NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-tiga

Tentang Najwa....

Pondok pesantren khusus santriwati Al-Hidayah , yang di pimpin oleh kyai Rahman kini semakin berkembang pesat, bangunan-bangunan baru yang berdiri kokoh menjadikan pesantren itu terlihat lebih modern, meski masih menjujung tinggi kesederhanaan.

Keseharian Najwa dimulai dengan langkah ringan menuju masjid asrama putri. Sebagai santri terbaik dan senior, ia tidak hanya santriwati, tapi juga mentor bagi adik-adik kelasnya.

Najwa membangunkan santriwati kecil dengan tepukan lembut di bahu "Ayo, Dek, bangun. Sebentar lagi waktu Tahajud habis. Allah sedang menunggu curhatan kita di sepertiga malam terakhir, lho."

Senyum Najwa selalu menular. Berbeda dengan ibunya, Bunda Maryam, yang cenderung pasif dan tertutup, Najwa adalah perpaduan antara kelembutan hati dan ketegasan mental. Jika Maryam adalah bunga yang rapuh, maka Najwa adalah bambu runcing; ia bisa melengkung ditiup angin kencang, tapi akarnya sangat kuat dan ia tak pernah patah.

Kyai Rahman dan istrinya, memang mendidik Najwa dengan disiplin baja. Mereka tahu darah siapa yang mengalir di tubuh Najwa, dan mereka tidak ingin Najwa menjadi "korban" kedua dari dunia luar yang kejam.

Pagi hari setelah sarapan sederhana dengan tempe dan sayur lodeh, Najwa biasanya duduk di teras kediaman Kyai Rahman untuk menyimak hafalan atau sekadar berdiskusi.

Kyai Rahman menyesap tehnya, menatap Najwa dengan bangga "Najwa, kau tahu kenapa paman mendidikmu lebih keras daripada yang lain? Abah ingin kau seperti Rukayyah. Lembut saat bicara, namun memiliki pedang di dalam pikiranmu."

Najwa terkekeh sambil merapikan kitabnya. "Abah tenang saja. Najwa ingat pesan Abah: 'Hati boleh selembut sutra, tapi logika harus setajam baja'. Najwa tidak akan membiarkan siapa pun memanipulasi kebaikan hati Najwa hanya untuk kepentingan mereka."

sang bibi menimpali sambil tersenyum. "Ibumu, Maryam, adalah wanita yang sangat suci, Najwa. Saking sucinya, dia tidak bisa melihat warna hitam di dunia ini. Dia menganggap semua orang itu putih. Itulah yang membuatnya terluka. Jangan biarkan orang lain menganggap kebaikanmu sebagai kelemahan."

"Najwa mengerti, Umi. Najwa akan menyayangi semua orang, tapi Najwa akan tetap memegang kunci gerbang hati Najwa sendiri. Kebaikan tanpa kecerdasan adalah mangsa bagi orang jahat, bukan?" sahut Najwa tersenyum menimpali Bibi nya.

Di pesantren,...Najwa dikenal sebagai "Matahari Pagi". Ia ceria, suka bercanda, dan sangat cekatan. Saat jam istirahat, ia sering terlihat di dapur membantu memasak dalam porsi besar, atau di kebun bunga asrama.

"Najwa, nilaimu sempurna, hafalanmu lancar. Apa rahasianya?" tanya teman seangkatannya.

Najwa menjawab sambil memetik sayuran dengan lincah "Rahasianya? Jangan jadikan Al-Qur'an sebagai beban, tapi jadikan dia teman ngobrol. Dan satu lagi, jangan mau kalah dengan rasa malas! Kalau malas datang, bayangkan kita sedang bertarung dengan musuh yang tidak terlihat."

Canda tawa itu selalu mengisi hari-harinya. Namun, di balik keceriaannya, Najwa memiliki kedisiplinan yang luar biasa. Ia mengatur waktunya dalam hitungan menit.

Setiap kali teringat ibunya, Najwa selalu menyelipkan doa panjang. Ia tahu ibunya meninggal dalam kesunyian karena cinta yang salah alamat. Namun, Najwa tidak tumbuh dengan rasa benci. Ia tumbuh dengan rasa ingin tahu yang terukur.

Najwa berbisik pada dirinya sendiri saat melihat foto usang ibunya "Bunda, terima kasih sudah melahirkanku. Aku tidak akan membiarkan air matamu sia-sia. Aku akan menjadi wanita yang kau impikan, pintar, mandiri, dan tidak akan ada yang bisa meremehkanku."

