NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Jathayu

Cinta Gadis Jathayu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Cinta Terlarang / Romansa / Kekasih misterius / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.

Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."

Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."

Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Bersama

Hari berikutnya, mereka semua berkumpul di ruang kelas, siap menghadapi ujian akhir semester mata kuliah analisis puisi. Shanaya terlihat sedikit gugup, sementara Felix dan Bintang terlihat lebih santai.

Dosi ujian dibagikan, dan mereka mulai mengerjakan soal-soal analisis puisi.

Shanaya membaca soal pertama, tentang puisi "Aku" karya Sapardi Djoko Damono.

"Apa tema utama puisi ini?" tanya Shanaya dalam hati, mencoba menganalisis kata-kata yang digunakan Sapardi

Setelah beberapa menit, Shanaya mulai menulis jawabannya.

"Tema utama puisi ini adalah tentang pencarian identitas diri dan eksistensi manusia..."

Sementara itu, Felix dan Bintang sudah selesai mengerjakan soal pertama dan mulai mengerjakan soal berikutnya.

Setelah ujian selesai, mereka semua berkumpul di luar ruang kelas, membahas jawaban-jawaban mereka. "Gimana, menurut kalian? Benar gak jawabannya?" tanya Shanaya

Felix tersenyum, "Gue yakin jawaban gue benar. Tapi kita tunggu hasilnya aja..."

Bintang menambahkan, "Gue juga sama, semoga aja benar semua..."

Mereka semua tertawa, merasa lega setelah ujian selesai.

Shanaya, Felix, dan Bintang berjalan keluar dari ruang kelas, masih membahas tentang ujian analisis puisi.

"Gue semoga aja gak salah jawab, guys," ucap Shanaya, masih terlihat sedikit gugup

Felix menepuk bahu Shanaya, "Tenang aja, Shan. Gue pasti bisa. Lagian, kita semua sama-sama belajar buat ujian ini..."

Bintang menambahkan, "Iya, yang penting kita sudah berusaha. Hasilnya nanti aja kita lihat..."

Mereka bertiga berjalan menuju kantin, mencari tempat untuk makan siang. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Shanaya dan Bintang, yang sedang berjalan sambil membahas tentang proyek mereka.

Mereka semua tertawa, merasa lega setelah ujian selesai.

"Mau makan siang bareng?" tanya Felix

Shanaya dan Bintang mengangguk, "Oke, kita makan siang bareng aja..."

Mereka semua berjalan menuju kantin, siap untuk makan siang bersama. Bintang, Shanaya, dan Felix berjalan menuju kantin, masih membahas tentang ujian analisis puisi.

Mereka bertiga memasuki kantin dan memilih tempat duduk.

"Mau pesan apa?" tanya Felix

Shanaya memeriksa menu, "Gue pesan nasi goreng aja..."

Bintang mengangguk, "Gue sama, nasi goreng juga..."

Felix tersenyum, "Gue pesan mie goreng deh..."

Mereka memesan makanan dan menunggu pesanan tiba.

"Gimana, kalian udah siap buat liburan semester ini?" tanya Bintang

Shanaya mengangguk, "Gue siap, mau pulang kampung..."

Felix menambahkan, "Gue juga, mau liburan sejenak..."

Mereka semua tersenyum, merasa lega setelah ujian selesai.

Mereka semua tersenyum ketika Joe dan Thalia datang menghampiri meja mereka.

"Hey, ada tempat kosong?" tanya Joe, sambil menarik kursi untuk Thalia

Shanaya mengangguk, "Ada, duduk aja!"

Thalia tersenyum, "Makasih, guys..."

Bintang menambahkan, "Gimana, kalian rencana mau liburan kemana setelah UAS?"

Joe mengangguk, "Gue sih belum tahu pastinya..."

Thalia menambahkan, "Gue kayaknya ke Jogja, deh."

Mereka semua tertawa, merasa lega setelah ujian selesai.

"Mau pesan apa, Thalia sayang?" tanya Joe

Thalia memeriksa menu, "Gue pesan salad aja, deh beb..."

Mereka semua memesan makanan dan menunggu pesanan tiba, sambil membahas tentang liburan semester yang akan datang.

