NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Hari berganti, Nabila kini terbangun dari tidurnya. Hari ini dia melihat suasana kamar mereka.

"Hoooaaammmmm Dal.. kadallll.." Nabila yang terbangun namun tidak menemukan kadal airnya, dia meraba sisi kanan dan kirinya.

"Aaaaaa kadaalllIIIII!" teriak Nabila namun tidak menemukan suaminya. Hampir tiap malam tidurnya ditemani Reynaldo, dan saat bangun tidur melihat wajah tampan suaminya, tapi saat ini dia tidak menemukan siapa-siapa membuat Nabila mood-nya langsung berubah.

Nabila mencari telepon genggamnya. Dia melihat notif dari Kadal air ["Aku langsung berangkat setelah mengantarmu ke mansion, beristirahatlah dan berbelanja aku sudah mentransfer uang jajanmu.."]

"Baiklah aku akan menghabiskan uangmu!!" gerutu Nabila kini berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Seperti biasa jika di mansion dia akan memakai hot pants-nya dan kali ini dia memakai kemeja milik Reynaldo, terlebih dia memakaikan parfum Reynaldo di kemeja itu. Sepertinya monyet kecil itu tidak bisa berjauhan dengan Kadal airnya.

"Di mana semua pelayan, bisa-bisanya tidak membantuku hari ini.. apa mereka tidak tahu aku sudah pulang" gerutu Nabila sambil menyisir rambutnya.

"Elara..... Elara...." teriak Nabila. Elara yang baru membersihkan kamar milik fashion Nyonya'nya itu berlari ke arah kamar Tuan dan Nyonya dengan cepat.

"Nyonya sudah kembali?" ucap Elara berbinar seperti kedatangan Dewi Fortunanya.

"Kamu lihat? Kenapa? Kamu merindukanku?"

"Ahhhh kami sangat merindukan Nyonyaaaaa..." ucap Elara pelayan khusus Nabila sejak awal.

"Di mana Dina?"

"Dia sedang sakit Nyonya.."

"Sudah berobat?"

"Belum Nyonya dia menolak untuk berobat!"

"Aku rasa dia ingin cepat mati makanya tidak ingin berobat!!" ucap Nabila.

"Ya sudah temani aku makan!" ucap Nabila kepada pelayannya kini jalan menuju ruang makan.

"Aku ingin begini, aku ingin begitu.. ingin itu banyak sekali, semua semua dapat dikabulkan dapat dikabulkan dengan si Kadal air, aku ingin makan banyak di turuti, aaaaaaa aku lapar.. la.. la.. laaa.. aku sayang sekaliii kadal airrr.. " teriak Nabila sambil bernyanyi seluruh pengawal dan pelayan yang melihat hanya tertawa melihat tingkah Nyonya itu.

"Sepertinya Nyonya sedang bahagia"

"Yang pulang honeymoon pasti kayak gitu heheh"

"Si pencipta lagu dadakan.." begitulah gumam para pelayan maupun pengawal.

Nabila berjalan menuju lift untuk turun ke lantai dasar. Seperti biasa dia akan memberikan senyuman terbaiknya untuk para pelayan atau pengawal.

"Haiiii haaaiii everybodyyyy.." teriak Nabila di ruang masak. Di sana sudah ada Kepala pelayan.

"Nyonya..." ucap mereka para koki dan pelayan dapur.

"Aku lapar, aku ingin sesuatu apa kalian ada makanan..?" ucap Nabila tersenyum.

"Ada banyak Nyonya duduklah kami akan menyiapkan.."

"Baiklah terima kasih" ucap Nabila kini duduk di meja makan sambil memainkan telepon genggamnya.

Tak berselang beberapa menit seseorang berteriak dari ujung koridor.

"Pelayaaaaann!! Di mana kalian Bodohh!!" teriak Luna.

"Anjingg! Siapa yang berteriak itu!" umpat Nabila yang terkejut dengan suara Luna.

Luna berjalan mendekat ke arah Nabila. Dia melihat Nabila yang menggunakan kemeja Reynaldo.

