NovelToon NovelToon
Diamonds & Deception

Diamonds & Deception

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."

Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.

Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu yang Tak Terduga

Pagi itu, udara Beijing terasa sejuk. Serena tidak mengenakan gaun putih rancangan desainer Paris. Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Nicholas dan akar budayanya, ia memilih mengenakan Qipao (Cheongsam) modern berwarna merah darah dengan sulaman benang emas berbentuk burung phoenix, simbol kebangkitan dan keagungan.

Nicholas menantinya di tengah halaman, mengenakan pakaian tradisional pria Tionghoa berwarna hitam dengan aksen naga emas. Luka di lengannya kini telah menjadi bekas luka permanen, namun ia membiarkannya tanpa ditutupi, sebagai pengingat akan harga yang ia bayar untuk kebebasan ini.

Kejutan terbesar muncul saat upacara teh dimulai. Di kursi utama, tidak hanya ada Tuan Feng yang kini tampak jauh lebih lembut, tetapi juga Madam Rousseau yang terbang langsung dari Paris.

Acara Sembah Sujud, Nicholas dan Serena berlutut di depan kedua orang tua mereka. Nicholas mempersembahkan teh kepada Madam Rousseau.

"Ibu," ujar Nicholas dengan suara mantap. "Aku bukan lagi pria labil yang kau temui di Paris. Aku menyerahkan hidupku untuk putrimu."

Wanita yang biasanya dingin itu menerima cangkir teh dengan tangan gemetar. Ia menatap bekas luka di lengan Nicholas, lalu menatap bibir Serena yang kini tersenyum bahagia. Ia meminum teh itu habis, sebuah simbol restu total.

Tuan Feng memberikan sebuah kalung giok kuno kepada Serena. "Jaga anakku," bisiknya singkat, namun penuh makna.

Saat malam tiba, ribuan lampion merah dinyalakan, memantulkan cahaya hangat di atas kolam teratai. Tidak ada wartawan, tidak ada kamera profesional. Hanya ada kru film terdekat yang terbang dari Paris dan beberapa keluarga inti.

 Di jembatan kecil di tengah taman bambu, Nicholas menarik pinggang Serena. Para kru film yang hadir refleks bersorak, "Kali ini tidak perlu teriak CUT!"

Nicholas mencium Serena dengan kelembutan yang berbeda dari drama-drama mereka sebelumnya. Ini adalah ciuman yang tenang, ciuman seorang suami. "Bibirmu adalah candu bagiku, Nyonya Feng," bisiknya di sela ciuman.

Tepat saat mereka berpelukan, kembang api meluncur ke langit Beijing, membentuk inisial S & N.

Keesokan harinya, melalui akun media sosial pribadi yang sudah lama tidak aktif, Nicholas mengunggah satu foto, Tangan mereka yang saling menggenggam dengan latar belakang arsitektur Tiongkok yang megah, menampilkan cincin giok dan emas di jari manis mereka.

Caption: "The drama has ended. Our life has just begun. Farewell, Cinema. Hello, Eternity."

Dunia internasional gempar. Berita ini menutup semua skandal Valerie dan keluarga Han.

Nicholas dan Serena secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari dunia hiburan untuk fokus pada Aegis Core dan kehidupan pribadi mereka di Tiongkok.

Malam itu, setelah keriuhan pesta adat mereda, kesunyian yang mewah menyelimuti Siheyuan yang telah disulap menjadi tempat peraduan mereka. Udara malam Beijing yang dingin sama sekali tidak menembus kamar pengantin yang didominasi warna merah dan aroma kayu cendana yang menenangkan.

Nicholas menutup pintu kayu jati yang berat itu, menguncinya, dan membiarkan dunia luar benar-benar lenyap. Di bawah cahaya temaram dari lilin-lilin besar yang berderit pelan, Serena berdiri di dekat ranjang kayu berukir, jemarinya yang gemetar mencoba melepaskan kancing-kancing Qipao sutranya yang ketat.

