*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
....
...
Ironisnya setelah 2 jam Liyan tidak kunjung menerima notifikasi dari sang istri dan menemukan alasan untuk pergi dari sana.
Liyan tidak mungkin minum banyak karena wine baginya bukan untuk mabuk tapi untuk menikmati sensasi segar yang membakar di tenggorokan nya.
"Huhhh.." Liyan bernapas berat ketika memeriksa hpnya lagi
Berbeda dengan Leon yang memang sedikit mabuk karena banyak minum, kalau bukan Leon pasti sudah tepar meminum wine sebanyak itu.
Namun ketenangan mereka tidak bertahan lama karena Leon mulai mengacau karena sedikit terpengaruh oleh alkohol
Prankk...
Botol kaca jatuh dengan tidak elitnya mendarat di lantai.
"Ohh maaf tidak sengaja.." ujarnya tapi bibirnya membentuk seringai dan matanya melirik ke arah Liyan
"Kacanya pecah, hancur dehh.." timpalnya lagi
mereka sedikit was was pasalnya bendera perperangan mulai berkibar
"Lebih baik lu panggil pelayan de rayy.. " Liyan mulai jengah tapi masih mempertahankan kewarasannya
"Gimana..?" Leon mendongak menunjuk Liyan dengan dagunya. Dari kemarin Leon berpikir keras kenapa mantannya bisa menikah dengan si kampret itu. Pasti karena di paksa dan ada sesuatunya, tidak mungkin dalam 2 Minggu mereka menyusul pernikahannnya.
Leon tentu tau cara kerja liyan seperti apa, dan 1pernikahan mereka mungkin semacam pernikahan kontrak dan belum melakukan hubungan suami istri pada umumnya.
dia saja belum melakukan itu dengan adeline. Dia tahu betul bagaimana sifat Zheya yang keras kepala tidak mungkin mau begitu begitu dengan orang baru dikenal meski suami , kan tetap saja mereka menikah kontrak
Dia telah jengah emosinya sudah memuncak Leon hanya bisa melampiaskan pada wine tapi sayang pertahanan nya runtuh akibat terlalu banyak minum
"Apanya yang bagaimana.." meski terlihat santai mereka yang ada disana merasakan aura yang sangat dingin keluar dari tubuhnya Liyan.
"Bagaimana malam pertamanya..? Sehancur botol itu kan.." tunjuk nya kearah kaca yang tengah di bersihkan pelayan. Perkataannya berhasil membuat Liyan susah mengontrol emosi
"Lu mau tau.." ucap Liyan masih santai padahal disana rahangnya sudah mengeras
Teman temannya tidak ada yang berani mengganggu takut jadi pelampiasan kemurkahan mereka
"Aku sudah tau.! Sangat hancurkan.. bagaimana mungkin seorang Liyan menikahi bekas yang pernah Leon cicipi.. atau kamu sama sekali belum mencoba..?" Good job Leon berhasil membangunkan Singa yang tengah tidur. Leon berhasil memprovokasi Liyan
"Khkhkh..." Kekehan keluar dari mulut Liyan membuat semua orang disana heran padahal Leon terang terangan merendahkan istrinya yang pernah Leon tiduri katanya.
.
Selain khen tidak ada yang tau apa yang dilakukan Liyan kepada zhiya malam itu , dan sekarang khen merasa ragu Bu boss nya itu ntah masih segel ntah enggak, dia pun terprovokasi perkataan Leon
Rey selalu asisten nya Leon berpikir bisa saja mereka melakukannya karena sering berlibur saat kerja keluar negeri.
"Hahaha...lu salah semua..
nih gua kasih tau!! pernah gak ada istilah hancur dalam. kamus gua
Ke dua dia masih segel
Ketiga gua udah lakuin kok, apasih yang ga bisa gua lakuin sedangkan nikahin dia aja dalam waktu 2 Minggu gua sanggup.. jadi lu jangan halu jangan kebanyakan minum.." ledek Liyan meski emosinya sudah di ubun-ubun dia berusaha waras agar teman-teman nya tidak percaya omong kosong Leon
"Kenapa gua haluu? Kenyataan bro.. lu malu kan semua orang tahu istri lu udah tidur bareng gua duluan.. beda dengan adeline meski lu pacaran 5 tahun juga dia masih segel.." ucapnya tetap yakin Liyan belum mencobanya dan sedikit berbohong tentang hubungan nya dengan adeline
Dari pada makin runyem sebelum berantem khen menghubungi Bu bosss agar bisa memisah kan mereka. Begitu pula dengan Rey yang menghubungi Adeline agar Leon berhenti memprovokasi Liyan karena Leon pasti akan diam ketika di ancam Adeline akan di adukan kepada mamanya
"Benar banget gua emang ga pernah nyentuh Margaret, karena gua tidak sebajingan itu. Dan lu..." Liyan menjedah ucapannya dan mendekat kearah Leon
"Lu kira gua bisa lu bohongi,! Lu mungkin memang bajingan tapi tidak dengan istri gua..Lu pikir gua bodoh?" Rasanya Liyan tidak mampu menahan emosi
"Lu pengen tau kan..? " Jeda Liyan dan tersenyum smirk
"Asal lu tau aja dari awal gua tau perjodohan lu sama Margaret gua udah cari tau siapa dia.!! Jauh sebelum lu putus gua udah tau karakter Zheya.. kenapa lu ga terima?? .." Liyan memegang kerah baju Leon dan menghempaskan nya
Tapi sayang Leon sendiri yang telah terprovokasi biarkan untuk saat ini Leon melampiaskan rasa sesak , dan emosi yang telah menumpuk.
