XANDER FAMILY SERIES #1
[ Jangan lupa dukungannya dengan Follow, Like, Vote dan Komennya ya! dukung terus cerita ini✔ ]
[ Cerita tamat! Revisi hanya part 1-5 sisanya gak niat di revisi ]
[ Masih banyak kesalahan karna ini novel pertama! mohon kritik dan sarannya di kolom komentar jika menemukan kesalahan dalam tulisan ]
Maura Natalie
Perempuan beparas cantik itu memiliki kehidupan yang penuh lika-liku. Banyak drama yang ia lewati dengan segenap hati. Ia pun kadang mengeluh dengan takdir yang Tuhan berikan, entah apa yang direncanakannya. Hanya waktu yang dapat menjawab itu semua.
Banyak yang menatapnya remeh termasuk Ibu Tiri dan juga Adik Tirinya. Ayah kandungnya pun lebih berpihak pada sang Ibu Tiri, membuatnya semakin hari semakin terpuruk.
Tanpa diketahui semuanya, ia mencoba untuk bangkit. Bermodalan dengan bakat terpendamnya dan menutup semuanya dengan rapat-rapat.
Seketika Ayahnya menyuruhnya untuk menemui seorang pria dan pria itu menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan sang Ayah.
Akankah ini awal takdir Maura bahagia? atau malah sebaliknya?
SELAMAT MEMBACA❤
Coppyright 2020
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EvaNurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesal
Kenzo memanggil para maid yang ada dirumah.
"Dasar! Kenapa kalian tidak becus menjaga satu perempuan saja ck!" ucap Kenzo sembari menatap tajam para maid.
Bik sur selaku kepala maid dirumah itu pun maju.
"Maaf tuan, kami tidak tau jika nona tidak ada dikamarnya" ucap kepala maid itu, ia tau ini adalah ke lalaian nya.
"Cih, panggilkan satpam yang jaga didepan sekarang!"
Salah satu dari maid tersebut melangkah memanggil satpam yang menjaga di gerbang depan.
Setelah itu satpam tersebut pun datang, ia binggung kenapa ia dipanggil.
"Siapa yang membuka gerbang tadi sore?"
"Sa..ya tuan" Jawab laki-laki tua setengah botak itu.
Bughhh!!
Tiba-tiba Kenzo memukul satpam tersebut hingga tersungkur.
"Sialan! Kenapa kau malah membukakan pintu untuknya!"
Bughh!
Lagi lagi Kenzo memukul satpam itu.
Satpam itu pun kebingungan maksud dari tuan mudanya, ia teringat wanita cantik yang dibukakan pintu olehnya seingat satpam yang bernama Joko itu ia memang belum pernah melihatnya.
"M..aaf tuan, S..aya tidak tau tadi nona mengatakan jika ia pembantu dirumah i..ni"
"Dasar Bodoh! Hey kalian berdua bawa dia" ucap Kenzo kepada dua orang berbadan tegap yang ada didepannya
"Baik tuan" jawab patuh para bodyguard itu.
"Ampun tuan jangan apa apa kan saya, maaf t..uann maaf"
"Hans! Ayo"
Kenzo berjalan tanpa mendengarkan satpam itu bicara, ia masuk kedalam mobil itu diikuti Hans.
"Hans! Kau tau kan dimana dia? Kita kesana sekarang!"
Hans yang mendnegar itu hanya mengangguk "baik tuan"
Mobil itu pun melaju cepat kearah dimana Rara berada, Hans tau pasti Rara berada ditempat tersebut.
Setelah sampai ditempat itu, Kenzo keluar dari mobilnya dan menatap bangunan yang berada di depannya.
Ia menyadarkan badannya ke samping mobil itu dan membuka hpnya, untuk menelpon seseorang.
"Hallo ini siapa ya?" ucap wanita dari sambungan telepon tersebut.
"Kau! Beraninya lari dari ku"
Beberapa saat tidak terdengar jawaban dari sambungannya itu.
"Ak..u tidak lari tuan, aku ha..nya-"
"Keluar sekarang!"
