NovelToon NovelToon
Bukan Wajahmu Tapi Hatimu

Bukan Wajahmu Tapi Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Office Romance / Cewek Gendut
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Linggar adalah seorang sekretaris cerdas dan berhati emas, namun ia selalu merasa rendah diri karena tubuhnya yang gemuk. Karena desakan adiknya, Nadya, Linggar akhirnya mencoba peruntungan di aplikasi kencan. Takut ditolak karena fisiknya, ia nekat menggunakan foto cantik adiknya sebagai profil.
​Di dunia maya, ia bertemu dengan Rangga, pria tampan dan karismatik yang jatuh cinta pada kepribadian Linggar. Namun, Rangga mengira ia sedang jatuh cinta pada wanita di foto tersebut.
​Dunia Linggar runtuh saat ia menyadari bahwa Rangga adalah CEO baru di kantornya—bos besarnya sendiri. Kini, Linggar terjebak dalam dilema besar: tetap bersembunyi di balik identitas palsu atau mempertaruhkan segalanya untuk menunjukkan bahwa yang patut dicintai adalah hatinya, bukan sekadar wajah di foto itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Suasana di ruang perawatan Linggar mendadak berubah tegang ketika dua orang petugas kepolisian berseragam lengkap mengetuk pintu.

Kedatangan mereka membawa misi untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi berdarah di hotel malam itu.

Sementara itu, Nadya sedang dalam perjalanan pulang dari kantor Rangga.

Wajahnya yang manis tampak murung, pikirannya masih terngiang akan balasan menyakitkan yang ditulis kakaknya di buku harian.

Ia merasa lelah secara emosional, namun ia tahu ia harus kuat demi Linggar.

Di rumah sakit, Edwin duduk di samping ranjang Linggar.

Ia memegang tangan Linggar dengan lembut, memberikan kekuatan moral yang sangat dibutuhkan saat ini.

Edwin tahu betapa sulitnya bagi Linggar untuk mengingat kembali kejadian traumatis itu, namun ini adalah satu-satunya cara untuk menjebloskan pelaku ke penjara.

"Mbak Linggar," ucap Edwin pelan.

"Polisi sudah di sini. Mbak tidak perlu takut. Aku ada di sini menemani Mbak. Ceritakan saja semuanya pelan-pelan."

Linggar menarik napas panjang, matanya berkaca-kaca.

Dengan suara yang masih bergetar dan terputus-putus, ia mulai menceritakan detail malam jahanam itu.

Ia bercerita tentang tumpahan wine dari Laura, rasa sakit hatinya karena sikap dingin Rangga, hingga saat Riko menyergapnya di toilet.

"Riko, dia membekap mulutku," isak Linggar. "Dia memukulku berkali-kali, dia bilang aku pembawa sial karena mempermalukannya di depan Pak Rangga. Dia menyeretku ke bilik toilet dan mengunciku di sana setelah dia merobek bajuku."

Polisi mencatat setiap detail dengan serius. Edwin mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan amarah yang meledak mendengar kekejaman Riko.

"Terima kasih atas keberanian Anda, Mbak Linggar," ujar salah satu polisi.

"Kami sudah mengantongi nama pelaku. Berdasarkan kesaksian Anda dan rekaman CCTV yang sedang kami proses, Riko tidak akan bisa lari."

Di sudut lorong, tanpa diketahui siapapun, Rangga berdiri mematung.

Ia mendengar setiap isakan Linggar melalui celah pintu yang sedikit terbuka.

Kenyataan bahwa pelakunya adalah Riko—pria yang membuat Rangga merasa seperti gagal total sebagai pelindung.

Rasa bersalahnya kini berubah menjadi dendam yang membara terhadap Riko.

Rangga keluar dari rumah sakit dengan mata yang merah bukan hanya karena tangis, tapi karena amarah yang telah mencapai puncaknya.

Ia tidak bisa hanya duduk diam menunggu polisi bekerja sementara pria yang telah menghancurkan hidup Linggar masih menghirup udara bebas.

"Cari dia. Sekarang juga," perintah Rangga melalui sambungan telepon kepada kepala tim keamanannya yang paling handal.

