Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Pekerjaan rumah Darto
"Kemana mereka tadi pergi?" Darto tau bahwa anak anak sudah tidak ada di rumah.
"Aku melihat Vera membawa Arum, mereka mungkin mau berobat." Siti membenarkan tusuk konde nya.
"Memang nya Arum sakit apa?" Darto penasaran juga sekarang.
"Hanya demam biasa, tapi Vera sengaja ingin membuat masalah sehingga langsung melebih lebihkan saja." ujar Siti kembali.
"Ya sudah biarkan saja karena dia juga terus aja membuat masalah, kapan juga dia akan kembali ke kota karena aku sudah sangat muak melihat Vera!" geram Darto.
"Aku untuk membuat dia pergi dari rumah ini, sampean tenang saja karena aku pasti akan mengurus Vera." janji Siti.
Darto menarik nafas lega karena walau Vera adalah anak kandung dia sendiri namun tetap saja dia tidak ingin bila Vera ada di dalam rumah ini, menurut dia bila Vera ada di dalam rumah ini maka akan terus saja membuat masalah besar dan mungkin saja rahasia yang sudah lama tersimpan akan terbongkar begitu saja.
Sebab dia juga mengenal bagaimana tabiat Vera bila sudah penasaran tentang sesuatu di dalam keluarga ini, mereka memang sering bertengkar satu sama lain sehingga membuat yang ada di dalam rumah menjadi begitunya dan tidak ingin bersama dengan Vera kembali karena dia memiliki pemikiran tersendiri untuk masalah yang ada.
Darto sering melakukan kekerasan terhadap Elma bila sudah tidak bisa merasa di puaskan oleh sang istri sehingga dia akan memukul Elma dengan sangat keras, itu terjadi sejak Dina belum lahir ke dunia ini dan memang itu membuat Vera menjadi semakin marah dan tidak ingin dekat dengan Darto kembali karena dia sangat muak.
Oleh sebab itu dia jangan sekali merasa aku dengan Darto karena mereka memiliki pikiran yang berbeda dan cairan sendiri malak membela Elma sebagai Ibu tiri, sama sekali tidak ada membela Darto karena menurut Vera yang di lakukan oleh Darto itu adalah kesalahan yang begitu besar sehingga dia membenci dengan sepenuh hati.
Rasa kekal di dalam hati Vera itu tidak akan pernah pudar karena dia merasa Darto juga tidak pernah berubah, sehingga Vera sendiri merasa sangat mual dan ingin membuat Darto merasa cerah dengan ini semua namun dia masih belum bisa memahami bagaimana cara membuat data merasa jera.
Ini beruntung sekarang Vera justru bertemu dengan Kiara yang bisa mengungkap masalah ini dengan sangat jelas, kalau mungkin saja masih harus melewati beberapa masalah berbelit namun yang pasti Kiara dan yang lain akan berusaha untuk mencari tahu apa yang telah terjadi tentang keluarga milik Darto ini sejak dulu hingga sampai saat ini.
"Urus wanita yang ada di dalam kamar itu karena aku sudah merasa puas." Darto menatap Siti yang masih duduk diam.
"Lain kali bila sudah merasa puas maka jangan bunuh dia seperti itu karena bila terus di biarkan maka rahasia kita semua akan terbongkar." Siti berusaha melarang Darto.
"Kau hanya bertugas membereskan mayat itu saja dan tidak perlu menasehati aku seperti itu!" Darto menatap Siti dengan sangat tajam.
"Ya emang aku yang membereskan itu semua dan bila tidak di urus dengan rapi maka yang ada kau akan menjadi omongan seluruh warga." balas Siti.
"Aku tidak mau tahu, yang paling jelas kau harus mengurus mayat itu!" Darto berkata dan segera pergi dari sana.
"Hahhh selalu saja seperti ini dia sejak dulu hingga sampai sekarang." keluh Siti sangat kesal kadang kala.
"Mayat seperti ini terus saja datang, mau sampai kapan aku mengurus mayat seperti ini dalam hidup." Siti menggerutu dalam hati.
Mayat gadis itu sudah telentang dengan penuh darah karena memang telah di bantai oleh Darto itu sendiri Karena dia tadi sudah merasa puas dengan kebutuhan seksual, sejak dulu hingga sampai saat ini dia memang begitu bila sudah merasa puas dengan tubuh wanita maka dia pasti akan membantai tanpa ada rasa ibadi dalam hati.
Siti atau Erna yang selalu mengurus tentang mayat itu karena mereka ada di dalam rumah ini mendapat tugas masing-masing dari Darto itu, halo tidak ada pekerjaan maka pasti mereka tidak akan pernah di tampung dalam rumah ini karena Darto juga adalah orang yang perhitungan dan tidak mungkin mau menerima orang secara cuma-cuma saja.
Ini masih saja berlanjut Dan entah sampai kapan ini akan berhenti karena Darto sampai saat ini masih belum insaf dan dia masih berambisi untuk mendapatkan seluruh wanita yang ada di desa ini, yang membuat mereka semua kesal adalah ketika dia sudah merasa puas maka pasti akan membantai gadis itu tanpa ada rasa iba.
"Aku tidak masalah kalau masih mengurus tanpa ada luka, ini semua luka!" keluh Siti.
"Jangan merutuk bila hanya urusan seperti ini, bukan hanya sekali dua kali kita begini." sahut Erna yang sudah datang.
"Kau lihat saja darah yang menggenang di lantai ini dan juga itu." Siti menunjuk dengan sangat geram.
"Bila memang kau merasa keberatan maka silakan angkat kaki dari rumah ini, Darto juga sudah mengatakan demikian bila ada yang keberatan maka silahkan pergi dari rumah." Erna berkata tegas sambil mengurus semua yang ada di dalam.
"Kau ini sama sekali tidak pernah membela aku dan terus saja membenarkan apa yang dia lakukan!" bentak Siti.
"Lalu memangnya kau mau apa lagi? dari dulu sampai sekarang kita memang selalu seperti ini dan kenapa baru sekarang kau merasa mengeluh." Erna menatap sang adik yang masih mendiamkan diri.
"Aku juga sudah merasa bosan untuk terus mengurus mayat seperti ini." kesal Siti.
Erna hanya menarik nafas panjang Karena dia juga tidak tahu lagi harus berkata apa kepada Siti tentang masalah yang ada di sini, sebab menurut dia mereka juga sudah lama melakukan pekerjaan itu dan selama ini sama sekali tidak ada gangguan karena Darto juga memiliki kekuatan yang cukup besar agar para arwah tidak mengganggu mereka.
"Urus saja semua ini dengan benar dan jangan banyak mengeluh." Erna berkata tegas.
"Pernah tidak kah berpikir di dalam otak mu itu kalau para arwah itu suatu saat bangkit dan membuat kita celaka?" Siti menatap Erna.
"Apa selama ini kita mendapat gangguan dari para gadis yang sudah meninggal dunia itu?" Erna bertanya balik.
Siti terdiam karena tidak bisa mau menjawab apa yang di pertanyakan oleh Erna karena menurut dia itu semua sudah terjadi selama ini di dalam hidup mereka, karena mereka juga ada yang melindungi sehingga tidak mungkin ada yang melakukan pembalasan kepada mereka berdua.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
😍
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