NovelToon NovelToon
Cerai Dengan Istri Move On Pada Anak Tiri

Cerai Dengan Istri Move On Pada Anak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wuna.Chanz

Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?

Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.

Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.

Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!

[Karya Official Wulan.Chanz]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Adopsi

Saat sampai di mansion nya Renzo, Nias sudah sangat semangat untuk mandi, Renzo mematikan mesin lalu berjalan keluar dari mobil, Renzo tidak membukakan pintu untuk Nias kali ini, dan Nias menyadari itu, tapi Nias hanya tersenyum kecil lalu keluar dari mobil dengan mandiri, Renzo sudah berjalan menuju mansion, Nias berlari kecil untuk mengejar nya.

"Sayang-sayang? kamu marah?", Tanya Nias sembari mengikuti Renzo dari belakang, Renzo menoleh, dan mengangguk kecil, Nias menghela nafas lalu mengentikan langkah nya.

"Maaf sayang, kenapa kamu marah?", Tanya Nias.

"Kayak yang aku bilang, aku gak suka kamu main sama cowok-cowok lain", Jawab Renzo sembari tetap berjalan masuk ke mansion meninggalkan Nias dengan sengaja, akhirnya Nias berlari masuk ke mansion, untuk mengejar Renzo, saat di dalam mansion, Nias mengikuti Renzo yang berjalan ke lantai atas untuk masuk ke dalam kamar.

...****************...

Sampai di kamar, Renzo mengganti pakaian nya kembali ke pakaian piyama, Nias menghela nafas lalu pergi ke ruang berganti baju untuk mengganti pakaian, berubah pikiran untuk mandi.

* Gak mandi dah gue, mau temenin Renzo aja dia kan bilang mau di temenin *

Ucap Nias dalam hati sembari mengganti pakaian di dalam ruang ganti baju, sedangkan Renzo menelpon assisten kerja nya yang bernama Jessy.

"Halo Jes? besok aku gak kerja, aku mau ada urusan keluarga dulu", Ucap Renzo dengan santai.

"Baik Boss, aku bakal perhatiin karyawan sama karyawati biar mereka tetap kerja, biasa lah mereka pasti leha-leha kalau kamu gak ada, Boss", Jawab Jessy dengan hormat.

"Makasih", Jawab Renzo dengan singkat tetapi agak lembut, lalu Renzo mematikan telepon nya, menoleh ke Nias yang sudah memakai dress tidur, Renzo langsung mematikan ponsel nya dan berbaring di ranjang, Nias ikut berbaring di samping Renzo, lalu mereka berdua tidur perlahan-lahan.

"Sayang, Ayah kamu izinin?", Tanya Nias yang membuat Renzo terbangun lagi.

"Iya sayang, di izinin, udah jangan khawatir ya sayang? biar aku yang urus tentang anak adopsi ini", Jawab Renzo dengan lelah tetapi tetap lembut, Nias tidak menjawab, hanya kembali diam, berharap kalau Renzo akan terus mengutamakan Nias walau pasti nya Renzo akan mengutamakan anak adopsi itu di bandingkan diri nya, Nias ingin perhatian Renzo bukan untuk cinta, tapi tentu saja untuk uang nya Renzo.

...****************...

Ke esokan pagi nya, Renzo sudah bangun lebih dulu di bandingkan Nias, sudah mandi dan memakai jas hitam yang rapih, saat sedang merapihkan dasi nya di hadapan cermin besar, Renzo menatap Nias melalui pantulan cermin itu, melihat nya masih tertidur pulas dengan damai, lalu Renzo berbalik dari cermin untuk menghampiri nya dengan langkah perlahan, berdiri di samping ranjang memperhatikan istri nya dengan teliti, Renzo sadar ada tanda merah di leher Nias.