"Heii pelayan apa yang kamu lakukan mengapa kamu memakai baju kekasihku!!" ucap Luna menatap tajam ke arah Nabila.

"Haaahh pelayan?? Kekasih? siapa wanita gila ini?"

"Dia mantan kekasih Tuan Reynaldo Nyonya.." bisik Elara.

"Whattt! Mengapa dia bisa masuk mansion ini? Apa kalian bosan hidup!!" teriak Nabila.

"Dii-diiia datang bersama Tuan Matthew Nyonya.."

"Ahhh lagi-lagi kakek Lampir dan nenek Lampir.." cetus Nabila.

Nabila mengambil telepon genggamnya. Dia menghubungi Reynaldo.

"Sialannn! Dia tidak mengangkatnya.."

"Kamu! Ditanya malah diam..! Telingamu tuli yah! Mengapa kamu memakai kemeja milik Reynaldo..!" ucap Luna menatap tajam ke arah Nabila.

"Suka-suka saya dong.. yang punya baju aja enggak komplain, kenapa Anda yang ribut!"

Nabila memperhatikan Luna dari ujung rambut sampai kaki.

"Cantikkan aku.." cetus Nabila.

"Heii kamu membandingkan aku dengan dirimu?? Aku jauh lebih cantik daripadamu!"

"Hahah kamu bilang apa? Cantik.. tapi sayang aku yang jadi istrinya kadal air itu..! " cetus Nabila sinis.

Kemudian Nabila berjalan menuju kulkas kebanggaannya, saat membukanya dia melihat tidak ada satupun camilannya.

"Kalian taruh di mana semua makananku??" ucap Nabila bertanya kepada pelayan dan menghiraukan Luna.

"Bajingan ini beraninya kamu mengabaikanku!! Dasar pelayan rendahan bisa-bisanya kamu memakai pakaian kekasihku lepaskan itu!"

"Tutup mulutmu!! Reynaldo Wijaya Mahkota adalah suamiku! Ingat itu suamikuu!! Tidak ada satupun wanita yang bisa memilikinya selain aku!!" geram Nabila.

"Makanan Nyonya dibuang olehnya..! " ucap Elara menunjuk Luna.

"Nyonya??" ucap Luna.

"Iya Nyonya! Kamu dengar mereka bilang apa Nyo-nya! Jadi panggil aku Nyonya di rumah ini!" ucap Nabila tersenyum kepada Luna.

"Hahahahh kamu berlagak rupanya!"

"Jelass! Aku berlagak di mansion milikku sendiri.., wanita mana yang tidak berlagak jika memiliki suami seperti Reynaldo Wijaya Mahkota dan yahhh satu lagii yang pantas disebut pelayan itu Anda"

"Dengarkan aku baik-baik wanita rendahan, kamu tak pantas jadi istri Reynaldo, Reynaldo hanya mencintaiku sedari dulu.." ucap Luna dengan sombongnya.

"Tapi yang jadi istrinya sayaaa! Anda hanya masa lalu yang gagal, jadi tolong sadar posisi dan lagi apa yang Reynaldo lihat darimu, cantik enggak, kayak ikan sapu-sapu iya" ucap Nabila sambil memperhatikan kukunya.

"Kamu!!" Luna ingin menampar pipi Nabila. Dengan cepat Nabila menangkap tangan itu.

"Jauhkan tanganmu itu! Tanganmu kasar IKANNN SAPU SAPUUUU!!" umpat Nabila menekan suaranya memandang wajah Luna.

"Lepaskan tanganku.." ucap Luna menepis tangannya.

"Apa yang kalian lakukan!!" teriak Thalita yang datang bersama Matthew.

"Hedeeehhh Nenek Lampir sama kakek Lampir datang pasti mau ngambil ikan sapu-sapunya.." cibir Nabila mengambil potongan sandwich kemudian dia duduk sambil memperhatikan kedatangan Thalita dan Matthew.

"Melihat para penyihir membuat hatiku buruk!" gerutu Nabila membawa makanannya.

