NovelToon NovelToon
Bulan Untuk Bintang

Bulan Untuk Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Sungguh tidak menyangka bagi dokter Rembulan. Ia akan mendengar permintaan aneh dari Mentari sahabat sekaligus pasiennya yang sudah dia tangani selama satu tahun. Mentari meminta untuk menjadi ibu bagi Talita. Menjadi ibu tiri anak Mentari berarti Rembulan harus menikah dengan Bintang suami sahabatnya.

Jelas Bintang suami Mentari menolak dengan tegas.

"Tolonglah Mas, Demi anak kita, aku sudah tidak kuat lagi."

"Sayang... jangan berpikir yang aneh-aneh, kamu akan sembuh dan kita akan hidup bahagia selamanya."




Apakah Bulan akhirnya menyanggupi permintaan Mentari? Lalu bagaimana tanggapan Bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Di saat ketegangan mertua, adik ipar, dan Bintang berlangsung. Rembulan menarik koper memilih menjauh dari tempat itu. Kamar Lita yang menjadi tujuannya untuk menyimpan barang-barangnya sementara waktu. Sudah terlalu siang saat ini untuk memikirkan langkah selanjutnya, sebab pasien di rumah sakit yang harus ia dahulukan.

Saat melewati pinggir meja makan, Entin yang tengah menyuapi Talita menoleh ke arahnya tampak kaget dan bingung. Mungkin melihat wajahnya yang memerah khas sedang menangis.

"Biar saya bantu Dok," Entin segera bangkit ambil alih salah satu barang yang Bulan bawa tampak kerepotan.

"Tidak usah Tin..." Rembulan minta Entin untuk mengurus Talita saja. Namun, Entin bergegas membawa koper dan tas ke kamar Lita tanpa diberi tahu.

"Mama kenapa menangis?" Tanya Talita tiba-tiba menyusul Entin dan memeluk pinggang Rembulan. Bulan yang bermaksud menyembunyikan kesedihan di depan Lita pun tetap saja ketahuan.

"Tidak apa-apa sayang... habiskan dulu makanya ya..."

"Tapi Mama menangis..." potong Talita tidak bisa dibohongi.

"Mama tadi habis baca novel, memang suka baper kalau membaca yang ceritanya sedih," jawab Bulan agar Talita tidak terus mencecar pertanyaan.

"Oh, berarti lain kali nggak usah baca novel Mah," Talita pun akhirnya mengerti, lalu kembali ke meja makan.

Sementara Rembulan tidak mau membuang waktu yang hanya tinggal sedikit agar tidak terlambat datang ke rumah sakit. Dia melanjutkan masuk ke kamar, tapi barang-barangnya sudah berada di sana. Bibi yang kebetulan sudah di kamar itu sejak lama karena membersihkan kamar Lita hendak merapikan pakaian tersebut ke dalam lemari.

"Baju saya tidak usah dimasukkan ke dalam lemari Bi..." cegah Bulan minta kopernya diletakkan di sudut ruangan saja.

"Baik Dok, tapi saya rapikan saja." Bibi tidak tega melihat pakaian dokter yang selalu tampil rapi itu acak-acakkan di dalam koper.

"Biar saja Bi, saya minta tolong bersihkan botol minyak wangi yang pecah di depan kamar tamu, tapi hati-hati ya..." Bulan ngeri pecahan kaca itu keinjak, terutama Lita. Lagi pula ia ingin segera ganti pakaian dokter tidak mungkin membiarkan bibi tetap di kamar.

"Baik Dok..." bibi membungkuk sopan sebelum meninggalkan kamar Lita yang tidur selalu ditemani Entin. Tiba di depan kamar yang Rembulan maksud, langkahnya berhenti ketika mendengar suara Bintang yang sedang marah.

"Sherly... bagaimana bisa kamu bertindak seenaknya di rumah saya?" Tanya Bintang dengan nada rendah tapi tegas. Kemarahan itu seolah Bintang tujukan kepada adik ipar saja. Mungkin masih menghormati Ibu dari istrinya.

