NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Panggung Kelulusan 2

Di sampingnya, Zhao Wei berdiri mengenakan setelan jas Armani abu-abu seharga puluhan ribu yuan. Secara penampilan, Zhao Wei masih terlihat seperti pangeran dari keluarga kaya raya. Uang keluarganya belum habis. Namun, siapapun yang memperhatikannya dengan jeli akan melihat bahwa mata pria itu selalu bergerak gelisah, wajahnya sedikit pucat, dan tangan kanannya sering kali bergetar kecil, sisa trauma psikologis yang belum sembuh sejak kejadian di kelas tiga bulan lalu.

"Kau terlihat sangat cantik malam ini, Lin Xia," puji beberapa murid perempuan yang mengerumuninya.

"Terima kasih," Lin Xia tersenyum manis penuh kemenangan. Dia melingkarkan tangannya ke lengan Zhao Wei. "Zhao Wei yang membelikan gaun ini khusus untukku. Dia memang yang terbaik."

Mendapat pujian seperti itu, Zhao Wei memaksakan seulas senyum congkak. Dia mengangkat gelas sampanyenya. "Hanya hadiah kecil. Lagipula, kita semua akan segera berkuliah. Penting untuk menjaga penampilan di depan kelas sosial yang tepat."

Tepat saat kata-kata sombong itu meluncur dari mulut Zhao Wei, pintu utama ballroom terbuka.

Suasana mendadak hening selama beberapa detik.

Ye Xuan melangkah masuk dengan tenang. Dia tidak mengenakan jas mahal yang mencolok, melainkan kemeja hitam lengan panjang polos yang lengannya digulung hingga ke siku, dipadukan dengan celana bahan berwarna gelap. Tidak ada merek terkenal yang menempel di tubuhnya.

Namun, postur tubuh pria itu sangat tegak. Berkat latihan tiga bulan penuh dengan sumber daya dari Ji Wuyue, tubuh Ye Xuan kini tidak lagi kurus. Otot-ototnya tercetak padat di balik kemeja hitamnya, memancarkan aura maskulin yang sangat dewasa dan berbahaya. Mata gelapnya menyapu seluruh ruangan dengan ketenangan seorang raja yang sedang menginspeksi pelayannya.

Beberapa siswi perempuan tanpa sadar menahan napas dan pipi mereka memerah. Yatim piatu miskin yang selalu mereka remehkan itu tiba-tiba terlihat... sangat berwibawa dan jantan.

Melihat kehadiran Ye Xuan, tubuh Zhao Wei langsung menegang kaku. Keringat dingin seketika membasahi kerah kemejanya. Otot di rahangnya berkedut panik.

"Z-Zhao Wei? Kau tidak apa-apa?" Lin Xia merasakan lengan pria itu bergetar keras. Dia menoleh dan melihat arah pandangan Zhao Wei tertuju pada Ye Xuan.

Amarah Lin Xia langsung mendidih. Dia sangat membenci kenyataan bahwa Zhao Wei, pria kaya pujaannya, selalu bertingkah seperti pengecut ketakutan setiap kali melihat Ye Xuan selama tiga bulan terakhir. Malam ini adalah malam kelulusan. Lin Xia tidak akan membiarkan Ye Xuan merusak panggung sempurnanya!

Dengan langkah anggun yang sengaja dibuat sedikit menghentak, Lin Xia menarik lengan Zhao Wei dan berjalan menghampiri Ye Xuan yang baru saja mengambil segelas air mineral dari meja prasmanan.

"Oh, lihat siapa yang datang," ucap Lin Xia dengan nada suara melengking yang sengaja dikeraskan agar murid-murid lain mendengarnya. Dia melipat tangannya di bawah dada, mengangkat dagunya dengan sangat arogan. "Aku terkejut kau bisa masuk ke hotel bintang lima ini, Ye Xuan. Apakah kau menggunakan sisa uang kuli bangunanmu untuk menyewa kemeja murahan itu?"

Beberapa murid yang mendengarnya mulai tertawa tertahan, menunggu reaksi Ye Xuan.

Zhao Wei yang berdiri di samping Lin Xia wajahnya sudah sepucat kertas. Dia terus menarik ujung gaun Lin Xia agar gadis itu diam, tapi Lin Xia tidak mempedulikannya.