Bugh..
Semua orang yang ada di sana terkejut
Tinjuan itu berhasil membuat Liyan sedikit oleng, padahal dia dari tadi berusaha mengontrol emosi agar tidak memukul si sialan yang telah merendahkan istrinya tapi liat lah keadaannya sekarang. Liyan mengusap bibirnya yang berdarah dan kemudian.
Bughh..
Pukulan Liyan tidak kalah keras dibandingkan Leon "Ini untuk Lu yang pengecut.."
Bughh..
"Ini untuk lu yang ngerendahin istri gua..."
Bughh..
"Ini untuk lu yang pukul gua diam diam.."
Pukulan Liyan bertubi-tubi mengenai wajah dan perut Leon. Dia benar-benar emosi.
Bugh.. bughh.. bugh..bruk..
Begitulah suasana ruangan itu untung saja ini VVIP jadi tidak ada orang lain selain mereka. Tidak ada yang berani melerai perkelahian Liyan dan Leon. Mereka saling tonjok saling tendang layaknya aksi flim Action di tv.
Tapi sayang pertarungan itu hanya sementara Zheya dan Margaret datang bersamaan melihat perkelahian antara Iblis dan setan itu.
Margaret lebih memilih diam dan memperhatikan pertarungan itu dia tahu karakter mereka jadi lebih baik diam dan sayang nyawa lagian mental nya tidak cukup selain mengadu kepada mertuanya
Beda lagi dengan Zheya yang mengumpulkan energi untuk berteriak agar suaranya agar bisa mengalahkan suara pukulan mereka
"STOPP...."
Tidak hanya Liyan dan Leon yang kaget semua orang di sana berhasil memalingkan pandangan kearah perempuan cantik natural dan gaya simpel itu. Rey kaget melihat kedatangan Zheya setahunya wanita itu tidak se bar bar itu. Zheya tipikal orang yang tidak akan peduli dengan lingkungan sekitar, perempuan dingin berwajah datar yang cuek itu sekarang berteriak dengan napas tersengal-sengal Ini sangat langkah sekali.
Keadaan hening dentuman musik pun terdengar kecil di ruangan itu.
"Kenapa.." Zheya melotot Kearah dua makhluk jadi-jadian itu
Liyan menapap Zheya heran kenapa perempuan itu disini. Otaknya masih ngeleg jika berhadapan dengan orang ini
Beda lagi dengan ekspresi Leon yang terlihat sendu, dia tidak pernah melihat ekspresi marah dari wanita itu, jikapun marah Zheya lebih memilih mendiamkan nya dari pada berteriak seperti ini. Hatinya menjerit ingin memeluk Zheya dia rindu perhatian kecil dari perempuan itu.
"Liyan.. ini yang kamu bilang kerja..?" Tanyanya dengan mata yang masih melotot dan bibir yang di angkat tipis. Persetan dengan image nya yang di jaga selama ini, Zheya benar benar kesal ketika mendapat kabar dari khen. Apa lagi dia muak melihat wajah Leon sibajingan Huang ini dan apa apaan juga Liyan sibrengsek Huang berkelahi disini.
Huhhhh.. Liyan menghembuskan napas nya pelan dan menjawab pertanyaan si istri dengan tenang
"Tadi iya mau bahas pekerjaan sama Kai dan khen. Aku ga tau dia juga ada disini.." tunjuk nya kearah orang orang itu
"Kamu pergi udah 4 jam loh.. jangan banyak alasan, kan bisa ngobrol terus balik.." omel Zheya
"luar biasa" Gumam Rey dalam hati
"Iya mau balik.. tapi tadi nungguin chat kamu dulu makanya belum pulang.." jawabnya
"Ga usah alesan kamu itu.. liat itu wajah makin keliatan jeleknya.."ujarnya blak blakan melupakan keberadaan mereka di sana
"Iya.. maaf" jawaban Liyan di luar prediksi BMKG