NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Dengan Ceo Dingin Mantan Kaka Iparku

Pernikahan Kontrak Dengan Ceo Dingin Mantan Kaka Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Alena tidak pernah menyangka akan dinikahi oleh Aditya Pradana, CEO dingin yang juga mantan kakak iparnya.

Tujuannya satu: menjadi ibu untuk Sean, anak tiri berandal yang membencinya setengah mati.

Sean melakukan segala cara untuk mengusir Alena.

Balapan liar, berkelahi, membolos.

Tapi Alena yang berjilbab ini tidak takut.

Ia lawan balik Sean di arena balap dan di lapangan futsal.

Hingga Sean diam-diam kagum dan berbisik, "Siapa sebenarnya kamu, Bunda?"

Di sisi lain, Aditya Pradana yang dibantu Rendra, mulai menyadari...

Adik iparnya yang dulu pendiam itu, kini menjadi wanita yang tidak bisa ia lepaskan.

Pernikahan kontrak ini, apakah akan berakhir dengan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Jam 08.00 pagi. Sehari setelah drama bunga mawar merah 50 tangkai jumbo yang dibanting Aditya ke tempat sampah sampai kelopaknya rontok di lantai marmer putih.

Suasana rumah keluarga Pradana pagi ini sudah tidak mencekam seperti kemarin. Justru terlalu hangat dan terlalu canggung.

Di karpet perpustakaan, masih ada sisa-sisa nasi goreng spesial Alena semalam, cangkir couple baru *MR. PRADANA - Kopi Hitam Tanpa Gula* dan *MRS. PRADANA - dari Zara Home yang dibeli Aditya sebagai ganti cangkir yang diretakkan karena cemburu buta, dan buku-buku UTBK baru dari Gramedia yang semalam dipakai belajar bertiga sampai jam 11 malam.

Semalam untuk pertama kalinya sang CEO tidur tidak di kamar kerja, tapi di kamar utama bersama Alena dan Sean yang lagi-lagi ketiduran di karpet perpustakaan sambil belajar Penalaran Umum tetap dibiarkan disana tanpa dibangunkan. Tentu saja Aditya dan Alena tidurnya masih dengan jarak 1 meter dan masih dengan wajah datar cool, tapi tangannya diam-diam menarik selimut untuk Alena yang kedinginan AC.

Pagi ini jam 08.00, Alena sudah bangun lebih awal lagi, membuat sarapan nasi goreng spesial lagi dengan telur mata sapi bulat sempurna, sosis bakar, nugget, karena semalam Aditya bilang, "Besok pagi buatkan lagi". Alena buatkan lagi pagi ini dengan. Penuh semangat.

Sean masih tidur di karpet perpustakaan dengan buku UTBK di atas muka.

Aditya sudah rapi pakai kemeja putih, dasi hitam, siap berangkat ke kantor, duduk di meja makan, menyeruput kopi hitam tanpa gula dari cangkir baru Mr. Pradana. Wajahnya datar cool, tapi sesekali melirik Alena di dapur.

"Pak, kopinya enak Pak? Dari cangkir baru Pak?" tanya Alena malu-malu sambil menuangkan lagi.

Aditya berdehem, menutupi senyum tipisnya. "Hmm. Lebih enak dari kopi cafe Rizky Coffee Space Senopati."

Alena langsung ngakak. CEO dingin bisa nge-roasting!

Tepat jam 08.15 pagi, jam yang sama seperti kemarin saat kurir bunga datang, bel rumah berbunyi keras lagi!

Ting tong! Ting tong! Ting tong! Lebih keras dan lebih tidak sabar dari kurir bunga kemarin!

Bi Ijah yang sedang menyapu kelopak mawar merah yang masih tercecer, langsung lari, "Siapa ya pagi-pagi? Jangan-jangan bunga lagi?"

Alena yang mendengar kata bunga langsung pucat pasi, tangannya gemetar memegang spatula nasi goreng. "Bunga lagi? Jangan-jangan Rizky lagi?"

Aditya yang sedang menyeruput kopi langsung meletakkan cangkir Mr. Pradana dengan keras! "Rizky lagi? Berani dia kirim lagi? Saya tutup cafe-nya beneran hari ini!"

Sean yang tidur di karpet perpustakaan langsung terangun karna mendengar suara gaduh "Ayah! Ada bunga lagi? Sean siap jadi bodyguard lagi!"

Gerbang dibuka Bi Ijah.

Di luar bukan kurir bunga seragam merah dengan buket jumbo 50 tangkai.