"Lagipula, kudengar kau bahkan tidak mendaftar ke universitas mana pun," lanjut Lin Xia dengan senyum merendahkan, menatap Ye Xuan dari atas sampai bawah. "Ah, tentu saja. Kuliah butuh uang. Tapi jangan sedih, Ye Xuan. Jika kau tidak punya pekerjaan tahun depan, perusahaan ayah Zhao Wei mungkin butuh petugas kebersihan tambahan."

Keheningan yang sangat canggung menyelimuti area prasmanan itu.

Namun, bukannya marah, tersinggung, atau malu, Ye Xuan justru menyesap air mineralnya dengan sangat santai.

Pria berusia 35 tahun di dalam tubuh remaja itu menatap Lin Xia dengan tatapan yang sangat kosong. Bukan tatapan kebencian, melainkan tatapan yang diberikan seseorang kepada serangga bodoh yang sedang menari di atas bara api.

Ye Xuan menurunkan gelasnya. Dia tidak repot-repot membalas makian Lin Xia. Mulutnya yang kini menyimpan pengetahuan dari seluruh peradaban manusia perlahan terbuka.

"La vanité d'une femme vide est plus pathétique que la misère d'un mendiant," (Kesombongan seorang wanita yang kosong jauh lebih menyedihkan daripada kemiskinan seorang pengemis).

Kalimat itu diucapkan Ye Xuan dalam bahasa Prancis yang sangat fasih, elegan, dan dengan aksen aristokrat yang sempurna. Suaranya yang berat dan dalam bergema di keheningan aula.

Lin Xia tertegun. Mulutnya sedikit terbuka. "A-Apa yang kau bicarakan? Berhenti menggumamkan mantra aneh! Berbicaralah yang jelas, dasar miskin!"

Ye Xuan hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat membekukan darah. Dia melirik sekilas ke arah Zhao Wei yang kini sudah gemetar hebat hingga hampir mengompol di celananya.

Ye Xuan melangkah maju, melewati Lin Xia begitu saja seolah gadis cantik dengan gaun merah memikat itu hanyalah udara kosong.

Saat tubuh mereka berpapasan, Ye Xuan sedikit mencondongkan kepalanya dan berbisik yang sangat pelan, hanya bisa didengar oleh Lin Xia dan Zhao Wei.

"Nikmati panggung kecilmu ini, Nona Lin. Karena di dunia nyata nanti... kau bahkan tidak pantas untuk membersihkan sepatuku."

Ye Xuan tidak membuang waktu lebih lama. Pria itu terus berjalan membelah kerumunan murid yang langsung memberinya jalan secara otomatis, keluar dari ballroom yang mewah itu, dan tidak pernah menoleh ke belakang lagi.

Pesta masa remajanya telah berakhir.

Di luar lobi utama Hotel Jinghai, udara malam terasa sejuk.

Ye Xuan berdiri di tepi jalan raya. Tidak lama kemudian, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam pekat, bermerek Maybach, berhenti perlahan tepat di depannya. Kaca mobilnya gelap total, tidak bisa ditembus oleh pandangan dari luar.

Pintu penumpang belakang terbuka.

Di dalam mobil itu, duduklah Ji Wuyue. Ratu Ular dari Keluarga Ji itu mengenakan gaun malam hitam elegan yang sangat menggoda. Begitu Ye Xuan masuk ke dalam mobil dan pintu tertutup, wajah angkuh Wuyue seketika runtuh.

Wuyue langsung bergeser dari kursinya dan berlutut di atas karpet mobil yang sempit, menundukkan kepalanya dalam-dalam di dekat kaki Ye Xuan. Wajah wanita itu memerah pekat, matanya berkaca-kaca dipenuhi oleh kesetiaan dan pemujaan mutlak.

"Selamat atas kelulusan Anda, Tuanku," bisik Wuyue dengan nada mendesah yang sangat sensual, menggesekkan pipinya pelan ke lutut Ye Xuan. "Wuyue telah menyiapkan segalanya. Kekayaan, jaringan intelijen, dan rumah baru Anda telah menanti. Perintah apa yang harus pelayan ini lakukan selanjutnya?"

Ye Xuan bersandar di kursi kulit Maybach yang empuk. Matanya menatap tajam ke luar jendela, melihat lampu-lampu Kota Jinghai yang berkelap-kelip layaknya bintang jatuh.

"Kita mulai tahun ini, Wuyue," ucap Ye Xuan dengan suara dingin dan penuh ambisi. "Mulai besok... kita telan kota ini dari dalam."

Mata rubah Ji Wuyue berbinar gila. "Sesuai perintah Anda, Tuanku."

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!