"Kalian buatkan aku smoothies stroberi, mangga dan jeruk! Antar ke kamarku dan kalian hati-hati penyihir lagi reunian.." ucap Nabila yang terus membawa piring berisikan sandwich miliknya dan berjalan ke arah lift.

"Baik Nyonya.." ucap Kepala Pelayan.

"Elara, tolong panggilkan Dina dan juga hubungi Neil Art dan SPA home service aku lelah.." ucap Nabila dengan keras.

"Heii anak sialan beraninya kamu pergi di saat kami datang..!" teriak Luna.

"Kalian reuni saja dulu aku ingin isi tenaga sebentar sebelum kalian angkat kaki dari mansion ini!" ucap Nabila kini memasuki lift-nya.

"Beraninya jalang itu!" umpat Thalita.

"Kalian! Mengapa kalian tidak mengatakan jika Reynaldo sudah memiliki istri?" ucap Luna.

"Aku sengaja tidak memberitahumu agar kamu mengetahui sendiri!"

"Sepertinya dia masih sangat kecil!"

"Kamu betul! Tapi mulutnya bisa membuatmu naik darah tinggi!" gerutu Thalita.

"Kamu hanya perlu membuatnya bertengkar dengan Reynaldo dan membuat wanita itu ditendang keluar dari mansion ini!" ucap Matthew kini berbicara.

"Aku akan kembali merebut hatimu Reynaldo, dan menjadi Nyonya Mahkota yang sesungguhnya.."

Reynaldo kini sedang berada di wilayah kekuasaannya yang sedang diserang musuh.

Bagaimana tidak, barang yang hendak dikirim melalui jalur laut kini dicuri oleh beberapa komplotan.

"Sialll! Beraninya Rocky Xackez mengusik wilayahku!!" umpat Reynaldo menatap kekacauan yang terjadi.

"Tuan mereka telah berhasil mendapatkan tiga pengawal yang ikut dalam penyerangan ini!" ucap Bram.

"Bawa ke tempat biasa! Kita akan bermain di sana, bagaimana dengan Park Bon Yoe?"

"Dia dibantu dengan yang lain Tuan.."

"Kamu sudah mengurusnya?"

"Sudah tinggal bagian Tuan!"

"Bagus!! Sekarang kita ke perusahaan dulu ada beberapa hal yang harus aku selesaikan!" ucap Reynaldo kepada Bram kini mereka meninggalkan bagian wilayah kekuasaannya yang hancur.

"Kalian selesaikan semua ini, dan lanjut saja beroperasi!" ucap Reynaldo datar ke mandor bagian wilayah itu.

Kini di kediaman Mansion Mahkota Nabila tengah melakukan SPA. Namun itu semua tidak setenang yang dia harapkan, teriakan Luna membuat dia merasa kesal karena pelayan yang selalu saja salah di matanya.

"Dina di mana?" ucap Nabila kembali bertanya kepada Elara asistennya yang sedang menemani Nabila di pijat.

"Dina di ruang pelayan Nyonya wajahnya melepuh dia tidak bisa bekerja untuk beberapa hari ini.." ucap Elara sedih.

"Apa yang kamu maksud? Melepuh karena apa?"

"Karena ikan sapu-sapu itu Nyonya!"

"Hahhh? Apa yang dia lakukan!?"

"Dia menyiram wajah Dina dengan air panas Nyonya karena Dina menolak memanggilnya dengan sebutan Nyonya!"

"Beraninya dia melakukan itu! Awas saja dia harus merasakan hal yang sama.." ucap Nabila kini menatap tajam ke arah lain.

"Heiii kalian dengar tidakkk! Pindahkan barang-barang dari kamar itu ke kamarku! Seharusnya itu milikku!!" teriak Luna kepada pelayan agar memindahkan barang-barang dari ruangan khusus milik Nabila di ruangannya.

"Ta-tappiii Nyonya itu milik Nyonya Nabila.."

