NovelToon NovelToon
Merayu Grand Duke Paling Kejam

Merayu Grand Duke Paling Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.

Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.

Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.

Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?

Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vivienne

"Ya, ya ... Lady Tricia. Sebuah kehormatan Anda datang ke tempat kecil ini," kata Nyonya Beth dengan penuh antusias, buru-buru memimpin mereka ke ruangan lain untuk menjamu tamu.

Salah satu pengasuh panti asuhan segera menyajikan teh dan camilan. Nyonya Beth duduk di seberang mereka, wajahnya penuh perhatian.

"Apa yang membuat Lady Tricia dan kedua tamu datang ke panti asuhan ini?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Alicia yang tak ingin membuang waktu, langsung bertanya balik. "Nyonya Beth, apakah ada seseorang yang bernama Vivienne di panti asuhan ini?"

"... Vivienne?" Nyonya Beth terdiam sejenak, tampak berpikir keras. "Ada, memang. Tapi saya tidak yakin apakah dia orang yang Anda maksud."

"Vivienne yang memiliki tulisan tangan yang sangat indah," tambah Alicia dengan lebih spesifik.

"Oh ... kalau yang itu, memang Vivienne orangnya. Dia satu-satunya gadis di sini yang tulisannya paling bagus," jawab Nyonya Beth sambil mengangguk pelan.

"Bisakah kami bertemu dengannya?"

Nyonya Beth tampak ragu sejenak. "Dia pergi keluar pagi ini. Tadi dijemput seseorang dan belum kembali."

Bernard yang sejak tadi diam, akhirnya ikut bertanya. "Apakah wanita yang menjemputnya berasal dari keluarga bangsawan?"

Nyonya Beth menggelengkan kepala, tampak bingung. "Mungkin wanita itu dari keluarga Baron? Kereta kudanya tidak terlalu mewah."

"Seperti apa ciri-cirinya?" Bernard melanjutkan.

"Tidak ada yang terlalu mencolok. Wanita itu tinggi, dengan rambut cokelat keemasan," jelas Nyonya Beth sambil mengingat-ingat.

"Apakah kamu yakin dia akan kembali hari ini?" tanya Bernard lagi, suaranya penuh ketegasan.

"Yakinlah, Tuan. Dia akan kembali sebelum malam," jawab Nyonya Beth dengan yakin.

"Kalau begitu, kita akan menunggu dia kembali." Bernard membuat keputusan.

Beatrice mengeluh pelan dalam hati. Menunggu berapa lama lagi? Tubuhnya semakin terasa tidak nyaman dan dia sudah ingin pulang. Tapi sepertinya mereka harus tetap menunggu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Paula tidak tahu bahwa seseorang telah menargetkannya saat ini. Sekarang, dia berada di sebuah gang sempit yang kotor dan jorok. Tapi dia tidak punya pilihan lain selain bertemu dengan Vivienne.

"Kamu tidak pernah didatangi siapa pun, kan?" tanyanya, menatap gadis muda yang baru saja berusia 15 tahun itu.

Vivienne adalah gadis yang cukup cantik. Dia menggelengkan kepala saat ditanya. Sebenarnya, ekspresinya lebih menunjukkan ketakutan, terutama saat melihat Paula yang tampak marah.

"Nona, saya benar-benar tidak bertemu siapa pun selama ini. Lagi pula, saya hanya gadis biasa dari panti asuhan. Usia saya sudah cukup dewasa, jadi tidak mungkin diadopsi," jelas Vivienne, suaranya penuh keraguan.

Vivienne memiliki rambut ikal sebahu. Pakaiannya sederhana dan biasa saja, tapi jari-jemarinya panjang dan ramping—itulah mengapa tulisan tangannya begitu indah.

"Kamu tidak mengerti!" Paula menggigit kuku jempolnya berulang kali, kesal. Segalanya tidak berjalan sesuai rencananya.

Kehidupan sebelumnya adalah mimpi buruk terbesar Paula. Dan ketika dewa memberinya kesempatan hidup lagi, dia ingin mengubah hidupnya yang malang.

Sekarang Alicia dan Charls sudah resmi bercerai berkat bantuan keluarga Vort—sesuatu yang tidak pernah Paula harapkan. Alicia yang selalu sabar dan tangguh menghadapi cobaan kini berbalik melawan dan akhirnya lepas dari cengkeramannya.