Mereka semua terus berbincang sambil menunggu makanan tiba. "Kalian punya rencana apa aja buat liburan semester ini?" tanya Shanaya

Bintang menjawab, "Guenmau pulang kampung rumah nenek, main sama adik-adik sepupu gue..."

Joe menambahkan, "Gue mau jalan-jalan sama keluarga, mungkin ke pantai..."

Thalia tersenyum, "Gue mau liburan ke Bali, udah lama gak ke sana..."

Shanaya mengangguk, "Wah, seru! Gue juga mau ke Bali..."

Mereka semua tertawa, dan tak lama kemudian, makanan mereka tiba.

"Wah, akhirnya... " ucap Joe, sambil mengambil salad Thalia

Mereka semua mulai makan, sambil terus berbincang.

"Wah, nasi goreng ini enak banget..." ucap Bintang, sambil mengunyah

Shanaya mengangguk, "Iya, gue juga gak salah pesen..."

Thalia tersenyum, "Salad gue juga seger banget..."

Felix menambahkan, "Mie goreng gue ya rasa mie goreng lah...lumayan buat makan siang hahaha..."

Mereka semua terus makan dan berbincang, menikmati waktu bersama. Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk belajar bersama.

Mereka semua meninggalkan kantin dan berjalan menuju perpustakaan. Di tengah jalan, Bintang tiba-tiba berhenti dan melihat ke arah Shanaya.

"Hey, Shan, loe gak bawa buku catatan, kan?"

Shanaya memeriksa tasnya, "Akh, gue lupa bawa..."

Felix yang berdiri di sebelahnya, "Gue ada buku catatan extra, loe bisa pinjam..."

Shanaya tersenyum, "Wah, makasih, Fel..."

Mereka semua melanjutkan perjalanan ke perpustakaan, siap untuk belajar bersama.

Di perpustakaan, mereka semua memilih tempat duduk yang nyaman dan mulai belajar. Shanaya membuka buku catatan pinjaman dari Felix dan mulai mencatat poin-poin penting.

Bintang yang duduk di sebelahnya, "Hey, Shan, loe gak perlu nyatat semua, kan?"

Shanaya mengangguk, "Iya, gue tahu. Gue cuma nyatat yang penting aja..."

Joe yang duduk di seberang mereka, "Guys, gue butuh bantuan. Gue gak paham soal ini..."

Thalia yang duduk di sebelah Joe, "Gue bantu, Ayy. Apa yang kamu gak paham?"

Mereka semua mulai membahas soal yang Joe tidak paham, sambil belajar bersama.

Joe menunjukkan soal yang membuatnya bingung, dan Thalia mulai menjelaskannya dengan sabar. Shanaya dan Bintang mendengarkan dengan seksama, sambil sesekali mencatat poin-poin penting.

"Jadi, intinya kita harus menganalisis struktur puisi ini dan mencari tema utamanya," jelas Thalia

Felix yang duduk di sebelah Shanaya, "Gue juga gak terlalu paham tentang struktur puisi. Bisa jelasin lagi, Thal?"

Thalia tersenyum, "Ok bisa, Fel. Struktur puisi itu seperti rangkanya, terdiri dari baris, stanza, dan lain-lain..."

Mereka semua terus membahas dan belajar bersama, suasana perpustakaan menjadi lebih hangat dan nyaman.

Thalia melanjutkan penjelasannya, "Jadi, struktur puisi itu penting karena bisa mempengaruhi makna dan emosi yang ingin disampaikan oleh penyair..."

Shanaya mengangguk, "Gue paham sekarang. Jadi, kita harus memperhatikan bagaimana penyair menggunakan bahasa dan struktur puisi untuk menyampaikan pesannya..."

Bintang menambahkan, "Iya, dan juga kita harus mencari tema utama puisi itu sendiri..."

Mereka semua terus membahas dan menganalisis puisi, sambil sesekali bertukar pendapat dan ide. Joe yang awalnya bingung, sekarang terlihat lebih paham.

Felix yang duduk di sebelah Shanaya, tiba-tiba bertanya, "Gimana kalau kita coba menganalisis puisi lain? Biar lebih paham."

