NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:108.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Yune

"Lebih baik, kau mati saja!"

Ucapan Bram membuat Cassandra membeku. Dia tidak menyangka sang suami dapat mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hatinya. Memang kesalahannya memaksakan kehendak dalam perjodohan mereka hingga keduanya terjebak dalam pernikahan ini. Akan tetapi, dia pikir dapat meraih cinta Bramastya.

Namun, semua hanya khayalan dari Cassandra Bram tidak pernah menginginkannya, dia hanya menyukai Raina.

Hingga, keinginan Bram menjadi kenyataan. Cassandra mengalami kecelakaan hingga dinyatakan meninggal dunia.

"Tidak! Kalian bohong! Dia tidak mungkin mati!"

Apakah yang terjadi selanjutnya? Akankah Bram mendapatkan kesempatan kedua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02. Di Ambang Kematian

Bram merenung setelah kepergian Cassie dari hadapannya. Dia tahu telah menodai pernikahan mereka dengan kehadiran Raina. Akan tetapi, dari dulu dia sudah menegaskan pada perempuan itu kalau tidak mungkin dia mencintai Cassie.

Teringat ucapannya yang sangat kasar, dia mengatakan kalau lebih baik Cassie mati saja. Wajah Cassie saat itu terlihat sangat terluka karena ucapannya.

"Ah, sudahlah. Tidak mungkin dia mati, kan? Perempuan itu pasti tidak akan membiarkanku hidup dengan tenang!" Bram menggelengkan kepalanya.

Namun, ketika sedang membaca beberapa laporan. Sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya.

Bram mengernyit, melihat nomor asing yang tertera di layar ponselnya. Jantungnya tiba-tiba berdegup lebih cepat, namun dia mencoba menepis rasa cemas yang merayapi pikirannya. Dengan ragu, dia mengangkat panggilan itu.

"Halo?" suaranya terdengar datar, tetapi ada kegelisahan yang tersembunyi di baliknya.

"Pak Bramastya?" suara di seberang terdengar serius. "Kami dari Rumah Sakit Harapan. Kami ingin memberitahukan bahwa istri Anda, Cassandra Wijaya, mengalami kecelakaan dan saat ini sedang dalam kondisi kritis. Kami harap Anda bisa segera datang."

Ponsel nyaris terjatuh dari genggamannya. Mata Bram melebar, dan napasnya tercekat. "Apa? Tidak mungkin...!"

Tanpa berpikir panjang, dia langsung bangkit dari kursinya, meraih kunci mobil, dan melangkah cepat keluar dari kantornya. Dalam perjalanan ke rumah sakit, pikirannya dipenuhi dengan gambaran wajah Cassie—wajah yang selalu menampilkan sorot sedih setiap kali dia mengabaikannya. Rasa bersalah mulai menghantam dadanya. Benarkah dia yang telah mengutuk Cassie hingga perempuan itu kini berada di ambang kematian?

Begitu tiba di rumah sakit, Bram berlari menuju ruang gawat darurat. Matanya liar mencari sosok yang bisa memberinya kepastian.

"Di mana istri saya? Cassandra Wijaya!" suaranya hampir bergetar saat bertanya kepada perawat di meja informasi.

Perawat itu segera mengarahkan Bram ke ruang ICU. Langkahnya terasa berat ketika dia melangkah masuk. Di balik kaca besar yang memisahkan pasien dan pengunjung, dia melihat Cassie terbaring di ranjang rumah sakit.

Tubuhnya dipenuhi selang, wajahnya pucat, dan nyaris tidak bergerak. Alat-alat medis berbunyi monoton, menandakan bahwa kehidupan Cassie masih menggantung di ujung tanduk.

Tiba-tiba dokter dan petugas kesehatan berbondong-bondong menuju ruangan yang membuat Bram kebingungan. Dia berusaha bertanya tentang kondisi Cassie.

"Maaf, Pak. Kondisi pasien sedang kritis, kami harus segera melakukan tindakan," ujar salah satu petugas yang bisa ditanya. Kemudian, mereka membawa Cassie ke ruang operasi.