Tapi seorang wanita elegan umur 55 tahun, rambut disasak, memakai kebaya biru navy, membawa tas Hermes orange, memakai kacamata hitam besar, dengan supir pribadi di belakang membawakan 3 paper bag Louis Vuitton.

Wulan PRADANA! Ibu kandung Aditya! Mantan mertua Riana Kaka Alena.

"MAMA!" Aditya, Alena, dan Sean teriak bersamaan!

Wulan melepas kacamata hitamnya dengan gaya sosialita Jakarta Selatan. Matanya yang tajam langsung menatap ke dalam rumah, melihat kelopak mawar merah yang masih ada sisa tercecer di lantai marmer putih, melihat cangkir couple baru Mr & Mrs Pradana di meja makan, melihat Alena dengan daster rumahan dan Sean yang baru bangun tidur.

Tanpa salam, tanpa peluk, Wulan langsung masuk dengan langkah anggun tapi tatapan investigasi FBI!

"Jadi benar ya gosip yang Mama dengar dari tetangga komplek? Kemarin ada kurir bunga kirim bunga mawar merah 50 tangkai jumbo ke rumah ini? Untuk Alena? Dari mantan kapten basket bidadari kampus? Rizky Pratama?"

Duar!

Ruang makan yang baru hangat langsung membeku lagi seperti kutub utara jilid 2! Lebih dingin dari kemarin!

Alena langsung pucat pasi kedua kalinya dalam 24 jam! "Mama... Mama tahu dari mana Mama?"

Sean langsung menutup mulutnya, "Anjir... gosip komplek cepat banget..."

Aditya berdiri, mencoba tetap cool di depan Mamanya yang super killer.

"Mama, dari mana Mama tahu?"

Wulan duduk di sofa ruang tamu dengan anggun, menyilangkan kaki, meletakkan tas Hermes orange-nya.

"Aditya, Mama itu Ketua Arisan Komplek Pondok Indah! Semua satpam, semua ART, semua kurir bunga itu masuk grup WhatsApp komplek! Kemarin kurir bunga merah itu foto buket jumbo 50 tangkai di depan gerbang rumah kamu dan tulis 'Pengiriman Bunga Jumbo 50 Tangkai untuk Ibu Alena Pradana - Dari Rizky Pratama! Langsung viral di grup WhatsApp Ibu-Ibu Pondok Indah! Mama langsung ditelepon 20 Ibu-Ibu! Jeng Wulan menantu baru jeng Wulan sekarang dapat bunga dari berondong!' Malu Mama, Adit!"

Wulan menatap Alena tajam, tapi tidak galak, lebih ke khawatir.

"Alena, sini, duduk depan Mama. Mama mau tanya jujur."

Alena dengan gemetar duduk di depan Wulan, seperti anak yang mau diinterogasi.

"Alena, kamu masih cinta sama Rizky itu? Mantan yang kejar kamu 4 tahun di kampus itu?"

Alena langsung menangis dan menggeleng cepat, "Tidak Mama, demi Allah tidak Mama! Alena sudah tolak Rizky di Grand Lucky kemarin Mama! Alena bilang Alena sudah menikah, Alena istri keluarga Pradana, Alena harus jaga perasaan suami Alena! Rendra dan Sean jadi saksi Mama! Alena setia sama Aditya Mama! Alena tidak tahu dari mana Rizky dapat alamat rumah kita Mama!"

Sean yang melihat Bundanya diinterogasi Oma_nya, langsung pasang badan lagi seperti kemarin bela Bunda dari Ayahnya.

"Oma! Sean jadi saksi Oma, Bunda sudah tolak cowok mawar itu di supermarket! Bunda bilang 'Saya harus jaga perasaan suami saya'! Bunda setia sama Ayah! Cowok mawar itu yang gatel Oma Jangan salahin Bunda Oma!"

Wulan menatap Sean yang membela Bundanya dengan gagah berani.

Lalu Wulan menatap Aditya yang berdiri di belakang Alena dengan wajah datar cool tapi mengepalkan tangan lagi.

"Aditya, Mama dengar kamu banting bunga 50 tangkai itu ke tempat sampah sampai vas pecah dan kelopak rontok di lantai marmer? Kamu retakkan cangkir kopi juga?"

Aditya berdehem, gengsinya sebagai CEO dingin ketahuan Mamanya.

"Hmm." hanya itu yang terdengar dari mulut Aditya.

Wulan langsung tertawa keras! Tawa sosialita yang menggema di rumah megah!

