NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:170.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulanya 03

ps: Akan ada flashback yang lumayan smooth jadi harap perhatikan ya biar nggak bingung. Makasih

...----------------...

"Lhoh Neng, tumben kamu senin-senin begini ke rumah. Biasanya ahad baru kamu ke datang?"

Sambutan wanita paruh baya dengan hijab lebarnya itu membuat Arundari hanya bisa tersenyum kecut. Terlebih saat melihat ke belakang, seolah mencari sesuatu.

"Mas Heri nggak ikut, Ummi. Dia lagi sibuk nyiapin acara," kata Arundari langsung paham apa yang tengah dicari sang ibu. Ia lalu mencium punggung tangan Lintang dengan takzim. Ingin sekali dirinya meluapkan semua yang dirasakannya sekarang juga. Akan tetapi Arundari tidak akan melakukan itu. Dia tidak mau membuat kedua orang tuanya kepikiran.

"Oh gitu, ya udah ayo masuk. Abah lagi ke kebun tadi, nggak tahu apa yang lagi dicari sama dia.

Lintang merasa ada yang disembunyikan oleh sang putri. Meskipun Arundari mencoba tersenyum, akan tetapi terlihat ada gurat lelah dari wajahnya.

"Sudah makan belum? Pasti capek kan nyertir ke sini berjam-jam sendiri? Dan udah sholat luhur belum?" Lintang bertanya secara beruntung kepada anak perempuan satu-satunya itu.

"Aku kebetulan lagi halangan, Umii. Dan aku juga udah makan tadi. Ehm, aku boleh langsung ke kamar aja nggak? Udah lama nggak nyetir jauh sendiri ternyata pundak dan leher berasa tegang. Tambah satu lagi, pinggang beneran pegel rasanya,"jawab Arundari sambil memijit-mijit lehernya yang sungguh terasa kaku.

Dia tidak berbohong, memang tubuhnya saat ini sangat lelah. Tapi ternyata itu bisa dijadikan alasan untuk menghindari pembicaraan dengan sang ibu.

"Ya udah kalau gitu. Istirahatlah, jangan lupa buat ganti baju dulu ya baru tidur."

"Iya Ummi. Aku ke kamar dulu ya."

Arundari melenggang masuk ke kamar. Dia menarik kiper besarnya ikut serta ke kamar.

Pemandangan itu tentu terekam oleh mata Lintang. Wanita paruh baya tersebut mengerutkan alisnya, terdapat tanda tanya besar di sana.

"Kok tumben Arun bawa baju banyak? Apa dia mau nginep lama di sini?" tanya Lintang dengan lirih.

Namun Lintang tak ingin berspekulasi apapun, dia mengusir pikiran yang tidak-tidak. Karena Lintang tidak ingin bersuuzdhon dengan hubungan putri dan menantunya. Meskipun sebagai ibu, Lintang merasa bahwa saat ini Arundari tengah tidak baik-baik saja.

Bruk!

Arundari merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sebelumnya dia sudah membuka jendela kamarnya, sehingga udara yang sejuk itu bisa masuk ke dalam dan membuat hidungnya terasa sangat segar.

Tah hanya hidung yang terasa segar, tapi paru-parunya juga seolah bisa bersih dan kotoran yang ia dapat tadi di rumah dan di kantor Heri seketika luruh.

"Astagfirullah. Kenapa Ya Allah, kenapa harus aku yang mengalami ini. Ku pikir kisah istri yang diselingkuhi oleh suami dan orang terdekat itu hanya lah milik wanita-wanita yang ada di media sosial. Ku pikir itu hanya milik para public figure. Tapi mengapa aku juga harus merasakannya? Kenapa Ya Allah, kenapa aku. Hiks."

Kali ini Arundari sungguh meluapkan rasa sakit hatinya. Tangisnya benar-benar pecah dan tidak seperti tadi yang masih ditahan-tahan,

Dia tidak ingin terlihat lemah di depan Heri. Dia tidak mau dianggap kalah dengan kelakuan wanita pelacur berkedok sholihah itu.

Sungguh Arundari merasa sangat muak. Dia muak dengan tampilan munafik dari Jelita. Lalu ia mengingat, ya Arundari mencoba mengingat sejak kapan hubungan Heri dan Jelita dimulai dan juga sejak kapan dia mulai mengetahuinya.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat mereka tengah mengadakan kajian di kota Makasar. Sebuah perusahaan yang menggunakan jasa travel umroh milik Heri meminta diadakan sebuah kajian dulu sebelum keberangkatan menuju tanah suci.

Heri tentu senang dan setuju. Dia bahkan mendatangkan ustadz yang banyak digemari oleh banyak orang.

Ia mengajak tim yang didalamnya juga ada Jelita. Jelita yang memang didapuk sebagai MC dan juga mengisi acara pembuka dengan lantunan lagu-lagu islami, menjadi bagian penting dalam acara tersebut.

"Yank, besok kita akan pergi ke Makasar. Nggak lama paling dua hari. Sehari sampai sana. kajiannya diadakan malam dan paginya kita langsung balik lagi Jakarta. Kali ini kamu nggak ikut nggak apa-apa kan?"

Malam hari sebelum berangkat ke Makasar, Heri memberitahu jadwalnya kepada Arundari. Sejenak Arundari terkejut. Biasanya setiap akan eprgi, Heri selalu memberitahunya jauh-jauh hari. Tapi kali ini tidak. Seketika perasaan Arundari tidak nyaman.