Menggunakan koneksinya yang luas dan sumber daya teknis perusahaannya, Rangga membantu polisi melacak pergerakan Riko.

Hanya dalam hitungan jam, mereka berhasil menemukan posisi Riko melalui pelacakan sinyal ponsel dan transaksi kartu kredit terakhirnya di sebuah rest area menuju arah keluar kota. Riko mencoba melarikan diri ke arah Jawa Tengah.

Rangga tidak membiarkan sopirnya mengemudi. Ia sendiri yang memacu mobil SUV hitamnya dengan kecepatan tinggi, memimpin iring-iringan mobil tim keamanan dan satu unit mobil polisi tak berseragam.

Di jalanan tol yang mulai sepi, Rangga melihat mobil sedan perak yang sangat ia kenali. Mobil Riko.

"Itu dia!" geram Rangga.

Rangga menginjak pedal gas lebih dalam, memepet mobil Riko hingga memaksa pria itu kehilangan kendali.

Dengan manuver yang berbahaya namun presisi, Rangga berhasil mengunci posisi mobil Riko di bahu jalan tol yang gelap.

Begitu mobil berhenti, Riko mencoba keluar dan berlari, namun Rangga lebih cepat.

Rangga melompat keluar dari mobilnya dan menerjang Riko hingga keduanya berguling di aspal.

BRAK!

Satu pukulan keras mendarat di rahang Riko.

"Ini untuk setiap tetes darah yang keluar dari tubuh Linggar!" teriak Rangga

Ia menarik kerah baju Riko dan kembali melayangkan pukulan ke perutnya.

Riko yang sudah terpojok hanya bisa merintih ketakutan.

"Ampun, Rangga! Aku tidak sengaja, aku hanya emosi!"

"Tidak sengaja?!" Rangga mencengkeram leher Riko dengan mata yang berkilat dendam.

"Kamu menyiksanya, menguncinya di toilet yang dingin, dan membiarkannya mati sendirian! Kamu bukan manusia!"

Rangga hampir saja melayangkan pukulan yang mungkin akan mematikan jika polisi tidak segera melerai dan memborgol Riko.

"Sudah, Pak Rangga! Biarkan hukum yang mengurus sisanya!" teriak salah satu polisi sambil menahan tubuh Rangga yang masih meronta ingin menghabisi Riko.

Riko diseret masuk ke dalam mobil polisi dengan wajah babak belur.

Rangga berdiri di pinggir jalan tol, napasnya memburu, tangannya gemetar dan berdarah karena pukulan tadi.

Ia menatap langit malam yang kelam. Ia berhasil menangkap pelakunya, ia berhasil memberikan keadilan bagi Linggar. Namun, rasa sesak di dadanya tidak kunjung hilang.

Ia tahu, meski Riko membusuk di penjara, itu tidak akan menghapus air mata Linggar atau mengembalikan senyum tulus sekretarisnya yang kini sangat membencinya.

Rangga melangkah gontai menyusuri koridor rumah sakit dengan buku jari yang masih pecah-pecah dan bercak darah Riko yang mulai mengering di kemejanya.

Ia berhenti tepat di depan kamar perawatan Linggar, namun ia tak berani menyentuh gagang pintu itu.

Ia tahu, kehadirannya hanya akan menjadi racun bagi proses pemulihan wanita di dalam sana.

Nadya keluar dari kamar dengan wajah lelah, terkejut melihat penampilan Rangga yang kacau.

"Mas Rangga? Apa yang terjadi?" tanya Nadya tertahan.

"Riko sudah ditangkap, Nad," ucap Rangga dengan suara serak.

"Dia sedang di kantor polisi sekarang. Dia tidak akan pernah menyentuh Mbakmu lagi. Aku pastikan dia membusuk di sana."

Nadya menghela napas lega, namun matanya tetap menyiratkan kesedihan.

Rangga kemudian merogoh saku jasnya dan mengeluarkan amplop putih yang kini tampak sedikit kusut.

"Dan iniz surat pengunduran diri Linggar. Aku sudah menandatanganinya," kata Rangga dengan berat hati.

