Mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang kultivator yang jenius. Namun ada suatu penyakit aneh yang tiba-tiba dideritanya, sehingga bakatnya menghilang.
Dia diusir dari rumahnya bahkan juga oleh 'Keluarga Utama'. Menjalani hidup sehari-hari menjadi seorang sampah, membuatnya menjadi depresi.
Dengan terbunuhnya seorang gadis yang dicintainya, dia bertekad untuk membalaskan dendamnya. Akkhirnya ia memutuskan berkelana ke berbagai tempat untuk mencari obat atas penyakitnya itu, sehingga ia bisa berkultivasi lagi.
Berbagai cara ditempuhnya, bahkan dengan mengganti darahnya dengan darah iblis tapi tetap tidak berhasil. Karena takdir berkata lain.
Tanpa berputus asa dia terus berusaha. Dan akhirnya dia berhasil juga mengetahui cara menyembuhkan dirinya. Namun belum sempat melakukannya, ia terbunuh dalam usahanya untuk membalas dendam.
Begitu jiwanya tersadar, ia telah berada ditubuhnya lagi. Namun waktunya, kembali kemasa lima tahun sebelum ia meninggal.
#salam sukses selalu#
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KELAHIRAN KEMBALI
Suatu malam yang dingin. Di sebuah gubuk kumuh, yang hanya diterangi cahaya sebuah lilin.....
Terlihat seorang gadis muda mengenakan seragam putih polos, dengan wajah sedih sambil meneteskan air mata, sedang menatap seorang pemuda yang terbaring lemah di atas tempat tidur.
Pemuda itu keadaannya sedang kritis, antara hidup dan mati.
"Kreccck" Bunyi pintu didorong.
Seorang lelaki tampan bertubuh tinggi muncul di pintu masuk.
“Nona, dia mungkin sudah meninggal! Aku akan meminta orang-orang untuk mengatur mayatnya."
"Ayo pulang, jika kepala asrama mengetahui keluar tanpa seijinnya, kita berdua akan dihukum."
“Tidak! Aku tidak ingin kembali dan akan tetap tinggal di sini untuk menemani tuan muda,” kata sang gadis. Sambil menangis, dia berbaring di dadanya.
“Apakah kau lupa dengan tanggung jawabmu? Cepat kembali bersamaku!” kata pria tampan itu sambil mengerutkan kening.
Gadis itu sedikit tersenyum lalu berkata; "Biar bagaimanapun, sejak kecil tuan muda selalu menjagaku bahkan ia pernah memberikanku tempat tinggal,"
“Aku tidak tega membiarkannya sendiri dengan kondisi yang seperti ini."
“Kamu…” Raut wajah lelaki tampan itu tampak marah, namun ia tidak dapat berkata apa-apa.
"Aku baik-baik saja"
Tepat pada saat itu, terdengar erangan pelan.
Sang gadis terkejut dan tangisnya pun terhenti. Dia melihat pemuda kurus dan pucat itu.
“Haaa? Apakah tuan telah sadar?”
Pria tampan itu juga tercengang.
Sebenarnya, Su Yun beberapa saat yang lalu sudah sadar. Namun karena kepalanya masih terasa sakit dan seluruh otot tubuhnya lemas, sehingga dia diam saja.
“Qing Er? Apakah ini benar kamu? Tidak mungkin! Dia sudah mati… tapi suara ini…aku tidak mungkin salah.”
Su Yun mengingat kejadian di masa lalu, rasa sedih dan emosi bercampur aduk dikepalanya.
“Tuan muda…,” Qing Er yang terkejut berkata pelan lalu berteriak; "Oh syukurlah, akhirnya tuan muda sadar juga."
Su Yun perlahan membuka matanya, dan terlihat seorang gadis yang cantik.
Wajah gadis itu tanpa cela. Matanya berkilauan seperti batu permata dan bibirnya merah seperti buah ceri. Dia memiliki kecantikan sederhana namun sempurna, membuat siapapun akan terpikat ketika memandangnya.
Gadis itu juga masih sangat muda, baru berusia sekitar lima belas tahun, tetapi tubuhnya sangat anggun, dengan dada yang berisi.
Su Yun merasa iba melihat ada air mata di wajahnya. Dia menatap gadis itu lekat-lekat.
“Benarkah ini Qing'er?” Su Yun tercengang.
“Ini memang aku… tuan, Qing'er!"
“Tuan, kau mengalami musibah, dan begitu mendengarnya, aku langsung bergegas ke sini, bagaimana perasaanmu? Apakah tuan sudah merasa baikan? Apakah ada luka ditubuhmu?” Qing Er menanyakan semua hal itu, penuh dengan rasa kekhawatiran.
"Aku?"
Su Yun menatap dirinya sendiri, bingung.
"Apa yang telah terjadi?
Orang yang familiar, pemandangan sekitar yang familiar. Bukankah ini gubuk tempat tinggal Qing Er kecil dulu?
Bukankah gubuk ini sudah terjual?
Lagipula, Qing Er, bukankah dia…”
Su Yun tidak mengerti apa yang sedang terjadi, dan kepalanya menjadi semakin pusing.
Pria tampan di samping Qing Er berkata dengan suara pelan; "Setelah bertarung dengan murid tingkat Alam roh menengah, ternyata dia tidak mati! Namun tetap saja masih-lah seorang sampah."
“Ling Xuan Shi?” Su Yun tidak dapat mengingat apa pun, karena pikirannya masih kalut.
