NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Layar laptop menyala, menampilkan wallpaper foto Zheza. Arin menggerakkan kursor. Mengklik file yang menyimpan tragedi Soni. "Mama, Arin ... maafkan aku ..." batin Zhea berbisik.

Ketika file itu mulai terbuka ... Arin dan Rindu langsung berseru secara bersamaan. "Papa ...!"

Hening menerpa, Arin dan Rindu fokus menatap layar.

"Kak, kenapa Kakak bisa punya rekaman Papa saat di kantor?"

Zhea menatap Arin dengan mata berkaca. Inilah waktunya ia menjelaskan. "Waktu itu, Kakak sengaja memasang kamera tersembunyi untuk merekam perselingkuhan Zavier dan Elara. Dan Kakak belum sempat mengambil kamera itu dari ruangan Zavier. Makanya Kakak punya rekaman Papa."

Arin dan Rindu mengangguk paham. Mata mereka fokus lagi pada layar. Isakan kecil mulai muncul lagi, lalu dilanjutkan pekikan kaget dari keduanya.

"Hah! Ternyata Papa sempat cekcok dengan Zavier dan si pelakor!" geram Rindu, begitu pun Arin.

Lalu emosi itu mereda lagi, hingga Zhea meminta izin untuk mempercepat rekaman tersebut.

"Silakan, Nak. Memangnya apa yang ingin kamu tunjukan ke Mama dan Arin?" tanya Rindu.

"Mama dan Arin harus kuat, ya ..." Zhea tak sadar menjatuhkan air mata. "Lihat ini." Rekaman Soni mulai menunjukkan malam. Zhea sampai menahan napas ketika Zavier terlihat masuk lagi ke ruangan itu.

"Apakah ini waktu Zavier menemukan Papa tergeletak di lantai?" Arin berseru getir.

Zhea tak menjawab. Dia mengatupkan bibirnya sambil membaca istigfar dalam hati. Takut mertua dan adik iparnya histeris.

"Loh ... itu Papa masih baik-baik aja." Ucapan kaget mulai keluar dari bibir Rindu.

"Iya, Ma. Itu Papa masih sehat dan ..." Arin menjeda ucapannya. "Papa dan Kakak bertengkar lagi, Ma." Dia melanjutkan ucapannya.

"Iya, Rin. Lalu kapan Papa ping--Papa ...!" Rindu menjerit histeris, disambut lengkingan suara Arin.

"Papa ...!"

"Hah! Hah! Zhea ... i-ini m-maksudnya a-apa?!" Suara Rindu terpatah-patah. Tangan wanita itu memegangi dada. Wajahnya langsung pucat pasi dan detik selanjutnya ... jatuh tak sadarkan diri.

"Mama!" Arin dan Zhea serentak menjerit, menyangga tubuh Rindu yang hampir membentur lantai.

Jeritan itu pun mengundang kedatangan Sandi dan istrinya. Mereka masuk ke dalam kamar dan bertanya panik pada Zhea dan Arin.

"Mama kalian kenapa?!" Sandi mengangkat Rindu ke atas ranjang.

"Om ...!" Arin menjerit, memukul-mukul dadanya sendiri.

"Arin, tenang, Dek." Zhea merengkuh tubuh Arin. Mengusap punggung adik iparnya yang bergetar.

"Zhea, sebenarnya ini ada apa?" tanya Windi, istri Sandi.

"Papa nggak jatuh sendiri, Om. Papa didorong sama si Zavier!" Arin menyerobot pertanyaan yang ditujukan kepada Zhea.

Sandi dan Windi saling melirik, lalu melotot secara bersamaan.

"A-apa maksud kamu, Rin?" Sandi membeo syok.

"Si Zavier yang menyebabkan Papa tiada, Om. Dia mendorong Papa sampai terbentur meja dan jatuh membentur lantai. Dia pembunuh, Om. Si Zavier pembunuh!" Arin menjerit-jerit tak terkendali hingga mengundang kedatangan keluarga yang lainnya.

Keadaan pun jadi ricuh. Ditambah Rindu sadar dari pingsannya dan langsung menjerit-jerit memanggil nama Soni serta menggaungkan sumpah serapah kepada Zavier.

"Mas Soni! Nasibmu malang sekali! Zavier! Kau sungguh anak durhaka! Kau tega menghilangkan nyawa Papamu sendiri! Kau iblis! Kau monster!"

Keluarga yang ada di sana jadi bingung, lalu Sandi bertanya serius pada Zhea.

"Zhea, katakan pada Om, sebenarnya ini ada apa?!"