Entah apa yang Alicia katakan pada Charls sebelum meninggalkan kediaman Marquis Kyron, tapi sekarang Charls mulai aktif mengejar Alicia. Paula merasa seolah semuanya lepas dari kendalinya. Dia tidak ingin menikah dengan pria itu lagi!

"Pokoknya, siapa pun yang mencarimu, katakan saja bahwa kamu bukan orang yang mereka cari!" Paula menatap Vivienne yang diam di depannya, seolah memerintahkan.

"Tapi ..." Vivienne ragu. Jika orang yang mencarinya adalah seorang penguasa, apa yang harus dia lakukan? Pikirnya dengan khawatir.

"Pokoknya kamu tidak boleh menulis apa pun. Kamu adalah orangku. Tunggu dua atau tiga tahun lagi, aku akan memenuhi janjiku." Paula melanjutkan dengan suara lebih tegas.

Paula mengerutkan kening. Dua atau tiga tahun terlalu lama. Dia harus melakukannya paling lambat akhir tahun ini. Putra mahkota akan datang ke wilayah Northern untuk perburuan musim semi tahun ini.

Seingat Paula, perburuan musim semi kali ini digabung dengan wilayah Western. Wilayah Southern akan bergabung dengan wilayah Easter, dan Kaisar Theodore sendiri akan pergi ke Southern untuk memimpin. Sedangkan putra mahkota memimpin di Northern.

Pada saat itulah, Alicia dan putra mahkota akan bertemu di perburuan musim semi.

Paula tidak ingat dengan jelas. Saat itu, dia sudah menikah dengan Charls dan mengikutinya ke perburuan musim semi, tapi dia tidak bisa menunggang kuda, jadi hanya bisa menunggu di tenda. Dia hanya mendengar beritanya dari Charls yang bercerita. Detilnya tidak pernah jelas di benaknya.

"Baiklah, kamu kembali sekarang. Akan repot kalau wanita gemuk itu mencurigaimu. Terakhir kali aku datang, dia menatapku seperti pencuri," kata Paula dengan kesal, mengingat Nyonya Beth yang selalu tampak waspada.

Paula tidak berniat mengantar Vivienne kembali ke panti asuhan. Jadi, Vivienne akhirnya hanya bisa menerima nasibnya dan berjalan kembali sendirian, meninggalkan gang kotor itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Langit sudah hampir gelap ketika Vivienne kembali ke panti asuhan. Namun, dia terkejut melihat sebuah kereta kuda yang cukup mewah terparkir di halaman samping. Mungkinkah seseorang dari keluarga bangsawan datang untuk mengadopsi anak? pikirnya.

Vivienne masih harus melapor ke ibu panti atas kepulangannya. Baru saja dia mencapai pintu ruangan, Nyonya Beth muncul dari dalam.

"Kamu akhirnya kembali! Cepat masuk, seseorang sudah mencarimu sejak sore. Kenapa pulang terlambat? Apa wanita kenalanmu itu tidak mengantarmu kembali?" Nyonya Beth mulai cerewet, wajahnya penuh keingintahuan.

Ekspresi Vivienne berubah, sedikit takut dan gugup. "Seseorang mencariku? Siapa?" tanyanya dengan suara gemetar.

"Kamu akan tahu sendiri saat bertemu dengannya. Kenapa gugup begitu? Kamu tidak melakukan sesuatu yang berbahaya, kan?" tanya Nyonya Beth, setengah cemas dan penasaran.

"Aku—tidak ..." Vivienne menjawab pelan, lebih kepada dirinya sendiri. Memang, dia tidak pernah melakukan hal yang berbahaya. Namun ada satu hal yang mengganggunya—menulis surat palsu atas perintah Paula. Ini ... seharusnya tidak apa-apa, kan?

Ketika Vivienne memasuki ruangan bersama Nyonya Beth, dia melihat tiga orang asing duduk menunggu. Dia sama sekali tidak mengenali ketiganya. Namun, setidaknya untuk saat ini, dia merasa sedikit lebih tenang.

"Apakah kamu yang bernama Vivienne?" Alicia langsung bertanya tanpa basa-basi.

Vivienne, yang masih merasa gugup, berusaha tetap tenang di hadapan mereka. Dia mengangguk sopan. "Ya, Nona. Nama saya Vivienne."

Beatrice memperhatikan gadis itu dengan seksama. Vivienne cukup cantik, dengan rambut ikal sebahu dan kulit yang tidak terlalu putih, namun tetap bersih dan terawat.

