NovelToon NovelToon
Pelindung Darah Abadi

Pelindung Darah Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Vampir / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:39.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Sebuah nyawa yang dipinjam, sebuah pengabdian yang dijanjikan."

Leo Alistair seharusnya mati sebagai pahlawan kecil yang mengorbankan diri demi keluarganya. Namun, takdir berkata lain ketika setetes darah murni dari Raja Vampir,masuk ke dalam nadinya. Leo terbangun dengan identitas baru, bukan lagi serigala murni, melainkan sosok unik yang membawa keabadian vampir dalam insting predatornya.

Aurora adalah putri yang lahir dari perpaduan darah paling legendaris, keanggunan manusia dari garis keturunan Nenek nya, dan kekuatan abadi dari Klan Vampir. Dia memiliki kecantikan yang mistis, namun hatinya penuh kehangatan manusia yang dia warisi dari nenek moyangnya.

"Mereka bilang aku bangkit karena darah ayahmu, tapi bagiku, aku bangun hanya untuk menemukanmu. Dunia memanggilku monster, tapi aku adalah tawanan yang paling bahagia karena setiap napas ku adalah milikmu, Aurora."_Leo Alistair.

"Kamu bukan sekadar pelindung, tapi kamu adalah melodi jiwaku yang hilang."_Aurora Zuhaimi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENAGIH JANJI

Suasana di kediaman Alistair pagi ini sangat sibuk.

Para pelayan berlarian menyiapkan jamuan besar untuk merayakan keberhasilan Lucian yang baru saja menyelesaikan pendidikan militernya dengan nilai tertinggi di Kerajaan.

Di mata dunia, mereka hanyalah keluarga bangsawan kaya raya, namun di balik tembok tinggi itu, ada rahasia besar yang mereka simpan rapat-rahasia tentang darah serigala yang seharusnya sudah punah.

Di balkon lantai atas, Leo berdiri menatap taman.

Leo pria kecil dulu paling berisik dan cerewet itu, kini sudah tumbuh menjadi seorang pria yang gagah dan tampan seperti Ayah nya.

Saat ini Leo mengenakan kemeja hitam lengan panjang dan kacamata hitam, meski matahari pagi belum terlalu terik.

Kaca mata hitam, yang dibuat langsung oleh Jasmine.

"Leo? Kenapa tidak bergabung ke bawah? Lucian mencarimu," suara lembut Jasmine terdengar dari ambang pintu.

Leo menoleh sedikit, tersenyum tipis, wajahnya sangat tampan, namun kulitnya jauh lebih pucat dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.

"Nanti, Bu. Sinar matahari pagi ini rasanya sedikit menyengat di kulitku," jawab Leo pelan.

Jasmine mendekat, raut cemas seketika muncul di wajahnya, dia mengusap lengan putranya.

"Masih terasa panas? Padahal Ibu sudah menyuruh pelayan memasang tirai tebal di kamarmu," ucap Jasmine, lembut.

"Tidak apa-apa, Bu, ini jauh lebih baik daripada bulan lalu, setidaknya aku tidak perlu bersembunyi di ruang bawah tanah lagi," canda Leo, mencoba menghibur ibunya.

Jasmine merasa hatinya di remas, Lucas sudah jujur tentang rahasia besar di balik kesembuhan Leo, dua puluh tahun yang lalu, harga mahal yang harus mereka bayar.

Ceklekk

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka kasar, Lucian masuk dengan seragam militer lengkap, tampak gagah dan berwibawa.

"Heii! Jagoan! Sampai kapan kau mau bersembunyi di sini?" seru Lucian sambil merangkul bahu Leo dengan kuat.

"Aw, pelan-pelan Kak, tenagamu itu seperti kerbau," keluh Leo sambil meringis, meski dia membalas pelukan kembarannya itu.

"Ayah sudah menunggu di ruang kerja, dia bilang ada sesuatu yang penting. Sesuatu tentang warisan keluarga kita," ucap Lucian tertawa lebar, matanya berkilat penuh semangat.