* Ini apaan? bekas ciuman? siapa yang cium Nias? yang pasti nya bukan gue lah *

Ucap Renzo dalam hati dengan curiga, mengangkat tangan nya untuk menyentuh bekas ciuman itu, tetapi Nias bergerak membuat Renzo segera menarik tangan nya sendiri, terdiam dan melihat ke mata Nias yang sudah terbuka perlahan, Renzo menghela nafas lalu lega menyadari kalau Nias tidak sadar tentang aksi Renzo tadi.

* Cari aman lah gue, pura-pura gak tau aja, dari pada nanti gue sama Nias bertengkar pagi-pagi gini kan? *

Ucap Renzo dalam hati, lalu mundur beberapa langkah untuk menjauh dari ranjang.

"Sayang, selamat pagi, kamu mau ikut aku ke panti asuhan Cemara gak?", Ucap Renzo dengan lembut, Nias menghela nafas, menoleh ke Renzo, tersenyum lembut.

"Mnh.. enggak deh sayang, aku mau di rumah aja", Jawab Nias dengan malas dan masih mengantuk, Renzo tersenyum, sudah tau kalau Nias akan menolak jika Renzo mengajak Nias pergi jalan-jalan di pagi-pagi begini, Renzo mengelus rambut Nias dengan lembut.

"Yaudah sayang, nanti aku bakal pulang secepat nya ya?", Tanya Renzo dengan penuh kelembutan, Nias mengangguk agak lega dengan Renzo yang tidak keberatan kalau diri nya menolak ikut, Renzo membungkuk untuk memberikan ciuman di dahi Nias sebelum pergi, mengambil ponsel nya dan berjalan keluar dari kamar, lalu menutup pintu kamar tidur dengan perlahan, Renzo berbalik, terhenti sejenak karena melihat Pia yang sudah menunggu beberapa menit lalu di depan sana, Renzo terlihat agak bingung dengan kehadiran Pia.

"Ada apa Pia?", Tanya Renzo dengan bingung, Pia tersenyum sopan, mengangkat satu tangan nya menunjuk ke arah lantai bawah dengan telapak tangan terbuka.

"Selamat pagi Tuan Renzo, Tuan Ayden udah nunggu di ruang tamu", Jawab Pia dengan penuh hormat, Renzo agak terkesan dengan kehadiran Ayden yang datang dengan cepat, Renzo mengangguk lalu berjalan turun dari lantai tiga ke lantai satu, sengaja tidak menggunakan lift karena memanfaatkan tangga untuk berolahraga pagi dengan menuruni tangga, Pia mengikuti Renzo.

* Aah Tuan! kenapa gak pake lift aja?! aku malas pakai tangga! *

Keluh Pia dalam hati.

...****************...

Renzo sampai di lantai satu, melihat Ayden sudah duduk di sofa dengan memakan camilan dari mansion nya Renzo dengan santai sembari memperhatikan pemandangan di luar jendela, Ayden menoleh ke tangga saat mendengar langkah sepatu nya Renzo, melihat ekspresi geram Renzo, tetapi Ayden hanya tersenyum jahil, tau kalau Renzo marah karena Ayden lagi-lagi menjadi rayap makanan di mansion nya Renzo.

"Nih tamu gak tau malu, camilan gue lo sikat segala, males gue kalau lo main ke mansion gue, ngabisin jajanan gue aja anjir!", Ucap Renzo dengan geraman, Pia berlari masuk ke ruang makan untuk membantu menyiapkan sarapan pagi, Ayden tertawa.

"Yaudah sih, anggap aja ini bayaran lo karena gue udah mau anterin lo ke panti asuhan Cemara", Jawab Ayden dengan santai, Renzo terkekeh kecil, mengangguk setuju, lalu Renzo lanjut berjalan ke pintu keluar mansion, Ayden menyadari kalau Renzo mau meninggalkan nya, lalu Ayden segera berlari kecil ke arah Renzo, mengejar nya.

"Weh santai lah! ninggalin aja!", Panggil Ayden dengan geli.

"Lama lo, males gue nungguin lo makan", Jawab Renzo dengan tertawa jahil, Jane yang berdiri di sana terlihat agak panik, lalu segera berjalan cepat ke hadapan Renzo, membuat Renzo dan Ayden terhenti, menoleh ke arah Jane.

