NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Naga Emas Menggeterkan Jiwa

Beberapa minggu telah berlalu semenjak perang di Chang'an berhasil di tahan oleh Kekaisaran Shen. Ketiga pihak Kekaisaran yang melakukan Aliansi yakni, Song, Jiang, dan Zuo. Curiga besar bahwa Kekaisaran memiliki orang kuat baru.

Karena hilangnya 20.000 Pasukan serta Ketua Sekte Persik yang berada di basis kultivasi Langit tewas tanpa kabar. Bahkan dilaporkan juga tidak ada mayat ataupun darah bekas pertempuran sengit.

Akhirnya ketiga Kekaisaran, Song, Jiang, dan Zuo memerintah pasukan yang berada di Barat Benua Zhanxi dan Utara untuk mundur sejauh 1.000 Mil.

Beberapa kota dan benteng yang di rebut Kekaisaran yang kini kosong. Shen Luo segera memerintahkan pasukannya untuk di utus menjaga kota dan benteng.

Hingga selama sebulan penuh sama sekali tidak ada peperangan lagi. Namun saat Shen Hao Feng membuka mata. Chang Jia belum sadar dari keadaanya dan Shen Hao Feng memutuskan untuk melanjutkan meditasi.

Dua musim berlalu, dari hujan ke gugur dan satu tahun terlewat begitu saja tanpa terasa. Selama itu tidak ada kejadian besar lagi yang terjadi di Benua Zhanxi seolah-olah tidak ada lagi peperangan.

"Cling!." Suara dentingan pedang.

"Hap! Tarian Naga Perak!."

Shen Hao Feng membuka matanya lalu tersenyum melihat sosok terdekatnya berlatih pedang Silver Dragon.

Chang Jia yang kini sadar segera berlatih ilmu pedang yang pernah Shen Hao Feng ajarkan padanya. Shen Hao Feng memerhatikan tarian Chang Jia saat mempraktekkan teknik itu.

Teknik tarian Naga Perak ialah teknik yang mengharuskan penggunanya mampu bergerak cepat serta meninggalkan siluet perak dari pedangnya. Karena itulab Chang Jia memotong satu pohon hanya beberapa detik hingga pohon itu terpotong-potong kecil.

"Latihan yang bagus setelah lama tertidur ya Chang Jia?." Shen Hao Feng berdiri serta tersenyum.

Chang Jia tersenyum padanya kemudian memberi hormat pada Shen Hao Feng. "Lama saya tidak melihat guru. Selama ribuan tahun saya merindukan sosok seperti anda."' Suaranya gemetar menahan tangisan.

Shen Hao Feng mendekat kemudian memegang bahu Chang Jia. "Kamu masih mau memanggilku guru walau aku tidak akan mengajarkan apapun padamu?."

Chang Jia tersentak dan mengangguk tanpa ragu. "Saya tidak apa memanggil guru tetap guru karena anda lah yang membuat saya tumbuh seperti ini."

Shen Hao Feng tersenyum lagi. Ia teringat dengan pertama kali saat bertemu Chang Jia. Itu adalah di Ibu Kota, saat Shen Hao Feng masih menggembara dia bertemu dengan Chang Jia yang kecil, tak terawat dan hidup di jalanan.

Pada masa itu nama Chang Jia bukanlah Chang Jia melainkan Chang'an. Karena itulah Shen Hao Feng membangun Kota bernama Chang'an. Sekarang nama kedua Chang'an adalah Chang Jia dan lebih suka di panggil seperti itu.

Shen Hao Feng menurunkan tangan dari bahu Chang Jia lalu berjalan beberapa langkah. "Apa kamu tahu dimana yang lain?."

Dahi Chang Jia berkerut untuk mengingat-ingat. "Eungh maaf guru sepertinya aku tidak ingat. Yang kuingat hanya saat guru tewas semua adik-adik seperguruan meninggalkan Benua Zhanxi untuk menyebarkan ilmu dari guru."

"Begitu ya... Kalau begitu apa boleh buat. Chang Jia mau ikut aku ke Ibu Kota Shi?."

"Ibu Kota Shi?." Chang Jia merasa ragu di awal tapi saat sampai di Ibu Kota Shi tempat Kekaisaran Shen membangun pusat pemerintahan ia terkejut cukup banyak.

"Ramai sekali..." Chang Jia terpukau dengan beragam bangunan dan restoran serta banyaknya yang berlalu lalang.

"Guru aku masih ingat jelas kalau waktu 10.000 tahun yang lalu Ibu Kota Shi masih tidak seramai dan semegah ini." Mata Chang Jia berkilauan.

Shen Hao Feng tersenyum tak henti-hentinya melihat sikap Chang Jia yang seperti itu. Alasan Shen Hao Feng mudah tersenyum pada Chang Jia hanya karena satu alasan yakni ia adalah muridnya yang spesial.