Akhirnya Zhea pun menunjukkan rekaman yang ada di laptopnya.

Dan seketika itu juga, semua keluarga yang melihatnya syok tak terkira.

Ada yang mengucapkan istigfar, mengusap dada dan ada juga yang histeris memeluk Rindu dan juga Arin.

"Zavier ..." Sandi terhuyung. Jatuh terduduk di lantai. "Apa yang kau lakukan Zavier? Kenapa? Kenapa kau tega menghilangkan nyawa adikku?!" Sandi memukul-mukul lantai diiringi air mata yang berjatuhan.

"Maafkan aku ... aku sungguh tak bermaksud membuat keadaan menjadi ricuh. Aku ... hanya ingin menunjukkan kebenaran, dan Papa berhak mendapatkan keadilan." Zhea bersimpuh, menundukkan wajah seraya terisak.

Rindu melepaskan pelukan Windi dari tubuhnya, dia beringsut mendekati Zhea. Memeluk menantunya itu. "Tidak, Nak. Kamu tidak salah. Apa yang kamu lakukan ini sudah benar. Meskipun kami semua merasa syok dan makin sedih ... tapi kebenaran ini memang harus dibongkar. Zavier harus menerima akibatnya. Dia harus dihukum ..." isak Rindu dengan suara yang nyaris menghilang.

"Pantas saja si Zavier seperti gelisah, ternyata dia menyembunyikan semua ini ...!" jerit Arin murka. "Aku benci dia! Aku mau bunuh dia!" Arin meronta, dan dua kakak sepupunya mencoba menenangkannya. Termasuk Zhea yang ikut turun tangan.

"Dek, istigfar. Kamu jangan bicara seperti itu. Biar hukum saja yang membalas perbuatan Zavier. Kalau kamu membunuh dia ... apa bedanya kamu dengan Zavier?"

"Kak Zhea ..." Berontakan Arin melemah, ia meraung dalam pelukan Zhea. "Kenapa dia jadi seperti iblis? Dia tega menghancurkan rumah tangganya dengan Kakak, lalu kini ... dia tega membunuh Papa ..."

"Sepertinya ini ada kaitannya dengan penurunan jabatannya dari dirut jadi staf biasa." Sandi buka suara.

"M-Maksud Mas ... apa?" Rindu yang sudah nyaris pingsan lagi, akhirnya bertanya pelan.

Sandi mengusap air matanya terlebih dahulu sebelum menjelaskan semuanya. "Jadi, malam itu ... Soni bercerita padaku ... jika dia akan menurunkan jabatan Zavier dari dirut menjadi staf biasa sebagai bentuk hukuman atas perbuatannya yang selingkuh dengan si Elara. Aku bilang, lakukan saja. Itu memang pantas Zavier dapatkan. Sepertinya ... hal itulah yang memicu pertengkaran antara Zavier dan soni. Sebagaimana rekaman yang tadi kita lihat. Di awal, Zavier masuk bersama si Elara, dan mungkin saat itu ... Soni mengatakan niatnya itu. Zavier tidak terima, dan malamnya ... dia datang lagi kan? Dia mendorong Soni pasti karena itu."

Semua yang ada di kamar itu menyetujui pendapat yang dikatakan Sandi.

"Mas, tolong buat laporan tentang hal ini ke polisi. Monster itu harus segera ditangkap. Suamiku ... harus mendapatkan keadilan. Zavier sungguh keterlaluan ... aku tak sudi menganggap dia sebagai anakku lagi! Dia pembunuh! Dia kriminal!" Rindu meraung lagi sambil memukul-mukul dadanya sendiri. "Kenapa aku harus melahirkan seorang iblis? Kenapa Tuhan? Kenapa ...?"

"Mama ..." Zhea beralih memeluk Rindu. Merengkuh tubuh lemah mertuanya itu.

"Zhea ... Mama tidak mau punya anak seperti Zavier. Mama benci dia, Zhea. Mama sakit hati ... Mama ... huhu ..."

Tak ada yang tak hancur mengetahui kebenaran yang disembunyikan Zavier dua hari ini.

Semua mengira Soni jatuh biasa, ternyata lelaki baik hati dan bijaksana itu meninggal karena dibunuh oleh anaknya sendiri.

"Semuanya tenang ... aku dan Wili akan pergi ke kantor polisi sekarang juga." Suara bariton Sandi memecah isak tangis itu. "Zhea ... Om pinjam laptop kamu ya, untuk ditunjukkan ke pihak yang berwajib."

Zhea mengangguk cepat. "Silakan, Om."

