NovelToon NovelToon
Asisten Magang TUAN MESUM

Asisten Magang TUAN MESUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Balas Dendam
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Di pesta 1 tahun pernikahan, dia dikhianati oleh suami dan sahabatnya. Terlibat dalam kecelakaan mobil yang membuatnya meregang nyawa,

Namun tuhan memberi Reta kesempatan untuk menjalani kehidupan kedua.

Kali ini, dia berjanji akan mengambil kembali semua yang pernah menjadi miliknya. Berencana menghubungi satu-satunya keluarga,

"Mulai sekarang kamu adalah wanitaku." tegas Max menatap tajam gadis yang telah ia lucuti,

Secuil tragedi mengantar mereka ke hubungan yang salah.

Bisakah Reta membalas dendam sembari mengatur takdir yang membelenggu tubuh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahan satu malam

WARNING 21++ HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.

Melepas lumatan yang telah menyiksa Ana, seraya melempar sangkar penutup gundukan.

Dengan penuh nafsu, Max menatap liar dua buah gumpalan yang ada di depannya. Dengan sigap meremas kuat,

"Ah..." Sebuah desahan berhasil lolos. Meski tak bermaksud, tubuhnya tetap bereaksi seakan menikmati setiap sentuhan itu.

"Tu-tunggu! Ini salah paham!"

"A-aku adik Leo Prawira. Orang yang baru saja kamu temui," ujar Ana, terbata bata.

"Oh. Jadi dia mengirim jalang kecil untuk membuatku setuju," sahutnya menatap remeh,

"Tidak! Kamu salah paham. Aku kesini untuk mengatakan sesuatu," tegas Ana, menggigit bibir.

Merasa sesuatu tengah menggelitik perutnya, karena pijatan lembut yang masih Max berikan pada buah dada gadis itu.

"Lalu? Jelaskan saja...apa maksudmu?" ujar Max, tersenyum licik.

Bermain dengan puncak gumpalan tadi, memilin dan memutar ria hingga membuat bibir Ana membeku,

"A-aku. S-sebenarnya,"

"Ah..."

"A-aku... a-aku."

"Cukup! Waktumu habis," timpal Max, dengan raut dingin.

"Apapun yang kamu katakan, aku tetap menganggap kamu kesini untuk menggodaku."

Hasrat yang semakin memuncak, mendorong laki laki itu untuk bertindak lebih jauh. Dia menyesap pucuk gumpalan, sembari merogoh hal lain.

"Tidak. Jangan di sana! Jangan!" teriak Ana, merasakan sesuatu telah meraba bagian dalam celananya.

Laki laki itu merasakan lipatan lembut yang terasa sedikit licin. Kedua jari kekar berhasil menerobos masuk dengan paksa,

"Aaa!" pekik Ana sekali lagi, reflek mencengkram erat selimut yang ada di bawah tubuhnya.

Terasa sesak, sesuatu tengah mengganjal dan masuk ke dalam tubuh. Perlahan Ana dapat mendengar debaran jantung yang berdetak begitu kencang,

"Sh..." jemari kakinya menekuk kuat, setelah Max bermain ke dalam benda tadi.

Dengan lihai menggerakkan kedua jari sampai membuat gadis itu semakin tersiksa karena rasa sakit juga kenikmatan yang harus ditolak.

"Dasar paman bangsat! Aku ini keponakanmu," hardik Ana dalam hati,

Dia menatap lekat laki laki yang masih menyesap gundukan miliknya. Bahkan dia bergetar hebat, suatu hal baru saja keluar dari dalam.

"Sepertinya, kau sudah siap." ucap Max, menyeringai.

Melepas kedua jari yang meninggalkan bercak cairan. Beralih posisi, perlahan menarik resleting celana

Ana menatap benda milik Max, begitu besar. Benda yang seharusnya tertidur telah mendongak tinggi dan membuat gadis tadi merasa takut.

Menatap laki laki yang mulai menunduk ke arahnya, menggenggam erat kedua tangan Ana.

Dep.

Ujung kejantanan Max mulai bersentuhan dengan kutikula luar kemaluan Ana.

"Tidak!"

"Om Niel! Jangan lakukan itu," ujar Ana memohon, dengan mata berkaca kaca.

"JANGAN MEMANGGILKU DENGAN NAMA ITU!" pekik Max begitu murka,

"Cuma satu orang yang boleh memanggilku begitu. Tapi orang itu sudah mati,"

"..." Ana terdiam dengan mata berkaca-kaca,

Laki laki itu mengernyit, sedikit terkejut melihat raut sedih di wajah Ana. Bahkan dia merasa kesal karena gadis itu berani menyebut namanya.

"Jalang kecil. Kamu beruntung, karena berhasil naik ke ranjangku."

"Jadi, jangan bersikap sok polos." tegasnya segera menerobos masuk.

"AAA!!" dengan sekuat tenaga, gadis itu berteriak.

Rasa sakit yang pertama kali dirasakan , mungkin itu karena tubuh Ana yang begitu muda dan harus menanggung benda kekar milik pria berumur 30 tahun.

Sesuatu telah merobek kutikulanya dengan begitu kuat, bahkan Max merasa terkejut melihat linangan air mata yang membasahi kedua pelipis Ana.

"Ck... kamu masih berakting dengan baik." seru Max mendorong masuk, mulai mengguncang kuat tubuh gadis itu.

Menghentakkan pinggang seakan mulai menembak peluru ke arah Ana.

Sakit, bagai dikoyak berulang kali. Tubuhnya merasa sangat lemas hingga tak sanggup menahan rasa sakit yang membuat kesadarannya mulai menghilang.

Perlahan seluruh pandangan mulai kabur, hingga tanpa sadar memejamkan mata dan tenggelam dalam bunga tidur.

"..." Laki laki itu berhenti bergerak, setelah menyadari kebisuan Ana.

Berusaha memastikan apa yang terjadi dengan gadis yang telah ia tiduri.

Betapa terkejutnya Max, ketika melihat bercak merah yang ada di atas tempat tidur. Baru menyadari bahwa rasa takut tadi bukanlah sandiwara.

Perlahan mengusap lembut air mata yang membasahi wajah mungil di depannya.

"Kamu masih bersih, dan begitu kecil. Bahkan pingsan sebelum menyelesaikan permainan,"

"Bagaimana bisa, jalang sepertimu punya keberanian dan masuk ke dalam kamarku."

Menatap sekilas ke arah lain, menarik selimut tebal demi menutupi tubuh gadis tadi.

Max mulai melangkah turun dan menyiapkan air dingin untuk berendam.

1 jam kemudian

Pria itu kembali dengan rambut basah serta handuk putih melilit bagian bawah tubuhnya. Tak sengaja sorot mata Max, menatap ponsel yang ada di atas sofa.

"Leo Prawira. Padahal aku tertarik dengan presentasimu,"

"Apa benar, kamu lah yang mengirim jalang ini? Atau ada orang lain, yang berusaha menjebakku..."

"Mungkin saja, dia cuma kucing kecil yang tersesat dan tak sengaja masuk kesini?"

Max menoleh, memandangi Ana yang masih terlelap dengan wajah memerah. Tangannya terulur mengusap sisa air mata di pipi Ana,

"CK! Bikin repot saja, aku malah merusak gadis kecil sepertinya."

1
Lili
Untung cuma om tiri naa😍🤣
Anonymous
Tuan Maxime😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!