NovelToon NovelToon
Under The Purple Pine Blossoms

Under The Purple Pine Blossoms

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Penyelamat
Popularitas:834
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Chen Li, pemuda desa yang tampak biasa-biasa saja, sebenarnya bukan anak miskin pada umumnya. Terpelajar dan cerdas, ia mengelola pabrik teh besar untuk Tuan Sun, sambil memahami kehidupan keras orang miskin. Ayahnya, seorang pemimpin pemberontakan, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Chen Li dengan pelajaran hidup tentang keadilan, kemiskinan, dan batas-batas yang harus ia terima. Di sisi lain, ada Yun Xiao, gadis pemberani yang menentang ketidakadilan. Ia membenci mereka yang memanfaatkan kekuasaan untuk menindas orang lemah, dan tindakannya yang berani membuat para pejabat kekaisaran terus memperhatikannya. Suatu hari, puisi yang ditulis Yun Xiao diterbangkan angin hingga menarik perhatian putri bungsu kekaisaran. Putri itu langsung datang untuk menahannya, tapi Chen Li menghadangnya dengan berdebat hingga akhirnya Membuatnya di bawah ke istana, memaksanya memahami kekuasaan dan permainan politik yang rumit, penuh tipu muslihat bak catur hidup dan mati untuk hidup, tentang ayahny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayo, tuan putri peluk ibumu

Pada pagi harinya, dia mandi, memakai kain putih dan melihat tubuhnya yang langsing dengan tanda merah di dahinya seperti bulan, kemudian menyelimutinya dengan Han Fu abu-abu. Dia lalu menggulung rambutnya dengan sederhana.

Tuan putri sesekali akan meminta pelayan untuk membantunya, tapi itu ketika dia malas atau kelelahan. Dia sangat suka bebas menentukan penampilannya dan baginya akan lebih menyenangkan dan cepat melakukan sendiri.

Dia lalu menatap wajahnya di cermin dan segera membuka pintu.

Pelayan diluar segera membukuk hormat.

Tuan putri hanya mengangguk. Dia menatap taman sebentar dengan kelopak-kelopak persik yang berguguran di atas batu. Berbelok ke kiri akhirnya melangkah ke tempat makan keluarga.

Sebenarnya, dia malas menghadirinya namun kata maharani, ibunya dia harus melakannya demi menjaga kesopanan di hadapan keluarga kekaisaran. Mengingatnya, dia ingat jika ibunya sangat menjunjung kekaisaran dan memimpin berdampingan dengan ayahnya. Dan karena kemampuan ibunya yang begitu ahli dalam politik dan ekonomi membuat kekaisaran ini jauh lebih makmur, namun ayah tidak suka dan memperingatinya.

Rakyat menyukai ibunya dan ingin dia segera naik tahta. Ayahnya merasa tidak suka dan tidak ingin melakukannya. Namun karena tekanan semakin tinggi dan juga berat sehingga ibunya pun naik menjadi maharani tapi dengan kekuasaan yang terbatas. Tapi ibunya memimpin dengan baik dan mendapatkan pujian dari rakyatnya. Dia tahu ibunya pasti melakukan hal yang baik walaupun tidak sering muncul di publik dan ayah yang selalu mewakilinya.

Tuan putri terus melangkah tanpa suara dan tubuhnya tegak memandang ke depan.

Ketika tiba di ujung, dia berbelok dan ingin segera pergi ke ruangan makan, namun berhenti ketika melihat selir jingyi yang sedikit mendongak menatap langit pagi. Tuan putri memperhatikannya sebentar dan dia jadi sadar selir sedang menatap matahari terbit.

Tuan putri jadi ingat selir jingyi berasal dari keluarga sederhana, begitu juga ibunya jadi mungkin sang selir sangat suka kemewahan, namun mengapa dia sedang menatap langit sekarang?

Dia penasaran dan segera melangkah mendekatinya.

Saat itu selir jingyi mendengar langkah kaki lalu melihat tuan putri mendekatinya. Segera tuan putri sedikit membungkuk memberi hormat.

Selir jingyi sedikit tersenyum lalu berkata, “Tuan putri, malam anda terasa menyenangkan?”

Tuan putri belum pernah berinteraksi dengan selir Jingyi sebelumnya dan seseorang yang menanyakan malamnya sangat sedikit, bahkan jarang sekali. Namun, dia menjawab, “Selalu menyenangkan. Yang mulia, mengapa anda diam disini?”

“Sepertinya aku terlihat konyol menatap matahari terbit.” Sang selir menatap matahari sebentar lalu memandang tuan putri. “Anda pasti merasa bosan memperhatikan matahari terbit dan tenggelam, bukan?”

