NovelToon NovelToon
Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Status: tamat
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Action / Anime / Sci-Fi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:171
Nilai: 5
Nama Author: rexxy_

​"Apakah kamu pernah merindukan seseorang yang bahkan wajahnya saja tidak pernah kamu lihat?"
​Alexian hanyalah seorang perantau yang terjebak dalam rutinitas membosankan sebagai resepsionis Love Hotel di Tokyo. Baginya, cinta sudah lama mati sejak pengkhianatan di masa lalu membuatnya menjadi pria yang tumpul rasa.
​Namun, sebuah mimpi aneh mengubah segalanya. Seorang wanita, jembatan taman, dan guguran sakura yang terasa begitu nyata.
​Mona menyebutnya Yume no Kakehashi.
Jembatan Impian yang Mengambang. Sebuah mitos Jepang tentang dua jiwa yang saling mencari. Alexian menemukan seutas pita berwarna jingga di pagar jembatan itu. Kini, Alexian harus memilih tetap hidup dalam realitasnya yang aman namun sepi, atau mengejar bayangan senja di mata seorang wanita yang mungkin hanya ada dalam mimpinya.
Apakah Alexian bakal bertemu dengan wanita itu atau semua hanya kebetulan dalam mimpi?
Apa arti dari pita yang ia dapat di celah pagar jembatan itu?
Simak kelanjutannya ya! :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rexxy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Menembus Batas Realita

Rasanya kayak aku habis terjun dari pesawat tanpa parasut. Seluruh badanku gemetar dan paru paruku rasanya sesak.

Jari-jemari yang lembut. Dingin, namun berdenyut.

"Alexian! Lex! Bangun!"

Suara Ken terdengar seperti ledakan di samping telingaku.

Aku tersentak, kelopak mataku terbuka paksa. Hal pertama yang kulihat adalah langit-langit bengkel yang kusam dan lampu gantung yang bergoyang hebat.

Paru-paru ku menghirup udara yang berbau oli dan bensin—bau dunia nyata.

"Dia... dia membawanya!" teriak Mona.

Suaranya melengking antara takut dan takjub.

Aku menoleh ke samping kiri dengan leher yang kaku. Di atas lantai semen yang dingin, tepat di samping tempatku duduk tadi, seorang wanita terduduk bersandar lemas dipundakku.

Ia mengenakan gaun putih tipis yang tampak bercahaya redup di kegelapan bengkel. Rambut coklat panjangnya terurai menutupi sebagian wajahnya.

Itu dia.Sayuri.Ia tampak gemetar, iris matanya yang berwarna jingga senja menatap sekeliling dengan penuh kebingungan. Ia mencoba menghirup udara, namun dadanya naik turun dengan cepat, seolah oksigen di dunia ini terlalu berat untuknya.

"Sayuri..." suaraku hanya berupa bisikan pecah.

Ia menoleh padaku. Saat mata kami bertemu di dunia nyata bukan di balik lensa kamera ponsel, bukan di dalam kabut mimpi.

"A-Alexian?" suaranya lembut, terdengar seperti denting lonceng yang sangat jauh.

Ia mengangkat tangannya yang pucat, mencoba menyentuh pipiku.

"Ini... benar-benar kau? Kau tidak... menghilang?"

"Aku di sini, Sayuri. Kau di sini. Kita di Tokyo," jawabku sambil menggenggam tangannya lebih erat.

Ken dan Mona berdiri mematung di dekat pintu. Ken menjatuhkan kunci inggrisnya ke lantai dengan bunyi klang yang keras.

"Sumpah, Baru kali ini aku lihat keajaiban seperti ini, Ngeri!!! "

Mona mendekat dengan ragu, matanya berkaca-kaca. Sebagai orang yang selama ini hanya mendengar ceritaku, melihat Sayuri secara fisik adalah sebuah keajaiban yang melampaui logika.

"Dia sangat cantik... tapi dia terlihat sangat lemah, Lex."

Tiba-tiba, Sayuri terbatuk kecil, dan dari sudut bibirnya keluar sedikit cahaya redup yang langsung menguap. Tubuhnya tampak sedikit transparan, seolah-olah dunia nyata mencoba menolaknya.

"Miyuki!" panggilku pada adik Sayuri yang sedari tadi terpojok di sudut ruangan.

"Apa yang terjadi? Kenapa dia seperti ini?"

Miyuki berlari mendekat, wajahnya penuh kecemasan.

"Dia sudah terlalu lama berada di 'Sisi Lain'. Keberadaannya di dunia nyata belum stabil. Jika The Eraser menghancurkan jembatannya di dunia mimpi tadi, maka Sayuri tidak punya 'akar' di sini. Kita harus segera mencari cara untuk membuatnya menetap, atau dia akan menguap menjadi ingatan yang terlupakan dalam hitungan jam!"

Aku menatap tubuh Sayuri yang mulai memudar, seperti lukisan cat air yang terkena tetesan hujan. Jantungku berpacu gila. Aku baru saja berhasil menariknya keluar dari keabadian yang menyiksa, aku tidak akan membiarkannya lenyap begitu saja di depan mataku.