"Maaf Tuan, gak sarapan dulu? kami sudah masak sarapan", Tanya Jane dengan kecewa, Ayden tersenyum lapar.

* Kalau aku tolak berarti aku gak menghargai kerja keras mereka *

Ucap Renzo dalam hati, Renzo menghela nafas tau harus sarapan terlebih dahulu walau Renzo mau cepat-cepat ke panti asuhan Cemara, Renzo mengangguk, menoleh ke Ayden.

"Weh, ayo makan dulu", Ajakan Renzo, Ayden menatap kembali ke Renzo, mengangguk penuh semangat, mereka berdua berbalik untuk berjalan ke arah dapur.

"Eh, jadi lo mau adopsi anak cowok atau cewek?", Tanya Ayden dengan penasaran.

"Gue mau nya sih cowok, tapi kalau gak ada cowok dewasa, ya terpaksa adopsi cewek aja yang dewasa, itu juga kalau ada, lo tau lah istri gue gak mau kerepotan sama anak kecil", Jawab Renzo, Ayden mengangguk paham, saat sampai di dalam ruang makan, mereka berdua duduk bersebrangan, pelayan menaruh makan di piring Renzo dan Ayden dengan rapih dan berkelas, mereka berdua mulai makan.

...****************...

Saat di tengah ketenangan makan bersama.

"Eh jangan-jangan... istri lo mandul, atau mungkin... dia emang sengeja buat diri dia gak bisa hamil, bener gak? bener gak?", Tanya Ayden dengan penuh teka-teki di kepala nya, Renzo menatap ke Ayden dengan memasang mata malas.

"Bisa stop bilang gitu gak?", Tanya Renzo dengan malas, Ayden yang sedang memakan makanan nya, mengangkat kepala nya untuk menatap Renzo yang memasang wajah datar dan mata malas, membuat Ayden tertawa hingga tersedak sayuran.

"AHKK!! NGHK!! AHK!! ANYIN--", Renzo melempar kotak tisu ke arah kepala Ayden, membuat kepala Ayden terdorong ke belakang.

"Lagian lo banyak omong, tuh tisu, jangan ngomong kasar woy lah!", Ucap Renzo dengan kesal tetapi terkekeh geli juga, Ayden menangkap kotak tisu, lalu mengambil gelas yang terisi air, segera meminum nya, menghela nafas lega setelah sayuran itu sudah turun ke perut, lalu Ayden menarik beberapa tisu untuk mengusap bibir nya, masih tersenyum-senyum, Ayden lanjut makan, menoleh ke Renzo, agak terkejut melihat Renzo yang ternyata Renzo selesai lebih dulu.

"Tentang yang lo bicarain ke gue... lo bisa jadi bener sih, gue jadi curiga kalau Nias emang sengeja buat diri dia gak bisa hamil, tapi... gimana cara nya?", Ucap Renzo yang akhirnya setuju, Ayden mengangguk-anggukkan kepala nya, karena tidak mungkin juga Nias tidak hamil-hamil setelah menikah dengan Renzo selama hampir tiga tahun itu.

"Lah, jangan tanya gue lah, gue aja gak tau, itu urusan wanita", Jawab Ayden.

"Lah iya ya, lo kan belum nikah-nikah", Jawab Renzo dengan mengejek.

"Yeh si kocak, ngejek gue lo, mending gue gak nikah-nikah, lah elo, belum punya anak udah hampir tiga tahun menikah", Balas Ayden dengan mengejek, Renzo tertawa.

"Eh iya juga ya?", Jawab Renzo dengan menerima nasib nya yang kenyataan.

...****************...

Setelah Renzo menunggu Ayden sembari memainkan ponsel, akhirnya sarapan pagi Ayden selesai juga lalu Ayden berdiri.

"Gas Ren", Ajak Ayden dengan semangat, Renzo yang sedang memainkan ponsel nya, mengalihkan tatapan nya ke Ayden setelah mendengar ajakan Ayden, lalu Renzo ikut berdiri.