Alicia menatap Vivienne cukup lama, seolah menilai sesuatu. "Tahukah kamu siapa aku?" tanyanya akhirnya, nada suaranya serius.

Vivienne menggelengkan kepala dengan jujur. "Tidak, Nona."

"Tapi Paula pasti mengenaliku dengan sangat baik," lanjut Alicia, suaranya lebih datar. "Kamu pernah meniru tulisan tanganku untuk dia sebelumnya, kan?"

Mendengar ini, Vivienne langsung terbelalak. Tentu saja dia ingat. Paula pernah memintanya untuk meniru tulisan tangan seseorang, membuat sebuah surat yang berisi janji pertemuan di taman kota.

Awalnya, Vivienne tidak mengerti mengapa Paula menginginkannya. Namun setelah dipikir-pikir lagi, dia baru sadar—mungkin Paula berencana untuk menjebak seseorang, dan ingin surat itu terlihat seperti tulisan tangan orang lain. Apakah wanita cantik di depannya ini salah satu dari mereka?

"Namaku Alicia Vort. Kamu pasti tahu itu, karena menulis namaku di akhir surat," ujar Alicia sambil menyipitkan mata, suaranya penuh ironi.

Vivienne yang mulai menyadari keseriusan situasi ini, merasa ketakutan. Dengan tubuh gemetar, dia akhirnya berlutut, kepalanya menunduk dalam-dalam.

"Saya ... saya tidak bermaksud melakukannya. Saya bersumpah! Nona Paula yang memaksa saya! Tolong ... tolong jangan kirim saya ke penjara," katanya, suaranya hampir terputus karena ketakutan.

Gadis kecil itu bahkan bersujud beberapa kali, sampai dahinya memerah. Semua orang di ruangan itu terkejut dengan tindakannya. Bahkan Nyonya Beth, yang selalu tenang, tampak terkejut melihat apa yang terjadi.

1
sambua
ya ampun 😂😂
sambua
mungkinkah mereka berdua itu??
sambua
masa' gitu ajah paula meninggoy nya thor😂
Sonya Kapahang
Ya ampun ini si Erica bener² cocok bgt klo disuruh nyari informasi gosip.. udh mcm admin akun lambe²an 🤣🤣🤣🤣🤣
Sonya Kapahang
asli, ga elit bgt Putra Mahkota calon Kaisar tidur sm cewek di semak².. Mana ngaku lagi ke Estevan 🤣🤣🤣🤣🤣
sambua
pdhl udh 2bab tapi knp berasa kurang yaa😭/Facepalm/
Author Risa Jey: Namanya juga baca 😄. Padahal seribu kata lebih per bab nya /Smile/
total 1 replies
sambua
astaga Alicia 🫣😂😂
sambua
duh ya ampun kyak ga ada tempat yg lebih estetik apa ya julio tpi krn keadaan gpp lah ya/Facepalm//Facepalm/
Author Risa Jey: Di hutan gak ada tempat yang bagus selain rumput dan pohon/Sweat/. Ini gak kayak di komik-komik yang bisa nyari gua? ehem! /Hammer/
total 1 replies
sambua
untung aja putra mahkota bisa membuat tuh ulet Keket tak bergerak
Author Risa Jey: entar juga meninggoy ... /Grievance/
total 1 replies
sambua
cih menjijikkan sekali nih org
sambua
astaga nih manusia satu bisa2 nya mau perkaos putra mahkota 😤😂
Dian WRP
bagus
Author Risa Jey: Terima kasih sudah memberikan penilaian, sayang ... selamat membaca 🤭
total 1 replies
sambua
paula kah itu? atau suster2 itu? entah lah
sambua: kak othoorr main nya tebak2an mulu😂
total 2 replies
sambua
mau ngakak tapi gmn ya,,,masa putra mahkota diperkosa astaga /Silent//Facepalm/
Author Risa Jey: Putra mahkota juga manusia /Hey/
total 1 replies
sambua
semoga putra mahkota bsa sampai atas dg selamat ya
sambua
😂😂😂😂
sambua
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sambua
bener2 yaa si Evan maniak sekali Klo udah soal urusan asik2🫣😂😂😂
sambua
nubuat apa thoor?
Author Risa Jey: nubuat artinya ramalan /Smile/
total 1 replies
sambua
kalo putra mahkota udh ngerasain rasa nya knpa di kasih tau lagi Evan 🤣🤣
Author Risa Jey: Siapa tahu rasanya beda, kan?😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!