"Dan seluruh perhiasan dari ruangan itu pindahkan ke kamarku!" pekik Thalita.

Sedangkan Matthew pergi ke perusahaannya dan meninggalkan Thalita dan Luna di rumah Reynaldo.

"Lama-lama bukannya aku tenang malah semakin emosi dengar mereka berteriak!!" gerutu Nabila.

"Tunggu sebentar aku harus membuat para penyihir itu diam" ucap Nabila kini bangkit, dia kembali memakai pakaiannya.

Dari lantai tiga Nabila berteriak.

"Woyyy Bangsattt! Nenek Lampir dan ikan sapu-sapu bisa diam gakkk?! Kalian merusak gendang telingaku!" teriak Nabila.

Namun tiba-tiba pandangan beralih ke kamar Miliknya.

"Apa yang kalian lakukan?"

"Permisi kami ingin memindahkan ini semua ke kamar Nyonya kami.!!" ucap pelayan Thalita dan Luna yang mereka bawa untuk menjadi penyuruh mereka.

"Kalian pelayan baru di sini pastinya! Heii pemilik mansion ini saya jadi keluar!!" teriak Nabila kepada pelayan itu.

"Tidak ini milik Nyonya Thalita dan Luna."

"Wahhhh Kamu beraninya yah, belum pernah ngerasain di hantam kawat duri tuuuhh bibir!!!" ucap Elara emosi.

"Nah kamu betul harus dihantam kawat duri" timpal Nabila.

"Awas!!" teriak pelayan itu menerobos lewat, namun Elara menarik rambut pelayan itu.

"Letakkan itu milik Nyonya ku! Atau rambutmu ini akan aku botaki!"

"Bagus tuhh Mirip lampu taman modelnya!" ucap Nabila singkat.

"Lepaskan semua itu, kalian tahu harganya itu semua bisa membeli ginjalmu, hati, mata, dan juga jantungmu!" celoteh Elara.

"Beli harga diri juga bisa" ucap Nabila kelewat santai namun kini tatapannya sangat tajam.

"Kamu tahu tempat ini dilarang untuk dinaiki oleh siapapun tanpa persetujuanku maupun Reynaldo, jadi jika kamu ingin hidup kembalikan semua itu ke tempatnya!" ucap Nabila sinis.

"Tidakk akan!" ucap pelayan itu.

"Pengawal!! Urus dia!" ucap Nabila kini kepada pengawal yang berjaga.

"Mampusss!" ucap Elara meledek pelayan itu.

"Tidak lepaskan aku..!, Lepasskan!!" teriak pelayan itu.

Kini Nabila turun ke bawah, bersama dengan Elara yang mengikutinya.

"Elara, panggil Dina ke sini, Dina harus melihat hal yang sama..!"

Elara langsung menyetujuinya. Dan pergi meninggalkan Nabila sendiri namun beberapa pengawal mengawasi Nabila, takut jika mereka diam saja dan Nyonya rumah itu terluka maka mereka yang akan dihajar lebih dulu oleh Tuan mereka.

"Kalian pergilah dan jangan ada yang mau disuruh oleh mereka!" cetus Nabila.

"Siapa kamu melarang Mereka..?" ucap Thalita menatap Nabila.

"Hahaha kamu masih bertanyaaa? Yah yah aku lupa kamu sudah tua makanya ingatanmu sedikit bermasalah! Jadi begini Nenek Lampir dan Sapunya. Perkenalkan Aku Nabila Putri Mahkota, istri tercinta, tersayang dan satu-satunya Nyonya besar di rumah ini.. sekian perkenalan dari saya dan pergi keluar dari mansion ini!" ucap Nabila kelewat santai.

"Dasar Gila!" ucap Luna.

"Ngaca bestiiiii! Harusnya kamu yang berkaca!! Bagaimana bisa kamu masuk di mansion seseorang tanpa pemiliknya tahu, kamu sama saja seperti pencuri, rendahan sekali!" ujar Nabila.

"Dengar aku tidak asal masuk rumah ini sialan! Kamu tidak lihat Ibunya Reynaldo ada di sini!"

