NovelToon NovelToon
Aku Pamit, Mas!

Aku Pamit, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yam_zhie

Mariza dan Derriz menikah karena perjodohan. Selama satu tahun pernikahannya, Derriz tak pernah menganggap Mariza.

Mereka tinggal satu rumah tapi seperti orang asing. Derriz sendiri yang membuat jarak diantara mereka. Karena Derriz mencintai dan masih menunggu mantan kekasihnya kembali, Luna.

Seperti yang di katakan Derriz di awal pernikahannya. Mereka akan berpisah ketika Luna kembali. Apalagi Mariza tak bisa membuatnya jatuh cinta. Bagaimana bisa jatuh cinta jika selama ini saja Derriz selalu menjaga jarak darinya. Bukan hanya di rumah, tapi di kantor juga mereka seperti orang asing.

"Apa alasanmu ingin bercerita dariku?" tanya Derriz saat Mariza memberikan surat cerai yang sudah dia tandatangani.

"Apa aku kurang memberikan uang bulan padamu? Apa masih kurang?" Derriz tak terima Mariza ingin bercerai darinya.

"Karena masa lalumu sudah kembali, Mas! Aku pergi karena aku sudah tak ada gunanya lagi di sini!" jawab Mariza.

"TIDAK!" jawab Derriz membuat Mariza bingung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Pamit, Mas! 21

"Pulang kerja bersiap-siap kita akan menginap di ruang Kakek," Derriz membuka pembicaraan saat mereka sarapan.

"Kakek tidak mengabari aku kalau kita akan menginap," jawab Izha.

"Baru semalam, saat aku menghubunginya. Mungkin dia lupa mengabari kamu," bohong Derriz.

Izha hanya diam saja tidak menanggapi ucapan dari suaminya. Dia kembali menikmati sarapannya dalam diam. Sudah tiga hari keadaan dingin seperti ini di rasakan oleh Derriz. Bahkan semakin hari semakin dingin. Izha jarang menyapa atau bertanya kepadanya. Dia juga tak pernah protes saat melihat di kemejanya ada noda lipstik yang selalu dengan sengaja di tinggalkan oleh Luna. Derriz tak bisa marah kepada Luna dengan yang dia lakukan. Walau hal itu akan menjadi pemikiran dan kecurigaan yang buruk dari istrinya. Pasti istrinya mengira jika dirinya dan Luna melakukan hal yang lebih.

"emmmm ... Izhaaa," panggil Derriz pelan. Nyaris tak terdengar.

"hmmm," jawab Izha seteleh meneguk air minumnya.

"Kamu melihat noda lipstik di kemajaku?" tanya Derriz. Izha menjawab dengan Anggukan.

"Jangan salah paham, kami tak melakukan apapun. Itu tidak sengaja di lakukan Luna. Aku tegaskan jika aku tahu batasan antara aku dan Luna!" Derriz mencoba menjelaskan.

"Saya tidak peduli," jawab Izha dingin dan berdiri mengambil piring kotor kemudian mencucinya. Derriz terlihat kesal dengan jawaban Izha. Sepertinya Izha memang benar mengira ajukan dia adalah Pria breng-sek dan baji-ngan yang bisa melakukan hal di luar batas dengan kekasihnya.

"Apa kita akan membeli sesuatu untuk Kakek?" tanya Derriz saat mereka berjalan ke luar. Derriz sengaja menunggu Izha selesai dengan pekerjaannya.

"Terserah Mas saja. Biasanya kita tak pernah membawa apapun untuk Kakek. Apa hal itu tak akan membaut Kakek curiga?" tanya Izha membuta Derriz terdiam. Benar juga, bahkan dia sangat cuek selama ini.

"Berangkat bareng aku!" Derriz menarik tangan Izha saat dia akan memesan ojek online.

Derriz tersenyum saat akhinya Izha tak menolak dan kabur lagi seperti sebelumnya. Sepertinya dia mulai menyerah, beberapa hari hubungan mereka semakin dingin. Bahkan Izha selalu menghindarinya. Puncaknya adalah saat Derriz membawa Luna tiga hari lalu. Tepat saat dia melihat Izha masuk ke dalam mobil membawa paperbag berisi Jas.

Derriz sadar jika membawa Luna ke rumah akan melukai hati Izha. Tapi Luna memaksa untuk datang ke sana. Luna memperlihatkan tempatnya di hati Derriz kepada Izha. Mulai saat itulah Izha semakin dingin dan menghindarinya. Walau istrinya masih menyiapkan semua kebutuhannya dia. Hal itu lah yang membuat Derriz merasa semakin bersalah kepada istrinya itu. Padahal dia tahu saat ini hati Izha sedang tidak baik-baik saja.

"Maaf," ucap Derriz membuat Izha menaikkan sebelah alisnya.

"Untuk apa?" tanya Izha melirik sekilas kemudian kembali fokus ke ponsel melihat pesan masuk dan menyandarkan kepalanya di jok. Rasanya dia sangat pusing.

"Aku tahu jika membawa Luna ke rumah kita menyakitimu. Tapi aku tak bisa menolak keinginan Luna. Karena dia pasti akan sedih dan marah, maafkan aku. Karena aku tak bisa mencegahnya," jawab Derriz.

"Tidak perlu minta maaf, Pak! Lagi pula itu rumah anda. Rumah yang anda siapkan untuk dia juga nantinya. ruang masa depan kalian. Aku di sana hanya menumpang saja. Lagi pula apa pentingnya tahu hati aku sakit atau tidak," jawab Izha tanpa melihat ke arah Derriz.

