NovelToon NovelToon
Kilatan Waktu

Kilatan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Ami Greenclover

Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara Siapa Itu?

*krik krik

Jangkrik sudah mulai terdengar,suara kodok bersahutan. Sore itu hujan gerimis.Mia duduk di teras rumahnya sambil memandangi tanaman-tanaman dan bunga-bunga yang tumbuh subur serta berwarna warni itu.Langit jingga kemerahan itu memberikan kesan tersendiri di sore itu. Kesan sejuk,ketenangan dan kehampaan. Mia termenung disana, itu adalah hal yang biasa Mia lakukan. Merenung dan terdiam dengan tatapan yang kosong adalah rutinitasnya setiap hari. Dia berbeda dari gadis seusianya, jika gadis lain senang berada di tempat ramai… dia senang di tempat sepi. Dia bukan seorang introvert, namun ada masanya dia akan duduk sendiri, duduk termenung tanpa memikirkan apapun…dia hanya menggunakan indra penglihatan dan indra pendengaranya untuk merasuk ke jantung alam semesta. 

Kebiasaannya ini sering kali di anggap aneh oleh orang lain.Bahkan tetangganya sempat mengira dia itu memiliki gangguan kejiwaan.Mereka sering melihatnya tertawa pada hewan,mengajak bicara pohon bahkan dia sering memeluk pohon secara spontan. Keanehan pada dirinya ini terkadang menjadi bahan pembicaraan keluarga besarnya, yang juga mengkhawatirkan tentang kondisi kejiwaannya. Namun, Mia tak dapat dianggap sebagai orang dengan gangguan kejiwaan oleh keluarganya, karena yang mereka ketahui adalah Mia ini sangat pintar. Nilainya dari sekolah sampai kuliah selalu menjadi yang terbaik, dia juga memiliki kemampuan public speaking yang baik.

“Teh,masuk udah sore. Pamali masih diluar rumah, udah maghrib.”

Ayahnya menyuruhnya untuk masuk kedalam rumah karena saat ini telah memasuki waktu maghrib. 

Dia pun masuk, kali ini ada yang sedikit berbeda darinya. Biasanya setelah merenung dia akan merasa damai dan bahagia. Namun, kali ini dia malah merasakan perasaan yang sangat sedih, bahkan kesedihan itu sampai sulit di jelaskan. Dia masuk ke dalam rumah, dia duduk menyandar di dinding rumahnya. Tanpa sadar tatapannya mulai kosong. 

“Teh, kenapa?”

Ayahnya bertanya padanya. 

“Hah?apa pa?”

“Kenapa teteh nangis?”

“Nangis?”

Dia memegang pipinya,pipinya basah. Dia merasa bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya. 

“Oh, teteh kelilipan ,pa.Kayanya kemasukan binatang.”

“Oh…”

Sebenarnya dia bahkan tidak tahu jika dirinya menangis. Dia bahkan tidak merasakan ada bulir air yang keluar dari matanya.

Mengetahui ada yang tak beres dengannya,dia segera mengirimkan pesan pada temannya. 

“Coi,ada yang aneh ndak hari ini?”

Dania membalas pesannya. 

“Aneh? Ndak ada sih…cuma hari ini entah kenapa mood aku tiba-tiba berubah.”

“Berubah gimana?”

“Berubah… kaya tiba-tiba sedih gitu…pokoknya sedih lah! .Kau sama kah?”

Melihat balasan dari temannya itu, Mia langsung termenung. 

“Coiiiii! Aku pun sama!!”

“Iya kah?!”

“Iya! Apa karena kuburan tadi itu?”

“Masa iya? Ah gak mungkin lah…”

“Besok aku ke rumah kau,besok aku ceritain tentang kuburan itu.”

“Oke lah, besok datang pagi-pagi ya!”

“Oghey!!”

Ternyata Dania juga merasakan perasaan sedih yang sulit digambarkan itu.Kini Mia mulai merasa ada yang tak beres. Pikirannya mulai memikirkan hal-hal yang tak masuk akal.

Setelah mengobrol dengan Dania via Whatsapp, Mia memutuskan untuk menonton drama China favoritnya, yaitu Guardians Of The Dafeng.

“Malam harinya tidak berbuat jahat! Siang harinya tidak takut penjaga malam!Tong! Tong! Tong! ”

Begitulah dia… menonton film sambil mempraktekkan gerakkan serta setiap ucapan yang pemeran utama katakan. 