"Emangnya kenapa kalau aku ikut, Mas? Bukannya biasanya aku juga ikut ya?" tanya Arundari. Perasaan yang tidak nyaman itu membuatnya over thinking.

"Ya nggak apa-apa. Tapi kan besok itu jatah kamu ngadain arisan kan. Bukannya kamu udah mulai nyiap-nyiapin ya," jawab Heri.

Aaah

Arundari baru ingat kalau besok rumahnya atuh giliran untuk tempat arisan. Itu adalah kelompok arisan dia dan teman-temannya. Dan jelas bahwa Arundari tak akan bisa membatalkan acara itu untuk ikut serta pergi bersama suaminya.

"Aku baru inget, iya ya besok aku ada arisan. Ya udah aku nggak ikut kali ini," balas Arundari pada akhirnya.

Keesokan harinya, ia pun tak bisa mengantar kepergian Heri ke bandara. Tapi sebuah pesan masuk ke ponselnya dan itu dari Jelita.

Pesan yang biasa saja dan juga dibalas oleh Arundari dengan biasa. Bahkan di dalam pesan itu terkesan manis. Arundari yang anak tunggal sangat senang dengan kehadiran Jelita. Dia bak mendapatkan adik. Maka dari itu mereka sering bertukar pesan terlebih jika itu sedang ada acara di luar kota seperti ini.

Tanpa pernah Arundari sadari bahwa kedekatannya dengan Jelita membuat sebuah peluang bagi gadis itu untuk masuk menjadi orang ketiga dalam hubungannya dengan sang suami.

Acara arisan di rumah berjalan dengan sangat lancar. Teman-teman Arundari nampak puas dengan jamuan yang diberikannya. Satu per satu mereka pun pamit pulang dan hanya menyisakan satu orang. Orang tersebut adalah yang paling dekat atau bisa dikatakan sangat dekat dengan Arundari.

"Makasih lho ya udah tinggal dan bantu-bantu aku," ucap Arundari.

"Ck, kayak sama siapa aja deh. Kita kan kawan hahaha. Oh iya Run, sorry ya kalau aku ngomong gini. Tapi ya Run, emang kamu nggak curiga apa sama cewek itu. Siapa namanya, Jelita ya? Nah iya si Jelita itu. Jujur ya, aku nggak suka tahu pas lihat wajah dia. Kayak yang sok gitu lah, ehmm pick me kalau anak jaman sekarang bilang."

Arundari terdiam sejenak. Overthinking yang dirasakan semalam seketika kembali mencuat mendengar ucapan Fitri, sang sahabat.

"Dia gadis baik kok. Emang agak manja aja kelihatannya. Mungkin karena masih muda," sanggah Arundari. Meski ada perasaan yang tidak nyaman tapi mulutnya tidak bisa sejalan dengan hatinya.

"Ya udah kalau gitu. Aku cuma bilang aja kok. Kalau emang tuh anak baik, ya syukur deh. Tapi ya Run, kamu tetep harus hati-hati. Kamu nggak boleh terlalu deket dan mendekatkan wanita manapun ke rumah tanggamu. Inget itu," ucap Fitri memperingatkan.

Degh!

TBC

1
Ani
ikan sudah masuk jaring
Miss Typo
sama² gak sadar diri, rencana kalian tuh gak akan berhasil, semoga a akan gatot pada waktunya, Heri gak bakalan bisa rujuk dan Jelita gak bakalan dapet Adyaksa 🤣
Miss Typo
bagus bagus bagus, buat mereka berdua kapok ya Ady 😁
Dew666
🔥🔥💎💎
Esther
2 pasangan dengan ambisi yang aneh😄
dewi rofiqoh
Siap-siap aja menerima kejutan dari adyaksa yang pasti bakalan bikin kamu sock jelita
sunaryati jarum
Hemm permainan yang bagus yang akhirnya nanti dapatnya zonk.Permainan yang Ady dikira dikira Jelita berhasil mendapatkan Ady maka minta cerai ke Heri.😄🤣🤣🤭
partini
bagus sih rencana tapi jaga jarak Jagan bersentuhan juga ihhh dosa
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Esther
Enak aja Jelita mau rebut Ady dari Arun.
Aku tunggu rencanamu Ady untuk ngerjain Jelita
sunaryati jarum
Mata- mata yang kamu rekrut benar - benar bisa di andalkan.Nak Ady sat- set langsung tembak.Emak jadi penasaran bagaimana Nak Ady yang katanya kaku akan mengerjai Jelita .
Miss Typo
ya iyalah Arun selalu memiliki keberuntungan, dia orang baik sedangkan kamu Jelita hadeh, salah sendiri mlh nyalahin Arun trs heh

jangan ngimpi bisa deketin Adyaksa, dia gak seperti si sampah Heri itu. kau emang cocoknya sama Heri 🤣
Miss Typo
Heri gemblung
Uthie
beda kelas Adhyaksa mahhh 😜😜
dewi rofiqoh
Kamu salah jelita klo menargetkan adyaksa! Justru kamu akan menyesal karena mengusik adyaksa
sunaryati jarum
Sebelum kamu mendekat Adhyaksa kamu sudah dibuang ke neraka , Jelita
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aduh dah kena karma masih ajh nyalahin orang,semua berawal dari lu lah
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
stresss lah pusing m cara pikir si mokondo
Esther
jangan samakan Adyaksa dengan Heri, yang akan tergoda dengan rayuanmu Jelita
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih gampar nih laki laki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!