Sejak kejadian hampir kehilangan kembar nya, sifat Lucian lumayan mencair, dia tidak pernah membiarkan Loe merasa sendirian dan merasa berbeda, Lucian adalah orang pertama setelah Lucas yang selalu mamastikan Leo baik-baik saja.

"Sekarang? Tapi ini hari perayaanmu, Lucian," ucap Jasmine, suaranya berubah tegang.

"Ayah bilang ini tidak bisa ditunda, Bu," jawab Lucian, lalu menatap Leo dengan heran.

"Leo, kenapa kau masih memakai kalung itu? Bukankah itu kalung anak kecil?" goda Lucian, melihat kalung Loe.

Leo menyentuh liontin perak berinisial 'A' yang menggantung di lehernya.

Sejak dia terbangun dari koma dua puluh tahun lalu, dia tidak pernah melepaskannya. Anehnya, semakin dia dewasa, liontin itu terasa semakin hangat.

"Entahlah, Kak, rasanya aneh kalau dilepas. Seperti ada yang hilang," jawab Leo singkat.

"Sudah ayo kita ke ruang kerja Ayah kalian," ucap Jasmine, menggandeng kedua anak bujang nya itu.

Mereka bertiga berjalan menuju ruang kerja Lucas, dengan Jasmine di tengah-tengah Leo dan Lucian, yang tinggi nya sudah melampaui tinggi Jasmine.

Di ruang kerja Lucas, suasana terasa jauh lebih berat.

Lucas duduk di balik meja besarnya, wajahnya tampak lebih tua namun tetap memiliki aura Serigala yang sangat kuat.

Di sampingnya berdiri sosok tangan kanannya yang sangat setia, Ethan, Ethan tampak sedang membaca sebuah gulungan perkamen tua.

Tok

Tok

Tok

"Masuk," suara bariton Lucas menggema.

Ceklekk

Leo dan Lucian masuk, diikuti oleh Jasmine. Lucas berdiri, menatap kedua putra sulungnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Salam Ayah!" ucap Lucian dan Leo, membungkuk sopan.

"Lucian, kamu sudah membuktikan bahwa kau adalah pemimpin yang hebat dan akan menjadi Duke selanjutnya, kamu punya insting pelindung yang kuat," ucap Lucas bangga.

"Terima kasih, Ayah," jawab Lucian tegas.

Lalu mata Lucas beralih pada Leo, dia terdiam cukup lama, menatap liontin di leher Leo.

"Dan kamu, Leo, Ayah tahu kamu merasa berbeda selama ini, kamu tidak bisa berubah menjadi serigala seperti Lucian, kamu tidak tahan matahari, dan gerakanmu terlalu cepat untuk ukuran kita," ucap Lucas pelan.

"Tapi kamu ingat apa yang selalu Ayah bisikan pada mu setiap malam? Ayah selalu bangga kepada mu, Nak!" lanjut Lucas, tegas dengan dada bergemuruh.

"Ayah tahu kenapa aku seperti ini?" tanya Leo, suaranya terdengar menuntut.

Selama ini Leo merasa seperti orang asing di tubuhnya sendiri.

Hah...

Lucas menghela napas panjang, dia menatap Jasmine seolah meminta izin.

Jasmine hanya bisa menunduk, memegang tangan Leo dengan erat.

"Dua puluh tahun lalu, Ayah membuat perjanjian untuk menyelamatkan nyawamu, Leo," ucap Lucas jujur.

"Perjanjian? Dengan siapa?" tanya Lucian ikut penasaran.

Belum sempat Lucas menjawab, suhu di dalam ruangan mendadak turun drastis.

Lampu minyak di atas meja bergoyang-goyang, dan bayangan di sudut ruangan mulai memanjang.

"Dengan saya, anak muda," sebuah suara dingin dan elegan terdengar dari arah jendela yang tertutup rapat.

Seketika, sesosok pria dengan jubah hitam muncul begitu saja dari kegelapan. Kulitnya pucat seputih salju, namun matanya yang berwarna perak menatap tajam ke arah Leo.