Dia tertawa geli menonton film drama kolosal itu.Drama yang di mainkan oleh Wang Hedi(Dylan Wang) dan juga Tian Xi Wei itu berhasil membuatnya tertawa sampai berguling-guling. Sampailah pada scene dimana Xu Qi'an kembali ke dunia nyata tepatnya di akhir episode dari film tersebut.Film itu belum sepenuhnya selesai, namun Mia langsung mematikan laptopnya dan dia termenung. 

“Apakah dunia pararel itu ada?Apakah itu nyata?”

Mia bertanya pada dirinya sendiri. Dia mulai memikirkan hal-hal aneh yang pernah terjadi pada dirinya.Mulai dari melihat hantu, melihat hewan aneh, bahkan mendengar bisikan-bisikan yang tak jelas dari mana asalnya dia juga pernah mengalami itu. Namun… ada satu hal yang benar-benar ia ingat yaitu… waktu yang terhenti. 

“Aku ingat hari itu…”

Kala itu ia sedang sakit. Pandangannya buram,dia bahkan tak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di sampingnya. Dia yang sedang berbaring itu, menoleh ke arah kirinya…hening,semuanya hening yang awalnya terdengar bunyi hewan seperti katak dan juga jangkrik tiba-tiba semuanya hening. Bahkan,jam dinding yang biasanya berdetik,kala itu benar-benar tak bergerak dan tak mengeluarkan suara.Setelah itu kepala Mia tiba-tiba terasa sakit,sangat sakit.Sampai dia memegangi kepalanya dan menarik kuat rambutnya.

Di saat Mia sedang kesakitan dia mendengar suara-suara aneh dari sekitarnya.Bahasa yang digunakan pun berbeda-beda. 

“Ni, Bizui!”

“ik naam! ”

“Piere!Johan!”

“Sha le ta!”

Kala itu dia belum mengerti apa yang dikatakan oleh suara-suara itu.Kala itu, itu hanyalah suara-suara yang menyeramkan. 

Saat menyadari pengalaman yang sangat aneh yang pernah terjadi itu. Dia segera mengambil bukunya.

“Bukanya itu bahasa Mandarin ya? Bahasa Mandarin sama Belanda…”

Dia mencoba mengingat, ingat apa yang pernah ia dengar kala itu. 

“Aku fokus ke bahasa Mandarin dulu.Ni.. Itu artinya kau… bi zui.. Artinya diam. Berarti diam kau…”

Dia yang baru belajar bahasa Mandarin karena kebanyakan nonton drama China kolosal itu akhirnya paham dari kata-kata yang pernah ia dengar itu. 

“Sha le… shale bunuh kan ya?”

Dia bertanya pada dirinya sendiri. 

“Iya, shale itu bunuh…ta itu artinya dia…hmm jadi bunuh dia…”

Dia mengangguk. 

“Hah! Bunuh dia?!”

Dia terkejut. 

“Siapa yang dibunuh?Siapa?”

Dia panik sendiri. 

“Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah aku mengidap skizofrenia?Atau… semua yang ku dengar memang benar-benar nyata?”

“Aku harus belajar bahasa Mandarin dengan sungguh-sungguh.Semoga dengan aku memahami bahasa itu, aku akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi.”

Setelah mengetahui makna dari suara-suara itu. Kini dia ketakutan, dia segera pergi ke kamarnya, mengambil selimut kemudian tertidur dengan lampu yang menyala dan juga selimut yang menutupi wajahnya. Jantungnya berdebar kencang, bahkan dia dapat mendengarnya sendiri. 

“Haduh…seramnya…”

“Besok aku akan menceritakan ini pada Diana,pokoknya aku sudah kapok. Aku tak mau mencari keong lagi disana.”

Dia bergumam. 

Mia mencoba menenangkan pikirannya,dia mencoba bernafas dengan teratur dan perlahan. Namun, pemikiran dia yang mengerah kemana-mana itu sangat sulit ditenangkan.Setelah setengah jam berusaha, akhirnya dia bisa sedikit merasa tenang. Dia pun menutup matanya dan tertidur. 

Sekarang waktu sudah menunjukkan waktu tepat tengah malam. Dia terbangun,dia haus.Dia mengambil segelas air dari dapur,meminumnya dengan perlahan. Dia berjalan melihat jam, jam yang menunjukkan waktu tepat tengah malam.Lalu kemudian dia kembali ke kamarnya lagi dan melanjutkan tidurnya. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!