Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 1
"Ini seriusan kita sudah menikah dan sah jadi suami istri? Astaga aku pikir ini mimpi!" tanya Elea kepada pria yang masih menggunakan pakaian pengantin di sampingnya.
plaaaakkk
"aaawwww ... Sakit tahu!" kesal Elea.
"Kalau sakit artinya kamu nggak sedang mimpi! Gitu aja kok repot!" jawab Ghazi membuat Elea mengerucutkan bibirnya.
Saat ini mereka masih berada di atas pelaminan. Para kamu baru saja selesai bersalaman untuk berpamitan pulang. Di samping mereka ada kedua orang tua yang masih setia mendampingi. Para orang tua yang gabut dan tiba-tiba saja menjodohkan mereka lalu menikahkan tanpa menunggu waktu lama. Bahkan mereka baru saja bertemu satu kali dan kemudian langsung menikah.
"Ma, ayo pulang. Kaki aku pegal ini, pake sepatu ginian dari tadi!" ajak Elea kepada ibunya. Bahkan high heels yang tadi dia gunakan sudah ditenteng begitu saja.
"Mau pulang kemana? Kalian sudah menikah, kami juga sudah menyiapkan rumah untuk kalian mulai berumah tangga. Semua kebutuhan kalian sudah kamu siapkan!" jawab Mama Nara.
"Astaga apa secepat itu Mama mengusirku dari rumah? Baru saja menikah aku tidak boleh pulang ke rumah gitu maksudnya? Astaga aku merasa terbuang dari keluarga," kesal Elea membuat kedua orang tuanya memutar bola mata malas.
"Mi, Pi ... Aku tinggal di apartemenku seperti biasa ya. Aku nggak mau tinggal sama orang asing seperti dia! Mana kalau ngomong menyebalkan sekali!" sekarang Ghazi yang merengek kepada ibunya.
"Tidak ada! Apartemenmu sudah Papi jual! Kami para orang tua sudah sepakat, kalian akan pindah ke rumah yang baru. Kalian akan belajar berumah tangga bersama di sana. Tak ada penolakan! kalau ketahuan kamu kabur dan tidak tinggal di rumah itu bersama dengan istrimu. Maka tapi akan mencabut semua fasilitas yang kamu terima. Dan bersiap-siaplah menjadi gembel di jalanan dan cari kerja sendiri!" jawab Papi Reno.
"Hahaa, akan jadi gembel! Emang enak lu tong!" kekeh Elea.
"Eleaaaaa ... Jaga ucapanmu, Nak! Ghazi adalah suamimu, tak boleh bicara begitu!" tegur Papa Hendri.
"Suami apaan? Aku terpaksa menikah karena kegabutan kalian yang menyebalkan! Bisa-bisanya kalian yang gabut aku dan dia yang harus menikah. Mana dia tengil sekali, aku akan hidup bersama dengan pria seperti ini? Apa yang akan terjadi pada hidupku nanti? Apa kalian tidak takut anak perempuannya di sakiti oleh dia? Kenapa punya orang tua malah bisa serandom kalian!" kesal Elea yang duduk di lantai dan tantrum seperti anak kecil.
"Tak ada penolakan lagi, toh Kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri. Ghazi bawa istrimu ke rumah baru yang sudah kami siapkan. Sopir akan mengantarkan kalian ke rumah itu, dan besok kendaraan kalian akan di antar. Minggu depan kalian akan honeymoon. Tapi tempatnya belum kami tentukan, kami masih diskusi dulu!" ucap Papi Reno.
"ish. Menyebalkan sekali kalian ini! Memaksa anak-anaknya menikah dan hidup bagai di neraka nantinya bersama dengan wanita jadi-jadian seperti dia!" kesal Ghazi berjalan lebih dahulu meninggalkan Elea.
Pluuukkk
Elea melempar satusepatunya hingga tepat mengenai punggung dari Ghazi sehingga membuat pria itu meringis kesakitan.
"Sakit woii! Apaan sih kamu?" kesal Ghazi berbalik.
"Heh! Aku ini sekarang istri kamu! Kenapa malah pergi sendiri! Nasib kita sama, kita sama-sama terusir dari keluarga sendiri!" kesal Elea mengulurkan tangannya meminta Ghazi menariknya.