"Tunggu.. tunggu.. ibu?? Siapa yang kamu katakan ibu? Nenek lampir ini? Hahahaha coba Anda tanya pada nenek Thalita ini? Apa Reynaldo pernah memanggilnya Mommy? Ohh tidakk dia hanya benalu yang mencari keuntungan dari Daddy Mertuaku dan yah aku lupa dialah pembunuh Mommy mertuaku, iya kan Thalita??" ucap Nabila menatap menyelidiki Thalita.

Ekspresi Thalita berubah seratus persen.

"Hahahah berpaling! Heii untuk apa dia berpaling kamu pikir kadal airku akan berpaling kepada ikan sapu-sapu hahah! Dan yahh apa yang kamu lakukan kepada pelayan ku bangsat!" umpat Nabila kini menatap tajam.

"Tenanglahh Nabila, kamu tahu suamimu itu dia akan kembali kepadaku, apa kamu tahu bagaimana dia bermain di tubuhku saat itu! Saat dia mengatakan betapa mencintai diriku! Tunggu atau jangan-jangan kamu dan dia hanya pasangan kontrak!" ucap Luna kini menatap sinis ke arah Nabila.

"Apa yang kamu katakan!! Beraninya kamu membicarakan soal suamiku, bangsat!!" ucap Nabila kini menatap tajam ke arah Luna.

Luna menarik rambut Nabila. Nabila tidak mau diam kali ini dia ikut menarik rambut Luna.

Kekacauan di Mansion itu kini terlihat sangat kacau terlebih lagi Thalita ikut menghajar Nabila.

Elara yang datang bersama Dina kini mencoba melerai perdebatan dengan Nyonya-nya itu.

"Lepaskan tanganmu dari nyonyaku!!" teriak Elara menarik tangan Luna dari rambut Nyonya.

"Diam bangsat!! Kamu hanya seorang kacung sialan!" teriak Luna kepada Elara.

"Kamu ingin ku buat seperti dia!" ucap Luna melirik Dina.

Nabila yang rambutnya masih ditarik Luna dengan cepat menggigit tangan Luna kemudian menendang keras Thalita.

"Ahhh bangsatt! Kalian pikir takut pada kalian dan kamu?! Beraninya kamu melukai pelayanku! Elara ambilkan air yang sama saat dia melakukan itu kepada Dina!" pekik Nabila, yang kini berbalik menarik rambut Luna.

"Aahhh aaahhh sakit...!" teriak Luna.

"Sakitt?? Eeemmmmppp!" ucap Nabila semakin menarik rambut Luna.

"Sedari tadi aku sudah mengatakan padamu untuk pergi tapi kamu masih mengusik rumah tanggaku bangsat!!" teriak Nabila kini mencengkram erat rahang Luna.

Kemudian Elara membawa air panas yang sama seperti Luna berikan kepada Dina. Nabila menerima air itu kemudian menyiram ke wajah Luna.

"Ahhhh wajahkuu panass!" teriak Luna.

Thalita yang melihat itu kini mengambil sepatu high heels-nya kemudian mau memukul Nabila dengan sepatu itu tiba-tiba.

"Hentikkkkannn!!" teriak Reynaldo.

"Jauhkan sepatumu itu bangsat!!" umpat Reynaldo kala melihat Thalita ingin memukul Nabila.

"Tapi dia yang lebih dulu melukai Luna Vano!" teriak Thalita.

"Diam! Aku tidak meminta penjelasanmu, beraninya kalian ribut di mansion milikku!" ucap Reynaldo kini menatap tajam Luna dan Thalita, Reynaldo menarik pinggang ramping istrinya. Melihat istrinya dalam keadaan berantakan akibat ulah Thalita dan Luna.

"Sayaaanggg.." rengek Nabila merentangkan tangannya seraya meminta gendong.

Reynaldo yang paham akan hal itu menggendong tubuh Nabila ala

1
Adin Syarif
ceritanya bagus
Nur Holis
sangat serruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!