NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Lima. Keluhan Mia

Di kediaman keluarga Lewis, semua orang berkumpul. Baby Ellara sudah diijinkan untuk dirawat di rumah. Setelah hasil sampel darah Queenza keluar, Bryan langsung meminta seorang perawat untuk memanaskan ASI untuk putrinya.

Ellara mulai menyusu dengan rakus. Satu botol kecil habis dalam sekali waktu. Senyum tipis tersungging dari bibir Bryan. Sesibuk apapun dirinya, ia akan mencurahkan waktu untuk membesarkan putri kecilnya.

Saat itu seorang pemuda masuk ke kamar Ellara. "Kak, apa yang terjadi?"

"Kamu bertanya soal apa, Henry?"

Henry mengusap tengkuknya. Kemarin malam kakek Lewis memanggil mereka semua, katanya mereka harus membantu Bryan di perusahaan, karena Bryan harus mengurus bayinya.

"Soal perusahaan. Kakek bilang kamu harus membagi waktu untuk merawat Ellara. Kakek meminta kami untuk belajar mengurus perusahaan.

"Henry, bukankah itu ide bagus. Setidaknya kamu akan memiliki pengalaman sebelum nanti kamu serius mewarisi perusahaan orang tua kita, Aku tidak mungkin mengurus semuanya sendiri, sementara Ellara membutuhkan perhatianku."

"Hah, kamu bersikap seperti seolah ayah yang baik. Kita semua tahu kamu tidak menyukai wanita itu. Bagaimana bisa kamu menyukai putrinya?"

"Dia tetap darah daging keluarga Lewis kita, Henry. Bahkan Ellara memiliki golongan darah yang sama dengan keluarga kita. Bagaimana bisa aku mengabaikannya?"

"Aku tidak memintamu untuk mengabaikannya. Aku hanya terkejut dengan kepedulianmu," ucap Henry dengan santai. Dia mendekati boks bayi di mana bayi kecil itu sedang tidur. Bayi itu begitu cantik, fitur wajahnya sama persis dengan Bryan, hanya saja dalam versi perempuan.

"Aku dan yang lainnya akan belajar, membantumu mengurus perusahaan, tetapi kamu tidak akan pensiun dini kan?"

Bryan hanya menanggapinya dengan anggukkan. Dia sejak tadi sibuk dengan ponselnya, dia sedang mengirim pesan pada Queen. Dia setuju dengan syarat yang Queen ajukan. Mulai sekarang dia akan ikut campur dalam urusan Celestial Corporation.

Setelah Henry pergi, Bryan melepaskan jasnya. Dia berjalan mendekati boks putrinya. Dengan hati-hati dia mengangkat bayi mungil itu. Tatapan mata Bryan tanpa disadari melembut.

"Gadis kecilku, tumbuhlah menjadi gadis yang sehat dan ceria. Ayah akan selalu menjadi pelindungmu."

Hari itu, Baby Ellara hampir menghabiskan seluruh stok ASI yang dibawakan oleh Queenza. Bryan langsung mengirim pesan pada wanita itu.

Di dalam kamar, Queen baru saja selesai menyusui bayinya. Sofia terlelap dengan bibir setengah terbuka. Begitu cantik dan menggemaskan. Queen mengambil ponselnya. Awalnya dia berniat membuka CCTV untuk mengecek apa yang Mia lakukan.

Akan tetapi, pesan dari Bryan membuatnya tertarik untuk membukanya. Membaca pesan Bryan membuat Queenza merasa bersemangat. Setidaknya dia bisa menyelamatkan satu nyawa tak berdosa itu. Dia berharap putri Bryan akan selalu hidup, sama seperti halnya dengan Sofia putrinya. Dia berharap keduanya akan tetap hidup sampai dia tua.

Mengingat hal itu, tangan Queenza terkepal kuat. Jal*ng dan B*jingan itu telah membunuh putriku, Sofia. Aku akan membuat mereka menderita sepanjang hidupnya.

Queenza membalas pesan Bryan. Dia berjanji akan mengirim lagi ASI melalui kurir, jadi Bryan tidak perlu datang untuk menemuinya.

Setelah membalas pesan Bryan, Queen mulai membuka aplikasi pemantau CCTV yang dia pasang. Matanya berkilat jijik melihat sepasang pria dan wanita sedang bercumbu di dapur. Xavier begitu bern*psu sampai sampai tidak peduli melakukan hal menjijikkan itu di mana pun.

Memang Queenza akui, Mia memiliki bentuk tubuh yang serba extra dibagian dada dan pantatnya, sehingga bisa menarik lawan jenis dengan mudah. Pria yang otaknya berada di selang*kangan akan mudah goyah hanya dengan melihat tubuh Mia, termasuk suaminya Xavier.

Setelah melihat adegan memuakkan itu, Queen mematikan ponselnya. Dia memasang pompa ASI dan memulai rutinitasnya tanpa merasa terganggu dengan apa yang baru saja dilihatnya. Hatinya terlanjur mati rasa. Dia tidak akan merusak pikirannya sendiri dengan urusan patah hati.

Sementara itu di dapur villa. Mia bergerak liar sambil sesekali melirik pintu dapur. Dia merasa bagian bawah tubuhnya sudah mencapai batasnya. Gerakan Xavier semakin kasar dan kemudian dia mende*ah panjang. Xavier melumat bibir Mia dengan rakus.