"Memangnya kau tak bisa bangun sendiri! Nggak usah sok manja, nggak cocok dengan wajahmu!" jawab Ghazi santai dan kembali berbalik.
"Ghaziiiiiii ... Ajak istrimu! Belajar jadi suami yang bertanggung jawab!" tegur Mami Shella.
"Aku terpaksa menjadi suami Mami! Ah merepotkan sekali, baru satu hari menikah saja sudah merepotkan dan membuat sakit kepala!" kesal Ghazi yang akhirnya berbalik dan menarik tangan Elea.
"Bangun! Nggak usah manja dan sok caper seperti itu! Aku capek mau tidur!" omel Ghazi.
"Emang kamu fikri cuma kamu saja yang cape? Aku juga capek tahu!" Elea tak mau kalah.
Belum sehari menjadi suami-istri, tapi mereka sudah terus bertengkar sepanjang jalan. Bahkan sopir yang mengantar mereka saja sampai geleng kepala. Ada saja perdebatannya membuat mereka bertengkar. Entah akan seperti apa pernikahan mereka nantinya. Kedua orang tua mereka memang ada saja idenya.
Elea Davina Gunawan berusia Dua puluh tiga tahun merupakan anak dari pasangan Nara Aryabima dan Hendri Gunawan. Sedangkan Ghazi Revana Ardhani berusia Dua puluh tujuh tahun anak pasangan dari Reno Ardhani dan Shella Kumalasari. Mereka terpaksa menikah dadakan hasil kegabutan kedua orang tua keduanya.
Pernikahan kilat yang membuat dunia mereka berbalik seratus delapan puluh derajat. Dalam sekejap status mereka berubah tanpa rencana. Bahkan mereka baru bertemu satu kali, dan pertemuan kedua harus menikah.
Elea yang sedang menikmati kesenangannya berpetualang harus diam di rumah karena menjadi istri Ghazi. Mungkin ini adalah alasan kedua orang tuanya seger menikahkan Elea yang jarang pulang. Sedangkan Ghazi di kenal sebagai pengusaha muda yang sering pergi bersama dengan para model cantik dan beberapa klien.
Sehingga membuat papi dan maminya risih dengan kelakuan sang anak. Walau mereka tahu jika Ghazi tak pernah melakukan hal yang berlebihan bersama para wanita itu karena mereka juga mengirim orang untuk mengikutinya. Tetap saja kelakuan Ghazi membuat telinga mereka berdua panas.
Ghazi hanya senang saja bisa pergi bersama dengan para wanita cantik. Walau hanya sekedar makan bersama tapi kadang yang di lakukan oleh Ghazi membuat mereka baper. Dan pada akhirnya malah membuat gosip yang macam-macam. Bahkan tak jarang ada saja yang mengedit foto-foto mereka sehingga membuat heboh dunia Maya. Satu hal yang di takutkan oleh kedua orang tua Ghazi adalah jika anaknya malah jatuh ke dalam perangkap orang yang licik dan jahat. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk menikahkan Ghazi dan Elea.
"Kita sudah sampai Pak, Bu ... Ini kunci rumahnya," ucap asopir memberikan kunci kepada mereka kemudian pergi dari sana.
"Lah kok dia pergi?" teriak Elea yang baru saja turun.
"Astaga! Seriusan Mami dan Papi memberikan aku rumah seperti ini? Astaga! mereka benar-benar ingin membuat anaknya tersiksa!" omel Ghazi saat melihat rumah minimalis yang di pilih oleh kedua orang tua mereka.
"Banyak ngeluh banget sih! Daripada kita tinggal di jalanan! Kek nggak tahu saja mereka serandom apa! Kalau kita protes yang ada kita disuruh cari rumah sendiri! Mana sini kuncinya, aku gak kuat. Kaki dan punggung aku pegal sekali!" jawab Elea menyambar kunci rumah dari tangan Ghazi.
"ck! Dasar nggak sabaran! Bagaimana aku akan hidup dengan wanita seperti itu ya Tuhan!" teriak Ghazi tapi Elea tak peduli dan berjalan menuju pintu rumah mereka.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan