NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Tabib Jenius

Reinkarnasi Tabib Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter Ajaib / Fantasi Timur / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: MomSaa

Aruna, dokter bedah jenius dari masa depan, terbangun di tubuh Lin Xi, seorang putri terbuang yang dihukum mati karena fitnah. Di dunia yang memuja kekuatan kultivasi, Lin Xi dianggap "sampah" karena jalur energinya hancur.

Namun, bagi Aruna, tak ada yang tak bisa disembuhkan oleh pisau bedahnya. Menggunakan ilmu medis modern, ia memperbaiki tubuhnya sendiri dan bangkit dari liang lahat untuk menuntut balas dendam.Takdir mempertemukannya dengan Kaisar Yan, penguasa kejam yang sekarat karena kutukan darah. Dengan satu tusukan jarum, Aruna menyelamatkannya dan memulai kontrak berbahaya: Aruna menjadi tabib pribadinya, dan sang Kaisar menjadi tameng bagi balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MomSaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangkit dari Kubur

Dingin. Sesak. Bau tanah yang lembap dan busuk.

Itulah sensasi pertama yang dirasakan Aruna saat kesadarannya perlahan kembali. Sebagai seorang ahli bedah jenius di abad 21, hal terakhir yang ia ingat adalah suara ledakan gas di ruang operasi saat ia sedang berusaha menyelamatkan pasien kecelakaan beruntun. Harusnya dia sudah hancur jadi abu, tapi kenapa sekarang seluruh badannya terasa seperti remuk dihantam truk?

Aruna mencoba membuka matanya, tapi kelopak matanya terasa seberat timah. Ia mencoba menarik napas, namun yang masuk ke kerongkongannya bukanlah oksigen, melainkan debu tanah yang membuatnya tersedak hebat.

Gila... sempit banget. Di mana aku? batinnya panik.

Aruna mencoba meraba sekelilingnya. Tangannya yang mungil—tunggu, mungil?—menyentuh dinding kayu yang kasar dan lembap di sisi kiri dan kanannya. Detik itu juga, insting medisnya yang tajam langsung berteriak: Sempit, pengap, bau kayu lapuk... Aku di dalam peti mati?!

Tiba-tiba, kepalanya berdenyut hebat. Sebuah hantaman memori asing masuk secara paksa ke dalam otaknya, seperti file raksasa yang di-download dalam sekejap.

Nama tubuh ini adalah Lin Xi. Dia adalah putri ketiga dari kediaman Jenderal Lin di Kekaisaran Awan. Di dunia yang memuja kekuatan kultivasi ini, Lin Xi dianggap sebagai "aib". Dia terlahir dengan Akar Roh yang hancur, membuatnya tidak bisa mengolah Qi (energi alam) dan dijuluki sebagai "Sampah Abadi" seumur hidupnya.

Nasibnya berakhir tragis. Ibu tirinya yang licik memfitnahnya mencuri pusaka permaisuri. Tanpa penyelidikan, ayahnya—Jenderal Lin yang berhati dingin—langsung memerintahkan agar Lin Xi dihukum mati dengan cara dikubur hidup-hidup di Hutan Terlarang demi menjaga nama baik keluarga.

"Keluarga Lin... kalian benar-benar iblis," gumam Aruna dengan suara serak. Suaranya halus, tapi penuh getaran kebencian yang mendalam dari sisa-sisa jiwa Lin Xi yang asli.

Sebagai dokter bedah, Aruna tahu dia tidak boleh panik. Panik hanya akan menghabiskan sisa oksigen di dalam peti ini. Ia mulai mengecek keseluruhan tubuh barunya.

Nadi lemah, detak jantung tidak teratur, nutrisi buruk.

Tapi ada satu hal yang menarik perhatiannya. Aruna menyadari ada tujuh titik saraf utama di punggungnya yang tersumbat oleh sesuatu yang sangat tipis. Bagi tabib di dunia kuno ini, itu mungkin dianggap sebagai cacat bawaan atau "Akar Roh yang mati". Tapi bagi Aruna, itu hanyalah penghambatan yang disengaja.

"Sampah katanya? Bodoh! Jalur energi ini sengaja disumbat pake jarum beracun," Aruna mendesis sinis. "Siapapun yang melakukan ini, lo salah pilih lawan. Gue dokter bedah terbaik, nyembuhin saraf mampet kayak gini mah kecil!"

Aruna meraba rambutnya dan menemukan sebuah tusuk konde perak tipis—satu-satunya barang berharga yang ikut dikuburkan bersamanya. Dengan mata terpejam dan konsentrasi penuh, ia menusukkan tusuk konde itu ke titik Qihai di perutnya, lalu berpindah cepat ke titik-titik saraf di punggungnya.

JLEB! JLEB!

"Ugh!" Lin Xi memuntahkan seteguk darah hitam yang berbau amis racun.

Seketika, rasa sesak di dadanya menghilang. Aliran hangat yang sangat kuat mulai mengalir dari perut bawahnya menuju seluruh anggota tubuh. Itulah energi Qi yang selama belasan tahun terperangkap. Kekuatan yang selama ini dipendam paksa kini meledak, memberi Lin Xi lonjakan tenaga yang luar biasa.

"Buka!"

BRAKKK!

Lin Xi menendang tutup peti kayu itu sekuat tenaga. Papan kayu yang sudah mulai lapuk itu hancur berkeping-keping. Tanah merah mulai merosot masuk, namun Lin Xi dengan gesit merangkak naik, mencakar tanah dengan kuku-kukunya yang berdarah.

Begitu kepalanya muncul ke permukaan, hujan lebat langsung mengguyur wajahnya yang penuh lumpur. Lin Xi menghirup udara malam yang segar seolah-olah itu adalah oksigen paling murni di dunia.

Di bawah sinar rembulan yang pucat, sosok gadis kecil dengan pakaian putih yang robek-robek itu bangkit dari lubang kuburnya sendiri. Rambut hitamnya yang panjang terurai berantakan, dan matanya bersinar dengan kedinginan yang bisa membekukan jiwa siapa pun yang melihatnya.

"Lin Xi yang lama sudah mati di dasar lubang ini," ucapnya sambil menatap ke arah ibu kota yang bercahaya di kejauhan. "Sekarang, gue yang pegang kendali. Siapapun yang berhutang nyawa, siap-siap aja gue tagih!"

Ia berjalan tertatih-tatih meninggalkan area pemakaman. Namun, baru beberapa langkah, telinganya yang kini menjadi sangat tajam menangkap suara desingan pedang di balik semak-semak. Ada bau darah yang sangat pekat—darah yang mengandung energi sangat tinggi.

Aruna bersembunyi di balik pohon besar. Di sana, ia melihat seorang pria berbaju sutra hitam sedang dikepung oleh belasan pembunuh bayaran bertopeng. Pria itu memakai topeng perak setengah wajah, tapi aura dominasinya luar biasa kuat, seolah-olah dia adalah raja dunia ini.

Namun, pria itu tampak tidak stabil. Energi panas keluar dari tubuhnya, dan setiap kali ia mengayunkan pedang, ia tampak kesakitan.

Penyimpangan Qi (Qi Deviation)! otak medis Aruna langsung memberi diagnosa. Kalo dibiarin, pembuluh darah di kepalanya bakal pecah dalam tiga menit.

Pria itu adalah Kaisar Yan, penguasa yang dikenal sebagai "Dewa Perang Berdarah". Saat ini, energinya sedang mengamuk karena dikhianati saat meditasi.

Slash! Slash! Meski sekarat, Kaisar Yan masih bisa menebas tiga pembunuh sekaligus. Tapi setelah itu, dia ambruk dengan satu lutut di tanah. Dia memuntahkan darah hitam yang mendidih.

"Habisi dia! Kaisar tiran ini harus mati malam ini!" teriak salah satu pembunuh yang melihat kesempatan.

Para pembunuh itu melompat maju dengan pedang terhunus. Namun, sebelum senjata mereka sampai ke leher Kaisar Yan, beberapa kerikil kecil melesat dari kegelapan dengan kecepatan seperti peluru, mengenai titik saraf di pergelangan tangan para pembunuh itu.

TING! TING! TING!

Pedang-pedang mereka terlepas dari tangan. Mereka semua terperangah. "Siapa?!"

Dari balik bayang-bayang pohon, Lin Xi berjalan keluar dengan santai. Penampilannya yang kotor, penuh lumpur, dan baju compang-camping membuatnya terlihat seperti hantu penunggu hutan yang baru saja bangkit untuk menuntut balas.

"Berisik banget sih. Orang lagi mau lewat juga," kata Lin Xi sambil ngelap lumpur di pipinya.

"Gadis gila! Berani-beraninya ikut campur! Mati kau!" salah satu pembunuh menyerang Lin Xi dengan marah.

Lin Xi tidak menghindar. Saat pedang itu hampir mengenai lehernya, ia bergerak dengan langkah yang sangat aneh—itu adalah teknik langkah tubuh yang mengandalkan titik buta mata manusia. Dalam sekejap, ia sudah berada di belakang si pembunuh dan menusukkan jarum peraknya tepat ke pangkal tengkorak pria itu.

Pembunuh itu langsung kaku dan ambruk tanpa sempat mengeluarkan suara.

Melihat rekan mereka tewas secara langsung oleh seorang "gadis", pembunuh lainnya gemetar ketakutan. Mereka mengira telah bertemu dengan Yaoguai (siluman) penunggu hutan.

"Iblis! Dia iblis! Lari!" Teriak mereka sambil kabur kocar-kacir.

Kaisar Yan yang masih menahan sakit luar biasa menatap gadis kecil di depannya dengan waspada. "Siapa... kau? Kenapa... ikut campur?"

Lin Xi berjongkok di depan Kaisar Yan. Dia memegang pergelangan tangan pria itu untuk memeriksa nadinya. Kaisar Yan ingin menepis, tapi dia merasa seluruh ototnya lumpuh karena energi yang mengamuk.

"Jangan banyak gerak kalau nggak mau jantung lo meledak, Tuan," ucap Lin Xi dengan gaya bicara santainya dan modernya.

"Gue nggak nolongin lo gratisan. Gue butuh tumpangan ke kota, dan lo kelihatan kayak orang kaya yang bisa gue jadiin tameng."

Kaisar Yan tertegun. Selama hidupnya sebagai penguasa tertinggi, tidak ada yang berani bicara sesantai itu padanya. Apalagi memanggilnya "Tuan" dengan nada memerintah.

Lin Xi mengeluarkan jarum peraknya lagi. Dengan gerakan yang sangat cepat dan akurat, dia menusuk tujuh titik di dada dan leher Kaisar Yan. Ajaibnya, rasa panas yang membakar di tubuh Kaisar Yan langsung mereda. Energinya yang tadinya liar tiba-tiba menjadi sangat jinak dan mengalir kembali dengan teratur ke Dantian-nya.

"Kau... seorang tabib?" tanya Kaisar Yan, matanya yang berwarna merah gelap menatap dalam ke mata Lin Xi yang jernih.

"Gue?" Lin Xi berdiri dan mengulurkan tangannya yang kotor oleh tanah untuk membantu Kaisar Yan bangun. "Gue cuma sampah yang baru aja bangun dari kubur."

Kaisar Yan menerima jabatan tangan kecil itu. Dia merasa ada aliran hangat yang aneh mengalir dari tangan gadis ini ke hatinya. Di dunia yang penuh kepalsuan ini, tangan yang penuh lumpur ini justru terasa paling nyata.

"Namaku Yan. Siapa namamu?"

Lin Xi menoleh ke arah hutan yang gelap, tersenyum tipis yang membuat wajahnya yang kotor mendadak terlihat sangat mempesona di bawah sinar bulan. "Nama gue Lin Xi. Inget baik-baik nama itu, karena mulai kedepannya, nama ini bakal bikin seluruh Kekaisaran Awan gemetar ketakutan."

1
Dewiendahsetiowati
hadir thor
MomSaa: Siap kak🤗
total 1 replies
Amazing Grace
Lo gue anjay🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!