Setelah itu Kenzo mematikan sambungan tersebut, ia masih setia menatap bangunan itu sembari tersenyum devil.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya orang yang ditunggu Kenzo datang juga, ia melihat ada seorang perempuan yang menuju kearahnya.
"Tuan ko tua..n bisa ada disini"
"Sejauh apapun kau kabur, pasti akan aku temukan my angel" ucap Kenzo dengan tatapan tajam.
"Aku ti..dak kabur tuan, aku hanya menemui teman ku saja disini" jawab Rara dengan menunduk ia tidak berani menatap tuannya ini.
Kenapa merinding gini sih!
Kenzo yang mendengar itu masih menunjukan wajah dinginnya "Masuk mobil!"
"Iya" Rara pasrah ia tidak mau membuat tuan mudanya ini tambah marah.
Sepanjang jalan Rara hanya diam, Kenzo pun sama tidak ada suara diantara mereka, entah mengapa jika perempuan ini lari dari nya ia merasa takut kehilangan itu yang muncul dalam perasaan Kenzo.
"Kau sepertinya lupa tentang surat perjajian itu!"
Rara yang sedari tadi melihat kearah jendela itupun tergelak.
Ngagetin aja sih!
"Tidak perlu diingatkan tuan, ingatan ku masih normal" jawab Rara dengan menatap takut kearah laki-laki disampingnya.
"Siapa yang mau mengingatkan mu aku hanya bertanya" ucap santai Kenzo.
Ha?
"Jika kau lupa aku akan menyuruh mu membaca kembali!"
Ish!
Rara hanya berani mengumpat dalam hati, selain kejam ternyata tuan mudanya ini ngeselin.
"Aku masih mengingat nya tuan terimakasih"
Kenzo hanya menatap sekilas Rara lalu mengalihkan pandangannya lagi kearah luar jendela.
Tiba-tiba mobil mewah itu berenti di depan bangunan toko megah, Rara menatap kearah depannya ini bukan rumah tuan muda, sebenarnya Kenzo mengajak nya kemana?
"Tuan sudah sampai"
"Turun!"
Sebenernya Tuan muda ngasih tau atau ngajak berantem sih ngegas terus dari tadi.
"Iya ini turun"
Kenzo dan Rara pun melangkah masuk kedalam toko itu diikuti Hans dibelakangnya.
Dilihat dari dalamnya Rara tau jika ini adalah butik baju pengantin, karna diruangan itu banyak sekali model baju pengantin.
"Kita mau apa disini tuan?"
Namun tidak ada jawaban dari pria kejam yang disampingnya. seketika
para pekerja disana langsung berkumpul mendatangi Tuan mudanya.
"Malam tuan Kenzo, saya Zahra pemilik dari butik ini ada yang bisa saya bantu?"
Kenzo menatap Rara sekilas "Pilihkan dia baju paling bagus"
"Baik tuan"
Yang bernama Zahra itu pun mendekati Rara bersama para pelayan dibelakangnya sedangkan Rara hanya menampakan wajah bingung nya.
"Ehh tuan ini ada apa?"
"Mari nona saya pilihkan baju yang cocok untuk anda"
Kenzo pun hanya mengangguk ketika mendapat tatapan dari Rara.
Akhirnya Rara pasrah mengikuti mbak mbak itu.
Rara dibawa untuk memilih pakaian pengantin, akhirnya setelah melihat lihat Rara menjatuhkan pandangannya kearah gaun putih panjang bermanik ke emasan namun elegan jika dipandang.
"Ini kayaknya bagus"
"Wah pilihan yang bagus nona, Pasti nona akan terlihat cantik jika memakainya"
"Ahh biasa aja mbak, mbak lebih cantik ko dari saya hehehe"
Zahra hanya tersenyum mendengar tuturan wanita ini.
"Silakan dicoba nona" ucap Zahra ketika sampai di tempat penggantian baju.
Rara pun masuk kedalam nya ia mencoba memakai gaun tersebut setelah selesai ia pun melirik ke arah kaca.
Cantik.
Setelah memastikan pakaiannya sudah benar ia pun keluar dari ruang ganti itu.