.....

Aula Kekaisaran.

Shen Luo memandang satu prajurit pengintai yang berhasil melarikan diri dari wilayah Utara.

"K-Kaisar saya ingin melaporkan bahwa- ugh." Ia memegang perutnya yang terasa mual dan muntah darah. "W-wilayah Utara muncul Monster iblis bersama Aliansi Kekaisaran- uhuk-

Hingga ajalnya menjemput prajurit itu tewas dan pasukan penjaga membawanya pergi untuk di urus. Shen Luo menghela nafas dramatis karena masalah muncul juga setelah 1 tahun damai.

"Anda tampak tidak senang dengan kabar itu, Kaisar." kata Fei Xuen berdiri di sebelahnya.

"Fei Xuen..." Shen Luo mengusap wajahnya dengan kesal. "Kita sekarang fokus memperbaiki ekonomi sekarang ada tragedi lain? Ini membuatku mulai lelah."

Fei Xuen menghela nafas berat. "Kalau begitu kirim saja pasukan kesana untuk membuat garis pertahanan. Kita memiliki pasukan cadangan yang berlimpah kan?."

"Mengirim pasukan?." Shen Luo merasa itu bukan ide buruk. Monster iblis memang bukan lawan yang mudah. Namun jika tidak segera di hentikan maka akan masuk ke Kota Benteng Jing'nan.

"Baiklah. Fei Xuen aku perintahkan kau untuk membawa 10.000 Pasukan ke Teluk Jing'nan untuk menghambat pergerakan Monster iblis dan Aliansi Kekaisaran!."

Fei Xuen mengangguk tegas. "Siap Kaisar!." Ia membungkuk patuh. Fei Xuen segera melangkah pergi. Shen Luo melihat gantungan Jade dan Bulu merak di pedang Fei Xuen di punggungnya.

Shen Luo merasa rindu dengan sosok Shen Hao Feng yang telah menyelamatkan Fei Xuen dan Kekaisarannya.

"Leluhur..." Kepalanya terangkat sedih. "Berada dimana anda sekarang ini?..."

....

Malamnya, suasana Ibu Kota Shi menjadi ramai penuh tawa dan suara orang bersenang-senang. Saat perekonomion membaik warga Ibu Kota Shi pun dapat lanjut hidup dengan bahagia.

Chang Jia berdiri di jendela salah satu penginapan paviliun di lantai 12. Matanya tak bisa berpaling dari suasana Ibu Kota di malam hari.

Shen Hao Feng sendiri duduk di ranjang menghitung uang, artefak, serta pil lainnya. Chang Jia memutar badan kemudian duduk di ranjang lain sebah satu kamar terdapat dua ranjang.

"Guru apa yang sedang guru lakukan?."

Shen Hao Feng membuka matanya. "Melihat seberapa banyak yang tersisa di cincin penyimpananku." Ia mendesah pelan. "Uangku tersisa beberapa Tael perak."

Chang Jia perlahan tersenyum mengetahui bahwa Shen Hao Feng tidak berubah sama sekali bahkan jika sudah melewati 10.000 Tahun.

"Haha apa boleh buat ya guru." Chang Jia melempar satu cincin penyimpanannya. "Itu cincin penyimpananku yang lain. Di dalamnya ada banyak harta pusaka, artefak berharga dan Emas Yuanbao dan Tael Perak."

Shen Hao Feng mengambil itu dan melihat di dalam isinya. Dari berbagai harta berharga ia lebih tertarik pada satu barang. Yakni lukisan tinta dengan sosok pria berpakaian hitam membawa pedang darah berlatar belakang lautan daran.

"Ini..." Shen Hao Feng mengerutkan kening. "Chang Jia dari mana kamu dapat lukisan terkutuk ini?."

Chang Jia mengoles besi pedangnya dengan kain dan ia menjawab tanpa melihat Shen Hao Feng. "Lukisan Bao Yun itu? Ah aku dapat dari pria tua pengemis untuk di tukar dengan satu Yuanbao Emas." Chang Jia tersenyum.

"Apa?." Shen Hao Feng terkejut. "Chang Jia apa kamu tidak tahu jika lukisan Bao Yun yang kamu maksud memiliki kekuatan terkutuk yang bisa membunuh Kultivator tahap Langit?."

"Iya aku tahu." Chang Jia berdiri. "Aku berniat melelangnya dengan mahal tapi sering kali aku lupa."

Chang Jia melihat dari bawah mendengar keributan langkah kuda dan sentakan. "Hei Guru apa Kekaisaran sedang mengalami masa berat? Kenapa ada banyak pasukan berkuda dan satu perempuan membawa pedanh Jade guru."