Nicholas melangkah mendekat, langkah kakinya tidak terdengar di atas karpet tebal. Ia berdiri di belakang Serena, mengambil alih tangan wanita itu.

"Biarkan aku," bisiknya rendah, suaranya mengirimkan getaran listrik ke seluruh tubuh Serena.

Tangan Nicholas yang hangat bergerak dengan ketelitian seorang pematung. Satu per satu kancing simpul Tionghoa itu terlepas, memperlihatkan kulit punggung Serena yang putih bak porselen di bawah cahaya lilin.

Nicholas tidak langsung menyentuhnya, ia justru menghirup aroma leher Serena, campuran parfum melati dan aroma alami kulit yang selama tujuh tahun ini hanya ada dalam mimpinya.

Saat kain sutra merah itu jatuh ke lantai, Nicholas memutar tubuh Serena. Mata mereka bertemu, dan kali ini tidak ada kemarahan, tidak ada kontrak, dan tidak ada rasa tidak memaafkan. Hanya ada hasrat yang murni dan dalam.

Nicholas mengangkat Serena dengan lembut, membaringkannya di atas sprei sutra merah yang terasa dingin namun halus. Ia menyusul di atasnya, menumpu berat tubuhnya dengan lengan yang masih memiliki bekas luka penyerangan Valerie, sebuah tanda pengorbanan yang justru membuat Serena merasa sangat dicintai.

Ciuman itu dimulai dengan sangat lembut. Nicholas mencicipi bibir Serena seolah ia sedang menyesap teh yang paling berharga.

Namun, ingatan akan kerinduan bertahun-tahun segera mengubah kelembutan itu menjadi gairah yang menuntut. Sentuhan Nicholas bergerak dari wajah, turun ke lekuk leher, hingga ke pinggang Serena dengan kepekaan yang luar biasa. Setiap sentuhannya terasa seperti api yang membakar keraguan yang tersisa.

"Ah Nick..." desah Serena, suaranya serak, jemarinya mencengkeram bahu Nicholas yang kokoh.

Nicholas berhenti sejenak, menatap mata Serena dengan intensitas yang meluluhkan. "Malam ini, Serena... tidak ada kamera. Tidak ada naskah. Hanya kau dan aku. Aku akan membuatmu melupakan setiap tetes air mata yang pernah jatuh karena namaku."

Nicholas memberikan sentuhan yang paling nikmat, sebuah perpaduan antara pemujaan yang tulus dan gairah yang liar. Ia menjelajahi setiap inci tubuh Serena dengan bibir dan jemarinya, memberikan sensasi yang membuat Serena merasa seolah ia sedang melayang di atas awan-awan Tiongkok. Bibir yang dulu bengkak karena akting, kini bengkak karena cinta yang nyata.

Dalam keheningan malam di Siheyuan itu, mereka menyatu bukan hanya sebagai suami istri, tapi sebagai dua jiwa yang akhirnya menemukan jalan pulang. Malam pertama itu menjadi saksi bahwa setelah semua drama berdarah dan pengkhianatan, nikmat yang paling sejati adalah saat kau bisa menyerahkan seluruh dirimu kepada orang yang tepat.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍😍😍

1
Fbian Danish
ceritanya bagus bgt. aku suka.... satset tanpa banyak drama, tapi alurnya enak untuk diikuti... suka..suka..suka..
Fbian Danish
baguuuuussss bgt ceritanya kak. cerita sat set tanpa banyak drama tapi alurnya enak dan konflik yg tidak terlalu pelik. aku suka bgt asli.....
Fbian Danish
bapaknya memberi jaminan kancing, anaknya gantungan kristal... like father like son😄
Salsabiell Jannah
sukaaaaa bangetttt sama novel ini 😍😍😍😍
Ros_10: Makasih 😍
total 1 replies
Fbian Danish
bagus bgt karyamu Thor... 🔥🔥🔥🔥
Fbian Danish
happy bgt kak❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!