Bram menelan ludah. Hatinya mencelos melihat kondisi perempuan yang selama ini selalu dia abaikan. Ini nyata. Cassie benar-benar mengalami kecelakaan. Dia tidak mati seperti ucapannya, tetapi keadaan ini jauh lebih buruk dari yang bisa dia bayangkan.

Tiba-tiba, seseorang menyentuh bahunya. Dia menoleh dan melihat Raina berdiri di sana, matanya juga dipenuhi kecemasan. "Bram... aku baru tahu soal Cassie. Aku ikut prihatin."

Bram menatap Raina tanpa ekspresi. Dulu, kehadiran perempuan ini adalah pelariannya. Raina adalah orang yang selalu dia pilih untuk berada di sisinya, bukan Cassie. Tetapi sekarang, melihat Cassie yang tak berdaya di hadapannya, Bram menyadari sesuatu yang selama ini dia abaikan.

"Ini salahku," gumamnya pelan. "Seharusnya aku tidak pernah mengatakan hal itu padanya. Seharusnya aku tidak pernah..." Kalimatnya menggantung, rasa sesak menyerangnya begitu saja.

Raina menggenggam lengannya, berusaha menenangkan. "Bram, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini hanya kecelakaan—"

"Tidak," Bram memotong cepat. Tatapannya gelap dan penuh dengan rasa bersalah yang baru saja dia sadari. "Ini bukan hanya kecelakaan. Ini adalah akibat dari semua yang telah aku lakukan padanya."

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Bramastya merasakan ketakutan yang begitu nyata—ketakutan akan kehilangan seseorang yang mungkin selama ini lebih berarti daripada yang dia sadari.

"Jadi, kamu masih bersama dengan jalang ini!" ucap sebuah suara yang membuat kedua orang itu menoleh.

Jessica Wijaya, adik dari Cassie menatap dengan sinis. Bram membalas tatapan mematikan itu, tetapi dia sadar diri kalau selama ini dialah yang memantik permusuhan di antara keluarga mereka.

"Dia bukan jalang! Jaga ucapanmu, Jessie!" tukas Bram yang masih membela Raina.

"Cih! Kalau kalian masih ingin berduaan di sini. Pergilah! Aku tidak ingin kakakku sadar dan melihat kalian bersama, sampai kapan pun aku akan membenci kalian," balas Jessie.

Wanita itu sudah memperingatkan beberapa kali pada Cassie kalau tidak mungkin Bram akan membalas cinta kakaknya itu. Akan tetapi, Cassie tidak peduli.

Keinginan Cassie untuk mendapatkan Bram lebih besar dari apa pun. Cassie dengan licik mengatur perjodohan dua keluarga mereka. Tentu saja, kedua orang tuanya mendukung hal tersebut.

Namun, apa yang didapatkan oleh Cassie setelah menikah?

Cassie terus saja diabaikan, dia tidak mendapatkan kasih sayang sebagaimana mestinya. Hanya dijadikan bayang-bayang oleh Bram. Cassie adalah istri yang tidak pernah dianggap dan diakui.

"Bram, lebih baik aku pergi saja," ujar Raina dengan ucapan parau.

"Tidak kau di sini saja!" cegah Bram dengan menggenggam erat tangan Raina.

Jessie tidak lagi mempedulikan kedua orang yang duduk di sampingnya itu. Dia sedang menunggu keajaiban datang. Kedua orang tuanya berada di luar negeri untuk perjalanan bisnis. Dia harusnya bisa menjaga Cassie, tetapi sang adik malah mengalami kecelakaan.

Seorang dokter keluar dari kamar dengan raut wajah tidak bisa terbaca. Seketika, mereka semua menegang. Sebelum, Bram menanyakan kondisi Cassie, Jessie telah lebih dulu bertanya.

"Bagaimana kondisi Cassie? Bagaimana dengan kakak saya? Dia selamat kan, Dok?" suara Jessie terdengar memohon, isak tangisnya tertahan.

Dokter di hadapan mereka menghela napas panjang sebelum menjawab dengan suara tenang namun penuh kehati-hatian. "Mohon maaf..."

***

Bersambung...

Terima kasih telah membaca. 🥰

1
Ari Sawitri
ya kamu juga jangan kasih dia akses donk. blokir tuh nomor Mak Lampir itu. 😡😡😡 heran skrg bs bilang spt ini kmrn kmrn otak kamu kemana 🤨
ayu cantik
suka
Siti Maulidah
ceritanya menarik
vely
hahahahahaha kasian banget sih kamu bram, lihat tu istrimu sekarang anemia ehh salah yang bener amnesia /Tongue/
vely
itu mungkin bram
Anre1201
buat Cassie, coba jadi perempuan tegas sedikit demi anakmu. kamu tuh wanita Dari keluarga kaya, jadi tidak usah takut susah. tanpa suami pun kamu bisa membesarkan anak kamu !!!!!
beri kan penjelasan ke Bram untuk bisa menyelesaikan masa lalu nya baru datang lagi, jangan biar kan masalah belum selesai tapi sudah bersama, walaupun demi anak tapi itu bukan solusi. kamu harus cari kebahagiaan kamu, kamu harus belajar mencintai diri kamu, belajar untuk menerima orang-orang baru, belajar untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri sendiri agar hidup mu bisa tenang dan anak mu lahir dengan rasa Cinta.
Anre1201
Cassie terlalu lemah Karna cinta, ga bisa tegas, Dari awal sudah terlihat karakternya. watak dia lembut tapi Bucin kalau soal Cinta hingga tidak punya prinsip. makanya selalu kalah karena Bodoh, tolol dan Goblok sudah bikin rasional kalah Dari akal sehat 😤
Anre1201
lelah??? ya cerai Begooooooo 😤
ini cerita nya bijimana sihhhh.. Katanya masih terikat pernikahan tapi ga ada solusi nya. kalau memang ingin pisah bukan cerai ya ngomong di awal.. minta ketenangan diri buat masing-masing pihak, agar ada Jalan keluar terbaik untuk bisa menyelesaikan masalah yg ada, jadi ketika balikan, masing-masing sudah selesai dengan masa lalu nya dan siap menjalani pernikahan dengan pondasi yg lebih kuat agar tidak melakukan kesalahan tolol lagi 😤
Anre1201
cerita yg bullet, sama-sama orang kaya tapi ga bisa cari bukti soal sepele seperti ini. Cassie juga ga tegas, kalau memang sudah selingkuh ngapain di kasih kesempatan 🥱 apalagi selingkuh itu penyakit yg susah diobatin, walaupun balik lagi, tetap saja, kepercayaan sudah hilang dan akan jadi duri dalam daging.
apalagi Dari awal pernikahan sudah tidak sehat Karna terpaksa + tidak ada Cinta yang tulus Dari kedua belah pihak.. jadi pernikahan nya tidak ada pondasi yang kuat.. makanya terjadi perselingkuhan 🙄
Anre1201
Dari sini bisa di lihat.. Bucin memang bikin manusia jadi Bego, tolol + goblok !!!!!!!karena tidak bisa membedakan antara Cinta, pengkhianatan, kesetiaan, ketulusan, kepercayaan dan harga diri !!!!!!
tris tanto
weh cpt bgt udh diindo
tris tanto
kn udh dikasih tau kok bhnya tehenyyaakkkk ,kaget doong
tris tanto
masih dibahas lg,kn dibb depan udh dibhs knp jd muter2
tris tanto
lidahnya keluarrr,,,melet dong ,gk sampe otakku mbayangke,,
Sri Mugianti
sebenarnya yg jadi adeknya itu si Cassie atau Jessi
tini_evel
cassie ini kakak atau adik sih.. awal dibilang kakak tp ada juga dibilang adik..
Agus Andryani
iya mmang dr awal sdh bungung
ichapurie
ini gimana sih, diawal katanya cuma anggep raina adek, terus bab berikutnya bilang cuma ciuman, bab berikutnya lagi bilang nginep di villa berdua tapi pisah kamar, eh bab berikutnya bilang pernah ngehabisin malam bersama , yg bener gmna sih thor kok beda2 tiap bab
Tira Aneri
suukaaa
rarr
thor aku mampir sini dlu, smbil nunggu update terbaru "satu malam bersama ceo" laura adenya liam🤭
Miss Yune: Dah update kak. cusss mampir ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!