Alis Shen Hao Feng berkerut, ia bergerak cepat keluar kamar untuk melihat dari bawah. "Banyak sekali Pasukan, ada apa ini?."

Shen Hao Feng memakai energinya dari mata dan melihat Fei Xuen yang berada di depan. "Fei Xuen? Aku tanya saja padanya." Shen Hao Feng berpindah cepat ke jalur tengah yang sudah di kosongkan.

Kemunculan seseorang yang tiba-tiba mengejutkan banyak orang yang sudah menyingkir.

"Apa yang dia lakukan di sana? Apa dia mau mati terinjak kaki kuda?."

"Dia benar-benar bodoh."

"Hei kau yang disana minggir sana!." Teriak salah seorang.

Namun Shen Hao Feng tak menghiraukannya sampao Fei Xuen akhirnya bisa melihat seseorang yang menghalangi jalan.

"Tunggu kenapa ada seseorang disana? Aku pikir jalan sudah di kosongkan." Pikir Fei Xuen, tapi dari jarak yang semakin dekat melihat pakaian dan wajah pria itu merasa akrab.

"Panglima Fei apa perlu saya usir dia?." Tanya salah satu prajurit.

"Jangan..." Gumam Fei Xuen. Matanya membelalak dan segera menghentikan kudanya. "Berhenti!!.'

Semua pasukan segera berhenti tiba-tiba mereka terkejut tapi tetap patuh Fei Xuen. Fei Xuen turun dari kuda dan melangkah perlahan ke sisi Shen Hao Feng.

Orang-orang dan Pasukan mengira Shen Hao Feng akan terkena masalah namun yang selanjutnya mengejutkan semua orang bahkan Chang Jia tersenyum.

"Tuan Leluhur!." Fei Xuen memberi hormat dengan keras.

"Hm..." Mata energi Emas Shen Hao Feng keluar seolah menunjukan emosi dan keagungan.

"Tuan leluhur? Apa maksudnya itu?."

"Siapa dia sebenarnya? Kenapa Panglima Fei Xuen begitu hormat padanya?."

Shen Hao Feng sekali melangkah berpindah depan Fei Xuen. Sontak itu juga mengejutkan semua orang juga.

"Fei Xuen apa yang terjadi? Kenapa mengerahkan begitu banyak Pasukan?."

"Jawab tuan leluhur, wilayah Utara dalam keadaan buruk pasukan Monster iblis dan Aliansi Kekaisaran menyerang Benteng Hu'nan dan akan sampai ke Teluk Jing'nan! Kami di perintahkan Kaisar Shen Luo untuk menahan mereka di Teluk Jing'nan!."

Wajah Shen Hao Feng menggelap, Chang Jia mengerutkan kening mendengar itu dari tempt kamarnya. Chang Jia berpindah cepat juga ke belakang Shen Hao Feng dan memakai topeng untuk menutupi muka serta topi.

"Chang Jia." Seru Shen Hao Feng.

"Ya guru!." Chang Jia menberi hormat.

Mata Fei Xuen terbelalak mendengar Shen Hao Feng memanggil nama Gurunya dan suara gurunya yang memanggil Shen Hao Feng guru.

"Chang Jia kita ke Teluk Jing'nan sekarang." Kata Shen Hao Feng dingin.

"Siap!." Chang Jia melempar pedang Silver Dragonnya ke atas dan sosok Naga Perak muncul di balik awan gelapnya malam.

'Groarhh!!!...." Raungnya hingga tanah bergetar dan atap-atap berjatuhan.

Seruan Naga Perak bahkan mengejutkan Shen Luo yang istirahat di singgasannya.

"Leluhur?!." Shen Luo berpindah cepat dan pasukan-pasukan di barak berkumpul di sekitar istana karena mereka merasakan kehadiran sosok besar.

Mata penduduk Ibu Kota Shi dan Shen Luo bibirnya bergetar. Bayangan Naga Perak dari pupil matanya terpantul di atas bangunan Kota.

Shen Hao Feng berpindah ke atas langit dan sesuatu yang lebih besar menggetarkan beberapa Mil jauhnya.

"Grh...." Wajah Naga Emas besar yang mampu menutupi satu Kota muncul dan Shen Hao Feng berada di atas kepala Naga Emas.

Chang Jia sendiri berada di atas kepala Naga Perak yang menghormati Naga Emas sebagai tuannya.

Semua orang jatuh bertekuk lutut karena lutut mereka gemetar termasuk pasukan kecil dan Shen Luo sekalipun. Mereka bersujud kepada Shen Hao Feng yang berada di atas kepala Naga Emas.

"Hormat kepada Leluhur!!."

"Hornat kepada Leluhur!!."

Seru mereka dua kali dan Naga Emas menggoyangkan kepalanya lalu meraung ke atas langit hingga jiwa mereka yang mendengarnya seperti ingin terkoyak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!