Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 10
"Aku ke toilet dulu," pamit Aruna setelah selesai makan.
"Mau aku antar, sayang!" tanya Xavier.
"Tidak usah! Aku bisa sendiri, karena sepertinya ada yang ingin berbicara denganku di sana!" jawab Aruna santai dengan mata yang melirik ke arah wanita tadi yang duduk tak jauh dengan meja mereka.
",Aku temani, sayang!" ujar Xavier yang mengerti.
"Aku bisa sendiri, sepertinya dia memang hanya ingin bicara denganmu saja!" jawab Aruna santai menepuk bahu Xavier untuk tetap duduk di sana.
"Baiklah," jawab Xavier menahan kesal.
Aruna pergi dari sana menuju kamar mandi, Xavier memperhatikan, dan benar saja perempuan tadi dan dia temannya juga pergi dari sana. Dia bukan orang bodoh yang tak mengerti, apalagi dia dan Aruna sama,-sama memiliki kelompok bawah. Sehingga bisa sensitif dengan gerakan kecil.
Aruna tak masuk ke dalam toilet, tapi dia menunggu mereka tak jauh dari lorong menuju toilet sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Oh rupanya kamu sudah tahu kode yang ku berikan! baguslah karena aku tak harus berpura-pura lagi. Karena kamu juga rupanya cukup pintar untuk mengetahuinya," jawab wanita itu.
"Merlyn. Apa kamu yakin kalau dia adalah istri dari Xavier?" bisik temannya. ternyata wanita yang tadi menghampiri meja mereka bernama Merlyn.
"Entahlah, aku juga tidak yakin kalau Xavier memiliki wanita seperti ini! Wanita sok Cool dan sok cantik! Emang dia pikir aku percaya kalau mereka sudah menikah?" jawab Merlyn.
Tapi Aruna dengan santai hanya tersenyum tipis mendengarnya. Astaga, baru dua Minggu menikah sudah ketemu sama siluman ular. Apa kabar dengan nanti? Seberapa banyak lagi siluman ular dan ulat yang harus dia hadapi?
"Heh! Dengar baik-baik dengan kedua telingamu itu! Jauhi Xavier, karena dia tak pantas dengan kamu! Dan jangan menghalu kalau kamu adalah istrinya!" ancam Merlyn dengan tatapan nyalang dan penuh amarah kepada Aruna.
"Lalu yang pantas menjadi istri Xavier adalah kamu? Astaga, penampilan kamu saja sudah di diskualifikasi oleh Mami Violet! Sebelum kamu mendekati Xavier, ada baiknya kamu mendekati Mami Violet. Karena hanya izin dia yang bisa membuat wanita bisa dekat dengan Xavier!" jawab Aruna membaut Merlyn menegang.
Mana mungkin dia bisa mendekati Mami Violet, wanita itu sulit sekali untuk didekati. Bahkan belum apa-apa saja Mami Violet pasti Sudah nyerocos ke mana saja. Dia adalah tipe wanita yang tidak bisa di tekan atau di paksa. Karena Mami Violet adalah wanita yang begitu jujur dengan ucapannya sendiri. Apalagi saat melihat orang seperti dia. Pasti memang sudah di diskualifikasi seperti yang di katakan oleh Aruna.
"Mau ngomong apa lagi, Mbak? Karena aku tak bisa lama-lama! Takut suamiku datang ke sini dan malah merugikan kalian main keroyokan. Kamu menyukai Xavier, pastinya tahu kan sifat dia seperti apa?" tanya Aruna santai.
"Heh apa benar kamu istri Xavier?" tanya teman Merlyn. Aruna tak menjawab di hanya menunjukkan cincin berlian yang melingkar di jari indahnya.
"Itu beneran ternyata dia adalah istri Xavier! Sudahlah Merlyn lebih baik simpan angan-angan kamu untuk mendekati Xavier. Aku tak mau kalau kita melakukan hal ini, maka kita akan ada drama bahaya!", bisik temannya yang lain dan masih bisa di dengar oleh Aruna.
"Tidak! Aku yakin barang yang dia gunakan itu palsu! Aku tak mau, pokoknya aku harus bisa mendekati Soviet! Aku bahkan dengan susah payah masuk ke perusahaan Hananta dan mendapatkan jabatan yang cukup lumayan di sana. Tapi sampai sekarang makan Xavier belum bisa melihatku! Dan sekarang di depanku ada orang yang mengaku-ngaku sebagai istri Xavier! Aku tak kan tinggal diam!" jawab Merlyn menatap nyalang ke arah Aruna.
