Season 1 dan 2 ....
Yang seharusnya suami kini menjadi anaknya, yang seharusnya ayah mertua kini menjadi suaminya. Dan sahabatnya yang kini menikah dengan calon suaminya! Bagimana pernikahan bisa tertukar seperti ini? Apa sebenarnya yang terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Angga tersenyum gemes melihat tingkah malu-malu nya Sera. Lelaki itu menatap kepergian gadis itu sampai menghilang di hadapannya. Angga tak lupa membayar lalu keluar dari cafe tersebut dengan wajah ceria karena rasa kangennya terhadap Sera sudah terobati walaupun hanya sekejab.
Angga keluar dari cafe, ia berdiri sambil melihat handphonenya. Tiba-tiba seorang datang lalu mengejutkannya.
"Eh tengik, sialan lo. Gue tunggu-tungguin dari tadi juga, tapi lo malah asik-asikan di sini!" kesel sang sahabat yang ternyata menunggu Angga di restoran sebelah.
"Kenapa?" saut santai Angga seraya tanpa dosa.
Angga dan Boby memutuskan untuk menikmati makan siang bersama setelah jam istirahat berkerja. Keduanya sudah masuk kedalam restoran pada saat Boby memesan makanan, Angga pamit hendak ke toilet. Pada saat keluar dari toilet matanya tertuju arah jam 12 tepatnya pada sosok gadis duduk melamun di cafe. Gadis yang beberapa Minggu ini yang sudah membuat hatinya resah, gadis yang sudah mencuri hatinya sehingga rasa rindu pada gadis itu pun semakin dalam. Angga pun langsung melangkah menghampiri sang gadis yang tak lain tak bukan adalah Sera. Lelaki itu tidak peduli dengan Bobby yang akan mencari nantinya.
"Dasar sahabat laknat, lo. Tega banget sama gue! emang lo abis dari mana sih?"
Angga tak menjawab, lelaki itu hanya menampilkan senyumnya yang sulit di artikan membuat Boby memencengkan sebelah matanya menatap heran.
"Bocah ini," gumam Boby yang sudah di tinggalkan oleh Angga. Boby pun melangkah cepat mengejar sahabatnya dan kembali ke rumah sakit untuk kembali bekerja.
________
Satu minggu telah berlalu, Leo datang ke rumah Sera untuk menemui kedua orangtuanya.
"Assalamualaikum, Om, Tante," salam Loe ramah kemudian mencium kedua tangan orang tua Sera.
"Waallaikumsalam Nak, Leo. Mari masuk!" ajak Dewi kepada calon menantunya.
"Terima kasih, Tante."
Leo pun masuk kedalam dan duduk bersama dengan kedua orang tuanya Sera di ruang tamu yang sangat sederhana namun cukup mewah tersebut.
"Apa kabar kamu, Le? Om sudah lama tidak ketemu kamu. Terus gimana kabar Eyang sama Papah kamu?"
"Alhamdulillah baik Om, Papah sama Eyang juga sehat," jawab Leo yang nampak sedikit gugup.
"Alhamdulillah," saut Boby dan Dewi merasa lega.
"Oh iya Om, Tante. Leo ke sini mau menyampaikan sesuatu. Ini mengenai hubungan Leo sama Sera! Leo benar-benar sangat serius pada putri om dan tante, dan nanti malam rencananya Leo ingin membawa papah dan eyang ke sini untuk berkenalan dengan om dan tante sekaligus untuk melamar Sera," ujar Leo serius tanpa ada keraguan.
Leo menyampaikan pesan dari papahnya yang mengatakan jika malam ini sudah waktunya mereka untuk saling bertemu dan sekaligus melamar Sera.
Boby dan Dewi mengangguk setuju, karena mereka juga sudah sangat yakin jika Leo adalah anak yang baik dan pasti akan bertanggung jawab untuk menghidupi terus menyayangi putri mereka dan dapat membina rumah tangga bahtera seperti bayangan mereka walaupun belum mengetahui seperti apa keluarga dari Leo nantinya. Namun rasa percaya itu mereka telah berikan untuk nya.
"Baiklah, sampaikan salam kami pada papah dan juga eyang kamu. Kami akan menunggu kedatangan kalian di rumah ini," ujar Boby mantap.
"Terima kasih, Om, tante." Leo benar-benar merasa senang, dalam beberapa langkah lagi ia bakalan menjadi suami dari kekasihnya yang sangat ia cintai dan itu membuatnya sudah tidak sabar menunggu malam.
Ketiganya saling mengobrol di ruang tamu tersebut dengan terbuka bahkan tak ada rasa canggung-canggung nya lagi dari mereka layaknya seperti orang tua dan anak saja.
Sementara itu, Sera berada di dalam kamar tanpa mengetahui jika Leo, kekasihnya itu datang berkunjung di rumahnya dan bertemu dengan ke-dua orang tua nya di lantai bawah. Gadis itu merebahkan dirinya sambil menutupi wajahnya dengan bantal merasa malu jika teringat kecupan lembut yang di berikan oleh Angga sewaktu di restoran tadi.
"Ih, ngeselin banget sih tuh Om-Om tua," gumam Sera sambil mengelus bibir nya yang masih terasa benda kenyal itu menempel di bibirnya.
"Ih, kenapa aku mikirin orang itu, sih?" Sera mengacak-acak rambutnya prustasi.
Gadis itu mengambil handphone nya dan melihat foto dirinya dan juga Leo yang terpasang di wallpaper membuatnya teringat akan sang kekasih.
"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Bahkan aku belum sempat membicarakan ini pada Leo."
Tak lama kemudian, pintu kamarnya di ketuk dari luar.
"Masuk."
CEKLEEEK...
"Sayang!" panggil Dewi masuk kedalam kamar putri nya.
"Mamah."
Dewi duduk di sisi kasur tepat di samping Sera, wanita itu mengelus lembut kepalanya anaknya tidak percaya jika janin yang ia kandung dulu sudah tumbuh menjadi seorang gadis dewasa dan tak lama lagi akan menjadi seorang istri orang laen. Dewi merasa bahwa ia baru kemaren melahirkan janin itu, janin yang berjenis kelamin perempuan hingga menjadi sorang bayi mungil yang sangat cantik. Yaitu putri nya sendiri.
"Ada apa, mah?" tanya Sera memandang lembut ibunya.
"Tadi Leo datang ke ke rumah."
"Hah, seriusan? Lalu Leo nya di mana?" tanya Sera kaget karena tidak mengetahui jika kekasihnya itu datang kerumahnya bahkan memberi tahu saja tidak.
Dewi tersenyum." Dia sudah pulang, karena dia hanya ingin bertemu dengan papah sama mamah..."
"Ketemu sama papah dan mamah, kok bisa? Emang mau apa, dia?" kaget Sera.
Dewi terkekeh kecil." Dia bilang mau melamar kamu malam ini, jadi ... kamu harus bersiap-siap."
"Apa!"