Namun tatapannya lurus ke depan. Menikmati rasa sakit di kepalanya. Bahkan badannya mulai terasa tak enak. Beberapa hari ini Izha berjuang mencari uang yang di minta ayahnya. Dan barusan pesan yang membuat dia pusing juga adalah dari ayahnya.

Izha tak mau meminta uang kepada Derriz ataupun kepada Kakek Bima. Dia menjual semua simpanan yang di miliki, yang terkumpul hanya lima puluh juta. Bukan hanya fikiran, dan fisiknya yang benar-benar mulai lelah. Tapi hatinya juga sudah sangat lelah dengan semuanya. Jika saja tidak ada ibunya, mungkin dia juga sudah lebih memilih menghilang dari bumi ini. Hanya ibunya yang menjadi alasan dia bertahan.

Derriz tak menjawab lagi ucapan Izha. Dia hanya memperhatikan istrinya memejamkan mata. Dan beberapa kali menghirup udara panjang. Mungkinkah menahan amarahnya kepada dia?

"Jika kamu merasa kebersamaan katakan saja? Aku tak akan memperbolehkan Luna datang lagi," tanya Derriz.

Pertanyaan dan ucapan suaminya malah semakin membuat Izha kesal saja. Dia sudah tak peduli dengan yang mereka lakukan dan inginkan. Toh rasa cinta yang baru tumbuh untuk suaminya juga sudah layu dan bahkan ma-ti.

"Tolong turunkan aku di halte depan Pak," pinta Izha.

"Tapi ini masih jauh ke kantor!" heran Derriz.

"Itu jauh lebih baik, Pak!" jawab Izha.

Derriz akhinya menghentikan mobil di halte yang di tunjuk Izha. Tangan Izha terulur untuk mencium punggung tangan suaminya. Setelehnya dia mengucapkan salam. Anggap saja itu adalah Salim penuh bakti seorang istri kepada suaminya untuk yang terakhir kali. Karena dia yakin jika besok atau lusa surat panggilan sidang akan dia terima.

Izha sudah pergi menggunakan ojek online yang dia pesan sebelumnya. Sedangkan Derriz masih diam di sana menatap punggung tangannya. Sebelah tangan bahkan memegangi dadanya. Dia tak percaya jika getaran dalam hatinya akan seperti ini. Bahkan saat bersentuhan tangan atau ketika tangannya di peluk oleh Luna, dia sama sekali tak merasakan hal itu.

"Apa aku sanggup berpisah denganmu Izha? setelah satu tahun kita bersama. Kamu selalu ada bersamaku tanpa banyak mengeluh atau membantah saat aku selalu mengatakan hal yang menyakitkan. Tapi diammu akhir-akhir ini begitu menyiksaku. Bahkan saat bersama dengan Luna aku malah teringat wajah dan tatapan penuh lukamu!" ucap Derriz yng bahkan mencium tangannya yang tadi di cium Izha.

Dia tak mengerti dengan perasaanya kepada Izha. Apakah karena dia sudah terbiasa dengan Izha selama ini. Saat nanti dia memutuskan untuk berpisah, pasti akan merasa sangat kehilangan Izha. Derriz menghirup dalam-dalam udara dan menghembuskannya. Ada rasa sesak kala dia memikirkan akan berpisah dengan Izha nanti. Entah kapan karena dia belum menentukan. Dia juga tak tahu alasannya apa menunda perpisahan mereka. Walau selama ini alasan yang selalu dia katakan karena kakek. Tapi hatinya merasa ada hal berbeda. Dia perlu waktu untuk meyakinkan dirinya sendiri.

1
Lies Atikah
payah parah lagian kenapa gak nyurh anak buah mu pake di kerjakan sendri udah tahu OO pake maksain
Lies Atikah
ah othor benar2 membuat Raider senang dan puas cerita nya bagus hukuman nya tegas tidak lebay ditambah lagi dia syang bucin sama bini nya yang memang pas baik dan solehah
Lies Atikah
ah jadi gemeeeeessss. pengen nyubit kalian sabar babank ken
Lies Atikah
sukurin wilujeng menyesal sambil meratap 🙏
Lies Atikah
si Raisa cantik tapi gak laku bau sih bau leungeun 😄
Aghitsna Agis
duh ini cerita aneh ya nasa semuanya sifat dan karakternya sama kelakuannya oada gitu
Lies Atikah
emang enak dapat yang longgar 😄😄😄😄
Lies Atikah
suka thor ini baru seru
Lies Atikah
Axsel dapat yang masih bersegel dan kejutan untuk Derris dapat karet longgar 😄😄😄😄😄mantap
Lies Atikah
kunaon si Izha jadi pikasebeleun
Lim Siuju
ceritanya bagus
Lies Atikah
kalaw ada yang manis2 nya kan pembaca nya jadi semangat 👍
Lies Atikah
nah gitu ca batu mi ku kasih 👍
Lies Atikah
nah ini baru laki tegas berwibawa . Axsel memang idaman 👍
Carlina Carlina
eeehhh dengerin tuh vano,lisa😡😡😡😡
Carlina Carlina
lu ya lisa ank g tau diriii😡😡😡
Rehan Rama
😭😭😭 nangis bacanya sedih bngt
Lies Atikah
semoga cerita nya sesuai judul nya semangat thor
Lies Atikah
secuil pun gak sedih Derriz malah yang ada hayang ngawuduk selamatan pisah nya kamu saat nya izu tuk bahagia masa menderita dan sedih mulu thor
Lies Atikah
gereget banget kapan pisah nya thor sudah gak dihargai di hinakan gak di ingin kan masih aja nemplok mana harga dirmu jadi pintar dikit napa sih Za
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!