"Lo bawa mobil kan?", Tanya Renzo, Ayden terkekeh kecil mendengar pertanyaan konyol nya Renzo.

"Oh iya jelas gue bawa dong, masa gue bawa motor, mau cabe-cabean sama anak tiri lo nanti? ngakak", Jawab Ayden dengan geli, Renzo tertawa kecil, mengangguk paham, lalu mereka berdua berjalan ke halaman depan mansion nya Renzo menuju ke mobil nya Ayden yang sudah terparkir di parkiran mobil, mereka berdua masuk ke mobil nya Ayden.

"Pelan-pelan, lo suka ngebut bawa mobil nya, kita sampe kena rajia mobil waktu itu kita main, gue juga yang bayar tebusan mobil lo", Ucap Renzo dengan berpura-pura marah, Ayden tertawa jahil.

"Yaudah sih, kan itu gue gak bawa cash, terus gue gak bawa dompet juga, jadi harus lo yang bayar", Jawab Ayden sembari menepuk-nepuk bahu Renzo membuat Renzo ikut terkekeh juga, mengangguk setuju, lalu Renzo menepis tangan Ayden dengan geli, Ayden tidak marah, hanya tersenyum jahil.

...****************...

Saat sampai di panti asuhan Cemara, ibu panti yang bernama Elisa datang menyambut kedatangan nya Renzo dan Ayden, karena melihat mobil Ayden yang masuk ke parkiran panti asuhan.

"Selamat datang Tuan-Tuan... mau adopsi anak?", Tanya Elisa dengan lembut setelah Renzo dan Ayden keluar dari mobil, Renzo menutup pintu mobil lalu memperhatikan daerah sekitar nya, rumah panti itu seperti rumah pada umum nya, tetapi banyak jemuran baju, dan ada area bermain anak-anak, Ayden menutup pintu mobil, lalu berjalan menghampiri Elisa.

"Iya Bu, sahabat ku mau adopsi anak laki-laki yang udah agak dewasa, ada?", Tanya Ayden dengan sopan, Elisa menghela nafas gugup,

"Aduh maaf ya Tuan-Tuan, aku gak ada anak lelaki dewasa", Jawab Elisa dengan kecewa pada diri nya sendiri, Ayden menghela nafas, kecewa juga, Elisa tiba-tiba berbinar seolah-olah mengingat sesuatu.

"Tapi aku ada satu anak perempuan dewasa berumur tujuh belas tahun nama nya Zelia, mau Tuan?", Tanya Elisa dengan antusias, Ayden menatap ke Renzo yang masih lihat-lihat sebelum menatap kembali ke Elisa.

"Iya Bu gak papa, kita berdua mau liat dulu anak nya", Jawab Ayden dengan senyuman, Elisa mengangguk, menunjukkan pintu panti asuhan yang sudah terlihat anak-anak panti asuhan yang memperhatikan dengan tatapan penasaran karena melihat dua pria superstar itu.

"Baguslah kalau kamu tertarik, Tuan-Tuan, ayo ikuti aku", Ajak Elisa dengan senang karena Ayden tertarik, Ayden mengangguk lalu merangkul leher nya Renzo, membuat Renzo tersadar dari memperhatikan sekitar pantai asuhan itu, atau mungkin tentang anak yang akan di adopsi, Renzo dan Ayden mengikuti Elisa masuk ke dalam rumah panti asuhan, memperhatikan kalau ada para anak kecil yang umum nya berumur masih delapan, sampai empat belas tahun, Elisa mengetuk salah satu pintu, lalu pintu itu terbuka, menunjukkan seorang gadis berumur tujuh belas tahun itu.

"Zel, ini Tuan Renzo yang mau mengadopsi kamu, dan ini Tuan Ayden sahabat nya Tuan Renzo", Ucap Elisa pada Zelia, Renzo dan Ayden menatap ke Zelia, Renzo menatap dengan tatapan menilai kedewasaan Zelia, berbeda dengan Ayden yang menatap dengan lembut dan perhatian tertarik pada Zelia membuat Zelia agak gugup tetapi tetap tersenyum sopan menyadari kalau Renzo menilai kedewasaan nya, Zelia membungkukkan tubuh nya.

