Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Malam ini Bianca sedang termenung sendirian di dalam kamarnya. Pikirannya tiba-tiba terusik dengan informasi dari Asisten Fara, tentang para gangster yang telah membuat kekacauan di Barack Mal.
Ternyata para gangster itu adalah orang-orang yang sering memeras para pedagang kecil di pasar dan juga menjadi buronan polisi atas kasus penculikan anak-anak.
Bianca baru tahu ternyata Dylan adalah orang yang sudah melaporkan mereka ke polisi. Tapi mereka telah berhasil melarikan diri, karena itu mereka sengaja mengincar Dylan untuk balas dendam.
Hal tersebut membuatnya merasa dilema. Mengingat dia yang telah meminta pertanggungjawaban dari Dylan untuk membayar 500 juta atas kerugian yang didapatkan oleh Barack Mal gara-gara ulah para gangster itu.
"Ada apa denganku? Sejak kapan aku peduli pada orang lain?" gumamnya di dalam hati.
Biasanya dia selalu tegas dan tidak ragu dalam mengambil keputusan. Namun baru kali ini dia merasa dilema, harus tetap menuntut ganti rugi ataukah membatalkan tuntutannya pada tukang galon itu?
Jika mendengar tentang kasus penculikan, membuatnya teringat kembali dengan Raka. Dia tidak bisa hidup dengan tenang sebelum tahu keberadaan anak laki-laki itu. Selalu dihantui perasaan bersalah padanya.
Tok...
Tok...
Tok...
Bianca dikejutkan dengan suara ketukan pintu.
Lalu terdengar suara seorang pelayan dari luar kamar. "Permisi, Nona. Saya disuruh oleh Tuan Antonio untuk menyampaikan pesan. Tuan meminta Anda untuk menemuinya di ruang kerja."
Bianca pun menghela napas panjang. "Oke, nanti aku kesana."
Tanpa berpikir panjang, Bianca segera keluar dari kamar, lalu masuk ke dalam lift menuju lantai dasar.
Setelah berada di lantai dasar, Bianca segera menemui ayahnya di ruang kerja. Dia duduk di sofa, berhadapan dengan ayahnya.
"Untuk apa Papa memanggilku?" tanya Bianca dengan ekspresinya yang datar.
Antonio menjawab dengan tegas, "Papa ingin kamu segera menikah dengan Pram."
Bianca langsung menolak, "Aku sudah bilang sama Papa. Aku gak mau dijodohkan dengan dia."
Antonio tidak terima dengan penolakan putrinya. "Kenapa, Bianca? Pram itu adalah anak dari sahabat Papa. Papa sudah lama mengenal keluarganya. Mereka keluarga baik-baik."
Bianca menjawab dengan tegas, "Aku sudah dewasa, Pa. Aku bisa menentukan hidupku sendiri."
Antonio masih bersikukuh. "Papa sudah menua, Papa khawatir jika setelah Papa meninggal tidak ada yang melindungi kamu. Kamu membutuhkan sosok laki-laki yang selalu ada didekatmu dan melindungimu setiap waktu. Dan Papa rasa Pram adalah orang yang tepat."
Bianca menghela napas dalam-dalam. Sebenarnya dia tidak tertarik untuk menikah. Tapi dia terpaksa harus mengatakannya, "Aku bisa mencari pasangan sendiri, Pa."
Antonio nampak tidak percaya. "Jangan membohongi Papa, Bianca. Papa tahu kamu tidak pernah dekat dengan pria manapun. Sudah ada banyak pengusaha mendekatimu, tapi kamu selalu mengabaikan mereka."
Bianca terpaksa berbohong, yang penting ayahnya diam. "Nanti aku akan membuktikan pada Papa. Aku akan membawa calon suami pilihanku ke hadapan Papa."
Antonio merasa curiga jika putrinya itu sedang berbohong, karena itu dia merasa tertantang. "Kalau begitu Papa ingin kamu secepatnya memperkenalkan calon suamimu itu pada Papa. Papa berikan waktu satu minggu. Jika tidak, kamu tidak boleh menolak lagi, harus menikah dengan Pram."
Bianca terbelalak. Dia telah terjebak dengan ucapannya sendiri. Mana mungkin dia bisa mencari calon suami dalam waktu satu minggu.
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...
Sudah niat berpisah yaa lepaskan dunnkk jangan tarik ulur kea layangan putus aja masih mau diburu dan dipantau 🤦..
Tetapi dikau yang meninggalkan ☹️...