"HAHAHA! Aditya Pradana! CEO dingin yang rapat direksi saja tidak pernah senyum! Cemburu buta karena bunga 50 tangkai! Mama kira kamu tidak punya perasaan, Adit! Ternyata kamu bisa juga cemburu seperti pemain sinetron!"

Aditya wajahnya memerah, telinganya merah! "Mama!"

Alena juga wajahnya memerah malu.

Wulan berhenti tertawa, lalu membuka 3 paper bag Louis Vuitton yang dibawa supirnya.

"Untung Mama datang bawa penangkal gosip."

Paper bag pertama dibuka: isinya kebaya pengantin putih mewah!

Paper bag kedua: jas pengantin hitam untuk Aditya!

Paper bag ketiga: kotak beludru kecil.

Wulan membuka kotak beludru itu. Di dalamnya ada cincin berlian 2 karat!

Semua tertegun!

"Alena, Aditya, Mama tahu pernikahan kalian ini awalnya pernikahan kontrak , karena Alena harus jaga Sean dan Aditya butuh istri untuk jaga image keluarga Pradana di perusahaan. Kontraknya harusnya selesai 6 bulan lagi. Tapi Mama lihat semalam dari CCTV yang Bi Ijah kirim ke Mama - iya Mama pasang CCTV di perpustakaan - kalian makan nasi goreng di karpet perpustakaan bertiga, belajar UTBK bertiga, Aditya gandeng tangan Alena di karpet, Sean pura-pura muntah. Mama tahu, kontrak kalian sudah tidak kontrak lagi."

Aditya dan Alena saling pandang, kaget CCTV perpustakaan ketahuan Wulan!

Wulan melanjutkan dengan mata berkaca-kaca.

"Jadi daripada gosip Ibu-Ibu komplek makin liar gara-gara bunga 50 tangkai dari Rizky Pratama itu, Mama mau kalian resepsi ulang! Resepsi beneran! Bukan kontrak! Bulan depan di Hotel Mulia! Mama yang biayai! Pakai kebaya dan jas ini! Tukar cincin berlian 2 karat ini! Umumkan ke satu dunia Alena itu bukan bidadari kampus yang bisa dikejar berondong kapten basket, tapi Mrs. Pradana selamanya! Istri sah Aditya Pradana! Ibu sah Sean Pradana! Biar Rizky dan 20 Ibu-Ibu arisan itu bungkam!"

Sean langsung teriak paling keras, "WAAA! RESEPSI ULANG! AYAH BUNDA NIKAH LAGI! SEAN JADI ANAK BUNGA! SEAN MAU PAKAI JAS!"

Alena menangis haru memegang kebaya putih mewah itu, "Mama... terima kasih Mama..."

Aditya yang CEO dingin, yang tadi pagi meretakkan cangkir karena cemburu buta 50 tangkai, sekarang menatap Mamanya yang tiba-tiba jadi cupid.

"Mama... terima kasih Ma..."

Wulan berdiri, memeluk Alena dan Aditya bergantian.

"Jangan terima kasih. Jaga Alena, Aditya. Alena itu berlian Mama tahu Alena tulus. Jangan kamu sia-siakan lagi karena cemburu buta banting-banting bunga. Kalau cemburu, belikan cangkir couple seperti kemarin, jangan retakkan cangkir. Mengerti, Mr. Pradana Kopi Hitam Tanpa Gula?"

Aditya mengangguk, untuk pertama kalinya di depan Mamanya, ia merangkul pinggang Alena dengan erat!

"Hmm. Mengerti, Ma."

Sean yang melihat Ayah rangkul Bunda di depan Oma langsung teriak lagi, "Iiiih! So sweet lagi! Di depan Oma lagi! Sean masih 17 tahun Oma!"

Malam itu, setelah Wulan pulang, di karpet perpustakaan, ada tambahan barang baru: kebaya putih, jas hitam, dan cincin berlian 2 karat di atas buku UTBK.

Aditya, Alena, dan Sean belajar UTBK lagi, tapi sekarang dengan status baru: bukan keluarga kontrak yang canggung, tapi keluarga beneran yang akan resepsi ulang bulan depan di Hotel Mulia untuk membungkam gosip bunga 50 tangkai.

Bersambung

1
Atha Diyuta
trimakasih kk😊
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Atha Diyuta
Karya terbaruku bantu ramaikan teman-teman ☺️☺️
Atha Diyuta: oke siap ka diperbaiki trimakasih kk ☺️☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!