"Aku Zelia Tuan Renzo, aku Zelia Tuan Ayden", Ucap Zelia dengan sopan, Zelia kembali berdiri tegap lagi, Renzo mengangguk jelas agak terkesan.

* Heh.. aku kira dia cuman diam aja, itu melebihi ekspektasi ku, bagus Zelia... terus tunjukkan kalau kamu berhak di adopsi oleh ku *

Ucap Renzo dalam hati.

"Jadi umur kamu tujuh belas tahun... kamu bisa masak atau bisa membersihkan rumah?", Tanya Renzo, Zelia tersenyum penuh semangat, mengangguk-angguk.

"Aku selalu masak buat adik-adik aku di sini, aku juga suka cuci baju, sama bersih-bersih ruman, buat bantu Ibu Elisa", Jawab Zelia dengan suara yang tetap tenang walau semangat, mengontrol antusias nya dengan baik, Renzo mengangguk.

* Bagus, kamu bisa mengendalikan antusias kamu, itu bagus, aah tapi pasti Zelia kadang gak bisa mengendalikan antusias nya, dia masih remaja, rata-rata remaja, terutama remaja wanita gak bisa kendalikan antusias mereka *

Ucap Renzo dalam hati lagi sembari tersenyum.

"Aku mau Zelia", Renzo berbicara pada Elisa tanpa memalingkan pandangan nya dari Zelia, Elisa tersenyum agak sedih, menatap ke Zelia dengan mata berkaca-kaca, Zelia menatap ke Elisa, menyadari kalau Elisa tidak mau menyerahkan nya ke Renzo, Ayden menatap ke Renzo, tapi Renzo tetap memperhatikan Zelia seperti masih dilema.

"Aku mau Zelia sekarang", Ucap Renzo dengan keputusan final, Elisa menatap kembali ke Renzo lalu mengangguk perlahan, terpaksa menuruti Renzo, Zelia tersenyum ke Elisa, lalu memeluk nya, Elisa membalas pelukan Zelia dengan erat dan tidak mau melepaskan pelukan nya, tetapi Zelia melepaskan pelukan nya membuat Elisa terpaksa melepaskan juga, Zelia berjalan pergi ingin mengemasi barang-barang di kamar nya.

"Ayo, gak perlu bawa barang-barang kamu itu", Ucap Renzo dengan tegas membuat Zelia terdiam lalu berbalik ke Renzo, Ayden mengambil kunci mobil.

"Ayo!", Ucap Ayden dengan semangat, Zelia mengangguk-anggukkan kepala nya dengan patuh, Elisa berbicara pada anak-anak panti asuhan yang lain nya dengan lantang, membuat para anak panti asuhan terdiam untuk mendengarkan Elisa.

"Semua nya! kakak Zelia kalian mau pergi!", Ucap Elisa dengan agak sedih, Semua anak-anak panti asuhan melambaikan tangan ke Zelia.

"Dadah Kak Zelia!".

"Hati-hati kak Zelia!".

"Sampai ketemu nanti!".

Zelia tersenyum dan melambaikan kedua tangan nya sebelum berbalik ke Renzo dan Ayden, Renzo tersenyum, meraih tangan Zelia menuntun nya ke arah parkiran panti asuhan Cemara itu menuju mobil, Renzo membukakan pintu mobil untuk Zelia.

"Makasih.... Ayah?", Ucap Zelia dengan ragu-ragu, Renzo tertawa kecil, menggelengkan kepala nya.

"Jangan Ayah, panggil aku Daddy mu", Ucap Renzo dengan lembut, Zelia tersenyum, mengangguk-anggukkan kepala nya.

"Makasih Daddy!", Jawab Zelia dengan bahagia.

...-Bersambung-...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!