"Kan! Kamu membela wanita asing itu segitu kerasnya, ada hubungan apa kamu dengannya?!" Tuding bu Ratih sebelum Sherly sempat menjawab memotong lebih dulu. Ia tidak terima anaknya disalahkan.

"Kalau Mama tahu betapa pentingnya sosok Rembulan di rumah ini."

"Seberapa pentingnya wanita itu dibandingkan aku mertuamu sendiri Bintang? Berarti benar, wanita itu selingkuhan kamu? Kamu kejam dan tega menyakiti Mentari istrimu Bintang."

"Bukan seperti itu ceritanya, Mah," Bintang bermaksud meluruskan.

"Halaaah... Kamu memang keterlaluan Bintang! Pantas saja penyakit Mentari semakin parah karena kamu tinggal selingkuh bukan?!" tuduh Ratih, tangannya menunjuk wajah Bintang.

"Tolong dengarkan penjelasan saya dulu Mah.... Bulan itu dokter pribadi khusus merawat Mentari. Jika Bukan karena Bulan, entah apa yang akan terjadi dengan putri Mama," Bintang mencoba menjelaskan dengan lembut, walau bagaimana ibu Ratih orang tua yang harus dihormati.

 Dia menarik napas panjang, mertuanya itu kenapa bukan menjenguk putrinya lebih dulu justru ngamuk seperti itu.

"Dokter?" sahut Bu Ratih sinis. Dia tampaknya tidak percaya dengan penuturan Bintang bahwa Rembulan adalah seorang dokter. Bu Ratih justru tertawa pendek seolah meremehkan Bulan. Lagi pula tidak mungkin menantunya sampai mencari dokter pribadi untuk Mentari.

"Mana mungkin aku percaya, dokter kok penampilannya kusut seperti itu, pakai daster lagi!" Bantahnya jengkel. Mungkin ia lupa ketika di luar tadi sempat menilai bahwa bulan bukan orang sembarangan.

"Saya tidak memaksa Mama untuk percaya, tapi sekarang saya mau tanya. Apa tujuan Mama datang ke rumah kami?" Tanya Bintang dingin.

"Kan! Kamu sudah mulai berani kurang ajar! Kenapa kamu tanyakan itu Bintang? Secara tidak langsung tidak membolehkan saya datang ke rumah ini!"

"Bukan tidak boleh Mah, tapi semua penghuni rumah ini tidak pernah ada yang berani berkata keras apa lagi berkata kasar. Bahkan Lita yang anak kecil pun tahu, jika Bundanya sedang sakit dan tidak boleh berisik," Sindir Bintang membuat mulut mertua dan adik iparnya bungkam.

Suasana mendadak mencekam, Bintang mengontrol emosi yang seolah ingin meledak. Kenapa mertua dan adik iparnya itu menambah rusak suasana hati dan pikirannya yang memang sedang memenuhi dada dan kepala.

"Jelas mau menjenguk anak saya lah!" jawab Ratih sewot. Wanita itu masih juga berani berkata ketus.

"Kalau memang benar Mama mau menjenguk Mentari, kenapa bukan langsung ke kamarnya? Justru masuk ke kamar ini dan membuat huru hara?" Tanya Bintang, membuat Ratih dan Sherly skakmat.

Ratih menghentakkan kaki lalu melangkah ke kamar Mentari diikuti Sherly. Tiba di depan pintu kamar yang tidak ditutup rapat, ia membuka lebih lebar.

Wajah pucat, badan kurus, tampak tidak berdaya mata cekung itu seketika menatapnya jauh.

"Mama... Sherly..." panggil Mentari lirih, senyum tipis yang muncul di bibir itupun seakan dipaksakan. Walau separah itu sakitnya otaknya masih bisa berpikir, pantas saja di luar tadi terdengar ramai ternyata mama dan adiknya yang datang.

Seketika pikirannya teringat Rembulan, apa yang terjadi dengan sahabatnya? Rasa takut Seketika mencengkeram perasaannya. Jika sampai mama marah dan menyalahkan Rembulan ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri. Karena sudah menyeret Bulan dalam masalah rumah tangganya.

"Mama apa kabar?" Tanyanya ulang setengah berbisik.

