itu menggantung di udara, menambah rasa frustrasi di dalam diri mereka.

Abiyan mencengkeram jeruji besi dengan kuat. Pikirannya terus berputar memikirkan siapa sekiranya orang yang untuk di curigai. Hingga kemudian muncul satu nama di dalam benaknya.

"Si*lan...! Apa dia sengaja menjebakku dan ingin membuatku hancur?"

Abiyan tertawa hambar membuat yang lain menatapnya bingung. Siapa kira-kira 'dia' yang dimaksud olehnya?

1
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
itu karena Lo aslinya bego🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ngarang aja lo
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
keok dia. makanya jgn curang
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
tuh yg ditunggu² udah datang😄
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ortu egois. kalau mau nikah lagi seharusnya cari laki² yg juga mau menerima putrimu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
nungguin Abiyan ya🤭
Aditya hp/ bunda Lia
anak tiri emak durjana nya Naraya ....
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂😂
total 2 replies
Cindy
lanjut
vj'z tri
waduh kalau Abi d tolak cewek terus apa kabar kalian 🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah terima nasib🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
emang kemjamu semula bagaimana? bentuk kodok atau kadal? di cci kan biar bersih, 🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Esther
siapa dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah🤭
total 1 replies
ora
Mamanya, kah/CoolGuy/
Terus pemuda itu anak tirinya. Nggak punya sopan santun banget ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
ora
Haduhhh. Perkara kemeja aja jadi ngehina orang😒😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh anak manja kyk nya itu😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: masa????
total 1 replies
Tiara Bella
siapa lg nh perempuan ibunya kah.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Aku juga cinta kamu Abiyan.....kata Naraya🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😍🫶🫰😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
pertanyaanmu terjawab setelah membuka tas bekalnya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nar Sih
ungkapan cinta keluar juga ,pasti nara menerima cinta mu abyan ,tpi kmu mesti sabar nunggu hinga nara sdh lahiran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Waaw, ... Biyan 👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
sudah kuduga. ayo Biyan, tunjukkan kalau kamu tdk bisa dipandang remeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!