Su Yun memegangi kepalanya; “Rasa sakit yang amat sangat ini… perasaan ini… ingatanku masih terasa begitu kabur.”
“Kepala Su Yun tampaknya terluka parah,” ucap lelaki tampan itu dengan suara pelan.
“Kerusakan dalam tubuhmu pasti belum sembuh, minumlah obat dan istirahatlah yang cukup, dalam beberapa hari kau akan pulih kembali.” Ucap Qing'er.
Saat Su Yun menatap wajah mungil dan cantik Qing'er, hatinya tergerak, dia tiba-tiba meraih tangan Qing Er lalu menggenggamnya dengan erat.
“Tu...Tuan” Qing'er tidak sempat bereaksi.
Dia ingin melepaskan tangannya, namun hatinya berkehendak lain. Keadaan itu menghasilkan suasana yang indah di antara kedua remaja itu.
Pria tampan itu menjadi marah. Dia segera menarik tangan Qing'er dan berkata; “Dasar bajingan murahan! berani-beraninya kau menyentuh Qing'er, aku akan membunuhmu!”
Setelah selesai bicara, dia langsung menebaskan pedangnya ke arah Su Yun.
"Swisss..."
Saat pedang itu mendekati Su Yun, seberkas energi spiritual melesat keluar dari tubuh Qing'er. Pria itu terdorong mundur dan terpaksa menggunakan energi spiritualnya untuk menahan serangan tersebut.
“Mosha! Dia adalah tuan mudaku, kenapa kau ingin membunuhnya?!” Qing'er berteriak marah sambil menggertakkan giginya.
“Tuan muda? Hanya kau yang menganggapnya seperti itu! Bagi orang lain dia hanyalah sampah!
"Kau masih peduli padanya? Jangan lupa, kau adalah orang yang dibanggakan Keluarga Utama, sedangkan dia kebalikannya."
"Sebaiknya kau segera memutuskan semua hubunganmu dengannya!”
"Tidak! Tuan selalu menjagaku dan saya tidak akan menyerah jika itu menyangkut dukungan kepada Tuan Muda,” kata Qing'er sambil menggigit bibirnya dengan kuat.
“Kau harus mengerti batasanmu! Lihatlah sampah ini, sudah berusia delapan belas tahun namun kultivasinya belum mencapai Alam Roh Menengah!"
"Dia bahkan tidak berpikir untuk berlatih, kerjaannya hanya berjudi dan mabuk-mabukan saja."
"Apa bedanya dia dengan lumpur? Kudengar kau dulu melayaninya namun sering dipukulinya, bagaimana bisa kau masih punya perasaan terhadap sampah ini?!" Mosha berteriak menceramahi.
“Ka…kau jangan menjelek-jelekkan tuanku!” Wajah Qing'er memerah karena marah lalu balas berteriak; “Cepat minggir dari hadapanku!”
“Tidak mau! Ayo cepat kembali ke rumah Keluarga Utama!” Kata Mosha.
“Jika kau tidak keluar, aku tidak akan pergi dari sini!”
“Kau… Baiklah, dasar bodoh!” Pria itu hanya bisa menurut tanpa daya dan segera keluar.
"Braccck"
Pintunya dibanting hingga tertutup.
Keheningan segera menyelimuti ruangan pondok itu. Seperti ketenangan setelah badai.
Wajah Qing'er akhirnya sedikit cerah. Setelah beberapa saat, dia segera pergi ke jendela kamar untuk melihat Mosha.
Menyadari bahwa dia sudah tidak ada, Qing'er segera mengeluarkan tas abu-abu dari balik ikat pinggangnya dan meletakkannya di bawah selimut.
Akan tetapi, Su Yun mencengkeram lengannya.
Qing'er terkejut dan melihat Su Yun sedang menatapnya.
“Apa ini?” tanya Su Yun.
“Uang." Bisik Qing'er, takut di dengar orang.
Setiap bulan, ia selalu memberikan uang kepada Su Yun, untuk keperluan hidupnya sehari-hari.
“Dari mana kamu mendapatkan uang ini?”
“Keluarga Utama memperlakukan kandidat berbakat dengan sangat baik, seperti memberi mereka uang."
"Karena aku tidak pernah menghabiskannya, maka selalu memberikan sisanya kepada tuan.” Menjelaskan Qing'er sambil menunduk sedikit gelisah.
“Kau bahkan tidak tahu cara berbohong dengan baik,” kata Su Yun sambil menggelengkan kepalanya;
“300 koin roh adalah uang saku bulananmu, tapi kau selalu memberikan semuanya kepadaku kan?”
Ekspresi terkejut muncul di wajah Qing Er.
“Bagaimana tuan bisa tahu?”
“Tahun apa sekarang?” tanya Su Yun.
“Dinasti Baru 1001."
Setelah Su Yun mendengar ini, dia terdiam.
“Tuan, ada apa?” Qing Er bertanya dengan ekspresi bingung.
Tiba-tiba, Su Yun memeluknya dengan erat.
“Qing Er, maafkan aku!”
Kalimat yang sederhana, namun ini pertama kalinya Qing'er mendengar langsung keluar dari mulut tuan mudanya.
...........
Please 🙏 jangan lupa yah,,,,,
# Like 🙏
# Komen 🙏
# Share 🙏
# Hadiah 🙏
# Ulasan ⭐⭐⭐⭐⭐ 🙏
# Vote 🙏
Sehat dan sukses selalu untukmu Thor....