Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Konferensi Pers
Pagi itu, gedung utama National Press Club dikepung oleh ratusan wartawan. Kabar tentang pelarian Adrian Alistair telah menjadi berita utama di seluruh saluran televisi. Polisi mengepung gedung tersebut, siap menangkap Adrian begitu ia menampakkan diri.
Namun, yang keluar dari mobil hitam bukan hanya Adrian, melainkan Queen Elara Alexandra yang memegang dokumen tebal dengan logo rahasia intelijen.
Saat mereka melangkah masuk ke aula, kilatan lampu kamera membutakan mata. Adrian berdiri di samping Queen, tampak lelah namun sangat berwibawa.
"Saya Adrian Alistair," suaranya menggelegar melalui mikrofon. "Saya tidak melarikan diri dari keadilan. Saya melarikan diri untuk membawa keadilan yang selama ini disandera oleh ayah saya, Thomas Alistair, dan para pejabat korup yang melindunginya."
Queen maju ke depan, menyalakan proyektor raksasa. "Data yang kalian lihat di layar ini adalah daftar transaksi yang membuktikan bahwa hukuman sepuluh tahun yang direncanakan untuk Adrian adalah manipulasi hukum. Lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa Thomas Alistair adalah otak di balik jaringan pencucian uang internasional yang melibatkan tiga senator dan dua menteri yang saat ini masih menjabat."
Dunia terdiam. Dalam sekejap, status Adrian berubah dari buronan menjadi whistleblower terbesar dalam sejarah.
"Mosi yang diajukan kemarin adalah upaya untuk membungkam saya selamanya di penjara," tambah Adrian. "Saya menantang pihak berwenang dengan tangkap saya sekarang, atau tangkap orang-orang yang namanya tertera di layar ini."
Pihak kepolisian yang tadinya ingin memborgol Adrian justru terdiam. Perintah datang langsung dari otoritas tertinggi : Amankan Adrian Alistair sebagai saksi kunci mahkota. Semua tuduhan sabotase yang dituduhkan padanya gugur demi hukum karena terbukti sebagai bukti palsu yang dibuat oleh Thomas.
Di saat yang sama, di dalam sel isolasi penjara keamanan maksimum, Thomas Alistair sedang menonton siaran langsung tersebut. Wajahnya pucat pasi. Ia tahu, setelah nama-nama besar itu terbongkar, ia bukan lagi aset bagi mereka. Ia adalah beban yang harus dimusnahkan.
"Kau bodoh, Thomas," sebuah suara terdengar dari bayang-bayang selnya.
Itu adalah Marcus, pria yang membantunya selama ini, namun sekarang memegang seutas tali kawat. Marcus adalah orang suruhan dari salah satu pejabat yang namanya baru saja disebut oleh Adrian di televisi.
"Mereka mengirimku untuk memastikan kau tidak pernah berbicara di persidangan," bisik Marcus.
Thomas Alistair, pria yang pernah mengguncang bursa saham hanya dengan satu kata, tewas di tangan sistem kejam yang ia bangun sendiri. Ia ditemukan "gantung diri" di selnya satu jam setelah konferensi pers berakhir—sebuah pengkhianatan terakhir dari dunia hitam yang ia cintai.
Dua hari kemudian, pengadilan secara resmi membatalkan seluruh sisa hukuman Adrian Alistair. Ia dinyatakan bersih dari segala tuduhan sabotase, sementara jasa-jasanya dalam membongkar kartel korupsi membuatnya mendapatkan amnesti penuh. Ayah Queen pun secara resmi dibebaskan dan direhabilitasi namanya.
Malam itu, Adrian dan Queen kembali ke penthouse mereka. Tidak ada lagi kamera, tidak ada lagi musuh, dan tidak ada lagi bayang-bayang Thomas.
Adrian berdiri di balkon, menatap lampu kota yang kini terasa miliknya. Queen mendekat dari belakang, melingkarkan lengannya di pinggang Adrian.
"Kita melakukannya, Adrian. Kita benar-benar bebas," bisik Queen.
Adrian berbalik, menangkup wajah Queen dengan kedua tangannya. Matanya memancarkan rasa terima kasih yang tak terhingga. "Tanpamu, aku pasti sudah membusuk di sana, Elara. Kau benar-benar Queen-ku."
Rindu yang sempat terhenti oleh rencana pelarian itu kembali membuncah. Adrian mengangkat Queen, membawanya ke tempat tidur yang ditaburi cahaya remang lampu kota. Tidak ada lagi ketergesaan atau ketakutan. Mereka saling mencumbu dengan kelembutan yang dalam, merayakan setiap inci tubuh yang kini milik mereka sepenuhnya secara sah dan terbuka.
Cumbuan mereka malam itu adalah simfoni kemenangan. Setiap sentuhan Adrian adalah janji untuk masa depan yang tanpa rahasia, dan setiap desah Queen adalah pelepasan dari beban masa lalu yang selama ini menghimpitnya. Di bawah selimut sutra, sang Queen dan King bersatu dalam damai yang paling murni, membangun kembali kerajaan mereka di atas fondasi cinta yang telah teruji api.
Satu bulan kemudian, bursa saham kembali dibuka dengan tajuk utama: "Merger Raksasa: Alexandra-Alistair Group Menjadi Kekuatan Ekonomi Baru."
Queen dan Adrian berdiri di lantai bursa, bergandengan tangan. Mereka tidak lagi saling menjatuhkan. Mereka adalah satu kekuatan yang tak terbendung.
Clarissa, yang kini bekerja sebagai staf biasa setelah perusahaannya bangkrut total, hanya bisa menatap dari jauh dengan iri saat melihat Queen dan Adrian berciuman singkat sebelum bel pembukaan pasar berbunyi.
Mahkota Queen kini tidak lagi miring. Mahkota itu tegak, berkilau, dan di sampingnya berdiri seorang pria yang bersedia membakar dunia hanya untuk melihatnya tersenyum.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading😍