Thalia tersenyum, "Ide bagus, Fel. Gue ada puisi lain yang bisa kita coba..."

Mereka semua setuju dan Thalia mengeluarkan puisi lain dari tasnya.

"Oke, puisi ini judulnya 'Kota' karya Raden Mas Sutarji Calzoum Bachtiar..."

Mereka semua mulai membaca puisi 'Kota' karya Raden Mas Sutarji Calzoum Bachtiar dengan seksama.

Setelah beberapa menit, Shanaya mulai berbicara, "Gue rasa puisi ini menggambarkan tentang kehidupan di kota yang sibuk dan penuh tekanan..."

Bintang menambahkan, "Iya, gue juga ngerasa gitu. Ada kata-kata yang menggambarkan kesibukan dan kebisingan kota..."

Felix yang duduk di sebelah Shanaya, "Gue perhatikan ada juga kata-kata yang menggambarkan kesepian di tengah kerumunan orang..."

Thalia tersenyum, "Wah, kalian semua sudah mulai menganalisis dengan baik. Apa yang membuat kalian merasa begitu yakin?"

Mereka semua mulai membahas dan menganalisis puisi 'Kota' dengan lebih dalam, mencari makna dan tema yang terkandung di dalamnya.

Joe yang awalnya diam, tiba-tiba berbicara, "Gue rasa puisi ini juga menggambarkan tentang kehilangan identitas diri di tengah kehidupan kota yang kompleks..."

Mereka semua terdiam sejenak, mempertimbangkan pendapat Joe.

Shanaya kemudian menambahkan, "Iya, aku setuju dengan Joe. Puisi ini memang menggambarkan tentang bagaimana kehidupan kota bisa membuat kita merasa kehilangan diri sendiri..."

Suasana perpustakaan menjadi lebih hangat dan nyaman, dengan mereka semua membahas dan menganalisis puisi dengan serius.

Bersambooo...

1
gina altira
Zaneta knp nih anak, kurang se ons kali otaknya 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...kurang kerjaan dia pnasan tapi tetep ngikutin shanaya mulu gak mau tersaingi 😆🤭
total 1 replies
Desti31
Lanjut Nyi🤣
Mutiara Wilis 🌹: Ok nyi 😆🙃🤭🌹
total 1 replies
Selly Susilawaty
lanjut thor, makin hari makin seru aja nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak, terimakasih sudah selalu hadir 🙏🤭🌹
total 1 replies
Anonymous
lanjut terus ya thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak lagi mikir episode berikutnya ini hehehe... 🙏🙃🌹
total 1 replies
Anonymous
widih makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Hai kak, makasih ya hadirnya 🙏😍🌹
total 1 replies
Anonymous
seru banget ceritanya, kalian wajib baca💙😍
Anonymous
semangat ya thor, aku mulai suka sama kisahnya Shanay💙
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih banyak readers ku sudah selalu hadir dan menyukai kisah Shanaya... 🙏😅🌹
total 1 replies
Anonymous
wah makin seru aja nih thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak tapi kehilangan ide ini sudahan 🙏😅🙃
total 1 replies
Destianita
Hadir💐😍
Mutiara Wilis 🌹: Selalu hadir nyai destiny 😍👌😆
total 1 replies
Anonymous
semangat thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak terimakasih hadirnya... 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut terus Nyi😍 aku sawer bunga🤗
Mutiara Wilis 🌹: Makasih sawerannya 😍👌😆🙃
total 1 replies
Anonymous
lanjut thor👍
Mutiara Wilis 🌹: Ok masih ngumpulin ide 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Semangat terus Thor💐
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor dirimu juga semangat
total 1 replies
Destianita
Cihuy, makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya idemu berguna juga 🤣🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut Nyai Thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Woke nyai queen horor 🤣👌😍
total 1 replies
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai welang 😆
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai, aduh kok hadiroh kan ngeri 🤣🙃
Mutiara Wilis 🌹
apaan lekong?
Selly Susilawaty
lnjut tros thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor, besok paling saya lanjut ini lagi perjalanan jauh mungkin hilang sinyal 🙏😅
total 1 replies
Destianita
Bening semua itu lekongnya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!