"Raja Arion..." bisik Jasmine, suaranya gemetar.

Jantung Jasmine berdegup kencang, saat melihat sosok itu kembali datang.

"T-tidak sekarang," batin Jasmine, seolah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Janji masa lalu telah di tagih!

Leo merasakan liontin di lehernya mendadak panas membara.

Deg

Deg

Deg

Jantung Leo berdegup kencang, sebuah insting yang belum pernah dia rasakan sebelumnya bangkit, dia melangkah maju secara otomatis, melindungi Jasmine di belakangnya.

Arion tersenyum miring, menatap Leo dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Kamu tumbuh dengan sangat baik, Leo Alistair. Darahku bekerja dengan sempurna di nadi mu," ucap Arion tenang.

"Siapa kau? Dan apa maksudmu dengan darahmu?" tantang Leo, matanya yang cokelat mulai berubah menjadi perak berkilau, persis seperti mata Arion.

Arion tidak menjawab, dia menoleh ke arah Lucas.

"Waktunya sudah tiba, Lucas, janji harus ditepati, kerajaanku sedang dalam kekacauan, dan putriku, Aurora, butuh pelindungnya," ucap Arion, dingin.

Deg

"Apa?! Tidak! Leo tidak akan pergi ke mana pun!" teriak Jasmine histeris.

"Dia bukan lagi sekadar anakmu, Duchess," ucap Arion dingin.

"Dia adalah satu-satunya makhluk yang bisa menyentuh Aurora tanpa terbakar, dia adalah Pelindung Darah Abadi yang sudah ditakdirkan," lanjut Arion, membuat suasana di ruangan itu semakin dingin dan mencekam.

"Putri? Pelindung? Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan!" ucap Leo menatap kalungnya, menatap pria asing di depannya.

Arion mendekat dengan gerakan secepat kilat, hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari Leo.

1
Atik Kiswati
mantap...
Wak Ngat
kyk nya dalam urusan cinta dan kasih sayang yg tulus gk ada yg waras lah leo
kaylla salsabella
lanjut
Ari Peny
lope banyak2 thor 😍😍😍
kaylla salsabella
Lucian datang😍😍
kaylla salsabella
hayooo tapi apa🤣🤣🤣
kaylla salsabella
satu srigala bau satunya putri galak🤭🤭🤭
Tiara Bella
raja Arion sm ratu Selena ganggu aja nh br mw menempel tuh bibirnya Leo sm Aurora ehhh malah gk jadi
Tiara Bella
putri galak sm serigala bau lg berdebat🤭....
kaylla salsabella
ayoooo aku kangen ratu dan kaisar Wallace😍😍😍
Raka Lestari
wah nnti mbah buyut ivara bakal tau klo emak Jasmine dr masa modern.. klo si serigala nakal menceritakan sepak terjang emak Jasmine pas nolong pak lucas🤭
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor.... semangat ya
IG : hofi03_sakroni: siap beb 🤍
total 1 replies
Ari Peny
mkn seru aja thor mkch 😍😍😍
IG : hofi03_sakroni: kambali kasih sayangg🤍
total 1 replies
Eka Putri Handayani
nah leo sdh ketemu sm pujaan hatinya gmna dngn lucian dan oliver, liam, noah, dan zara ya apa salah satu mrk jg bakal berjodoh dngn keluarga wallace?
Eka Putri Handayani
kira² dibisikin apa ya sm raja arion🤣lucu bngt leo sipria dingin ternyata bnyk drama ya klo lg ketangkap basah
Eka Putri Handayani
kyanya benih² cinta mulai tumbuh nih, gak sabar bagaimana nnt bucinnya leo
Eka Putri Handayani
gak sabar mereka bertemu terutama ivara dan jasmine
Eka Putri Handayani
smngt thor terimakasih sdh up
renjani
wahhh Leo romantis juga👍..bocil ga bisa diem dn nakal..bisa juga romantis 🤭🤣🤣
Raka Lestari
jd tahu kasta tertinggi di kelg lucas... si emak Jasmine🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!