"Katakan padanya, dia bebas sekarang. Aku tidak akan mengikatnya lagi."

Nadya menerima amplop itu, menatap Rangga dengan pandangan yang sedikit melunak.

Ia melangkah mendekat dan membisikkan sesuatu dengan suara yang sangat rendah agar tidak terdengar sampai ke dalam kamar.

"Mbak Linggar sudah memutuskan, Mas. Lusa pagi, Pak Richard akan menjemputnya di Bandara Yogyakarta. Dia akan pindah ke Yogyakarta dan menetap di sana untuk waktu yang lama."

Rangga terpaku, jantungnya seolah berhenti berdetak seketika.

"Yogya? Dia akan meninggalkan aku, Nad? Dia benar-benar ingin pergi sejauh itu?"

Nadya hanya mengangguk pelan. "Dia butuh udara baru, Mas. Tempat di mana tidak ada orang yang memanggilnya dengan nama orang lain, dan tempat di mana dia tidak perlu mengingat malam-malam menyakitkan di Jakarta."

Rangga bersandar pada dinding rumah sakit, menatap langit-langit dengan mata berkaca-kaca.

Kepergian Linggar ke Yogyakarta adalah akhir yang nyata baginya.

Penjara bagi Riko ternyata belum cukup untuk menebus kesalahannya, karena kini ia harus menghadapi hukuman yang paling berat: kehilangan Linggar selamanya.

1
merry yuliana
hmmmmm pertarungan dimulai...kemana hatimu akan berlabuh linggar...sehat dan semangat terus kak..ditunggu crazy upnya
Fitra Sari
lanjut kk
my name is pho: ok kak
besok sahur ya🥰
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk
my name is pho: ok kak 🥰
total 1 replies
falea sezi
mending resain pergi jauh
falea sezi
kpn kebongkar jangan bertele tele
falea sezi
cwek munafik gini banyak di fb pasang fto orang buat gaet cowok g jujur ma fisik diri sendiri
falea sezi
jd inget film India yg Rani Mukerji hitrik trs papu siapa ya lupa nama e q
merry yuliana
hmmmm jia you linggar jangan takut pasti ada lelaki yang benar2 melohatmu sebagai dirimu sendiri
Alis Yudha
kenapa aku ikut mewek ya/Whimper/
Nabila
linggar ini kayak aku, kata ibuku duku aku sakit sampai di opnam, harus sering minum obat, padahal eaktu kecil badan ku kecil katanya, karena kebanyakan minum obat sampai sekarang berat badanku bertambah terus, dak tahu mungkin itu sistem metabolismenya berubah sekarang saya umur 38thn dengan bb 115kg, mau nurunin susah banget.memang benar punya badan gemuk itu incecure banget, mau deket ma cowok malu banget kalau dikata2in.
awesome moment
maapkeun. koq jd berharap linggar g bertahan y. biar rangga nyesel. 🤭🤭🤭
kucing kawai
Bagus /Good/
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut KK doubel up donkk 😍😍🙏
awesome moment
bagusnya....linggar stl sadar dri koma, menghilang. ke mana, seterah. dgn keprofesionalannya, dia kn bisa menclok jd tenaga profesional dimana2. buat linggar ketemu lingk yg tpt dan org yg tpt. biar j rangga nyesel bin nyesek. udh ngebully linggar c. biar tau rasane diabaikan. biar tau rasane bertahan dalam sakit tp g bisa ngeluh. stl rangga ngerasain yg dirasain linggar, seterah author wis. kn jodoh ditangan author. seblm.nya...tolong, buat rangga merasakan kesakitan linggar
my name is pho: siap 🥰
total 1 replies
Hesty Rahayu
kapok kamu rangga..syukurin...
Fitra Sari
lanjut lagi kk
awesome moment
blm titik, kan? msh koma ta?😉
my name is pho: 🤭🤭 sabar kak.
total 1 replies
awesome moment
tebakan hayooo...koma ato titik?
awesome moment
y bgitulah...org kecewa
Fitra Sari
lanjut KK 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!