Sreeeeettttt
Bugh
Braaaak
Merlyn terjungkal dengan posisi bo-/kong lebih dahulu menyentuh lantai saat dia berusaha akan memukul Aruna. Astaga, salah lawan mereka itu, Lady Runa mau di run-/dung. Mana mempan bos? Yang ada mereka sendiri yang kena mental.
"Sakit ... Apa yang sudah kamu lakukan hah? Apa kamu sudah gi-la?", kesal Merlyn mencoba berdiri sambil memegangi bo-/kongnya yang sakit.
"Aku? Aku hanya membela diri saja! Kamu duluan yang akan memukulku. Masa aku akan diam saja!", jawab Aruna santai.
"Kamu! Kamu denger ini! Samapi kapanpun, Xavier akan menjadi milikku! Tunggu waktunya tiba, karena daku akn menjadi istrinya suatu hari nanti! Lebih baik kamu tinggalkan menjauhi Xavier mulai dari sekarang! Kalau kamu ingin hidupmu tenang dan tak mendapatkan masalah apapun setelah ini!" emosi Merlyn.
"Aduuuh aku takut ..." kekeh Aruna membuat mereka bertiga malah semakin emosi.
sreeeeettttt.
"Kamu mau menurut atau aku akan membuat wajah kamu terluka dengan benda ini!" ancam Merlyn mengeluarkan pi-sau cu-ter yang dia sembunyikan di saku jas nya. Aruna hanya tersenyum tipis melihat hal itu.
"Lakukan saja kalau memang kamu bisa! Atau benda itu akan menggores wajahmu yang nggak cantik itu! Ah aku malah penasaran seberapa tebal make up yang kamu gunakan untuk membaut wajahmu menjadi seperti badut!" jawab Aruna semakin memancing kemarahan Merlyn.
"Kurang ajar kamu!" geram Merlyn tak main-main. Dia ternyata adalah tipe wanita yang mudah sekali terprovokasi dan emosional. Aruna malah semakin menyunggingkan senyum mengerikan bagi kedua teman Merlyn.
sreeeeettttt
Sreeeeettttt
Awwwwssssss
Teriakan tertahan terdengar saat benda itu benar-benar menggores sedikit pipi Merlyn dan lu-ka di bahunya cukup dalam hingga mengeluarkan banyak cairan merah. Aruna tersenyum tipis saat melihat Merlyn histeris kesakitan di lantai.
"Loh kok ngamok? Katanya kamu mau menggores dengan benda yang kamu bawa itu? Aku hanya membantumu untuk mempercepatnya saja. Toh benda itu juga masih dipegang oleh kamu! artinya yang melakukan itu kamu! Lain kali jangan bawa benda seperti itu, mbak? Karena Jika kamu tidak bisa menggunakannya dengan baik, katanya itu akan berbalik dan malah melukai kamu sendiri! Oh satu lagi, jika memang kamu ingin merebut suamiku, lakukan saja kalau memang dia mau! aku akan memberikannya dengan sukarela, jika suamiku juga sama-sama menginginkan kamu!" jawab Aruna pergi dari sana dengan langkah tenang dan penuh percaya diri.
Sedangkan kedua teman Merlyn masih diam terpaku di sana. mereka tidak menyangka dengan kecepatan tangan dari Aruna. Bahkan sebelum mereka berkedip, Merlyn sudah terjatuh di lantai dengan lengan dan pipi terlu-ka.
"Kenapa kalian malah bengong? Cepat antar aku ke rumah sakit!" kesal Merlyn sambil memegangi tangannya.
"sudah selesai, sayang?" tanya Xavier menyimpan ponselnya saya melihat sang istri datang.
"Sudah, ternyata dia bawa mainan di tangannya, jadinya kan malah kena dia! Suruh siapa mainannya seperti itu kan?" jawab Aruna santai sambil menyeruput orange jus di tangannya.
Xavier mengerutkan keningnya bingung, namun tidak lama matanya menangkap kedatangan tiga orang wanita itu menuju meja mereka. sudah terlihat Merlin memegangnya tangannya yang terluka. Xavier mengerti maksud Aruna.
"Kamu tidak terluka kan?" tanya Xavier khawatir.
"Tidak! Ayo kita pulang," ajak Aruna yang di angguki Xavier. Tangannya kembali melingkar dengan posesif di pinggang Aruna yang ramping. sedangkan ketiga wanita itu buru-buru pergi dari sana setelah di cegat pelayan karena belum membayar makanan mereka.
"Katanya dia bekerja di perusahaan Hananta!" ucap Aruna setelahnya.
"Baiklah, aku tahu!" jawab Xavier yang mengerti maksud dari Aruna.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