Namun, Ratih hanya terpaku di pinggir ranjang menatap putrinya yang dulu tumbuh dengan bugar tapi kenapa sampai seperti ini? Tangannya mengepal karena ia pikir Bintang dan Bulan yang membuatnya seperti ini.

Selama kurang lebih satu tahun ia mendengar kabar jika putrinya sakit, tapi tidak menyangka hingga separah ini. Bisnis yang suaminya jalankan di Jepang membuatnya tidak pulang ke Indonesia dalam waktu yang lama.

Jika suaminya tahu keadaan putrinya seperti ini betapa hancur hatinya. Sebenarnya suaminya sudah mengajak pulang dirinya satu tahun yang lalu ketika mendapat kabar bahwa Mentari sakit. Namun, ia harus menolak karena tidak ingin kerja sama bisnis suaminya gagal.

Saat sedang puncaknya emosi Ratih, ia menoleh dengan tatapan sinis melihat orang yang ia pikirkan masuk ke kamar.

"Sekarang jawab dengan jujur Tari, pria ini dan wanita asing itu yang membuat penyakitmu semakin parah seperti ini bukan?"

...~Bersambung ~...

1
Eka ELissa
astaga ini ibu kandung apa ibu tiri jht bgt 😡😡😡😡
Eka ELissa
😭😭😭😭😭ksian mntari 🌞🌞🌞🌞🌞
Teh Yen
untung ada indra udh ikat jg tuh s Ratih d sofa smaa ky Sherly awas jangan sampe.kabur lagi yah indra
Teh Yen
ibu macam apa tuh c Ratih sama ank kandung aj kejem begitu pdhl udh bawa kabur uang 1M hasil jual rumah bintang secara ilegal huuh 😤
Teh Yen
kerjaan nenek lampir nih pasti ,, ternyata dia engg pergi ke jepang masih d indo yah 🤔 sudha d pastikan dia mau ambil harta kamu bintang huuh 😤
Tiyas Dimas
bagus indra jangan kasih lolos👍👍
Eka ELissa
nah kan...mentari 🌞🌞🌞 dlm bhya bhkn di sia siakn ma ibu Surjana nya itu ...😡😡😡😡
tiara
Ternyata Ratih membawa Mentari cuma ingin uang penjualan rumah saja,sedangkan sama Mentari dia ga peduli,dasar mak lampir
sebentar lagi kamu pasti mendekam di penjara rasain
Eka ELissa
pasti ulah duo keong racun itu😡
Valen Angelina
siapa lagi.. pasti manusia setan itu😂
Teh Yen
aduh kenapa tuh rmhnya bintang ?
Teh Yen
langit ketemu siapa tuh ?
Eka ELissa
di rampok atau kebakaran....Biii...
aduhhh entahlah hy emak yg tau
Eka ELissa
waduhh siapa tuh
tiara
siapa tuh yang datang,jadi penasaran nih
Teh Yen
siapa yah yg tega bikin papa mentari ky gt apakah Bu Ratih ? terlalu kl.bener mereka yg lakuin yah ..... kok aku Jadi takut yah mentari kenapa kenapa itu beneran d bawa mau d obatin atau ada niat lain yah ibu Ratih sama mentari
Eka ELissa
waduh...knpa tu papa nya mentari truss 🌞🌞🌞🌞 kmana wah dsr ni ya duo keong racun kmna tu orang 😡😡😡😡atau jgn 2🌞🌞🌞mntari bukan ank bp yng kmu tolong....bin 🌟🌟🌟 entahlah hy emak yg tau
Teh Yen
nah loh alamatnya palsu atau mereka sudah pindah rumah yah ,, aku engg ngerti deh sama jalan pikiran nya mentari itu huuuh
Perempuan
kamu itu pembawa sial utk org yg kamu anggap sahabat. jangan krn sakit seenaknya saja memaksakan kehendak
falea sezi
🤣🤣 bulan bodoh minta cerai ngapain berbagi batangan satu doank iihh
Rohmi Yatun: naahh betul ituuu.. gak punya harga diri aja.. selamanya bakal menyandang pelakor.. jdi bikin emosi tu si Bulan👎
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!