“Sebagai putri petani kecil, anda tidak berlebihan.”

Tuan putri selalu ingat jika selir Jingyi itu putri petani miskin yang setiap harinya menggarap ladang. Jadi dia berpikir melihatnya menatap matahari atau hal-hal lainya lebih lama dari kebanyakan orang bukan sesuatu yang aneh.

Sang selir menghela nafas lalu menatap bunga pancaroba biru di taman. Sedikit membungkuk. “Tuan putri petani.... Ya, anda benar tuan putri. Saya merasa tidak pantas diam di sini atau sebagai selir yang anda panggil yang mulia. Aku hanya putri petani biasa yang berakhir menjadi selir karena dadu yang terbalik acak.”

“Ayahku juga menikahi ibuku dan memberinya gelar maharani bukan karena dia bangsawa atau putri kekaisaran, tapi karena ibu selalu paham tentang kemiskinan dan apa yang diperlukan rakyat. Anda juga begitu. Dan karena anda sudah menjadi selir, anda pasti ingin membuat kaum petani hidup makmur. Selain itu, ayahanda menikahi anda juga bukan semata-mata karena anda putri petani.”

Selir dengan cepat menoleh, menatap sebentar ke mata tuan putri lalu tersenyum tipis. “Sebenarnya aku yang menghalangi kereta yang mulia ketika melintasi jalan desa, berniat agar memperhatikan seorang pengemis tua yang sakit-sakitan dan tidak bisa menyingkir. Aku tidak pernah berharap yang mulia memperhatikanku atau menikahiku, hanya ingin dia memperhatikan pengemis itu dan ingin berkata, jika para raja atau Kaisar itu bukan mahklu suci tapi penyelamat semua rakyatnya.”

“Anda punya pandangan luas.”

“Itu bukan berarti aku bisa melakukan banyak hal. Dan aku diam di sini hanya ingin melihat bagaimana matahari terbit dan sedikit bergerak ke atas. Aku selalu merasa sering melewatkannya.”

“Saya mengerti, karena anda punya banyak kesibukan, anda jadi tidak punya waktu untuk itu. Saya mengerti.” Tuan putri sedikit membungkuk. Berbalik dan berjalan menjauh.

Selir jingyi hanya memandangnya sebentar lalu kembali melihat matahari di langit.

Tuan putri akhirnya tiba di ruangannya. Kaisar, permaisuri, putra mahkota dan adiknya, serta selir yang lain juga ada di sana, hanya selir Jingyi yang tidak datang. Kaisar tidak bertanya dan keluarga membicarakan pemilihan istri dan selir untuk pangeran mahkota.

Tuan putri tidak suka banyak bicara dan menikmati makanannya.

Kemudian setelah itu dia kembali, melihat selir jingyi yang di temani pelayannya kemudian masuk ke kamar.

Dia ingat tentang buku kemarin dan mulai membacanya lagi. Lalu setelah 30 puluh menit membacanya, ada satu puisi yang membuatnya tertarik dan senyuman muncul di bibirnya. Tuan putri sering berpikir tentang satu puisi beberapa saat, memikirkan tentang apa yang ingin di sampaikan penulis dalam bait-bait puisinya.

Dia lalu berdiri dan menatap taman, menutup buku dan bergumam, “Sepertinya aku akan berkunjung.”

Tuan putri kemudian memanggil pelayan dan memerintahkan untuk menyiapkan kereta kuda untuknya.

*****

Kereta kuda akhirnya disiapkan dan seorang tuan kusir telah duduk.

Sementara di depan istana tuan putri membukuk pada ibunya. “Yang mulia, aku ingin berkunjung sebentar.”

Ibunya menatapnya sebentar dan berpikir jika anaknya terlalu formal. Dia tidak suka di sebut yang mulia, itu memberinya jarak pada dirinya. Dia kemudian melambaikan tangan, memberi isyarat agar tuan putri mendekatinya.

Tuan putri ragu-ragu tapi segera mendekat.

Yang mulia segera berkata, “Sekarang umurmu sudah remaja dan akan menikah. Ibu akan segera mengatur pernikahmu jika kamu benar-benar ingin pergi.”

Ketika yang mulia berhenti berbicara, tuan putri sedikit terkejut dan memandangannya. Namun sebelum dia membuka mulutnya, yang mulia melanjutkan, “Aku ibumu, mengapa kamu suka menjauh? Meskipun ibumu seorang permaisur atau maharani, ibumu tetap ibumu. Apa pun yang kamu ingin ibu akan mengusahakannya, bahkan jika kamu ingin cepat-cepat pergi dari sini.”

“Ayo kemarin, peluk ibumu, mengapa kamu hanya diam saja, tuan putri?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!