"Kamu nikmat sekali, Mia. Rasanya aku tidak akan pernah puas, ingin terus memacumu setiap hari."

Mia dengan wajah memerah memukul bahu Xavier. "Aku harus kembali ke kamar, aku takut Queenza akan keluar sebentar lagi."

Mia buru-buru memunguti pakaiannya dan berlari tanpa baju masuk ke kamar tamu. Xavier tersenyum penuh kepuasan. Dia lantas merapikan dirinya dan kemudian masuk ke dalam kamar.

Queenza melirik ke arah Xavier untuk sementara, tetapi kemudian dia mengalihkan tatapannya. "Sayang, kamu sedang memompa ASI, ya? Bolehkah aku membantumu?"

"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri." Queenza tidak akan membiarkan Xavier menyentuh tubuhnya. Saat Xavier mendekat, Queen bisa mencium sisa aroma percintaan Xavier dengan Mia. Hal itu semakin memantik rasa jijik Queenza. Wanita itu merasa mual berdekatan dengan Xavier.

"Apakah kamu belum mandi? Pergilah mandi sana. Aku tidak suka bau tubuhmu."

Ekspresi Xavier sesaat menegang dan hal itu tidak luput dari mata Queenza. Queenza tersenyum miring.

Untuk menutupi kegugupannya, Xavier berpura-pura marah pada Queen. "Kamu sungguh sangat keterlaluan. Baiklah aku akan mandi, biar kamu tidak bisa menolakku seperti ini."

Queen hanya diam, ia tidak membalas ucapan Xavier. Xavier masuk ke kamar mandi. Setelah mendapat empat pack ASI, Queen merasa lapar. Dia bangkit dari ranjangnya dan menggendong Sofia keluar. Dia tidak akan berani meninggalkan Sofia sendirian di kamar bersama pembunuh itu.

Di saat yang sama Mia keluar dari kamarnya. Dia tertegun saat tatapannya bertemu dengan mata Queen. Sekilas dia bisa melihat kebencian yang begitu mengerikan dari mata Queen sehingga dia langsung menunduk karena takut.

"Mia ada apa?" Queen mendekati Mia, Dia tahu wanita itu ketakutan melihatnya. Itulah yang dia inginkan. Queen menepuk pundak Mia. tubuh Mia tanpa sadar gemetar dan menegang.

"Mia, ada apa? Jangan membuatku cemas."

Mia mengangkat wajahnya, dia melihat ekspresi Queen yang begitu berbeda dari ekspresi tadi. Mungkinkah dia salah lihat?

"Ti_tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Kenapa kamu keluar membawa Sofia?"

"Oh, aku kelaparan setelah menyusui. Lagi pula bayi baru lahir memang sering terjaga saat malam tiba. Jadi aku ingin makan ditemani Sofia.

"Biar aku yang gendong, kamu makanlah."

"Tidak perlu. Ini tidak sulit. Maaf, aku bukannya tidak mengijinkanmu menggendong Sofia, tetapi dia masih sangat rapuh. aku khawatir itu akan menyulitkanmu, Mia."

Meski di dalam hatinya mengumpat kesal, Mia tidak dapat menunjukkan kemarahannya. Dia hanya mengangguk dan tidak bicara lagi. Dia mengikuti langkah Queen ke dapur.

"Oh ya, bagaimana soal ayahmu? Pasti rasanya membosankan memiliki ayah seperti itu. Kamu harus lebih tegas. Jika dia memukulmu, sebaiknya kamu melaporkannya pada polisi," ujar Queen sembari menyiapkan makan untuk dirinya sendiri.

Tadi saat Mia datang, Mia ingin segera meluapkan semua ceritanya, tetapi di waktu yang tepat, terdengar tangisan Sofia, sehingga Queen memutuskan untuk meninggalkan Mia.

Sekarang sudah waktunya dia pura-pura memberi perhatian pada Mia. Dia ingin tahu apa yang Mia inginkan darinya.

Tangan Mia terkepal, dia terlihat tidak senang saat Queen berbicara menyinggung soal ayahnya, tetapi memang dia butuh sesuatu dari Queen, jadi dia mencoba tetap bersabar.

"Ya, kamu memang benar, tetapi bagaimana pun juga dia ayahku, Queen. Aku tidak bisa mengabaikan dia begitu saja. Queen, tidak bisakah kamu membantuku kali ini? Aku perlu melunasi hutang hutang ayahku."

Queen menghentikan gerakannya dan sepenuhnya menatap Mia. Wajah Mia terlihat sembab, tetapi Queen sama sekali tidak ingin menaruh rasa kasihan pada temannya ini.

Dengan ekspresi penuh rasa bersalah Queen berkata, "Bukan aku tidak ingin membantumu, tetapi sejak aku tidak ikut terjun langsung di perusahaan, kartu bankku dipakai Xavier, sementara deviden dari sahamku sendiri ditahan oleh Blake. Kamu tahu sendiri bagaimana kakakku itu, kan? Dia sulit sekali dihadapi.

"Bagaimana kalau kamu pinjami aku perhiasanmu. Nanti aku akan menggantinya. Tolong aku sekali ini saja, Queen." Mia memohon dengan wajah memelas.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!