Ketika akhirnya Afkar datang menjemput, Najwa sebenarnya sudah siap secara mental. Pelajaran dari Kyai Rahman tentang "Singa di Padang Pasir" telah mendarah daging. Ia tahu, rumah besar ayahnya bukanlah istana, melainkan medan dakwah dan medan perang mental yang sesungguhnya. Sebelum Ayahnya datang, sebenarnya Najwa sudah tahu, karena kyai Rahman sudah memberitahukan sebelum nya,...

***

Sedangkan dikediaman Afkar... Monica duduk di ruang keluarga pribadinya yang eksklusif, menyesap teh herbal dengan elegan sementara otaknya berputar merancang skenario paling mematikan. Di depannya, Raisa, putri angkat kesayangannya yang baru saja lulus SMA, sedang memoles kukunya dengan warna merah darah yang mencolok.

Monica tersenyum miring, matanya berkilat licik "Raisa, dengarkan Mama. Gadis pesantren itu akan datang hari ini. Jangan tunjukkan wajah aslimu. Kita akan menyambutnya seolah dia adalah putri raja yang hilang." ucap Monica dengan sinis.

Raisa mendengus, melempar botol cat kuku ke meja "Kenapa kita harus pura-pura baik, Ma? Aku benci melihat wajah desa itu di rumah ini. Papa bahkan sudah menyiapkan kamar yang lebih besar dariku untuknya!" sahut Raisa dengan wajah di tekuk.

Monica mendekat, mencengkeram dagu Raisa dengan lembut namun tegas "Gunakan otakmu, Sayang. Jika kita menyerangnya sekarang, Papa-mu akan membela anak itu habis-habisan, dan Kakek Suhadi akan mencoret kita dari warisan. Biarkan dia masuk. Kita jadikan dia 'boneka' di rumah ini. Di depan Papamu, kita adalah ibu dan saudari yang manis. Tapi di belakangnya? Dia akan menjadi budak pribadimu." kata Monica tersenyum licik.

Raisa mulai ikut tersenyum licik, membayangkan bagaimana ia akan menyiksa gadis yang ia anggap kolot itu.

Tak lama kemudian, dua putra kandung Monica masuk ke ruangan. Alendra, si sulung yang dingin dan penuh perhitungan, serta Adriansyah, si bungsu yang temperamental dan sombong. Keduanya baru saja pulang dari kampus elit mereka.

Alendra meletakkan tasnya, duduk dengan gaya angkuh "Jadi, rencana Mama tetap berjalan? Raisa akan kuliah di kampus yang sama denganku dan Adrian?" tanya Adrian melirik lembut adik kesayangannya.... Raisa.

"Benar. Dan aku ingin Najwa juga masuk ke sana. Biarkan dia kuliah di jurusan yang paling sulit, agar dia terlihat bodoh dibandingkan kalian. Alendra, Adrian... tugas kalian adalah memastikan tidak ada satu pun orang di kampus yang tahu dia adalah bagian dari keluarga Suhadi. Perlakukan dia seperti pelayan beasiswa yang numpang hidup." kata Monica berkilat marah.

Adriansyah tertawa meremehkan "Tenang saja, Ma. Aku akan pastikan teman-temanku tahu kalau dia itu cuma 'anak pungut' yang dibawa Papa dari kampung. Aku akan buat dia memohon-mohon untuk pulang ke pesantrennya dalam satu bulan."balas Ardiansyah yang membuat semuanya tertawa

"Dan di rumah, dia yang akan mencuci semua bajuku dan membereskan kamarku. Aku akan bilang pada Papa kalau Najwa 'ingin belajar mandiri' sebagai bentuk pengabdian." sahut Raisa ikut tertawa.

Monica menatap ketiga anaknya dengan bangga "Bagus. Ingat, dia adalah anak dari wanita yang hampir merusak posisiku. Penderitaan Najwa adalah pembalasan dendamku pada ibunya, si Maryam itu. Kita akan menghancurkan mentalnya secara perlahan, sampai dia sendiri yang memohon untuk pergi dari dunia ini." selama ini Monica mendidik anak-anaknya agar patuh kepadanya, dengan cara memberikan apapun yang anaknya minta, bahkan pada Raisa yang anak angkat saja , ia begitu memanjakannya...

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!