Ketika Sandi dan anak sulungnya: Wili bersiap pergi, suara seruan terdengar lantang dari ambang pintu kamar.

"Selamat siang semuanya ... kebetulan kalian semua sedang berkumpul. Aku ingin mengenalkan calon istriku yang akan aku nikahi minggu depan!"

Serentak, semua mata tertuju ke arah suara, menahan napas dengan jantung yang berdentam hebat.

1
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sukurin, jangan ad yg menolong, itu balasan unt elara yg sdh merusak smua kebahagiaan anak kecil yg msh butuh kasih sayang ayahnya, siksa lebih lagi van, bikin cerita yg lbh psiko lg thor unt perempuan licik, jahat, bengis dan tak tau dr spt elara it thor, hrsnya ibuknya jg dijadikan placur
Eka Novariani
setuju
nunik rahyuni
mudah mudahan lekas taubat dan ada yg menolong entahnorg afrika itu kah yg mau membeli dan memelihara untuk pribadi..itu lebih baik dr pd di tangan revan
Eka Novariani
sedih banget masa lalu Revan... sekarang terima lah nasibmu Elara hanya Tuhan yang bisa menolongmu..
Lee Mbaa Young
elara blm nyadar ya pdhl karma nya smp adiknya jd korban.
Les Tary
Revan bener" kejam sakit hatinya sama elara...elena ga tahu apa" ikut dijual
Lisna Saris
mending elena di matikan saja deh Thor bukan benci tapa nda tega anak gadis baik baik yg berjuang menyelamatkan hidupnya dari kerakusan orang tuanya malah menderita menerima Karama yg bukan dari dosa yg dia lakukan,dan maga Revan dapat karma yg lebih pedih karena telah menghancurkan banyak anak gadis orang,
Dwi Haznay: Iya, kasihan Elena, ngga ngerti apa2 ikut nanggung kesalahan kakaknya
total 2 replies
Queenfans Angelfans
malas baca kalo soal ttg elara sama si revan ini
Queenfans Angelfans: bacanya ada rasa gk teganya aku Thor meski sejahat apapun org itu
total 2 replies
Nolis Karmini
kalau sampe titik ini kamu belum sadar juga...maka selama nya kemalangan akan menimpamu...sadarlah meskipun terlambat
Ama Apr: betul kk
total 1 replies
Lisna Saris
sayangnya adiknya yg ngga salah apa apa juga jadi korban
Ama Apr: begitulah hukum alam
total 1 replies
Lisna Saris
plot twist nya wow sekali Thor, padahal yg kukira elena jadi wanitanya Revan eh taunya......
Ama Apr: Hhe, soalnya klo jd budak nafsu Revan. Kurang pas balasannya. Dia nggak akan menderita
total 1 replies
Jojon sanjaya1
/Smile/
nunik rahyuni
g bisa berkata kata karna karma menuju
jalanya
nunik rahyuni: betul..apa yg di tanam itu yg akan di petik..
jd ya.....nikmati ae
total 2 replies
Yuli Yulianti
kasian juga kamu elara semoga kamu bisa pergi dari sana
Ama Apr: semoga dia sadar
total 1 replies
zahrahaifa
mampooosss.... inget tuh kata2 revan... lu bakalan jd pecun ampe mati.... udeh gitu dengan pede nya mo godain nathan... cuuuiiihh😒😒
Ama Apr: bener banget. Biarlah dia menderita. Dia sudah terlalu jahat menghancurkan kehidupan wanita lain
total 1 replies
Les Tary
nasibmu tragis elara..kasihan juga
Ama Apr: biarin lah kk dia jahat
total 1 replies
Haryati Atik Atik
Harusnya kamu sadar krna sudah menyakiti hati org kamu terlalu tamak skrg lihat jgnkan mau bls dendam ke zhea dgn mengambil Nathan nasib kamu sendiri sgt miris bahkan adik kamu jg jd korban nya sadar elara ini karma yg harus dibyr
Ama Apr: iya, tp s elara blum sadar juga🥲
total 1 replies
@Mita🥰
wes lanjut thor
Ama Apr: siap besok y
total 1 replies
wita salira
nah kan ini semua karma buat kamu elara atas perbuatan kamu di masa lalu..jadi sekarang kamu nikmati saja karma mu itu..
Ama Apr: tobat2
total 1 replies
Arin
Inikah balasan untuk Elara karena perbuatan nya menyakiti hati orang. Dapat balasan begitu menyakitkan dan kejam. Sampai adiknya pun kena imbasnya
Ama Apr: iya kk🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!