Zahra yang melihat itu pun terpukau karna Rara memang benar benar cantik.
"Nona kau benar-benar cantik"
"Biasa aja kali mbak jangan manggil Nona panggil aja Rara"
"Saya masih ingin hidup nona hehehe, mari saya antarkan ke tuan Kenzo"
Rara yang mendengar itu hanya kebingungan namun ia mengiyakan saja apa yang di sebutkan oleh Zahra.
Mereka berdua pun berjalan menuju Kenzo yang juga sedang memilih jas untuk dipakainya.
"Tuan" ucap Rara
Kenzo berbalik ketika mendengar suara itu, ia seketika terdiam menatap Rara, Rara yang melihat tuan mudanya itu diam akhirnya berdehem "Ehem tu..an"
"Kenapa bajunya belahan dadanya rendah, Ganti!"
Rara yang mendengar itu sebal "Iya"
Ganti sih ganti tapi biasa aja kali tuan liatnya!
Rara berjalan kembali ke ruag ganti, ia mengganti gaun untung saja dia memilih beberapa gaun jadi kalo kurang cocok bisa langsung diganti.
Setelah berganti Rara pun melangkah lagi menuju Kenzo yang sudah terduduk di sofa sembari menunduk memainkan ponselnya.
"Tuan muda"
Kenzo mengalihkan pandangannya ke arah Rara, Sekarang gaun Rara berubah menjadi warna cream bercampur putih namun menampilkan sebagian punggung mulusnya.
"Baju apa itu, saya tidak suka jika kamu jadi bahan tontonan, ganti!"
Rara melangkahkan kakinya lagi ketempat ganti sekarang ia memakai gaun putih polos berpita hitam, Namun gaun itu hanya sampai di atas lututnya.
"Tuan kalo yang ini gimana, kalo kurang cocok a..ku bisa ganti lagi" ucap malas Rara, dia cape bolak balik ke dalam ruangan itu mending kalo gampang buka bajunya tapi gaun yang sedari tadi dipakenya itu susah sekali dilepas apalagi gaun itu berat melebihi berat badan Rara, pikirnya.
Kenzo yang mendengar itu sekarang menatap kearah Rara, ia tersenyum kecil mendengar kekesalan Rara padanya. "Siapa yang bilang kalau tidak cocok"
Huft akhirnya.
"Jadi cocok tuan?"
"Tidak, ganti! baju seperti itu cocoknya untuk pergi kepesta kau ini sebenarnya mau kemana!" ucap Kenzo dengan tatapan intens ke arah Rara.
Rara yang mendengar itu menahan umpatannya, ia sebisa mungkin tidak melawan tuan muda ini.
Kau saja tidak bicara kenapa aku disuruh memakai beberapa gaun ini!
Rara lagi-lagi melangkahkan kakinya kearah Ruang ganti dengan menghentakan kedua kakinya saat berjalan.
Nona sabar ya menghadapi tuan muda emang sesulit itu.
batin Zahra yang setia membantu nona nya itu mengganti gaunnya.
"Ini gaun terakhir kalo tuan muda itu menyuruh ganti lagi, biar sepatuku yang menjawabnya!" gumam Rara sembari menatap dirinya di kaca.
"Sabar nona, memang nya nona berani?" kekehan Zahra yang ternyata mendengar kekesalan Rara.
Rara yang mendengar jawaban dari Zahra pun ikut tertawa "hehehe berani ko mbak tapi sebelum aku melempar sepatu tolong kerja sama nya ya Mbak"
"Kerja sama apa?"
"Matiin lampunya hahaha"
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
terimaksih sudah membaca!
jangan lupa tinggalkan jejak like and coment nya❤
*rara tidak peduli perasaan suaminya dia dengan enteng melawan kata2 suaminta tapi dengan lelaki lain dia begini peduli bahkan lelaki itu berbuat jahat saja dia sok pengertian dan sedih
dan parahnya novel ini malah membenarkan kelakuan rara
miris
kosakata nya juga baik dan alur cerita nya tidak fullgar dibagian yg untuk 17+ 🤭👍
semangat terus ya author 💪🥰 dengan cerita nya yg lain ...