"Miyuki!" teriakku, suaraku menggema di seisi bengkel yang lembap.

"Apa tidak ada cara lain? Katakan padaku, bagaimana agar tubuhnya kembali normal? Bagaimana cara memberinya 'akar' di dunia ini?!"

Miyuki berlutut di samping Sayuri, jemarinya yang gemetar mencoba menyentuh kakaknya, namun tangannya seolah menembus kabut tipis.

Ia menatapku dengan tatapan yang sangat berat, seolah jawaban yang akan ia berikan adalah sebuah kutukan sekaligus berkah.

"Hanya ada satu cara, Alexian," bisik Miyuki, suaranya tercekat.

"Kau adalah 'Jembatan' itu. Kau yang menariknya ke sini, maka kau jugalah yang harus memberinya kehidupan."

"Katakan padaku apa yang harus aku lakukan!" desakku.

Miyuki menatap tajam ke mataku.

"Darah. Hanya darahmu yang bisa membuatnya kembali normal. Darah dari seseorang yang jiwanya sudah terikat dengan pita itu. Darahmu mengandung frekuensi dunia nyata yang kuat bagi Sayuri. Jika dia meminumnya, atau jika darah itu menyatu dengannya, tubuhnya akan kembali normal. Dia akan menjadi nyata... tapi Aku takut kutukan itu membuatmu menghilang dan Tubuhmu akan transparan seperti Kakakku"

Ken dan Mona tersentak.

"Lex, pikirkan baik-baik! Itu artinya kau menyerahkan sebagian nyawamu!" peringat Ken.

Aku menatap Sayuri. Ia menatapku balik dengan tatapan memohon yang sangat sayu, seolah-olah ia sedang bersiap untuk kembali menjadi abu. Aku tidak butuh waktu untuk berpikir. Logika sudah lama kutinggalkan sejak aku menyentuh pita jingga itu.

"Ambilkan Aku pisau, Ken" kataku tegas.

Ken mengambilkan sebilah pisau kecil yang biasanya digunakan untuk memotong kabel di meja kerja. Tanpa ragu, aku menggoreskan ujungnya di telapak tangan kananku. Darah merah segar mulai mengalir, kontras dengan kulitku yang pucat.

"Alexian... jangan..." Sayuri berbisik lemah, mencoba menjauh, namun kekuatannya sudah habis.

"Diamlah, Sayuri. Aku sudah berjanji tidak akan melepaskanmu," bisikku pelan.

Aku menempelkan telapak tanganku yang terluka ke telapak tangannya. Seketika, cahaya jingga yang menyelimuti pita itu meledak terang. Aku merasakan sensasi tersengat listrik yang luar biasa menyakitkan, menjalar dari tanganku menuju jantungku. Darahku seolah ditarik paksa masuk ke dalam pori-pori kulitnya yang transparan.

Darah merah itu mengalir di bawah kulit Sayuri yang pucat, seperti tinta yang mengisi sketsa kosong. Perlahan tapi pasti, tubuhnya menjadi padat.

Kaki yang tadi tampak seperti asap kini menapak kuat di atas semen. Napasnya yang pendek berubah menjadi tarikan napas manusia yang dalam dan nyata.

Sayuri terengah-engah, tubuhnya kini sepenuhnya padat dan hangat. Ia tidak lagi bercahaya, namun ia tampak sangat nyata.

Miyuki mengembuskan napas lega yang panjang.

"Berhasil... Dia sudah punya 'akar' sekarang. Tubuhnya kembali normal, Alexian."

Aku jatuh terduduk di samping Sayuri, merasa sangat lemas seolah energiku baru saja dikuras habis. Namun, rasa sakit di tanganku tidak sebanding dengan rasa hangat saat Sayuri menunjukan tawa cerianya padaku.

Untuk pertama kalinya, aku bisa merasakan kebahagiaan mengalir di mata jingganya.

"Terima kasih..." bisiknya pelan, suaranya kini terasa nyata, bukan lagi gema dari dunia mimpi.

Namun, di tengah momen ajaib itu, Ken tiba-tiba menunjuk ke arah jendela bengkel.

"Lex! Kita tidak punya waktu untuk drama! Mobil-mobil hitam itu... mereka sudah sampai di depan gang!"

Baru saja aku mau nafas lega, tapi teriakan Ken membuatku sadar bahwa situasi kami sedang tidak aman. Sial, mereka cepet banget!

1
rexxy_
Terima Kasih banyak kak, Saya selaku Author sangat senang atas pujian kakak.
Pantengin terus ya kak... heheh🙏😍
𝓗ᥲᥱᥣִᥱᥲꤪꤨꤪᥒᥲ.𝜗𝜚
karyanya bagus btw mampir yah di novelku 🤭
Roulina Damanik
1. Check-in : Melaporkan kehadiran di suatu tempat (hotel/ bandara).

2. Check-out : Meninggalkan (hotel/ bandara) setelah membayar dan mengembalikan kunci.
rexxy_: Terima kasih atas Saran anda.
Saya selaku penulis meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan penulisan saya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!