Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 - Jika Dia Baik Padanya, Maka Dia Juga Akan Baik Padanya
“Benarkah aku harus berpura-pura jadi pacarmu di acara reuni kelas?”
Kevin agak terkejut mendengar permintaan Nona Yati. Ia tersenyum lalu berkata santai,
“Biar aku jelaskan dari awal, ya. Aku tidak akan tidur denganmu.”
“Itu tidak mungkin.”
Nona Yati memutar bola matanya. Dalam hati, ia tak bisa menyangkal kalau Kevin Sanjaya memang tampan. Kalau suatu hari mereka benar-benar sampai tidur bersama, menurutnya dia juga tidak akan rugi.
Namun, tetap ada satu kekhawatiran di benaknya, Kevin hanyalah seorang kurir.
Bukan karena ia meremehkannya, melainkan karena ia tahu betul betapa kejamnya beberapa teman perempuan di kelasnya. Mereka sombong, suka merendahkan orang lain, dan tak segan melontarkan kata-kata pedas.
“Kalau sampai mereka menghancurkan kepercayaan diri Kevin, bukankah semua semangat yang sudah kuberikan padanya akan sia-sia?” pikirnya.
Setelah merenung sejenak, Nona Yati akhirnya berkata dengan lembut,
“Kevin, ada beberapa teman sekelasku yang mulutnya benar-benar jahat. Aku tidak ingin mereka mempermainkanmu.”
“Itulah kenapa… malam ini aku tidak jadi minta bantuanmu. Aku bisa datang sendiri ke Hotel Prime.” Ia tersenyum tipis.
“Kamu fokus saja bekerja hari ini. Kita makan bareng lain kali.”
Setelah melambaikan tangan dengan raut wajah sedikit menyesal, Nona Yati masuk ke mobilnya dan pergi.
Melihat ketulusan Nona Yati, hati Kevin Sanjaya terasa hangat.
Jika dia memperlakukannya dengan baik, maka dia pun akan membalasnya dengan kebaikan yang sama.
Malam ini… ia berencana memberinya kejutan besar!
Kevin Sanjaya tersenyum licik. Sebuah rencana sudah mulai terbentuk di kepalanya.
Saat itu, suara Sistem kembali terdengar di benaknya.
“Hadiah apartemen mewah belum diklaim.”
“Anda harus menandatangani penerimaan terlebih dahulu sebelum bisa mengakses misi khusus dan hadiah terbaru. Jangan lewatkan kesempatan ini.”
Tanpa ragu, Kevin langsung menaiki sepeda dan melaju ke pusat kota yang ramai untuk mengklaim apartemen mewah bernilai lebih dari satu triliun!
Ia juga tidak lupa memerintahkan asisten khusus Imperial Entertainment untuk mengganti seluruh kerusakan yang tanpa sengaja disebabkan Nona Yati sebelumnya.
Di pusat kota, Kevin menatap sebuah bangunan megah...!
“Ini… benar-benar apartemenku?”
Menatap bangunan Apartemen Golden Redbud, Kevin Sanjaya dipenuhi rasa puas. Tempat itu benar-benar kelas ata, lengkap dengan taman pribadi dan layanan pengelolaan properti eksklusif.
Namun, begitu ia memarkir sepedanya, sebuah suara perempuan yang angkuh terdengar tajam.
“Siapa yang mengizinkanmu parkir di sini?! Kalau sampai sepeda jelek ini merusak tas LV edisi terbatasku yang baru, sanggupkah kamu membayarnya?”
Kevin langsung berbalik.
Seorang wanita berpakaian mencolok berdiri di sana sambil menenteng tas Louis Vuitton. Sepeda Kevin sudah tergeletak di tanah, jelas baru saja ditendangnya!
“Sepeda Ku!”
Bagi Kevin Sanjaya, Sepeda itu bukan sekadar kendaraan, melainkan sahabat seperjuangan yang menemaninya melewati susah dan senang!
Sepeda itu sama berharga nya dengan Motor butut kuningnya..
“Apa masalahmu?! Sepeda tidak mengganggu siapa pun!”
Ia segera menegakkan kembali sepeda nya. Wanita itu justru tertawa mengejek.
“Harusnya kamu merasa terhormat sepedamu kutendang!”
“Jadi, kamu tinggal di apartemen mana?”
Nada suara Kevin Sanjaya langsung dingin.
“Kamu pikir aku tidak bisa mengusirmu sekarang juga?”
“Apa?”
Wanita itu menyeringai sinis.
“Cuma berani gertak, ya?”
“Kalau kamu memang hebat, coba cari tahu aku tinggal di mana dan rusak apartemenku!”
“Aku akan laporkan ke polisi secepat kilat sampai kamu tidak sempat menyesal!”
Ia langsung mengeluarkan ponselnya dan memotret Kevin Sanjaya, memastikan dirinya punya “bukti”.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